Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Comparison of the Effectiveness of Sbar and I-PASS Communication Methods in Nurse Handover: Literature Review Khotijah, Khotijah; Mulyono, Wastu Adi
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 7 No 5 (2025): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v7i5.6437

Abstract

Communication is a critical component in providing safe and high-quality nursing care. Various adverse events that occur in hospitals are mostly caused by communication errors between health workers. This literature review aims to analyze a systematic comparison of the effectiveness of the SBAR and I-PASS communication methods. Literature search methodology includes major electronic databases such as PubMed, Google Scholar with a publication time range of 2013-2023. A total of 1,008 articles were obtained from the initial search, after the screening process using the PRISMA flow diagram, 10 journals were obtained that met the criteria. Research results: Both SBAR and I-PASS methods were proven to be effective in increasing patient safety, with I-PASS showing slightly superior performance in reducing the risk of medical errors. Although both methods have a structural framework for information transfer, I-PASS shows better consistency and depth of information than SBAR. I-PASS shows superiority in handover process efficiency, with a more significant time reduction and increased communication completeness compared to SBAR. Conclusion: The I-PASS communication method is more recommended than SBAR in nursing handover practice because it has higher effectiveness in reducing the risk of medical errors and improving the quality of information transfer.
Pemberdayaan Berkelanjutan Ibu-Ibu melalui Majelis Taklim: Membangun Keseimbangan Spiritual dan Sosial di Masjid Al-Ikhlas Mulyojati Metro Barat Khotijah, Khotijah; Faisal Anwar, Muhammad
DEDIKASI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 7 No 2 (2025): Dedikasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat, Juli-Desember 2025
Publisher : Pusat Pengabdian Masyarakat LPPM IAIN Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32332/dedikasi.v7i2.10313

Abstract

Artikel ini megkaji tentang kegiatan pemberdayaan ibu-ibu di Majelis Taklim Masjid Al-Ikhlas Mulyojati Metro Barat yang bertujuan untuk menciptakan keseimbangan antara aspek spiritual dan sosial dalam kehidupan mereka. Pemberdayaan ini dilakukan melalui pendekatan berbasis pendidikan Islam, kajian keagamaan, serta kegiatan sosial yang memperkuat solidaritas dan kepedulian terhadap sesama. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi ceramah, diskusi interaktif, pelatihan keterampilan sosial, serta aksi sosial yang melibatkan anggota majelis taklim. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan peningkatan pemahaman ibu-ibu tentang nilai-nilai Islam yang mendukung keseimbangan spiritual dan sosial, serta peningkatan partisipasi mereka dalam kegiatan sosial di lingkungan sekitar. Dengan adanya pemberdayaan ini, ibu-ibu tidak hanya semakin memahami ajaran agama secara lebih mendalam, tetapi juga lebih aktif dalam membangun hubungan sosial yang harmonis. Kesimpulannya, kegiatan ini memberikan dampak positif dalam membentuk pribadi yang religius sekaligus peduli terhadap lingkungan sosial, sehingga dapat menjadi model bagi majelis taklim lainnya dalam mengembangkan keseimbangan antara kehidupan spiritual dan sosial. Kata kunci: pemberdayaan; keseimbangan spiritual; keseimbangan sosial; majelis taklim
Pengaruh Literasi Keuangan, Lingkungan Keluarga, dan Motivasi terhadap Minat Berwirausaha Khotijah, Khotijah; Faisol, Faisol; Eko Haryansyah, Septian
Journal of Economic and Business Vol 2 No 1 (2025): Maret
Publisher : Universitas Nazhatut Thullab Al-Muafa Sampang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52298/joebis.v2i1.114

Abstract

Minat berwirausaha pada masyarakat dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantarannya adalah literasi keuangan, motivasi, dan lingkungan keluarga. Literasi keuangan sangat berperan penting dalam pengambilan keputusan investasi. Semakin tinggi pengetahuan mengenai bagaimana cara mengelola keuangan agar dapat bermanfaat dimasa yang akan datang semakin tinggi pula keinginan untuk berwirausaha. Tujuan dalam penelitian yaitu: (a) Untuk mengetahui apakah literasi keuangan berpengaruh terhadap minat berwirausaha bagi masyarakat Sampang. (b) Untuk mengetahui apakah lingkungan keluarga berpengaruh terhadap minat berwirausaha bagi masyarakat Sampang. (c) Untuk mengetahui apakah motivasi berpengaruh terhadap minat berwirausaha bagi masyarakat Sampang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (a) literasi keuangan (X1) secara parsial tidak berpengaruh terhadap minat berwirausaha (Y), (b) secara parsial lingkungan keluarga (X2) berpengaruh positif terhadap minat berwirausaha (Y), dan (c) motivasi (X3) berpengaruh terhadap minat berwirausaha (Y).
Pendampingan Pendidikan Karakter di Pesantren: Pemberdayaan untuk Generasi Unggul dan Beretika Khotijah, Khotijah; Syihab As’ad, Muhammad; Andri Astuti, Sri
DEDIKASI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 6 No 2 (2024): Dedikasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat, Juli-Desember 2024
Publisher : Pusat Pengabdian Masyarakat LPPM IAIN Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32332/bma1f197

Abstract

Artikel ini mengkaji pendampingan implementasi program pendidikan karakter di Pesantren Inklusi Tri Bhakti Al Qudwah Metro sebagai upaya pemberdayaan membentuk generasi unggul dan beretika. Fokus utama dari program ini adalah membentuk karakter santri melalui pendekatan pendidikan inklusif yang mengintegrasikan pendidikan formal dan non-formal, mencakup santri difabel dan non-difabel. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini menggunakan Partisipatory Action Research dengan melibatkan partisipasi santri, pengajar, dan orang tua untuk mengevaluasi efektivitas program dalam meningkatkan kesadaran terhadap keberagaman, memperkuat nilai-nilai moral dan etika, serta membekali santri dengan keterampilan praktis yang relevan. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa program ini berhasil meningkatkan empati, toleransi, dan tanggung jawab di kalangan santri. Namun, ditemukan tantangan dalam penyesuaian metode pengajaran dan dukungan kewirausahaan yang memerlukan peningkatan. Artikel ini merekomendasikan penguatan integrasi pendidikan formal dan non-formal, serta peningkatan pelatihan bagi pengajar untuk meningkatkan efektivitas program pendidikan karakter di pesantren.
Meningkatkan Kemampuan Menulis Cerita Pendek Melalui Penerapan Metode Penugasan pada Siswa Kelas IX SMP Negeri 6 Siak Hulu Khotijah, Khotijah
Diklat Review : Jurnal manajemen pendidikan dan pelatihan Vol. 2 No. 1 (2018): Manajemen Pendidikan dan Pelatihan: Inovasi, Tantangan, dan Penguatan Keilmuan
Publisher : Komunitas Manajemen Kompetitif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (170.09 KB) | DOI: 10.35446/diklatreview.v2i1.267

Abstract

Kemampuan menulis menjadi kemampuan yang diharapkan bagi siswa khususnya pada mata pelajaran Bahasa Indonesia. Menulis sebagai kemampuan untuk mencurahkan buah pikiran dan bentuk kemampuan dalam menyampaikan ide dan gagasan melalui tulisan. Bagi siswa kemampuan menulis cerita pendek menjadi ajang pelatihan yang mana siswa dapat menyampaikan apa yang mereka pikirkan dan mereka rasakan kepada publik. Artikel ini membahas mengenai upaya meningkatkan kemampuan menulis cerita pendek melalui metode penugasan. Metode yang digunakan adalah metode penelitian tindakan kelas dengan menerapkan prosedur penelitian dan objek penelitian adalah siswa kelas IX SMP Negeri 6 Siak Hulu Tahun 2016. Teknik analisis data dengan menggunakan tekni deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui penerapan metode penugasan yakni siswa diberikan tugas di sekolah dan di rumah untuk menulis atau menuliskan cerita yang mereka alami untuk dijadikan cerita pendek. Hal ini dimaksudkan adalah agar siswa diberikan kebebasan untuk mengekspresikan buah pikir mereka ke dalam bentuk tulisan. Hal ini berdampak kepada kemampuan siswa dalam menghasilkan karangan cerita pendek. Siswa lebih bebas meluahkan dengan bahasa mereka sendiri ke dalam bentuk tulisan dan juga menyampaikan maksud dari tulisan kepada khalayak ramai.