Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Nutrition Education Effect on Anemia Incidence in Female Adolescents: Meta-Analysis for Future Health Post-COVID-19 Pandemic Rahmiwati, Anita; Djokosujono, Kusharisupeni; Krianto, Tri; Utari, Diah Mulyawati; Djuwita, Ratna; Utama, Feranita
Kesmas Vol. 18, No. 5
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Female adolescents are at a heightened risk of anemia due to inadequate iron intake and absorption, blood loss during menstruation, and an escalated need for iron to support rapid growth. This study examined the impact of nutrition education on the incidence of anemia in adolescent girls. The investigation was conducted through a systematic review and meta-analysis, employing articles from reputable sources such as Google Scholar, JAMA Network, PubMed, ScienceDirect, The New England Journal of Medicine, Lancet, and ProQuest, published between 2013 and 2021. The keywords for data retrieval were"nutrition education" and "adolescent anemia girls." Furthermore, the Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses guideline was used to select and organize publications for this study. Using Review Manager 5.3 Software, full-text articles meeting meta-analysis criteria were selected, resulting in 7 out of the 257 retrieved articles being included. The findings suggested that nutrition education indeed impacts the incidence of anemia in adolescent girls (p-value
Determinan Perilaku Merokok pada Sopir Angkutan Umum Terminal Depok Kota Depok Tahun 2024 Nurdiena, Ihyani; Krianto, Tri; Rachmawati, Faika; Lestari, Puji; Darwati, Darwati
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 6 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i6.16087

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku merokok pada sopir angkutan umum di Terminal Depok. Latar belakang penelitian ini adalah tingginya prevalensi merokok di Indonesia, yang berdampak pada masalah kesehatan serius, termasuk Penyakit Tidak Menular (PTM) seperti kanker paru-paru dan penyakit jantung. Dengan menggunakan metode kuantitatif dan desain cross-sectional, penelitian ini mengumpulkan data dari 30 sopir angkutan umum melalui wawancara dan pengukuran kadar karbonmonoksida (CO) menggunakan alat BEDFONT Smokerlyzer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 76,7% sopir merokok setiap hari, dengan faktor-faktor seperti stres kerja dan kebiasaan sosial menjadi pendorong utama perilaku merokok. Selain itu, hasil pemeriksaan CO menunjukkan bahwa 50% sopir memiliki kadar CO yang masuk dalam kategori "sangat buruk". Terdapat hubungan signifikan antara perilaku merokok dan kadar CO (p-value < 0,05), yang menunjukkan dampak merokok terhadap kesehatan paru-paru. Kesimpulan dari penelitian ini menekankan perlunya edukasi dan intervensi yang lebih kuat untuk mengurangi perilaku merokok di kalangan sopir angkutan umum, serta implementasi lebih ketat kawasan tanpa rokok di tempat-tempat umum, termasuk terminal.
FAKTOR PASIEN DROP OUT PENGOBATAN TUBERKULOSIS DI INDONESIA: TINJAUAN SISTEMATIK Sari, Suci Kurnia; Krianto, Tri
Jukema (Jurnal Kesehatan Masyarakat Aceh) Vol 6, No 2 (2020): Jurnal Kesehatan Masyarakat Aceh (JUKEMA)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37598/jukema.v6i2.902

Abstract

Latar Belakang: Penyakit Tuberkulosis (TB) di Indonesia merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang belum dapat diatasi. Pasien dengan tuberkulosis memerlukan perawatan ulang jika mereka gagal atau gagal dari pengobatan awal atau jika mereka kambuh setelah keberhasilan pengobatan awal. Pasien yang drop out berkontribusi menyebarkan virus kepada orang lain lebih dari sebelum mereka mendapatkan perawatan. Oleh karena itu penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi faktor putus dari kejadian pengobatan tuberkulosis. Metode: Penelitian ini menggunakan tinjauan sistematis tentang Tuberkulosis terkait publikasi dan penelitian yang ada di Indonesia. Penelitian dilakukan berdasarkan data yang dipublikasikan dan tidak dipublikasikan (literatur abu-abu) selama 2009-2019. Publikasikan data dari mesin pencari seperti google scholar, neliti, repositori online universitas di Indonesia. Penelitian ini menggunakan 11 publikasi penelitian, 8 di antaranya dalam penelitian kuantitatif dan 3 di antaranya penelitian kualitatif semua penelitian merupakan data primer. Sebagian besar penelitian menggunakan desain cross sectional dan case control. Hasil: Beberapa faktor utama yang keluar dari pengobatan Tuberkulosis di Indonesia diidentifikasi, termasuk efek samping obat, Pengawas Menelan Obat (PMO), pengetahuan, motivasi dan dukungan keluarga. Saran Pengawasan diperlukan tidak hanya dari PMO dan keluarga tetapi juga dari layanan kesehatan terkait pengobatan sehingga motivasi pasien selama perawatan tetap terjaga.
PERBEDAAN POLA KONSUMSI DAN STATUS GIZI REMAJA DI WILAYAH PERKOTAAN DAN PEDESAAN DI INDONESIA Afina Rizky, Putri; Krianto, Tri
JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 13, No 3 (2025): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jkm.v13i3.2939

Abstract

Remaja di Indonesia saat ini menghadapi tiga beban malnutrisi (triple burden of malnutrition), yaitu kekurangan gizi, kelebihan gizi, dan defisiensi mikronutrien. Ketimpangan pola konsumsi dan status gizi antara remaja perkotaan dan pedesaan mencerminkan perbedaan sosial ekonomi, budaya, serta akses terhadap pangan bergizi. Kajian literatur ini bertujuan menganalisis secara komprehensif temuan penelitian terkait pola makan, status gizi, serta faktor-faktor yang memengaruhi perbedaan tersebut. Studi literatur dilakukan menggunakan pedoman PRISMA melalui pencarian pada database Google Scholar, PubMed, dan Scopus. Artikel yang disertakan harus memenuhi kriteria inklusi, yaitu membandingkan remaja perkotaan dan pedesaan di Indonesia dalam aspek pola makan dan status gizi, menggunakan desain penelitian kuantitatif seperti survei potong lintang atau pendekatan kualitatif, serta diterbitkan pada periode 2021–2025. Melalui proses seleksi, diperoleh 9 artikel dengan penelitian yang dilakukan di berbagai wilayah Indonesia, mencakup wilayah perkotaan dan pedesaan di Jawa, Sumatra, Bali, hingga Nusa Tenggara Barat dengan ukuran sampel bervariasi, mulai dari 130 hingga lebih dari 155.000 responden. Artikel terpilih kemudian dianalisis lebih lanjut. Hasil kajian menunjukkan bahwa remaja di wilayah perkotaan memiliki asupan energi, lemak, dan gula yang lebih tinggi, serta lebih sering mengonsumsi makanan olahan, makanan cepat saji, dan minuman berpemanis. Pola konsumsi ini meningkatkan risiko terjadinya overweight dan obesitas. Sebaliknya, remaja di pedesaan lebih rentan mengalami kekurangan energi kronis, stunting, dan defisiensi mikronutrien akibat keterbatasan akses terhadap pangan bergizi, rendahnya variasi konsumsi, dan pengetahuan gizi yang terbatas. Faktor sosioekonomi, budaya pangan, serta gaya hidup sedentari turut memperlebar ketimpangan gizi antarwilayah. Temuan ini menegaskan perlunya intervensi gizi yang kontekstual dan multikomponen, mencakup edukasi gizi, peningkatan akses pangan bergizi, serta perbaikan lingkungan pangan. Penelitian longitudinal diperlukan untuk memperkuat dasar kebijakan gizi remaja di Indonesia.
INSTRUMEN PENGUKURAN LITERASI KESEHATAN DIGITAL DI INDONESIA: TINJAUAN SISTEMATIS Khairani, Hilda; Krianto, Tri; Herdhianta, Dhimas
Jurnal Kesehatan Akimal Vol 5 No 1 (2026): EDISI APRIL 2026
Publisher : Akademi Keperawatan Kesdam Iskandar Muda Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58435/jka.v5i1.221

Abstract

Literasi kesehatan digital berperan penting dalam memungkinkan individu mengakses, memahami, dan memanfaatkan informasi kesehatan daring secara efektif. Namun, ketersediaan serta karakteristik instrumen tervalidasi untuk mengukur literasi kesehatan digital dalam konteks Indonesia masih terbatas. Hingga saat ini, belum terdapat penelitian yang secara sistematis mensintesis instrumen pengukuran literasi kesehatan digital yang telah divalidasi untuk populasi Indonesia. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mensintesis literatur mengenai instrumen pengukuran literasi kesehatan digital yang diadaptasi maupun dikembangkan untuk populasi Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode tinjauan sistematis dengan mengikuti pedoman PRISMA. Pencarian literatur dilakukan secara komprehensif pada basis data PubMed, Scopus, dan Google Scholar. Studi yang diikutsertakan meliputi penelitian validasi kuantitatif maupun kualitatif yang dipublikasikan dalam bahasa Indonesia atau Inggris serta mengkaji instrumen literasi kesehatan digital pada populasi Indonesia. Seleksi artikel dilakukan berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditetapkan, kemudian data terkait karakteristik instrumen, validitas, dan reliabilitas diekstraksi dan dianalisis. Sebanyak empat studi memenuhi kriteria inklusi dan dimasukkan dalam analisis akhir. Hasil tinjauan mengidentifikasi dua instrumen utama, yaitu versi adaptasi eHealth Literacy Scale (eHEALS) dan Digital Health Literacy Competency for Citizen (DHLC), yang menunjukkan reliabilitas dan validitas yang memadai. Tinjauan ini memiliki keterbatasan pada jumlah studi yang terbatas (n=4). Penelitian selanjutnya perlu melakukan validasi pada populasi dan setting yang lebih beragam untuk memperkuat penerapan instrumen serta mendukung kajian hubungan literasi kesehatan digital dengan luaran kesehatan dan intervensi kesehatan digital di Indonesia.