Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

ANALISIS TINGKAT KEPUASAN PELAKU USAHA MIKRO DAN KECIL TERHADAP PELAYANAN SERTIFIKASI HALAL SELF DECLARE Hastuti, Dewi; Maharani, Farikha; Subekti, Endah; Takhim, M; Husna, Asmaul
International Journal Mathla’ul Anwar of Halal Issues Vol. 4 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Mathla’ul Anwar Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30653/ijma.202441.95

Abstract

Abstract. The halal product process assistant (P3H) plays an important role in managing self-declaration halal certification, namely as a person who assists micro and small entrepreneurs (MSEs) to declare the halalness of their digital-based products. Services that are not maximized can reduce the trust and number of MSEs to take care of halal certificates. The originality of this research lies in a comprehensive study of business actor satisfaction with P3H performance. This study aims to identify and measure business actor satisfaction and analyze attributes that are very important in influencing the quality of P3H services. The respondents of this study were 100 MSEs who had obtained halal certificates through P3H assistance. The research method is the Importance Performance Analysis (IPA) method which is then plotted using the Cartesian Diagram and the Customer Satisfaction Index (CSI) method.   The results showed that the IPA calculation had a suitability level value of 97.75% and on the Cartesian Diagram of 19 attributes there were 2 attributes that required improvement and improvement, namely attribute number 3 (tangibles) and 16 (assurance). The results of the calculation of the Customer Satisfaction Index (CSI) method get a score of 88.51%, indicating that MSE businesses feel "very satisfied" because the score is in the scale range of 81% to 100%, so it can be said that P3H's performance is very good. This study implies that P3H must continue to improve service quality, especially attributes whose service value is less than satisfactory and can maintain or improve attributes that are very important and very satisfying in order to increase satisfaction with self-declare halal certification services.  
Optimasi Asam Sitrat Limbah Batang Pisang (Musa Paradisiaca L.) Dengan Metode Kultivasi Cair Prihastuti, Putri; Aji, Bayu Prasetyo; Fitriani, Dea Syifa; Maharani, Farikha; Hartati, Indah
Prosiding Sains Nasional dan Teknologi Vol 11, No 1 (2021): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 11 2021
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/psnst.v1i1.5370

Abstract

Asam sitrat merupakan salah satu produk kimia yang aman digunakan pada makanan oleh semua badan pengawasan makanan nasional maupun internasional. Asam sitrat dapat diproduksi melalui proses fermentasi mikroorganisme penghasil asam sitrat. Aspergillus niger merupakan salah satu mikroorganisme yang dapat digunakan pada proses produksi asam sitrat. Penelitian ini bertujuan membuat asam sitrat dari limbah batang pisang dengan variasi penambahan volume starter (10, 20, 30, 40, 50) mL dan lama waktu kultivasi cair (1, 2, 3, 4, 5) hari. Sumber karbon yang digunakan adalah hidrolisa cair hasil pretreatment limbah batang pisang, sedangkan sumber nitrogen yang digunakan adalah (NH4)2SO4. Analisis yang dilakukan mencakup perubahan pH, total asam, biomassa dan rendemen (yield) yang dihasilkan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa asam sitrat paling banyak diproduksi pada penambahan volume starter 20 mL serta lama waktu fermentasi 5 hari dengan total asam 8,06 mg/ml, pH 2,8 dan rendemen 46%.
Penerapan Metode Microwave-Assisted Extraction (MAE) Berbasis Green Solvent Senyawa Pektin Albedo Jeruk Bali (Citrus Maxima) Amaranti, Ratna Bernika; Indarwati, Dewi; Tristiyanti, Alvia Sefie; Maharani, Farikha; Kurniasari, Laeli
Prosiding Sains Nasional dan Teknologi Vol 11, No 1 (2021): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 11 2021
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/psnst.v1i1.5371

Abstract

Buah jeruk bali atau Citrus Maxima merupakan salah satu jenis jeruk yang banyak di budidayakan di Indonesia. Pada umumnya jeruk bali dikonsumsi dalan keadaan segar, sehingga menyebabkan limbah berupa kulit atau albedo dari jeruk bali. Seperti yang diketahui albedo jeruk bali mengandung komponen nutrisi yang kaya akan manfaat, diantaranya senyawa alkaloid, flavonoid, likopen, dan yang paling dominan adalah pektin sebesar 16,68% sampai 21,95%. Pektin sendiri sangat bermanfaat dalam industry pangan maupun farmasi. Sehingga diperlukan ekstraksi pektin albedo jeruk bali menggunakan Microwave Assisted Extraction. Dalam proses ekstraksi umumnya menggunakan pelarut organic. Penggunaan pelarut tersebut memiliki dampak buruk baik kepada operator/peneliti hingga lingkungan. Maka dari itu dilakukan ekstraksi berbasis green solvent jenis baru berupa pelarut eutektik alami (NADES) karena memiliki beberapa keunggulan. Tujuan dari penelitian ini adalah (i) untuk mengetahui rasio terbaik pelarut dalam proses ekstraksi, (ii) mengetahui lama waktu optimum proses ekstraksi, dan (iii) untuk mengetahui daya terbaik pada proses ekstraksi. Hasil ekstraksi terbaik diperoleh pada rasio pelarut 1:5:18 (CAS-H2O), dengan lama waktu ekstraksi optimum pada menit ke 20, dan pada daya 50% dari daya maksimum 800 watt.
Ekstraksi Senyawa Tanin Dari Kulit Bawang Putih (Allium Sativum L.) Berbantu Gelombang Mikro Cahyana, Iga; Kurniasari, Laeli; Maharani, Farikha
Prosiding Sains Nasional dan Teknologi Vol 11, No 1 (2021): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 11 2021
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/psnst.v1i1.5479

Abstract

AbstrakBawang putih (Allium sativum L) merupakan tumbuhan herba yang biasa digunakan sebagai komponen resep dari kebanyakan makanan. Penggunaan bawang putih sebagai bumbu masakan menghasilkan limbah dari kulit bawang putih yang dibuang begitu saja. Padahal menurut beberapa penelitian kulit bawang putih ternyata memiliki khasiat yang tidak kalah penting. Terdapat beberapa zat aktif yang terkandung didalam kulit bawang putih, salah satunya adalah tanin yang memiliki manfaat sebagai antioksidan dan antibakteri. Ekstraksi dengan bantuan gelombang mikro merupakan proses yang relatif lebih unggul jika dibandingkan dengan metode konversional. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh variabel rasio bahan baku-pelarut, daya dan waktu proses ekstraksi tanin dari kulit bawang putih dengan bantuan gelombang mikro. Percobaan dilakukan dengan variabel rasio bahan baku-pelarut 1:10, 1:15, 1:20, 1:25, 1:30, variabel daya 10% dan 50% dari daya maksimum alat (399 watt), dan variabel waktu 5, 10 dan 15 menit. Hasil percobaan menunjukan bahwa ketiga variabel berpengaruh terhadap konsentrasi tanin hasil ekstraksi. Secara umum konsentrasi tanin meningkat seiring kenaikan ketiga variabel sampai maksimum di titik tertentu, kemudian turun. Kadar tanin tertinggi diperoleh sebesar 22,255 mg/ml dengan % yield sebanyak 2,04% dari perbandingan bahan baku-pelarut 1:15, waktu ekstraksi 10 menit dan daya 50%. Kata kunci: Kulit bawang putih, tanin, gelombang mikro.
MODIFIKASI PIROLISIS LIMBAH SEREH DAPUR SEBAGAI MATERIAL MAJU (KARBON AKTIF) BERNILAI JUAL TINGGI Salsabila, Annida Nur; Ratnani, Rita Dwi; Maharani, Farikha
Prosiding Sains Nasional dan Teknologi Vol. 14 No. 1 (2024): Seminar Nasional Sains dan Teknologi 14
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sereh dapur (Cymbopogon citratus) tergolong tanaman yang mudah dan melimpah di Indonesia karena mudah tumbuh. Tanaman sereh dapur dimanfaatkan hanya pada bagian bonggolnya. Sedangkan bagian daunnya dibuang sehingga menjadi limbah. Limbah yang dihasilkan juga dari bagian tanaman yang telah kering memiliki umur simpan yang singkat dan tidak bisa dipakai lagi. Keberadaan limbah ini termasuk ke dalam limbah organik. Hal inilah yang menjadi ide awal penelitian ini untuk meningkatkan nilai ekonomisnya sekaligus menjaga lingkungan dari keberadaan limbah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suhu dan waktu pirolisis limbah bonggol dan daun sereh terhadap kualitas karbon aktif. Kualitas karbon aktif dianalisis berdasarkan SNI (Standar Nasional Indonesia) 06-3730-1995: kadar menguap, kadar air, kadar abu, dan daya serap terhadap iodiumnya. Penelitian ini dilakukan pada variabel bebas suhu karbonisasi 300, 350, 400, 450°C dan waktu karbonisasi 60, 90, 120, 150, 180 menit. Hasil penelitian menunjukkan kualitas karbon aktif terbaik variasi suhu bagian bonggol sereh dapur dengan uji meliputi kadar menguap 43,23%; kadar air 4,20%; kadar abu 23,94%; daya serap iodin 391,32 mg/gr; pada variasi suhu bagian daun sereh dapur meliputi kadar menguap 46,4%; kadar air 4,69%; kadar abu 24,04%; dan daya serap iodine 306,38 mg/gr. Sementara variasi waktu bagian bonggol sereh dapur dengan uji meliputi kadar menguap 43,23%; kadar air 4,60%; kadar abu 23,27 %; daya serap iodine 391,32 mg/gr; pada bagian daun sereh dapur meliputi kadar menguap 45,86%; kadar air 2,59%; kadar abu 24,04%; daya serap iodine 367,88 mg/gr. Variabel suhu dan waktu data hasil analisis kadar menguap dan kadar abu belum sesuai standar SNI dan SII, sedangkan kadar air sesuai dengan standar SNI maupun SII. Daya serap iodine sesuai dengan standar SII (Standar Industri Indonesia).
EKSTRAKSI KULIT BUAH KOPI ROBUSTA (Coffea canephora) BERBANTU GELOMBANG MIKRO SEBAGAI ANTIMICROBIAL EDIBLE COATING (AnECa) PADA BUAH TOMAT Difa Al Arifah; Farikha Maharani; Indah Riwayati
Jurnal Inovasi Teknik Kimia Vol 9, No 3 (2024)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/inteka.v9i3.11864

Abstract

PENGARUH SUHU, KONSENTRASI ASAM ASETAT DAN WAKTU TERHADAP SIFAT FISIKOKIMIA (SWELLING POWER, SOLUBILITY, DERAJAT SUBSTITUSI) MODIFIKASI TEPUNG LABU KUNING (CUCURBITA MOSCHATA) DENGAN PROSES ASETILASI Maulana, Yafi S.; Kurniasari, Laeli; Maharani, Farikha
CENDEKIA EKSAKTA Vol. 7 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/ce.v7i1.6607

Abstract

Indonesia mempunyai banyak komoditas pangan yang ketersediaannya melimpah dan dapat berpotensi sebagai bahan baku tepung. Labu kuning (Cucurbita moschata) merupakan salah satu alternatif sumber karbohidrat sebagai substitusi tepung terigu. Modifikasi tepung dapat dilakukan secara fisik untuk menghasilkan produk pangan ramah lingkungan. Tepung atau amilum adalah karbohidrat kompleks yang tidak larut dalam air, berwujud bubuk putih, tawar dan tidak berbau.Tepung termodifikasi adalah tepung yang mengalami perlakuan fisik ataupun kimia secara terkendali sehingga mengubah satu atau lebih dari sifat asalnya. Asetilasi merupakan salah satu metode modifikasi tepung yang dapat digunakan untuk meningkatkan sifat fisikokimia tepung, yakni swelling power, % solubility, dan derajat substitusi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh suhu (60°C, 80°C, 120°C), konsentrasi asam asetat (5%, 15%, 25%) dan waktu (10 menit dan 30 menit) terhadap nilai swelling power, solubility dan derajat substitusi tepung labu kuning terasetilasi.  Ada 2 proses utama dalam penelitian ini, yaitu pembuatan tepung labu kuning dan proses asetilasi tepung labu kuning. Hasil asetilasi tepung labu kuning diuji untuk mengetahui tepung yang memiliki kualitas yang lebih baik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi optimal diperoleh pada konsentrasi asam asetat 5% suhu asetilasi 60°C waktu 10 menit dengan nilai swelling power sebesar 6,32 g/g, solubility 15% dan derajat substitusi 3,31.Kata kunci: Labu kuning, asetilasi, swelling power, % solubility, derajat substitusi
PEMODELAN KINETIKA PADA PEMBUATAN YOGHURT POWDER DENGAN METODE PENGERINGAN BUSA (FOAM MAT DRYING) MENURUT MODEL KINETIKA PAGE, LEWIS, HENDERSON-PABIS DAN LOGARITMIC Farikha Maharani; Indah Hartati; Fatnawati Nur Hidayah; Mega Kasmiyatun
CENDEKIA EKSAKTA Vol. 9 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/ce.v9i2.12419

Abstract

Yoghurt sangat diminati oleh masyarakat menjadikan konsumsi yoghurt setiap tahunnya mengalami peningkatan. Saat ini yoghurt lebih banyak diproduksi dalam bentuk cair sehingga mempunyai umur simpan yang relative singkat. Oleh karena itu, perlu dilakukan cara untuk mengubah bentuk yoghurt dari bentuk cair menjadi bentuk bubuk yang akan meningkatkan umur simpannya dan mempermudah dalam proses pendistribusian. Salah satu cara yang dapat digunakan adalah dengan menggunakan metode pengeriangan busa atau foam mat drying. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji kinetika pengeringan busa yoghurt menggunakan model kinetika Page, Lewis, Henderson-Pabis dan Logaritmic. Penelitian ini focus pada analisis data eksperimental untuk mengindentifikasi model kinetika yang paling sesuai untuk menggambarkan fenomena pengeringan busa. Selain itu penelitian ini juga dapat berkontribusi dalam penghematan energi dan pengurangan waktu proses yang penting dalam industri pengolahan pangan. Metode penelitian dengan pengeringan busa memiliki variabel berubah susu skim 10%, 15%, 20%, 25% serta variabel tetap maltodekstrin 10% dan tween 80. Hasil penelitian memperlihatkan nilai SSE model kinetika Page, Lewis, Henderson-Pabis dan Logaritmic dengan penambahan susu skim 25% secara berurutan yaitu 0,00532; 0,01236; 0,03919 dan 0,00759. Nilai SSE digunakan untuk mengevaluasi keakuratan model dimana nilai SSE yang kecil menunjukkan bahwa model kinetika yang digunakan bisa memprediksi data pengeringan busa dengan tingkat akurasi yang tinggi. Hasil diatas terlihat bahwa nilai SSE model kinetika Page lebih kecil dari model kinetika lainnya sehingga model kinetika Page yang memiliki tingkat kesesuaian yang lebih tinggi.
ANALISIS TINGKAT PENGETAHUAN DAN FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PEMBELIAN PRODUK MAKANAN DAN MINUMAN HALAL PADA SISWA SMP DI KOTA SEMARANG Hastuti, Dewi; Farikha Maharani; Tri Siswanti; Ludiro Santoso; Masrochatun; Muchamad Priyo Utomo
International Journal Mathla’ul Anwar of Halal Issues Vol. 5 No. 2 (2025): September
Publisher : Universitas Mathla’ul Anwar Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of the study was to determine the effect of knowledge level, religiosity, health safety of halal food and beverage, and school origin on the decision of junior high school students to purchase halal food and beverage products in Semarang City. This type of research is quantitative research with correlational nature. The sampling technique used was non probability sampling with purposive sampling method. The number of samples used for this study were 108 respondents consisting of 54 general junior high school students and 54 religious junior high school students. The data collection technique used was interview with questionnaire. The data analysis technique used is the classical assumption test consisting of normality test, multicollinearity test and heteroscedasticity test, hypothesis testing there is a multiple linear regression test, namely the f test and t test. Based on the results and discussion, it shows that the level of knowledge, religiosity, halal food health safety and school origin together (f test, p = 0.000 <0.01) have a positive and very significant influence on purchasing decisions. While partially (t test) school origin (p = 0.109> 0.05) has an insignificant effect, while other independent variables level of knowledge (p = 0.000 <0.05), religiosity (p = 0.020 <0.05) and health safety of halal food and beverages (p = 0.015 <0.05) have a significant effect on purchasing decisions. In conclusion, the purchasing decisions of halal food and beverages of junior high school students from religious-based schools and students from national public-based schools in Semarang City have similar perceptions, and what influences purchasing decisions is the level of knowledge, religiosity and healthy safety of halal food and beverages.
Pelatihan Pembuatan Permen Jelly dari Teh Matcha sebagai Pengendali Kadar Gula Darah di Kelurahan Kalisegoro Semarang: Training on Making Jelly Candy from Matcha Tea to Control Blood Sugar Levels in Kalisegoro Village, Semarang Anwar, Khoirul; Puspitasari, Anita Dwi; Maharani, Farikha
PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 9 No. 2 (2024): PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/pengabdianmu.v9i2.5788

Abstract

Diabetes is a chronic disease with increasing prevalence and is becoming a global health threat. One plant that is efficacious for lowering blood sugar levels is matcha tea which can be made into a processed product in the form of jelly candy. This community service aims to increase understanding and train the community to make jelly candy food products from matcha which comes from agricultural products for complementary therapy for diabetes mellitus. This community service was carried out in Kalisegoro Village. The participants in this service activity were 25 PKK women and was carried out in three stages. The first stage will be a meeting and coordination with the village head and the PKK women's group who will conduct training in making jelly candy. The second stage is the activity of preparing material and preparing practical methods. The third stage, namely coaching and training, includes providing material to training participants by theory and demonstrations. The results of this community service found that 20 people out of 25 participants could answer pretest questions related to the causes of disease and natural treatment for diabetes mellitus. The results of the jelly candy-making tutorial showed that as many as 20 participants could answer post-test questions and understand how to make the product. Based on the results of oral questions and answers, it was found that as many as 15 participants were interested in continuing the results of their service by making their food at home and using it as a family dinner.