Claim Missing Document
Check
Articles

Penerapan Senam Lansia untuk Mengontrol Kadar Kolesterol Di Posyandu Marsudi Waras RW 12 Kota Surakarta Kardi, Ipa Sari; Widarti, Rini; Nasri, Nasri
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 11th University Research Colloquium 2020: Bidang Pengabdian Masyarakat
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang:Meningkatnya usia harapan hidup berdampak pada lonjakan jumlah lansia. Data menunjukkan bahwa usia mempengaruhi tingkat kadar kolesterol dalam darah. Oleh karenanya, perlu dilakukan tindakan untuk mengontrol kadar kolesterol lansia dengan rutin melakukan aktivitas fisik atau olahraga. Metode: Metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini yaitu promotif melalui penyuluhan dan preventif melalui penerapan senam lansia. Kegiatan dilaksanakan di Posyandu Lansia Marsudi Waras RW 12 Jebres Kota Surakarta dengan jumlah 40 lansia. Hasil: hasil pemeriksaan kolesterol diperoleh data sebanyak 55% (22 orang) lansia dengan kadar kolesterol normal, 35% (14 orang) lansia dengan kadar kolesterol batas tinggi dan 10% (4 orang) lansia dengan kadar kolesterol tinggi. Berdasarkan hasil yang diperoleh disimpulkan bahwa penerapan senam lansia akan rutin dilaksanakan untuk mengontrol kadar kolesterol lansia, khususnya bagi yang telah memiliki kadar kolesterol tinggi.
Literature Review: the Effect of Diaphragmatic Breathing Exercise on Ashtma Widarti, Rini; Astriyana, Sevy; Prabandari, Fatchurrohmah Ines
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 7 No 3 (2025): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v7i3.5131

Abstract

Asthma is a disease that affects the respiratory tract in the lungs and is characterized by shortness of breath, coughing, and wheezing. An asthma treatment usually uses drugs and identifies asthma triggers. Breathing exercises are non-pharmacological therapies to overcome asthma symptoms. Diaphragmatic breathing is useful in carrying out effective breathing during an asthma attack so that sufferers do not get tired easily. This study aims to determine the effect of diaphragmatic breathing exercise (DBE) on asthma symptoms. This study uses a literature review design on electronic data-based Google Scholar, Pubmed, and ScienceDirect. 5 articles were found that met the inclusion and exclusion criteria. 1 article comparing the effect of DBE with Nostril Breathing Exercise on shortness of breath and fatigue due to asthma, one article comparing the effectiveness of DBE and Buyteko Breathing Technique (BBT) on asthma control and vital lung function. Three articles discuss the effect of DBE on decreasing respiratory rate, increasing oxygen saturation, and increasing PEFR. The management of DBT in asthma patients has an effect on asthma symptoms by reducing the workload of breathing, reducing respiratory rate and shortness of breath, increasing oxygen saturation, and improving lung respiratory function.
EFEKTIFITAS MASSAGE AROMATERAPI DALAM MENURUNKAN NYERI DYSMENORRHEA PADA REMAJA Winarni Winarni; Angelia Soraya Dewi; Rini Widarti; Yuyun Triyani
Termometer: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan dan Kedokteran Vol. 1 No. 1 (2023): Januari : Termometer: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan dan Kedokteran,
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1136.554 KB) | DOI: 10.55606/termometer.v1i1.1238

Abstract

Latar Belakang; semua perempuan yang telah pubertas akan mengalami Menstruasi,salah satu gangguan menstruasi pada perempuan adalah Dysmenorrhea. Perempuan Indonesia 90% mengalami Dysmenorrheap pada saat menstruasi, Keadaan tersebut menyebabkan 14% dari perempuan tidak hadir di sekolah maupun tidak bisa menjalani kegiatan sehari-hari. Salah satu penanganan Dysmenorrhea Primer non Farmakologi adalah dengan Massage Aromaterapi. Tujuan; Untuk mengetahui Efektifitas Massage Aromaterapi pada penurunan Nyeri Dysmenorrhea Primer Remaja Putri Metode; Penelitian ini menggunakan pre experimental design dengan jenis one group pre test dan post test design. Sampel diambil 20 responden dengan teknik simple random sampling. Pengukuan nilai nyeri menggunakan Numeric Rating Scale. Hasil; Hasil uji pengaruh menggunakan Paired Sample Test diketahui bahwa nilai nyeri sebelum dan sesudah diberikan Massage Aromaterapi diperoleh signifikansi sebesar p=0,001 (p<0,05). Kesimpulan; Ada Pengaruh Massage Aromaterapi Terhadap Nyeri Dysmenorrhea Primer pada Remaja Putri.
PENGARUH PEMBERIAN LATIHAN ISOMETRIC HAND GRIP TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH LANSIA DI MASA PANDEMI Damayanti, Ervina; Rini Widarti
Physio Journal Vol. 4 No. 1 (2024): MARET
Publisher : P3M Universitas 'Aisyiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30787/phyjou.v4i1.973

Abstract

Latar Belakang: Kasus hipertensi seringkali ditemukan di masyarakat terutama pada lansia. Di masa pandemi Covid-19 ini banyak lansia yang mengalami penurunan aktivitas fisik sehingga menyebabkan meningkatnya risiko hipertensi yang terjadi pada lansia. Langkah untuk mengurangi peningkatan kasus hipertensi dan meningkatnya korba jiwa pada pasien Covid-19 dengan komorbid hipertensi, harus ada langkah pencegahan berupa latihan untuk menurunkan tekanan darah pada lansia. Pemberian latihan isometric hand grip terbukti mampu menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi. Latihan isometric hand grip ini tergolong latihan yang mudah, murah dan dapat dilakukan sendiri di rumah. Tujuan: Mengetahui pengaruh pemberian latihan isometric hand grip terhadap penurunan tekanan darah pada lansia di masa pandemi di Puskesmas Sumberlawang, Sragen. Metode: Penelitian quasi eksperimen the time series dengan metode one grup pretest-posttest. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Hasil: Hasil uji bivariate membuktikan bahwa terdapat pengaruh pemberian latihan isometric hand grip terhadap penurunan tekanan darah lansia (p value=0,001). Kesimpulan: Terdapat pengaruh antara pemberian latihan isometric hand grip dengan penurunan tekanan darah lansia di masa pandemi di Puskesmas Sumberlawang, Sragen.
PENGARUH TEKNIK PERNAPASAN BUTEYKO TERHADAP KUALITAS HIDUP PENDERITA ASMA Ziandary, Alya Nurinsani; Rini Widarti
Physio Journal Vol. 4 No. 1 (2024): MARET
Publisher : P3M Universitas 'Aisyiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30787/phyjou.v4i1.1033

Abstract

Latar Belakang; Di Indonesia prevalensi kejadian asma pada penduduk semua umur sebesar 2,4%. Prevalensi terjadinya asma tertinggi berada pada rentang usia 25 sampai 34 tahun. Berdasarkan hasil studi pendahuluan mengenai tingkat kualitas hidup penderita asma di UPT Puskesmas Ngoresan Jebres diketahui 30 penderita asma dengan kualitas hidup tergolong sedang. Salah satu latihan pernapasan yang dapat meningkatkan kualitas hidup penderita asma adalah Teknik Pernapasan Buteyko. Tujuan; Mengetahui pengaruh pemberian latihan pernapasan Teknik Buteyko terhadap penderita asma. Metode; Penelitian ini menggunakan metode pre eksperiment dengan one group pre-test post-test. Populasi dalam penelitian ini adalah penderita asma yang berusia 25-34 tahun di UPT Puskesmas Ngoresan Jebres. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini yaitu purposive sampling, responden dalam penelitian ini sebanyak 30 orang yang diberikan perlakuan 2 kali dalam seminggu selama 4 minggu. Pengukuran kualitas hidup menggunakan kuisioner Mini-Asthma Quality Of Life Questionnaire. Hasil; Hasil uji pengaruh menggunakan Wilcoxon diketahui bahwa kualitas hidup sebelum dan sesudah diberikan teknik pernapasan buteyko didapatkan nilai signifikan sebesar p=0,001<0,05. Kesimpulan; Ada pengaruh Teknik Pernapasan Buteyko terhadap kualitas hidup penderita asma.
The Effect of Slow Deep Breathing Exercises on Elderly Women With Hypertension Widarti, Rini; Hermawati; Wahyuni, Endah Sri
Gaster Vol 22 No 1 (2024): FEBRUARI
Publisher : P3M Universitas 'Aisyiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30787/gaster.v22i1.1208

Abstract

Background: The elderly or the elderly are the last stage of the human life cycle and experience degenerative processes in various aspects, especially in older women, which results in a higher risk of exposure to disease and ends in death, one of which is hypertension. Older women are closely related to the occurrence of hypertension when a woman experiences menopause. Treatment of hypertension can be done using non-pharmacological methods using slow deep breathing exercises. Purpose: To determine the effect of slow deep breathing exercises on older women with hypertension. Method: This study used the time series quasi-experimental method with one pre-test and post-test group. Results: The analysis of the Paired Sample T Test yielded p-values of 0.049 and 0.009 (p < 0.05), indicating that the alternative hypothesis (Ha) is supported. This implies that there is a significant impact of slow deep breathing exercises on blood pressure in older women when comparing the measurements before and after the intervention. Conclusion: Slow deep breathing exercises have an impact on the blood pressure of older women with hypertension.
THE EFFECT OF CHEST MOBILIZATION ON THORAX EXPANSION IN THE ELDERLY:: AN EXPERIMENTAL STUDY Widarti, Rini; Amarseto, Binuko
JURNAL PROFESIONAL FISIOTERAPI Vol. 5 No. 1 (2026): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/fisioterapi.v4i2.9509

Abstract

Introduction: Elderly people are people aged 60 years and above. In various countries, this age limit can vary depending on the context of the country or specific organization. The elderly are an important group in society because they have special needs related to health, social, and economic. The elderly experience a decline in physical and cognitive function that can affect their quality of life, including decreased chest expansion caused by progressive muscle stiffness and weakness. Chest mobilization is one of the non-pharmacological therapies to address this problem. Methods: This study used a quasi-experimental time series method with a one-group pre-test and post-test method. Results: After chest mobilization intervention was carried out three times a week, for a total of six weeks. 30–45 minutes per session. Each area (upper, middle, lower thorax) was given movement for 5–10 minutes per side. Rest between segments was approximately 1–2 minutes. The results obtained an increase in thoracic expansion in the upper, middle, and lower thorax in the non-parametric Wilcoxon Test with a p-value <0.05.
Pengaruh Edukasi Perawatan Luka terhadap Tingkat Pengetahuan Pertolongan Pertama Pada Siswa di SMPN 1 Karangmalang Sragen: The Application Wound Care Education To Improve First Aid Knowledge of Students in SMPN 1 Karangmalang Sragen Irma Mustika Sari; Eska Dwi Prajayanti; Erika Dewi Noorratri; Rini Widarti
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 6 No. 9 (2023): September 2023
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v6i9.3661

Abstract

Latar belakang: Pertolongan pertama pada siswa karena cidera atau luka merupakan upaya yang dilakukan sebelum dibawa ke pelayanan kesehatan. Kejadian kecelakaan yang terjadi di lingkungan sekolah sangat beragam misalnya karena terpeleset, adanya luka memar, luka bakar, ataupun luka lecet akibat trauma benda tumpul. Untuk mencegah terjadinya cidera lebih lanjut dibutuhkan pertolongan pertama yang cepat dan tepat dengan menggunakan peralatan dan sarana yang ada di sekolah. Pertolongan pertama memerlukan pengetahuan yang baik untuk mencegah kondisi luka yang lebih buruk. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh edukasi perawatan luka terhadap tingkat pengetahuan pertolongan pertama pada siswa di SMPN 1 Karangmalang Sragen. Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode quasy eksperimental study one group pretest-posttest design. Teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu random sampling sejumlah 71 responden yang dilakukan selama bulan Juni 2022. Responden mengisi kuesioner yang berisi 25 pernyataan tentang perawatan luka dan pertolongan pertama. Hasil: Hasil analisis paired t test menunjukkan nilai signifikan ? = 0,000 < dari taraf nyata yaitu 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh edukasi perawatan luka terhadap tingkat pengetahuan pertolongan pertama pada siswa di SMPN 1 Karangmalang Sragen. Tingkat pengetahuan siswa setelah diberikan edukasi mengalami peningkatan sebesar 49,3% dan masuk ke kategori tingkat pengetahuan baik. Kesimpulan: Pemberian edukasi perawatan luka dengan ceramah dan demonstrasi pada siswa dapat meningkatkan pengetahuan serta ketrampilan siswa dalam melakukan pertolongan pertama khususnya pada cidera luka ringan yang seringkali terjadi di lingkungan sekolah sehingga komplikasi yang lebih parah dapat dihindarkan.
STRENGTHENING EXERCISE UNTUK MENGURANGI NYERI LUTUT PADA LANSIA DENGAN OSTEOARTHRITIS DI POSYANDU 6SPM Fatih Ijlal; Rinche Sekar; Apriliyan Yunita; Widya Laitupa; Rio Dwi; Feliza Tri; Umi Rahmawati; Rini Widarti
Jurnal Padamu Negeri Vol. 3 No. 2 (2026): April : Jurnal Padamu Negeri (JPN)
Publisher : CV. Denasya Smart Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69714/aq4a8t16

Abstract

Knee osteoarthritis is a degenerative joint disease characterized by cartilage damage, subchondral bone changes, and osteophyte formation, causing pain, stiffness, reduced range of motion, and joint dysfunction. This community service program aims to increase the knowledge of elderly people about strengthening exercises to reduce pain in elderly people with knee osteoarthritis and the use of leaflets as a self-help guide at home. Methods: The educational activities included lectures, interactive discussions, and practical demonstrations that were effective in increasing the knowledge of the elderly about treatments to reduce pain in the elderly with knee osteoarthritis and the use of leaflets as a self-guide home reference. The target of the activity was 24 elderly people with knee osteoarthritis pain. Results: The results of the evaluation through pre-test and post-test showed an increase in the understanding of the elderly. Before the counseling, only 20% of the elderly knew about strengthening exercises to reduce knee osteoarthritis pain. After the counseling and demonstration, there was an increase to 100% of the elderly demonstrated knowledge strengthening exercises to reduce knee osteoarthritis pain and were able to practice the exercises correctly. Conclusions: Education on strengthening exercises to reduce knee osteoarthritis pain is conducted through lectures, interactive discussions, and practical demonstrations that are effective in increasing the knowledge of older adults regarding treatment to reduce pain in older adults with knee osteoarthritis.
Tantangan Pustakawan dalam inovasi layanan di Perpustakaan Widarti, Rini
Media Informasi Vol 29 No 1 (2020): Media Informasi
Publisher : Perpustakaan Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/mi.v29i1.4012

Abstract

Revolusi perpustakaan merupakan perkembangan perpustakaan dari waktu ke waktu yang mempunyai ciri tersendiri pada setiap periodenya. Hal ini membuat tantangan yang berbeda-beda pula karena setiap pustakawan bisa mengalami beberapa dari periode perkembangan tersebut, sehingga merupakan kewajiban pustakawan dalam menyesuaikan diri dengan tantangan yang ada. Artikel ini membahas tentang faktor-faktor yang menjadi tantangan inovasi pustakawan dalam meningkatkan kualitas layanan di perpustakaan dengan menggunakan referensi dari berbagai sumber baik primer maupun sekunder. Ada dua faktor yang mempengaruhi pustakawan dalam menciptakan inovasi layanan perpustakaan, yaitu faktor dari dalam pustakawan itu sendiri dan dari lingkungan luar pustakawan. Faktor-faktor tersebut untuk menjawab bagaimana kita bersikap, karena tuntutan sekarang ini, seorang pustakawan harus mampu menciptakan inovasi layanan di perpustakaan yang mendukung terciptanya inovasi bagi pemustakanya .