Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Buletin Poltanesa

Geolocation untuk Lahan Kelapa Sawit Berbasis Android Indah Fitri Astuti; Faqih Nur Ahmad; Dedy Cahyadi; Rosmasari; Awang Harsa Kridalaksana; Reza Andrea
Poltanesa Vol 23 No 1 (2022): Juni 2022
Publisher : P2M Politeknik Pertanian Negeri Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (595.502 KB) | DOI: 10.51967/tanesa.v23i1.1288

Abstract

Kelapa sawit adalah salah satu spesies dengan jenis monokotil dan berakar serabut. Flora ini masuk ke Famili Arecaceae dan ordo Arecales. Perkebunan kelapa sawit termasuk tanaman yang dikelola oleh perusahaan-perusahaan komersial. Luas lahan yang dibutuhkan untuk tiap usaha saqit biasanya sangat besar, agar mampu menghasilkan produk yang menguntungkan pemilik dan karyawannya. Secara umum, produk kelapa sawit menjangkau banyak jenis, dari penghasil minyak sayur, minyak untuk dunia industri atau bahan bakar. Lahan tersebut biasanya memiliki banyak cabang sehingga banyak menyesatkan. Lokasi kebun yang diteliti berada di desa Bukit Pertama Kabupaten Kutai Timur Provinsi Kalimantan Timur. Penelitian ini bertujuan membantu orang yang berkepentingan namun tidak terlalu mengenal daerah tersebut dengan baik, juga untuk mengetahui luas lahan dan jumlah pokok sawit. Sistem menampilkan beberapa lahan yang saat ini terjangkau oleh sinyal internet, sehingga daerah yang lokasinya masih terlalu jauh dari lokasi yang diteliti atau pun yang kurang/tidak terjangkau sinyal belum akan dapat diakses. Geolocation berbasis android digunakan untuk mempermudah pembangunan sistem dan penggunaan sistem. Fitur yang disediakan adalah lahan, lokasi dan bantuan. Fitur lahan akan memberikan rincian informasi berupa luas, tahun tanam, jumlah pokok, dan tahun penanaman. Studi ini menghasilkan sistem geolocation pemetaan lahan sawit yang dapat diakses melalui aplikasi di telepon genggam.
Geolocation untuk Lahan Kelapa Sawit Berbasis Android Astuti, Indah Fitri; Ahmad, Faqih Nur; Cahyadi, Dedy; Rosmasari; Kridalaksana, Awang Harsa; Andrea, Reza
Poltanesa Vol 23 No 1 (2022): Juni 2022
Publisher : P3KM Politeknik Pertanian Negeri Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51967/tanesa.v23i1.1288

Abstract

Kelapa sawit adalah salah satu spesies dengan jenis monokotil dan berakar serabut. Flora ini masuk ke Famili Arecaceae dan ordo Arecales. Perkebunan kelapa sawit termasuk tanaman yang dikelola oleh perusahaan-perusahaan komersial. Luas lahan yang dibutuhkan untuk tiap usaha saqit biasanya sangat besar, agar mampu menghasilkan produk yang menguntungkan pemilik dan karyawannya. Secara umum, produk kelapa sawit menjangkau banyak jenis, dari penghasil minyak sayur, minyak untuk dunia industri atau bahan bakar. Lahan tersebut biasanya memiliki banyak cabang sehingga banyak menyesatkan. Lokasi kebun yang diteliti berada di desa Bukit Pertama Kabupaten Kutai Timur Provinsi Kalimantan Timur. Penelitian ini bertujuan membantu orang yang berkepentingan namun tidak terlalu mengenal daerah tersebut dengan baik, juga untuk mengetahui luas lahan dan jumlah pokok sawit. Sistem menampilkan beberapa lahan yang saat ini terjangkau oleh sinyal internet, sehingga daerah yang lokasinya masih terlalu jauh dari lokasi yang diteliti atau pun yang kurang/tidak terjangkau sinyal belum akan dapat diakses. Geolocation berbasis android digunakan untuk mempermudah pembangunan sistem dan penggunaan sistem. Fitur yang disediakan adalah lahan, lokasi dan bantuan. Fitur lahan akan memberikan rincian informasi berupa luas, tahun tanam, jumlah pokok, dan tahun penanaman. Studi ini menghasilkan sistem geolocation pemetaan lahan sawit yang dapat diakses melalui aplikasi di telepon genggam.
Air Pollution Assessment of Samarinda Using the C4.5 Algorithm Prafanto, Anton; Astuti, Indah Fitri; Salamah, Ummi; Agus, Fahrul; Kridalaksana, Awang Harsa; Kamila, Vina Zahrotun
Poltanesa Vol 24 No 2 (2023): December 2023
Publisher : P3KM Politeknik Pertanian Negeri Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51967/tanesa.v24i2.2946

Abstract

The degradation of air quality in numerous Indonesian cities is attributed to the swift proliferation of motorised vehicles, rapid population growth, and inadequate green spaces. Samarinda, the capital of East Kalimantan province, is plagued by high levels of pollution resulting from heavy vehicle exhaust emissions. The provision of accurate air quality information can mitigate respiratory issues. However, the public does not have access to air quality information due to the high cost of air quality measuring devices. Therefore, an Internet of Things (IoT)-based air pollution monitoring system using ESP32 is needed to provide interactive and real-time information. This study tested the C4.5 algorithm to classify air quality data based on six measurement parameters: PM10, PM2.5, CO, O3, and NO2. PM10 and PM2.5 particles are the primary pollutants that significantly impact human health. The World Health Organization (WHO) has set an annual quality standard value of 20μg/m3 for PM10 and 10μg/m3 for PM2.5. Carbon Monoxide (CO) can reduce the blood's ability to carry oxygen, which can affect the function of vital organs such as the heart and brain. Ozone (O3) on the Earth's surface is a harmful pollutant that can damage the lungs and other respiratory systems. Nitrogen dioxide (NO2) can cause lung inflammation and lower immunity to infections, such as influenza and pneumonia. This study uses the C4.5 algorithm to classify air quality data based on these parameters, which are important for determining air quality. The results show that air quality is divided into two types: good and moderate, with different proportions each day. The C4.5 algorithm achieved a success rate of 99.5074% and a failure rate of 0.4926% when processing air quality data. It was effective in classifying air quality and processing data. An Internet of Things (IoT)-based air pollution monitoring system using ESP32 is needed to provide interactive and real-time information to the public.
Implementation of the Game Development Life Cycle Method in Developing a Drag and Drop Educational Game for Traditional Indonesian Houses Aulia Khoirunnita; Awang Harsa Kridalaksana; Adlina Safa Sephia Putri
Poltanesa Vol 26 No 2 (2025): December 2025
Publisher : P3KM Politeknik Pertanian Negeri Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51967/tanesa.v26i2.3501

Abstract

Indonesia is renowned for being a country rich in culture, one aspect of which is reflected in the diverse traditional houses found across its regions. Unfortunately, younger generations are becoming less familiar with this heritage due to monotonous and theoretical approaches in formal education. To address this issue, this study aims to develop an Android-based educational game that utilizes a drag-and-drop concept to introduce Indonesia’s traditional houses interactively. The game development process follows the Game Development Life Cycle (GDLC), consisting of six main stages: initiation, pre-production, production, testing (black box), beta testing, and release. Data were collected through a literature review of traditional houses, the GDLC method, and educational game development techniques. The resulting game, titled "Kiddo Match It! Traditional Houses," features an interactive map of Indonesia, an encyclopedia of traditional houses, a series of levels based on geographic regions, and a gameplay mechanic that involves matching images of traditional houses with their names. All stages of GDLC were implemented with a focus on visually engaging design and user-friendly navigation, specifically for users aged 8–15 years. Black box testing showed that most features functioned as intended, while beta testing indicated a user satisfaction rate of 91%, categorized as “Very Good.” This study produced a digital learning medium that introduces 34 traditional houses from all Indonesia provinces through a visual and interactive approach, making it a relevant educational tool for cultural preservation in today’s digital era.
Co-Authors Addy Suyatno Adlina Safa Sephia Putri Adytama Annugerah Ahmad Rofiq Hakim Ahmad, Faqih Nur Akmal Erfani Armi Anindita Septiarini, Anindita Anton Prafanto Ariel Hidayat Arman Gani Atik Tia Nalarwati, Atik Tia Aulia Khoirunnita Azahari Baskoro, Roby Gunawan Catur Kumala Dewi Chandra Nugraha Choirunnisa, Rena Indah Darwin Darwin Dedi Cahyadi Dedi Cahyadi Dedy Cahyadi Dedy Cahyadi Dedy Cahyadi, Dedy Desryanti Djo Radja Dewi Fitri Doni Saputra Dyna Marisa Khairina Fahrul Agus Fahrul Agus Faqih Nur Ahmad Febri Utama Florentinus Nino Fresly Nandar Pabokory Friandy Dwi Noviandha Gandhi Dwi Laksono Genolang, Christian Agustin Gubtha Mahendra Putra Hamdani . Hamdani Hamdani Hamri Effendi Hanis Setiawati Permatasari Haryadi, Rina Masithoh Hatta, Heliza Rahmania Haviluddin Haviluddin Heliza Rahmania Hatta, Heliza Rahmania Hendi, Hendi Hendrawati Hendrawati Hermawan, Erinda Novtarika Ilaidha Ikayanti Ikayanti Indah Fitri Astuti Indah Fitri Astuti Indah Fitri Astuti, Indah Fitri Kamila, Vina Zahrotun Khoirunnita, Aulia Laksono Trisnantoro Mifza Ferdian Putra Muhammad Bambang Firdaus Muhammad Nur Fahmi Muhammad Olly Muhammad Salahudin, Muhammad Mu’nisah Assisi Najib, Naufal Nasution, Ali Napiah Norma Yanti Nugroho, Basuki Rahmat Prafanto, Anton Purnawansyah Purnawansyah Puspitasari, Novianti Ramadiani - Rasni Alex Ratri Widianingsih Reza Andrea Reza Wardhana Ricyono, Agus - Rionaldo Putra Rosdania Rosdania Rosmasari Rosmasari Rosmasari Salamah, Ummi Sembiring, Rinawati Septya Maharani, Septya Sihombing, Yobel Fernanda Sri Wulandari Taruk, Medi Tri Sulasni Ulan Ari Anti Wahyu Indianto Wati, Masna Yulianto Yulianto Yulianto Yulianto Yundari, Yundari Zainal Arifin Zainal Arifin