Claim Missing Document
Check
Articles

Implementasi Kebijakan Permendiknas No. 70 Tahun 2009 tentang Pendidikan Inklusif Bagi ABK dan/atau Memiliki Bakat Istimewa Di SMPN Kota Padang Yessi Warminda; Hasrul Hasrul; Meri Haryani
Jurnal Basicedu Vol 6, No 6 (2022): December 2022
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v6i6.4047

Abstract

Tujuan penelitian yang akan dicapai yaitu: 1) Menganalisis implementasi kebijakan Permendiknas No. 70 Tahun 2009 Inklusif untuk ABK di SMPN Kota Padang, 2) Menganalisis faktor yang mempengaruhi kebijakan Pendidikan Inklusif di SMP Negeri di Kota Padang, dan 3. Menganalisis implikasi kebijakan terhadap hak ABK di penyelenggara Pendidikan Inklusif. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif metode deskriptif. Informan ditentukan dengan metode purposive sampling. Pengumpulan data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Implementasi kebijakan Pendidikan Inklusif untuk ABK ada tiga komponen yaitu, (a). Dinas Pendidikan Kota Padang telah berupaya untuk mengimplementasikan kebijakan  Pendidikan Inklusif di SMP Negeri di  Kota Padang yang Pelaksanaan sudah  8 tahun lamanya, (b) Tenaga Pendidik di SMP Negeri di kota Padang masih kekurangan GPK untuk  ABK sehingga kurang siap dalam menghadapi ABK, (c) Sarana dan Prasarana untuk  ABK sudah ada, namun belum mencukupi untuk semua SMPN di Kota Padang, (2) Faktor yang mempengaruhi kebijakan Pendidikan Inklusif di SMPN Kota Padang yaitu, (a) Struktur Birokrasi (b) Sumber Daya (c) Disposisi dan (d) Komunikasi. (3) Implikasi kebijakan terhadap hak ABK di sekolah penyelenggara Pendidikan Inklusif yaitu sudah terpenuhi tapi belum merata untuk seluruh sekolah Inklusif yang ada di Kota Padang.
Implementasi Kebijakan Permendiknas No. 70 Tahun 2009 tentang Pendidikan Inklusif Bagi ABK dan/atau Memiliki Bakat Istimewa Di SMPN Kota Padang Yessi Warminda; Hasrul Hasrul; Meri Haryani
Jurnal Basicedu Vol 6, No 6 (2022): December 2022
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v6i6.4047

Abstract

Tujuan penelitian yang akan dicapai yaitu: 1) Menganalisis implementasi kebijakan Permendiknas No. 70 Tahun 2009 Inklusif untuk ABK di SMPN Kota Padang, 2) Menganalisis faktor yang mempengaruhi kebijakan Pendidikan Inklusif di SMP Negeri di Kota Padang, dan 3. Menganalisis implikasi kebijakan terhadap hak ABK di penyelenggara Pendidikan Inklusif. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif metode deskriptif. Informan ditentukan dengan metode purposive sampling. Pengumpulan data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Implementasi kebijakan Pendidikan Inklusif untuk ABK ada tiga komponen yaitu, (a). Dinas Pendidikan Kota Padang telah berupaya untuk mengimplementasikan kebijakan  Pendidikan Inklusif di SMP Negeri di  Kota Padang yang Pelaksanaan sudah  8 tahun lamanya, (b) Tenaga Pendidik di SMP Negeri di kota Padang masih kekurangan GPK untuk  ABK sehingga kurang siap dalam menghadapi ABK, (c) Sarana dan Prasarana untuk  ABK sudah ada, namun belum mencukupi untuk semua SMPN di Kota Padang, (2) Faktor yang mempengaruhi kebijakan Pendidikan Inklusif di SMPN Kota Padang yaitu, (a) Struktur Birokrasi (b) Sumber Daya (c) Disposisi dan (d) Komunikasi. (3) Implikasi kebijakan terhadap hak ABK di sekolah penyelenggara Pendidikan Inklusif yaitu sudah terpenuhi tapi belum merata untuk seluruh sekolah Inklusif yang ada di Kota Padang.
Implementasi program sembako di desa Sencia Nurkhaini; Nurman S; Hasrul Hasrul; Junaidi Indrawadi
Journal of Education, Cultural and Politics Vol. 3 No. 1 (2023): JECCO: Fifth Edition
Publisher : Departemen Ilmu Sosial Politik Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jecco.v3i1.90

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk, untuk mengidentifikasi pelaksanaan program Sembako di Desa Koto Lebuh Tinggi. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Kualitatif dengan metode deskriptif. penetapan informan penelitian dilakukan dengan teknik purposive sampling. Teknik dan alat pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara, dan dokumentasi. Selanjutnya alat yang digunakan yaitu handphone, alat perekam suara, dan kamera. Uji keabsahan data menggunakan ketekunan pengamatan, member check, dan triangulasi yang terdiri dari triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Teknik analisis data yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian mengenai Implementasi Pemanfaatan Program Sembako Di Desa Koto Lebuh Tinggi belum terlaksana dengan efektif, dilihat dari indikator keberhasilan program sembako yaitu 6T hanya tepat kualitas, dan tepat atminitrasi yang sudah terlaksana dengan baik. Sedangkan terkait tepat sasaran, tepat waktu. Tepat harga, dan tepat jumlah belum sesuai yang dijelaskan dalam pedoman program sembako dan Peraturan Menteri Sosial Nomor 5 Tahun 2021.
Nilai-Nilai Pancasila dalam tradisi qiramat Brilliany Dwi Mitry; Hasrul Hasrul; Junaidi Indrawadi; Susi Fitria Dewi
Journal of Education, Cultural and Politics Vol. 3 No. 1 (2023): JECCO: Fifth Edition
Publisher : Departemen Ilmu Sosial Politik Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jecco.v3i1.114

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk menganalisis nilai-nilai Pancasila dalam proses pelaksanaan tradisi Qiramat. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya dugaan bahwa pada pelaksanaan tradisi Qiramat ada nilai-nilai Pancasila didalamnya dan masih kurangnya pelaksanaan nilai-nilai Pancasila dalam pelaksanaan tradisi Qiramat oleh masyarakat Sonsang. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Pemilihan Informan menggunakan teknik purposive sampling. Jenis data dan sumber data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder, sedangkan sumbernya adalah sumber data primer dan sumber data sekunder melalui wawancara dan dokumentasi. Uji keabsahan datanya menggunakan teknik membercheck dan teknik triangulasi sumber. Analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini yaitu ada beberapa tahap dalam proses pelaksanaan tradisi Qiramat yang dimulai dari tahap persiapan yaitu mengadakan rapat, memberitahu, mempersiapkan pelengkap berqiramat, dan gotong royong. Tahap pelaksanaan yaitu masyarakat turun ke tengah sawah, berdzikir, membaca surah Yasiin, dan berdoa bersama, serta makan bersama. Tahap penutupan yaitu menyiram tanaman padi dengan tujuh jenis ramuan. Nilai-nilai Pancasila dalam tradisi Qiramat adalah nilai ketuhanan, nilai kemanusiaan, nilai persatuan, nilai kerakyatan, dan nilai keadilan.
Pemekaran jorong dan pengaruhnya terhadap hubungan sosial masyarakat Boby Kurniawan; Yusnanik Bakhtiar; Hasrul Hasrul; Nurman S
Journal of Education, Cultural and Politics Vol. 3 No. 1 (2023): JECCO: Fifth Edition
Publisher : Departemen Ilmu Sosial Politik Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jecco.v3i1.133

Abstract

Pemekaran jorong di kabupaten Dharmasraya mengacu pada Perda kabupaten Dharmasraya nomor 1 tahun 2017 bertujuan untuk kelancaran penyelenggaran pemerintahan, pelaksanaan pembangunan, pembinaan sosial kemasyarakatan, meningkatkan pelayanan publik guna mempercepat terwujudnya kesejahteraan masyarakat. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan deskriptif, karena penelitian ini berguna untuk mendeskripsikan, mencatat menganalisis, dan menginterprestasikan kondisi yang terjadi tentang dampak pemekaran Jorong terhadap hubungan sosial masyarakat di Nagari Sialang Gaung Kecamatan Kotobaru Kabupaten Dharamasraya. Hasil penelitian menunjukan bahwa implikasi dan respon masyarakat terhadap pemekaran ini sangat positif yaitu tingginya partisipasi masyarakat misalnya dalam hal bermusyawarah dan gotong royong, pengurusan yang lebih efisien, tidak adanya jarak antar masyarakat dengan kepala jorong karena ruang lingkup wilayah semakin kecil. Namun, ada sisi negatifnya yaitu masih ada masyarakat yang kurangnya rasa persaudaraan akibat dari pemekaran jorong dan pemekaran jorong dianggap memiliki kepentingan yang berbeda-beda, dan masih ada juga masyarakat yang mengeluh karena penerima bantuan dianngap kurang merata sehingga menimbulkan hubungan sosial sedikit terganggu.
Tradisi mamanggia dalam upacara adat perkawinan Minangkabau Irfan Saputra; Susi Fitria Dewi; Hasrul Hasrul; Nurman S
Journal of Education, Cultural and Politics Vol. 3 No. 1 (2023): JECCO: Fifth Edition
Publisher : Departemen Ilmu Sosial Politik Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jecco.v3i1.135

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tradisi mamanggia dalam upacara adat perkawinan Minangkabau dan menjelaskan pandangan tokoh masyarakat terhadap tradisi mamanggia dalam upacara adat perkawinan Minangkabau di Kelurahan Gunung Sarik Kecamatan Kuranji. Adapun Jenis penelitian adalah kualitatif metode deskriptif. Hasil penelitian data diuraikan dalam bentuk deskripsi, data diperoleh berdasarkan pengumpulan data yaitu observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Informan pada penelitian ini dipilih berdasarkan teknik purposive sampling. Teknik analisis data dilakukan dengan reduksi data, display data, dan verifikasi. Validasi data dilakukan dengan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukan bahwa tradisi mamanggia yang merupakan suatu interaksi seorang penyelenggara acara perkawinan untuk mengundang dan masih terlaksana dengan baik hingga saat ini. Meskipun ada sedikit inovasi dari simbol yang digunakan tetapi tidak menghilangkan makna tradisi mamanggia. Masyarakat dan tokoh masyarakat menyetujui tradisi ini karena mempunyai nilai historis, nilai budaya, dan nilai ekonomis.
Tantangan Demokrasi di Minangkabau dan Falsafah Bulek Aia Dek Pambuluah Bulek Kato Dek Mufakaik Diana Yualiska; Hasrul Hasrul; Yusnanik Bakhtiar; Muhammad Prima Ersya
Journal of Civic Education Vol 5 No 4 (2022): Journal of Civic Education
Publisher : Jurusan Ilmu Sosial Politik, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jce.v5i4.814

Abstract

This study explores the difficulties encountered in the implementation of the Bulek Aia Dek Pambuluah Bulek Kato Dek Mufakaik philosophy as a manifestation of democracy in Minangkabau. In the era of globalization, the democratic system in Minangkabau society has undergone significant changes. The study employed a qualitative approach, with ninik mamak at KAN Salapan Padang and the people of North Padang, where KAN Salapan was located, being interviewed. Data analysis involved techniques such as data reduction, data presentation, and drawing of conclusions. The findings indicate that the current challenges of implementing democracy in Minangkabau include the existence of a voting system and low levels of community participation in decision-making. These are indirectly influenced by globalization and changing times. One limitation of this study is that it does not examine the efforts made by KAN Salapan in confronting these challenges.
Rendahnya Pendidikan Di Nagari Koto Baru Kabupaten Padang Pariaman Muhammad Refdinal; Hasrul Hasrul; Azwar Ananda
Journal of Civic Education Vol 5 No 4 (2022): Journal of Civic Education
Publisher : Jurusan Ilmu Sosial Politik, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jce.v5i4.888

Abstract

This research is motivated by the low level of public education in the Koto Baru district and how the government responds in overcoming educational problems in the Koto Baru district. This study aims to describe: what are the factors causing the low level of public education in Nagari Koto Baru and how governments tackle this problems. This research is a qualitative descriptive study using data collection techniques by observation, interviews, and documentation studies. (3) The informants in this study were 4 upper class people, 6 lower class people, 4 teachers or educators, 1 Wali Nagari Koto Baru. The research results show that low level of education in village of Koto Baru caused by low level of parent’s education, bad transportations and lack of teacher. Based on this research, it is hoped that parents and the local government will always be able to motivate and supervise children in pursuing their education.
Implementasi Kebijakan Pembelajaran Tatap Muka Pasca Pandemi Covid-19 Tika Miranda Asra; Hasrul Hasrul; Azwar Ananda; Yusnanik Bakhtiar
Journal of Education, Cultural and Politics Vol. 3 No. 2 (2023): JECCO: Sixth Edition
Publisher : Departemen Ilmu Sosial Politik Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh banyaknya kesulitan yang ditemukan dalam penerapan sistem pembelajaran daring masa pandemi covid-19. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan bagaimana implementasi kebijakan pembelajaran tatap muka pasca pandemi covid-19 di SMP Negeri 4 Bukittinggi dan untuk mengetahui apa saja yang menjadi faktor pendukung serta faktor penghambat implementasi kebijakan pembelajaran tatap muka pasca pandemi covid-19. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif. Pemilihan Informan menggunakan teknik purposive sampling. Jenis data dan sumber data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder, sedangkan sumbernya adalah sumber data primer dan sumber data sekunder melalui wawancara dan dokumentasi. Uji keabsahan datanya menggunakan teknik triangulasi sumber. Analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pembelajaran tatap muka diterapkan untuk mengatasi terjadinya learning loss akibat pembelajaran di masa pandemi yang tidak optimal. Evaluasi pembelajaran tatap muka penuh pasca pandemi di SMP Negeri 4 Bukittinggi dilakukan enam bulan sekali dalam kegiatan supervisi ke kelas. Selama pembelajaran tatap muka ditemukan bahwa interaksi antara siswa dan guru masih kurang, motivasi belajar siswa masih menurun imbas belajar mandiri secara daring, dan karakter siswa yang kurang baik, budaya 5S yang memudar, dan siswa bersikap cuek di lingkungan sekolah.
Implementasi program pendidikan tahfidz Al-Qur’an dimasa Pandemi Covid-19 Siska Pratama; Isnarmi Isnarmi; Hasrul Hasrul; Susi Fitria Dewi
Journal of Education, Cultural and Politics Vol. 3 No. 2 (2023): JECCO: Sixth Edition
Publisher : Departemen Ilmu Sosial Politik Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jecco.v3i2.51

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk Program Tahfidz Al-qur’an dan faktor pendukung serta implikasi Program Tahfidz Al-qur’an di SMP Negeri 42 Padang dimasa Pandemi Covid-19. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif. Penelitian ini dilakukan di SMP Negeri 42 Padang. Adapun yang dijadikan informan penelitian yaitu para guru dan siswa. Teknik pengumpulan data berupa wawancara, dokumentasi dan observasi. Untuk memastikan data yang diperoleh valid, dilakukan pengujian data melalui triangulasi metode dan triangulasi sumber. Selanjutnya, data dianalisis menggunakan teknik analisa data berupa pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan program Tahfidz Al-qur’an di SMP Negeri 42 Padang menggunakan buku saku dan dengan menggunakan metode akselerasi dimana dalam pelaksanaan metode ini siswa bisa menghafal Al-qur’an dengan cepat sehingga mereka bisa mengenali huruf dan tajwid dengan baik. Kemudian Faktor pendukung dalam pelaksanaan Tahfidz Al-qur’an yaitu memudahkan siswa untuk memasuki jenjang pendidikan yang mereka inginkan, selain itu juga menjadi penunjang dalam prestasi akademik dan non akademik dimana mereka bisa menjadi utusan dari sekolah untuk berbagai perlombaan.