Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Empowerment Journal

EDUKASI BAHAYA COVID-19 DAN 5M SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN PENYEBARAN COVID-19 PADA SISWA KELAS 6 SD NEGERI 3 KROBOKAN Lusi Febrianti; Siti Nurindah Sari; Rini Widarti
Empowerment Journal Vol. 2 No. 2 (2022): September
Publisher : Universitas 'Aisyiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30787/empowerment.v2i2.933

Abstract

Pemerintah daerah dapat mengeluarkan izin kepada satuan pendidikan yang telah memenuhi seluruh persyaratan berjenjang untuk melaksanakan pembelajaran tatap muka secara terbatas dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Namun pada kondisi nyata penerapan protokol kesehatan tersebut tidak dilakukan dengan baik oleh para siswa di SD Negeri 3 Krobokan. Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan pada siswa kelas 6 SD Negeri 3 Krobokan dapat disimpulkan bahwa mereka tahu apa itu Covid-19 dan 5M secara umum. Namun, mereka belum memahami bagaimana virus itu menyebar dan bagaimana 5M menyikapi penyebaran virus Covid-19, sehingga kesadaran siswa akan pentingnya menerapkan 5M masih kurang. Untuk membantu menguraikan masalah, metode kegiatan yang dilakukan yaitu dengan memberikan edukasi pada siswa kelas 6 SD Negeri 3 Krobokan tentang bahaya Covid-19 dan 5M (Memakai masker, Menjaga jarak, Mencuci tangan, Menghindari kerumunan dan Mengurangi mobilitas) sebagai upaya pencegahan penyebaran Covid-19. Edukasi dilakukan dengan media video animasi yang disertai dengan praktik 7 langkah mencuci tangan serta pembuatan poster bertema Covid-19.
PENYULUHAN FISIOTERAPI PADA LANSIA DENGAN FROZEN SHOULDER DI POSYANDU LANSIA RW 25 MOJOSONGO Mohammad Burhanudin Mawardi; Dwi Putri Rezky; Dwi Yuliana; Efa Lestari; Fadhilla Rorinda Agatha; Harrys Purwanda; Rini Widarti
Empowerment Journal Vol. 3 No. 1 (2023): Maret
Publisher : Universitas 'Aisyiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30787/empowerment.v3i1.1124

Abstract

ABSTRAK Pendahuluan: Masa tua atau lanjut usia merupakan fase akhir dari siklus kehidupan manusia, yang merupakan bagian dari proses kehidupan alamiah yang tidak dapat dihindari dan dialami oleh setiap orang. Penyakit degeneratif pada lansia merupakan awal mula dari Musculoskeletal Disorders yang merupakan penyakit pada otot, saraf, tendon, sendi, dan struktur pendukung ekstremitas atas dan bawah. Berdasarkan frekuensi gangguan muskuloskeletal pada lansia, antara lain frozen shoulder atau kaku bahu. Metode: metode yang digunakan yaitu memberi penyuluhan tentang frozen shoulder dengan media leaflet dan penanganan fisioterapi pada lansia dengan frozen shoulder. Hasil: Kegiatan penyuluhan ini mendapat respon positif dari lansia di RW 25 Kelurahan Mojosongo mengenai materi penyuluhan antara lain pengertian, tanda dan gejala, dan exercise untuk penderita frozen shoulder. Kesimpulan: Proses penyuluhan dapat meningkatkan pengetahuan lansia tentang definisi frozen shoulder dan beberapa exercise untuk mengatasi frozen shoulder.
PENYULUHAN DAN EDUKASI OSTEOARTHRITIS KNEE DENGAN MOBILISASI PATTELA DAN STRENTHENING EXERCISE DI DESA NGORESAN KAMPUNG GULON Ayum Ramadani, Dina; Faresqi Sabrina Putri; Fathimah Aulia Rachmah; Fitri Ulin Luthfiah; Iim Alin Anjani; Liez Ayu Rohmawati; Rini Widarti
Empowerment Journal Vol. 4 No. 2 (2024): September
Publisher : Universitas 'Aisyiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30787/empowerment.v4i2.1496

Abstract

Osteoarthritis merupakan penyakit sendi degeneratif yang dipengaruhi oleh genetika, usia, jenis kelamin dan berat badan. Osteoarthritis terjadi karena kerusakan pada tulang rawan (cartilage) biasanya muncul dengan ditandai nyeri saat terjadi penekanan pada sendi tersebut. Tujuan dari program ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan lansia Desa Ngoresan Kampung Gulon RT 01 RW 19, Jebres, Surakarta tentang penanganan osteoarthritis knee. Metode yang digunakan  pada penyuluhan ini dengan menggunakan paticipatory rural appraisal. Hasil pengabdian sebelum dan sesudah penyuluhan, didapatkan data bahwa pemahaman lansia meningkat, pertanyaan 1 dari jawaban benar 29% dan salah 71% menjadi jawaban benar 92% dan salah 8%. Untuk pertanyaan 2 dari jawaban benar 36% dan jawaban salah 64% menjadi jawaban benar 79% dan jawaban salah 21%. Kemudian pada pertanyaan 3, jawaban benar yang awalnya hanya 7% dan jawaban salah 93% menjadi jawaban benar sebanyak 79% dan jawaban salah 21%. Sementara pertanyaan 4 dan 5 masing-masing jawaban benar sebelumnya 29% & 36% dan untuk jawaban salah 71% & 64%, setelah penyuluhan menjadi jawaban benar 79% dan jawaban salah 21% untuk pertanyaan 4, dan jawaban benar 64% dan jawaban salah 36% untuk pertanyaan 5. Kesimpulannya bahwa terdapat perubahan yang cukup signifikan terhadap hasil yang diperoleh lansia  Desa Ngoresan Kampung Gulon RT 01 RW 19, Jebres, Surakarta sebelum dan sesudah dilakukan penyuluhan kesehatan tentang penanganan osteoarthritis knee
SENAM LANSIA SEBAGAI UPAYA MENJAGA KEBUGARAN PADA LANSIA DI POSYANDU MELATI ARUM JEBRES SURAKARTA Widarti, Rini; Irma Mustika Sari; Hermawati
Empowerment Journal Vol. 5 No. 2 (2025): September
Publisher : Universitas 'Aisyiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30787/empowerment.v5i2.2024

Abstract

Physical fitness is a crucial aspect for the elderly to maintain independence and quality of life. The decline in bodily functions with age often leads to a decrease in their fitness. Regular and planned interventions are needed to maintain their physical condition. This community service activity aims to improve the physical fitness of the elderly through outreach and the practice of elderly exercises at Posyandu Melati Arum Jebres Surakarta. The method used in the outreach was a participatory rural appraisal approach, involving the active participation of 24 elderly individuals at Posyandu Melati Arum Jebres Surakarta. The results of the community service prior to the activity showed that 83% of the elderly understood the benefits of the exercise, while 17% did not. After the activity was implemented, 92% of the elderly at the Posyandu understood the benefits of the elderly exercise, and 8% did not. This exercise has now become a routine program at the Posyandu