Articles
Gambaran Aktivitas Fisik Pasien Pasca Covid-19
Rini Widarti;
Maskun Pudjianto
Physio Journal Vol. 1 No. 2 (2021): SEPTEMBER
Publisher : P3M Universitas 'Aisyiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30787/phyjou.v1i2.798
Pasien yang sudah dinyatakan sembuh tentunya juga harus memperhatikan aktivitas fisiknya antara sebelum terkena penyakit Covid-19 dan sesudah sembuh dari penyakit tersebut. Kurangnya melakukan aktivitas fisik dapat berpengaruh pada kekebalan tubuh karena pada dasarnya saat tubuh tidak di paksa melakukan aktifitas fisik maka imunitas tubuh juga bisa menurun dan mudah terserang penyakit/virus namun dengan memperhatikan intensitas dari latihan fisik yang akan di lakukan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran aktivitas fisik pasien pasca Covid-19. Jenis penelitian menggunakan deskriptif kualitatif dan dengan desain penelitian observasional dalam bentuk survei. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret-April 2021 di Kota Surakarta. Yang menjadi informan sebanyak 7 orang responden. Instrumen penelitian yaitu International Physical Activity Questionnaire (IPAQ). Hasil penelitian berdasarkan kuesioner aktivitas fisik didapatkan bahwa sebagain besar responden memiliki tingkat aktivitas fisik kategori sedang dengan jumlah 6 orang (85,7%), sedangkan aktivitas fisik kategori tinggi dengan jumlah 1 orang (14,3%). Peneliti melihat seluruh responden melakukan minimal 150 menit perminggu dalam melakukan aktivitas fisik moderat sesuai dengan yang di rekomendasikan.
PENGARUH MUSCLE ENERGY TECHNIQUE TERHADAP PENURUNAN MYOFASCIAL PAIN SYNDROME PADA OTOT UPPER TRAPEZIUS PEKERJA PENGGILINGAN PADI
Mellenia Arta Agustina;
Rini Widarti
Physio Journal Vol. 3 No. 1 (2023): MARET
Publisher : P3M Universitas 'Aisyiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30787/phyjou.v3i1.959
ABSTRAKLatar Belakang: myofascial pain syndrome otot upper trapezius merupakan kondisi nyeri akut atau kronik yang timbul akibat kerja otot berlebihan dan terus menerus menggunakan otot upper trapezius. Muscle energy technique mampu dapat meregangkan otot, meningkatkan kemampuan fungsional dan mengurangi nyeri. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh pemberian muscle energy technique terhadap penurunan nyeri otot upper trapezius pada pekerja penggilingan padi. Metode: Penelitian ini menggunakan quasi eksperimental dengan one group pre and post test design dengan jumlah sampel sebanyak 12 subjek. Instrument penelitian menggunakan kuisioner, pengukuran trigger point dan Numberic Rating Scale. Intervensi muscle energy technique dilakukan 3x seminggu selama satu bulan. Analisa data menggunakan uji pengaruh Wilcoxon. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukan terdapat pengaruh pada pekerjapenggilingan padi antara sebelum dan sesudah diberikan intervensi. Nilai NRS yang didapat (p=0.014). Kesimpulan: Terdapat pengaruh pada muscle energy technique terhadap myofascial pain syndrome otot upper trapezius.
PENGARUH BRAIN GYM TERHADAP PENURUNAN TINGKAT STRES PADA MAHASISWA DI KELOMPOK KARANG TARUNA KOTA SURAKARTA
Esty Ayu Pratiwi;
Rini Widarti
Physio Journal Vol. 3 No. 1 (2023): MARET
Publisher : P3M Universitas 'Aisyiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30787/phyjou.v3i1.969
Latar Belakang: Mahasiswa berada di tahap perkembangan yang berusia 18-25 tahun yang tergolong dalam masa dewasa awal dan termasuk dalam tahap quarter-life crisis, dimana individu masih mempunyai pengalaman emosional yang terbatas, sehingga rentan terkena stres. Prevalensi stres siswa di dunia sebesar 38,91%, di Asia 61,3% dan Indonesia sebesar 71,6%. Berdasarkan studi pendahuluan mengenai tingkat stres terhadap mahasiswa di kelompok Karang Taruna Kota Surakarta diketahui bahwa dari 34 orang mahasiswa, terdapat 4 orang mengalami stres ringan, 29 orang mengalami stres sedang, dan 1 orang mengalami stres berat. Salah satu penanganan untuk mengurangi stres yaitu menggunakan Brain gym yaitu serangkaian latihan belajar kognitif yang bagus dan menyenangkan untuk segala usia. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh pemberian brain gym terhadap tingkat stres pada mahasiswa di kelompok Karang Taruna Kota Surakarta. Metode: metode pre-eksperimental dengan teknik one group pre and post test design. Sampel diambil menggunakan teknik purposive sampling dan didapatkan 30 responden. Pada penelitian ini alat ukur tingkat stres yang digunakan adalah Perceived Stress Scale (PSS-10). Hasil: Hasil uji pengaruh menggunakan Wilcoxon diketahui bahwa tingkat stres sebelum dan sesudah diberikan brain gym diperoleh nilai signifikansi sebesar p=0,001<0,05. Kesimpulan: Ada pengaruh Brain Gym terhadap penurunan tingkat stres pada mahasiswa di kelompok Karang Taruna Kota Surakarta.
PENGARUH LATIHAN BODYWEIGHT SQUAT TERHADAP KEKUATAN OTOT TUNGKAI PADA LANSIA WANITA
Vina Devi Kurniawati;
Rini Widarti
Physio Journal Vol. 3 No. 2 (2023): SEPTEMBER
Publisher : P3M Universitas 'Aisyiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30787/phyjou.v3i2.971
Latar Belakang: Kekuatan otot tungkai merupakan hasil aktivitas otot seseorang dalam melakukan suatu kegiatan yang ditentukan berdasar penopang otot dan kualitas kontraksi otot yang dihasilkan oleh otot atau sekelompok otot, adapun modalitas fisioterapi yang digunakan untuk kekuatan otot tungkai seperti latihan bodyweight squat. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh latihan bodyweight squat terhadap kekuatan otot tungkai pada lansia wanita di Posyandu Lansia Rahmat Sehat Dusun Turen Mojolaban Sukoharjo. Metodologi: Penelitian ini menggunakan Quasi Eksperiment dengan desain pre and post two groups desain. Pengambilan sampel dengan purposive sampling dengan jumlah 26 responden. Pelatihan dilakukan 3 kali dalam 1 minggu selama 4 minggu. Pengukuran kekuatan otot tungkai menggunakan five times sit to stand test. Hasil : Hasil uji pengaruh menggunakan paired sample t test didapatkan untuk hasil latihan bodyweight squat p= 0,001 (p<0,05). Kesimpulan : Latihan bodyweight squat berpengaruh terhadap kekuatan otot tungkai pada lansia wanita di Posyandu Lansia Rahmat Sehat Dusun Turen Mojolaban Sukoharjo.
PENGARUH PEMBERIAN LATIHAN ISOMETRIC HAND GRIP TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH LANSIA DI MASA PANDEMI
Ervina Damayanti;
Rini Widarti
Physio Journal Vol. 4 No. 1 (2024): MARET
Publisher : P3M Universitas 'Aisyiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30787/phyjou.v4i1.973
Latar Belakang: Kasus hipertensi seringkali ditemukan di masyarakat terutama pada lansia. Di masa pandemi Covid-19 ini banyak lansia yang mengalami penurunan aktivitas fisik sehingga menyebabkan meningkatnya risiko hipertensi yang terjadi pada lansia. Langkah untuk mengurangi peningkatan kasus hipertensi dan meningkatnya korba jiwa pada pasien Covid-19 dengan komorbid hipertensi, harus ada langkah pencegahan berupa latihan untuk menurunkan tekanan darah pada lansia. Pemberian latihan isometric hand grip terbukti mampu menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi. Latihan isometric hand grip ini tergolong latihan yang mudah, murah dan dapat dilakukan sendiri di rumah. Tujuan: Mengetahui pengaruh pemberian latihan isometric hand grip terhadap penurunan tekanan darah pada lansia di masa pandemi di Puskesmas Sumberlawang, Sragen. Metode: Penelitian quasi eksperimen the time series dengan metode one grup pretest-posttest. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Hasil: Hasil uji bivariate membuktikan bahwa terdapat pengaruh pemberian latihan isometric hand grip terhadap penurunan tekanan darah lansia (p value=0,001). Kesimpulan: Terdapat pengaruh antara pemberian latihan isometric hand grip dengan penurunan tekanan darah lansia di masa pandemi di Puskesmas Sumberlawang, Sragen.
PENGARUH SENAM TAI CHI TERHADAP PENINGKATAN KUALITAS TIDUR LANSIA
Desy Ayu Anggraini;
Rina Sri Widayati;
Rini Widarti
Physio Journal Vol. 2 No. 2 (2022): SEPTEMBER
Publisher : P3M Universitas 'Aisyiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30787/phyjou.v2i2.1018
Seiring dengan bertambahnya usia pada lansia tersebut dapat menimbulkan berbagai macam gangguan, salah satunya adalah gangguan pola tidur. Kualitas tidur pada kebanyakan lansia cenderung berubah, sebagian mengeluhkan sulit dalam memulai tidur dan tidur kembali ketika terrbangun dimalam hari. Untuk mengurangi gangguan kualitas tidur pada lansia tersebut ada beberapa metode dipakaidalam menyembuhkan gangguan tidur yaitu dengan pendekatan farmakologi dan nonfarmakologi. Senam Tai Chi adalah aktifitas fisik berupa latihan mind-body yangberhubungan dengan perbaikan suasana hati, kesehatan mental dan tidur lansia. Senam Tai Chi dapat mengurangi gangguan tidur dan meningkatkan kualitas tidurlansia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Senam Tai Chi terhadap kualitas tidur pada lansia. Penelitian inimenggunakan metode pre experimental dengan rancangan penelitian one group pre and post test design. Pengambilan sampel dengan random sampling. Jumlah sampel pada penelitian ini adalah 20 responden dengan diberikan perlakuan selama 8 minggu setiap minggu 3 kali. Instrumen pengukuran kualitas tidur menggunakan Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI). Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat pengaruh pemberian Senam Tai Chi terhadap peningkatan kualitas tidur pada lansia dengan signifikan p=0,000 (p<0,05).
PENGARUH TEKNIK PERNAPASAN BUTEYKO TERHADAP KUALITAS HIDUP PENDERITA ASMA
Alya Nurinsani Ziandary;
Rini Widarti
Physio Journal Vol. 4 No. 1 (2024): MARET
Publisher : P3M Universitas 'Aisyiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30787/phyjou.v4i1.1033
Latar Belakang; Di Indonesia prevalensi kejadian asma pada penduduk semua umur sebesar 2,4%. Prevalensi terjadinya asma tertinggi berada pada rentang usia 25 sampai 34 tahun. Berdasarkan hasil studi pendahuluan mengenai tingkat kualitas hidup penderita asma di UPT Puskesmas Ngoresan Jebres diketahui 30 penderita asma dengan kualitas hidup tergolong sedang. Salah satu latihan pernapasan yang dapat meningkatkan kualitas hidup penderita asma adalah Teknik Pernapasan Buteyko. Tujuan; Mengetahui pengaruh pemberian latihan pernapasan Teknik Buteyko terhadap penderita asma. Metode; Penelitian ini menggunakan metode pre eksperiment dengan one group pre-test post-test. Populasi dalam penelitian ini adalah penderita asma yang berusia 25-34 tahun di UPT Puskesmas Ngoresan Jebres. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini yaitu purposive sampling, responden dalam penelitian ini sebanyak 30 orang yang diberikan perlakuan 2 kali dalam seminggu selama 4 minggu. Pengukuran kualitas hidup menggunakan kuisioner Mini-Asthma Quality Of Life Questionnaire. Hasil; Hasil uji pengaruh menggunakan Wilcoxon diketahui bahwa kualitas hidup sebelum dan sesudah diberikan teknik pernapasan buteyko didapatkan nilai signifikan sebesar p=0,001<0,05. Kesimpulan; Ada pengaruh Teknik Pernapasan Buteyko terhadap kualitas hidup penderita asma.
PENERAPAN WILLIAM FLEXION EXERCISE PADA KASUS NYERI PUNGGUNG BAWAH (LOW BACK PAIN)
Rini Widarti
GEMASSIKA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2018): MEI
Publisher : P3M Universitas Aisyiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30787/gemassika.v2i1.252
Indonesia is one of the developing countries in the world, it is shown by the increasing number of industries that grow from time to time. Solo Baru is one of the areas in the city of Sukoharjo which recently experienced a very rapid growth. The modern lifestyle adopted by the majority of Indonesian society makes it possible for a disorder of work-related diseases such as routine activities in the printing book of Ar Risalah Cipta Media  like a sitting position, long standing and excessive activities with a non-ergonomic position to the factor of back pain or better known as low back pain, this can be a serious problem if you do not get the right services and counseling. Method of Implementation: lectures and demontration. Conclusion: the employees at the printing book Ar Risalah Cipta Media understand the procedure of treating lower back pain and understand the bad effect if lower back pain is not handled properly which will have an impact on body productivity in work.Â
PENERAPAN METODE RELAKSASI BENSON PADA LANSIA PEREMPUAN DENGAN HIPERTENSI: PENERAPAN METODE RELAKSASI BENSON PADA LANSIA PEREMPUAN DENGAN HIPERTENSI
Rini Widarti;
Hermawati
GEMASSIKA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2023): NOPEMBER
Publisher : P3M Universitas Aisyiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30787/gemassika.v2i2.1206
The elderly is the final stage of the life cycle, and degenerative processes occur in various aspects, which result in a greater risk of exposure to diseases such as hypertension which is usually often found in the elderly. Women are closely related to the occurrence of hypertension when experiencing menopause. Menopausal women experience decreased estrogen, which protects blood vessels from damage. One of the things that can be done to keep blood pressure stable is to use Benson relaxation, which is the development of a relaxation response method involving the belief factor to achieve optimal health conditions. The number of elderly who participated in this training was 17 people. Before the training and presentation of the material, data was obtained that 3 elderly people knew the benefits of Benson relaxation, and 14 people did not know about it. After the training, it was found that 10 elderly people understood Benson relaxation, and 7 other people did not understand this, which means that there was an increase in the understanding of the elderly about the benefits of Benson relaxation in hypertension. Keywords: elderly; hypertension; relaxation management
Pengaruh Edukasi Perawatan Luka terhadap Tingkat Pengetahuan Pertolongan Pertama Pada Siswa di SMPN 1 Karangmalang Sragen: The Application Wound Care Education To Improve First Aid Knowledge of Students in SMPN 1 Karangmalang Sragen
Irma Mustika Sari;
Eska Dwi Prajayanti;
Erika Dewi Noorratri;
Rini Widarti
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 6 No. 9: SEPTEMBER 2023 - Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56338/mppki.v6i9.3661
Latar belakang: Pertolongan pertama pada siswa karena cidera atau luka merupakan upaya yang dilakukan sebelum dibawa ke pelayanan kesehatan. Kejadian kecelakaan yang terjadi di lingkungan sekolah sangat beragam misalnya karena terpeleset, adanya luka memar, luka bakar, ataupun luka lecet akibat trauma benda tumpul. Untuk mencegah terjadinya cidera lebih lanjut dibutuhkan pertolongan pertama yang cepat dan tepat dengan menggunakan peralatan dan sarana yang ada di sekolah. Pertolongan pertama memerlukan pengetahuan yang baik untuk mencegah kondisi luka yang lebih buruk. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh edukasi perawatan luka terhadap tingkat pengetahuan pertolongan pertama pada siswa di SMPN 1 Karangmalang Sragen. Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode quasy eksperimental study one group pretest-posttest design. Teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu random sampling sejumlah 71 responden yang dilakukan selama bulan Juni 2022. Responden mengisi kuesioner yang berisi 25 pernyataan tentang perawatan luka dan pertolongan pertama. Hasil: Hasil analisis paired t test menunjukkan nilai signifikan ? = 0,000 < dari taraf nyata yaitu 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh edukasi perawatan luka terhadap tingkat pengetahuan pertolongan pertama pada siswa di SMPN 1 Karangmalang Sragen. Tingkat pengetahuan siswa setelah diberikan edukasi mengalami peningkatan sebesar 49,3% dan masuk ke kategori tingkat pengetahuan baik. Kesimpulan: Pemberian edukasi perawatan luka dengan ceramah dan demonstrasi pada siswa dapat meningkatkan pengetahuan serta ketrampilan siswa dalam melakukan pertolongan pertama khususnya pada cidera luka ringan yang seringkali terjadi di lingkungan sekolah sehingga komplikasi yang lebih parah dapat dihindarkan.