Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Panelist Acceptance Level Based on Sensory Tests on Cakalang Fish Noodle Products Jufrin Pagune; Asriani I. Laboko; Asniwati Zainuddin; Nurbanilah Ahaya
International Journal of Applied Research and Sustainable Sciences Vol. 1 No. 2 (2023): October 2023
Publisher : MultiTech Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59890/ijarss.v1i2.454

Abstract

The aim of the study was to determine the level of panelists' acceptance of skipjack noodle products by means of a sensory test by adding cakalang fish. The research was conducted using a sensory test with 50 panelists on noodle products with the addition of cakang fish. Observational parameters observed in this study are test regularly sensory in terms of color, aroma, taste, and texture. The results of the sensory test research show that the best results from the test color in sample 2 with a score of 50 (yellow), while in sample 1 with a score of 42 (bright white) and followed by a pale color with a score of 5 and (white and yellow) with a score of 3 in sample 1. The scent that the panelist likes the most in sample 1 (scent of flour) with a score of 50, while in sample 2 with a score of 30 (smell of spices), and followed by (scent of cakalang fish) with a score of 20. Taste test which was preferred by panelists in sample 1 with a score of 50 (taste of flour) and in sample 2 panelists chose more (taste of spices) with a score of 20 and (taste of flour) with a score of 15 and (taste of skipjack tuna) with a score of 15. Texture test on sample 1 with a score of 50 (noodle texture) and sample 2 with a score of 50 (noodle texture). The occurrence of panelists' preference for the texture of skipjack tuna noodles was caused by the gluten content
Assistance process blood cockle (Anadara granosa) based meatballs as local food to prevent anemia in adolescent girls Asniwati Zainuddin; Margaretha Solang; Yuliana Retnowati; Syam S. Kumaji; Muh. Nur Akbar; Widya Rahmawaty Saman; Budy Santoso; Eka Zahra Solikahan; Eman Rahim
Abdimas: Jurnal Pengabdian Masyarakat Universitas Merdeka Malang Vol. 9 No. 1 (2024): February 2024
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/abdimas.v9i1.11752

Abstract

Assistance in processing local food based on blood cockle (Anadara granosa) can support the anemia prevention program for young women towards a stunting-free Gorontalo. The number of participants included was 20, it's made up of two craft teachers and two school managers. The participants came from SMAN 1 Tilango, SMAN 1 Batudaa Pantai, SMAN 1 Biluhu, SMAN 1 Dungaliyo, and SMAN 1 Pulubala. It involves 5 students from Gorontalo State University who participated in the MBKM research program. The purpose of this activity is for teachers and school canteen operators to gain knowledge about the processing of blood cockle meatballs and use them as potential for the development of local food products to prevent anemia in young women. The importance of innovation in local food processing, such as introducing new technology and developing healthier and more sustainable products. Activities are carried out using five methods, namely lecture, question-and-answer, discussion, practice, and evaluation methods. The result of this service activity was that the participants received the training material and received a positive response. Most participants stated that this activity helped them to innovate and develop their businesses in terms of diversifying local food processing.
Formulasi Ekstrak Jahe Merah (Zingiber Officinale Var.Rubrum) Pada Pembuatan Susu Kedelai Bubuk Pagune, Jufrin; Laboko, Asriani L; Zainuddin, Asniwati
Jurnal : Agricultural Review Vol. 2 No. 1 (2023): April 2023
Publisher : Agriculture Faculty, Universitas Ichsan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (259.642 KB) | DOI: 10.37195/arview.v2i1.354

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui formulasi ekstrak jahe merah (zingiber officinale var.rubrum) pada pembuatan susu kedelai bubuk terhadap kadar air, kadar protein, analisis warna, stabilitas seduhan dan organoleptik. Metode penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan 3 kali ulangan yaitu S0 = sari kedelai 500 ml, S1 = sari kedelai 500 ml + ekstrak jahe merah 20 ml, S2 = sari kedelai 500 ml + 30 ml, dan S3 = sari kedelai 500 ml + 40 ml. Parameter yang diamati adalah kadar air, kadar protein, analisis warna dan stabilitas seduhan serta uji organoleptik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar air tertinggi terdapat pada perlakuan S3 (sari kedelai 500 ml + 40 ml) dengan nilai 3,0% dan terendah terdapat pada perlakuan S0 (sari kedelai 500 ml) dengan nilai 2,0%. Kadar protein tertinggi terdapat pada perlakuan S3 (sari kedelai 500 ml + 40 ml) dengan nilai 8,7% dan terendah terdapat pada perlakuan S0 (sari kedelai 500 ml) dengan nilai 5,8%. Analisis warna (L) dengan tingkat kecerahan tertinggi terdapat pada perlakuan S3 (sari kedelai 500 ml + 40 ml) dengan nilai 88,3 dan terendah terdapat pada perlakuan S2 (sari kedelai 500 ml + 30 ml) dengan nilai 85,3. Stabilitas seduhan tertinggi terdapat pada perlakuan S0 (sari kedelai 500 ml) dengan nilai 46,1% dan terendah terdapat pada perlakuan S3 (sari kedelai 500 ml + 40 ml) dengan nilai 28,1%. Kata kunci: Susu kedelai bubuk; jahe merah
Inovasi Produk Lokal Kecap Manis Berbasis Air Kelapa sebagai Alternatif Pangan Sehat Akuba, Alfin; Solikahan, Eka Zahra; Dunggio, Swastiani; Sakir, Mochammad; Zainuddin, Asniwati; Abdussamad, Syahrir
Empiris Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2024): Volume 2 Nomor 2 Oktober 2024
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Ichsan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59713/ejppm.v2i2.1103

Abstract

Kecap manis merupakan salah satu bumbu masakan yang sangat populer di Indonesia, digunakan dalam berbagai hidangan untuk memberikan rasa manis dan gurih yang khas. Namun, tingginya kandungan gula dalam kecap manis konvensional menjadi perhatian serius karena dapat menimbulkan berbagai masalah kesehatan, seperti diabetes dan obesitas. Di tengah meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya pola makan sehat, inovasi produk lokal menjadi sangat penting. Oleh karena itu, artikel ini bertujuan untuk mengeksplorasi inovasi kecap manis berbasis air kelapa sebagai alternatif pangan yang lebih sehat dan ramah bagi kesehatan. Inovasi kecap manis berbasis air kelapa ini tidak hanya menawarkan alternatif yang lebih sehat, tetapi juga memberikan peluang bagi pengembangan produk lokal yang berkelanjutan. Dalam proses pengembangan produk, para peneliti melakukan metode penelitian pendampingan dan pelatihan kepada para produsen lokal, sehingga mereka dapat memahami cara mengolah air kelapa menjadi kecap manis yang berkualitas. Selain itu, eksperimen yang dilakukan menunjukkan bahwa kecap manis ini dapat mempertahankan cita rasa yang diharapkan oleh konsumen, meskipun dengan kandungan gula yang lebih rendah. Hal ini menunjukkan bahwa inovasi tidak hanya berfokus pada kesehatan, tetapi juga pada kepuasan konsumen. Analisis terhadap potensi pasar menunjukkan bahwa semakin banyak konsumen yang mencari produk makanan sehat dan alami. Tren ini didorong oleh meningkatnya kesadaran akan kesehatan dan keinginan untuk mengurangi konsumsi gula. Dengan demikian, kecap manis berbasis air kelapa memiliki peluang besar untuk diterima oleh pasar. Selain itu, produk ini dapat menjadi solusi bagi para pelaku usaha kecil dan menengah di Indonesia, yang ingin menghadirkan produk inovatif sambil tetap memperhatikan aspek kesehatan. Dengan memanfaatkan sumber daya lokal, produk ini juga berpotensi untuk mendukung perekonomian daerah. Dengan demikian, inovasi kecap manis berbasis air kelapa tidak hanya berkontribusi pada kesehatan masyarakat, tetapi juga memberikan dampak positif bagi ekonomi lokal. Oleh karena itu, penting bagi semua pihak, mulai dari produsen, konsumen, hingga pemerintah, untuk mendukung pengembangan produk ini. Dalam rangka mencapai tujuan tersebut, kolaborasi antara berbagai sektor sangat diperlukan untuk menciptakan kesadaran akan pentingnya memilih produk sehat. Dengan langkah-langkah yang tepat, diharapkan kecap manis berbasis air kelapa dapat menjadi pilihan utama bagi masyarakat yang peduli akan kesehatan dan keberlanjutan.
Pengaruh Waktu Fermentasi Teh Kombucha terhadap Kadar Antioksidan sebagai Minuman Probiotik Ani, Andi Nur Fitri; Malago, Yusrianto; Zainuddin, Asniwati
JASATHP: Jurnal Sains dan Teknologi Hasil Pertanian Vol 5 No 1 (2025): Mei
Publisher : Program Studi Teknologi Hasil Pertanian Fakultas Sains dan Teknologi Hasil Pertanian Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55678/jasathp.v5i1.2042

Abstract

Teh mengandung zat antioksidan berupa subtansi fenol (tanin dan flavanoid). Teh kombucha adalah minuman fermentasi yang terbuat dari teh dan gula dengan SCOBY. Teh ini dapat menjadi probiotik yang kaya akan antioksidan. Salah satu bentuk peningkatan keanekaragaman hasil olahan teh yaitu dengan membuat minuman teh kombucha melalui proses fermentasi yang dapat berfungsi sebagai minuman probiotik yang memiliki khasiat lebih besar dibandingkan teh sebelum fermentasi. Tujuan penelitian menganalisis pengaruh fermentasi terhadap kadar antioksidan. Teknik pengumpulan data menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan variasi waktu fermentasi 7,12,14 hari. Hasil penelitian nilai rata-rata pH yaitu 4 termasuk dalam batas aman untuk dikonsumsi. Kadar antioksidan tertinggi berdasarkan nilai IC50 fermentasi 12 hari 3,71 µg/mL, terendah fermentasi 7 hari sekitar 7,08 µg/mL. Hasil penelitian teh kombucha 7-14 hari fermentasi dan total pH teh kombucha dapat direkomndasikan menjadi minuman probiotik. Kata Kunci: Kombucha, Teh, Probiotik
Optimalisasi Xanthan gum sebagai Agen Pengental Kestabilan Viskositas dan Kualitas Kecap Manis Air Kelapa Zainuddin, Asniwati; Laboko, Asriani I.; Pade, Satriawati; Fitriani, Andi Nur
Gorontalo Agriculture Technology Journal Volume 8 Nomor 1 April 2025
Publisher : Universitas Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32662/gatj.v0i0.4037

Abstract

Air kelapa merupakan sumber daya alam yang melimpah di Provinsi Gorontalo, namun masih belum dimanfaatkan secara optimal. Penelitian tentang formulasi xanthan gum yang tepat untuk kecap manis berbasis air kelapa belum banyak dilakukan, padahal xanthan gum memiliki potensi besar sebagai agen pengental alami. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh penambahan xanthan gum terhadap viskositas, pH, total gula dan uji sensoris pada kecap manis air kelapa. Perlakuan pada penelitian ini adalah K0 Kontrol (Kecap manis komersial), K1 (Konsentrasi xanthan gum 250 ppm), K2 (Konsentrasi xanthan gum 500 ppm), K3 (Konsentrasi xanthan gum 750 ppm). Penelitian ini menggunakan rancangan acak Lengkap (RAL). Terdiri dari 4 perlakuan model sistematis dengan 3 kali ulangan analisis sidik ragam. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan terbaik adalah K3 (750 ppm xanthan gum), karena memiliki viskositas tinggi (56,95 P) setara dengan kecap manis komersial, pH stabil (3,9), dan total gula tertinggi (61,04%), yang dapat meningkatkan kualitas rasa dan tekstur kecap manis. Analisis sidik ragam menunjukkan bahwa jenis sampel berpengaruh nyata terhadap viskositas kecap manis (p0,05). Uji lanjut Duncan mengidentifikasi dua sampel berbeda nyata, yaitu K1 (45,98? P) dan K2 (48,42? P). Total gula lebih tinggi (60,60?–61,04?%) dibanding kecap komersial (51,56?%). Penggunaan xanthan gum pada konsentrasi tinggi (750 ppm) direkomendasikan untuk menghasilkan kecap manis dengan tekstur kental dan rasa yang lebih manis, tanpa perubahan signifikan pada stabilitas pH.
Pendampingan dan Pembuatan Kripik Pisang di Desa Berlian Kecamatan Tilongkabila Kabupaten Bonebolango Dunggio, Swastiani; Sakir, Mochammad; Zohrahayaty, Zohrahayaty; Solikahan, Eka Zahra; Santoso, Budy; Zainuddin, Asniwati; Abdussamad, Syahrir; Mannan, Abdul
ELDIMAS: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 1 No 2 (2023): November 2023 - April 2024
Publisher : Electrical Engineering Department Faculty of Engineering State University of Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/ejppm.v1i2.11

Abstract

Indonesia merupakan negara tropis dengan keanekaragaman dan kekayaan flora dan fauna. Pisang merupakan tanaman yang dapat tumbuh di lingkungan tropis seperti Indonesia. Di Indonesia, pisang merupakan tanaman yang biasa dikonsumsi setiap hari, mulai dari konsumsi langsung hingga pengolahan khusus, sehingga sangat digemari masyarakat. Seluruh bagian tanaman pisang dapat dimanfaatkan, mulai dari buah hingga daunnya, termasuk pelepah bahkan kuncupnya. Pendampingan dan pembuatan kripik pisang di Desa Berlian adalah dengan memanfaatkan buahnya yang belum matang dengan cara mengupasnya lalu meniris titpis-tipis, menggorengnya, memberi varian rasa dan terakhir proses pengemasan produk. Tujuan PKM ini adalah memberikan pendampingan dan pembuatan kripik pisang guna menambah perekonomian pelaku usaha kecil. Metode yang digunakan adalah pendampingan pelaku usaha sehingga dapat mengembangkan usahanya. Hasil yang diperoleh adalah pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) sangat terbantukan dengan adanya PKM ini, karena dapat mengembangkan usahanya dengan menambah varian atau cita rasanya serta dapat dibuatnya kemasan plastik yang sudah dilengkapai dengan varia rasanya.
Aktifitas Antioksidan dan Sensori Herbal Kunyit Asam Lemon Cui Laboko, Asriani; Zainuddin, Asniwati; Karim, Agung Prasetyo; Lamiun, Noviyani; Pade, Satriawati; Fitriani, Andi Nur
JASATHP: Jurnal Sains dan Teknologi Hasil Pertanian Vol 5 No 2 (2025): November
Publisher : Program Studi Teknologi Hasil Pertanian Fakultas Sains dan Teknologi Hasil Pertanian Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55678/jasathp.v5i2.2273

Abstract

This research aims to determine the antioxidant activity and consumer preference levels for an herbal drink made from turmeric, tamarind, and lemon (Cui) through sensory evaluation. Additionally, the study seeks to assess the quality of the instant turmeric, tamarind, and lemon drink as a functional beverage. The study was conducted using an experimental method with a Completely Randomized Design (CRD), consisting of one factor and three replications. The parameters observed included antioxidant activity, sugar content, and sensory attributes such as taste, aroma, and color. The results indicated that the highest antioxidant activity categorized as very strong was found in treatments H1 and H2, both with a value of 0.24 ppm. The sugar content that aligns with industry standards is approximately 7%; the closest value was observed in treatment H1, with a sugar content of 11.82%. Based on sensory evaluations conducted by 30 panelists, treatment H1 received the highest preference score in terms of taste.