Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Indonesia's Global Halal Hub: Competitive Strategies for Leadership Akim, Akim; Sari, Viani Puspita; Konety, Neneng; Nidatya, Nurfarah
Global Strategis Vol. 18 No. 1 (2024): Global Strategis
Publisher : Department of International Relations, Faculty of Social and Political Science, Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jgs.18.1.2024.29-56

Abstract

Indonesia, with the world's largest Muslim demographic bonus, does not seem to have achieved enough capital to reach the top rank of the global Islamic economy. Although the vision of Global Halal Hub 2024 is supported by the government, this research highlights Indonesia's lack of awareness of its competitive advantages, which attracted the author's attention to explore further. Qualitative and descriptive analysis are the methods in this research. This paper refers to the concepts of Competitive Advantage of Nations developed by Michael E. Porter, namely factor conditions, demand conditions, related and supporting industries, and firm strategy, structure, and rivalry. Through factor condition analysis, it can be seen that to achieve a competitive advantage in the halal industry, Indonesia needs to improve its logistics infrastructure and develop human resource expertise in halal certification, research stimulation, and product innovation. Demand conditions then indicate the need for increased consumer education and diversification of halal products. Meanwhile, the concept of related and supporting industries targets strengthening halal guarantee institutions and government support. The indicators of firm strategy, structure, and rivalry focus on developing global marketing strategies and international partnerships. To achieve Global Halal Hub status, researchers highlight the importance of comprehensive and collaborative approaches, such as integration in strengthening logistics infrastructure, increasing human resource expertise related to halal certification, and increasing research and product innovation. In addition, consumer education and cooperation with institutions and governments play a vital role in creating favorable conditions. Keywords: Comparative Advantage, Halal Hub, Indonesia Indonesia, dengan bonus demografi umat Muslim terbesar dunia, tampaknya belum mencapai modal yang cukup untuk mencapai peringkat teratas perekonomian Islam global. Kendati visi Global Halal Hub 2024 didukung oleh pemerintah, penelitian ini menyoroti masih kurangnya kesadaran Indonesia terhadap keunggulan-keunggulan kompetitif yang dimiliki, sehingga menarik perhatian penulis untuk menelaah lebih lanjut. Metode kualitatif dan analisis deskriptif menjadi metode dalam penelitian ini. Tulisan ini merujuk pada konsep-konsep Competitive Advantage of Nations yang dikembangkan oleh Michael E. Porter, yakni factor condition, demand condition, related and supporting industry serta firm strategy, structure, and rivalry. Melalui analisis factor condition, terlihat bahwa untuk mencapai keunggulan kompetitif dalam industri halal, Indonesia perlu meningkatkan infrastruktur logistik serta pengembangan keahlian sumber daya manusia dalam sertifikasi halal, stimulasi riset, dan inovasi produk. Demand condition kemudian menunjukkan perlunya peningkatan edukasi konsumen dan diversifikasi produk halal. Sementara itu, konsep related and supporting industry menargetkan penguatan lembaga penjaminan halal dan dukungan pemerintah. Adapun indikator firm strategy, structure, and rivalry  berfokus pada perlunya pengembangan strategi pemasaran global dan kemitraan internasional. Guna mencapai status Global Halal Hub, peneliti menyoroti pentingnya pendekatan-pendekatan komprehensif dan kolaboratif, seperti integrasi dalam penguatan infrastruktur logistik, peningkatan keahlian sumber daya manusia terkait sertifikasi halal, dan peningkatan riset serta inovasi produk. Selain itu, edukasi konsumen dan kerja sama dengan lembaga serta pemerintah memainkan peran vital dalam menciptakan kondisi yang mendukung. Kata-kata Kunci: Keunggulan Komparatif, Halal Hub, Indonesia
SOSIALISASI KEJAHATAN SIBER PADA SISWA-SISWI SDN MEKARSARI JATINANGOR Konety, Neneng; Nidatya, Nurfarah; Akim, Akim
Sawala : Jurnal pengabdian Masyarakat Pembangunan Sosial, Desa dan Masyarakat Vol 1, No 2 (2020): Sawala : Jurnal pengabdian Masyarakat Pembangunan Sosial, Desa dan Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/sawala.v1i2.27679

Abstract

  ABSTRAKKemunculan globalisasi yang menghilangkan batas-batas negara melahirkan konsekuensi lain yaitu kejahatan transnasional, yang salah satu bidangnya meliputi kejahatan siber. Kejahatan siber merupakan perbuatan melawan hukum yang dilakukan dengan memakai media online sebagai sarananya. Kecamatan Jatinangor sebagai lokasi pengabdian  memiliki potensi kasus kejahatan siber yang sama dengan seluruh wilayah lain mengingat tidak adanya batas wilayah yang pasti dalam konteks terjadinya kejahatan siber. Kecamatan Jatinangor secara umum seperti wilayah-wilayah lainnya memiliki gap atau masalah inti yang menyisakan beberapa permasalahan diantaranya yaitu keterbatasan dalam menangani permasalahan sosial dalam hal ini termasuk permasalahan-permasalahan sosial di masyarakat yang bergeser ke dalam dunia virtual yang bukan tidak mungkin dapat berubah menjadi kejahatan di dalam dunia virtual atau kejahatan siber. Anak-anak atau remaja mewakili segmen pengguna teknologi siber yang paling aktif disamping masyarakat luas pada umumnya sehingga sasaran yang ditentukan dalam sosialisasi ini adalah siswa-siswi SDN Mekarsari Jatinangor. Sosialisasi ini bertujuan untuk memberi pemahaman dan pengetahuan mengenai kejahatan siber agar para siswa terhindar dari ancaman kejahatan siber. Dalam sosialisasi ini, digunakan beberapa metode yaitu ceramah penyampaian materi, pre test, post test, video dan games. Pengetahuan yang dimiliki siswa-siswi SDN Mekarsari Jatinangor terbukti meningkat setelah mengikuti sosialisasi. Hal ini dimungkinkan karena siswa-siswi SDN Mekarsari sebagai peserta sosialisasi dapat memahami dengan baik materi sosialisasi mengenai kejahatan siber. Terdapat pengaruh pemberian sosialisasi mengenai kejahatan siber kepada siswa SDN Mekarsari dilihat dari nilai uji korelasi yang didapatkan sebelum dan sesudah melakukan sosialisasi.  Kata Kunci: anak-anak, internet, kejahatan siber, kejahatan transnasional, sosialisasi.    ABSTRACTThe emergence of globalization which removes national boundaries raises other consequences, namely transnational crime, one of which covers cybercrime. Cybercrime is an unlawful act that is carried out by using online media as a means. Jatinangor District as a service location has the potential for cybercrime cases that are the same as all other regions considering there are no definite boundaries in the context of cybercrime. Jatinangor sub-district in general like other regions has gaps or core problems that leave several problems including the limitations in dealing with social problems in this case including social problems in society that are shifting into a virtual world which is not impossible to turn into crime in the virtual world or cybercrime. Children or young people represent the most active segment of cyber technology users in addition to the general public so that the targets determined in this socialization are students of SDN Mekarsari Jatinangor. This socialization aims to provide understanding and knowledge about cybercrime so that students could avoid the threat of cybercrime. In this socialization, several methods are used, the delivery of material, pre-test, post-test, video, and games. There is an increase in knowledge of students at Mekarsari Jatinangor Elementary School after participating the socialization. This is possible because Mekarsari Elementary School students as socialization participants can understand well the material of socialization about cybercrime. There is an influence of giving socialization about cybercrime to students of SDN Mekarsari seen from the correlation test scores obtained before and after socializing.  Key word: children, cybercrime, internet, socialization, transnational crime.
STRATEGI PENGAMANAN LAUT INDONESIA TERHADAP ARUS PENGUNGSI ILEGAL Abyasa, Ken Prama; Sari, Deasy Silvya; Konety, Neneng
Aliansi Vol 3, No 3 (2024): Aliansi : Jurnal Politik, Keamanan Dan Hubungan Internasional
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/aliansi.v3i3.60182

Abstract

Indonesia, sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, menghadapi tantangan besar dalam mengelola batas maritimnya yang luas, terutama terkait arus pengungsi ilegal. Studi ini menganalisis strategi pengamanan laut Indonesia secara komprehensif, dengan fokus pada modernisasi infrastruktur teknologi seperti sistem radar canggih, pemantauan berbasis satelit, dan drone untuk meningkatkan deteksi dan respons terhadap perlintasan ilegal. Selain itu, kerja sama regional melalui mekanisme ASEAN dan patroli gabungan dengan negara-negara tetangga memainkan peran penting dalam memperkuat pengawasan perbatasan. Studi ini juga menekankan pentingnya kebijakan terintegrasi untuk menangani pengungsi ilegal secara humanis tanpa mengorbankan kepentingan nasional. Dengan menggunakan metode Analytic Hierarchy Process (AHP), penelitian ini mengidentifikasi keamanan nasional sebagai prioritas utama, diikuti oleh penguatan infrastruktur dan kerja sama regional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan berbasis teknologi, kerja sama lintas negara, dan reformasi kebijakan yang kuat merupakan kunci untuk mengatasi arus pengungsi ilegal di wilayah maritim Indonesia. Indonesia, as the largest archipelagic country in the world, faces significant challenges in managing its vast maritime boundaries, particularly concerning the influx of illegal refugees. This study analyzes Indonesia's maritime security strategies comprehensively, focusing on modernizing technological infrastructure such as advanced radar systems, satellite-based monitoring, and drones to enhance detection and response to illegal crossings. Additionally, regional cooperation through ASEAN mechanisms and joint patrols with neighboring countries plays a crucial role in strengthening border surveillance. The study also emphasizes the importance of integrated policies to manage illegal refugees humanely without compromising national interests. Using the Analytic Hierarchy Process (AHP), the research identifies national security as the top priority, followed by infrastructure enhancement and regional collaboration. The findings indicate that technology-driven approaches, cross-border cooperation, and robust policy reforms are key to addressing the influx of illegal refugees in Indonesia's maritime domain.
DIPLOMASI BUDAYA KOREA SELATAN TERHADAP INDONESIA MELALUI DRAMA KOREA BERTEMA KELUARGA TAHUN 2021-2023 Adisti, Raisa; Konety, Neneng
Indonesian Journal of International Relations Vol 9 No 1 (2025): INDONESIAN JOURNAL OF INTERNATIONAL RELATIONS
Publisher : Indonesian Association for International Relations

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32787/ijir.v9i1.658

Abstract

This article analyzes South Korea's cultural diplomacy towards Indonesia through family-themed Korean dramas in 2021-2023. Family-themed Korean dramas play a role in building a positive image of South Korea and strengthening cultural ties between the two countries. This article uses Patricia Goff's theory of cultural diplomacy, namely connection, consistency, and innovation, in the production and distribution of family-themed Korean dramas. The method used is qualitative with literature study, interviews, and content analysis. The results of the research show that family-themed Korean dramas not only convey universal family values, but also introduce Korean culture to Indonesian audiences, including language, food, and traditions. Family-themed Korean dramas have succeeded in increasing understanding of Korean culture in Indonesia, creating a consistent positive image, and innovating in digital distribution. This success strengthens bilateral relations between South Korea and Indonesia through an effective cultural diplomacy strategy.
Dampak Fandom Key-Pop Indonesia Sebagai Imagined Community Terhadap Keamanan Budaya Nasional Ronaldo, Rizka Shafira Ramadina; Konety, Neneng
SEIKO : Journal of Management & Business Vol 6, No 2.1 (2023)
Publisher : Program Pascasarjana STIE Amkop Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37531/sejaman.v6i2.4734

Abstract

Tujuan pembuatan artikel adalah untuk mengetahui dampak Fandom K-Pop Indonesia sebagai Imagine Community berpotensi mengancam keamanan budaya nasional. Budaya K-Pop saat ini bukan hanya sebagai music namun telah berkembang menjadi life style dikalangan anak muda di Bandung dan di kota besar lainnya. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualilatif dengan menggunakan etnografi yang membahas tentang perilaku manusia dalam konteks social budaya. Hasil pembahasan dan diskusi ditemukan bahwa ratusan ribu penggemar K-Pop di Indonesia pada social media sangat mempengaruhi gaya hidup anak muda di Indonesia yang mampu mengikis identitas budaya nasional. Kesimpulan yang diperoleh penulis membuktikan bahwa penggemar K-Pop pada komunitas Fandom memiliki kapabilitas untuk mengancam keamanan budaya suatu negara. Penulis menyarankan agar budaya asing yang diserap oleh generasi muda Indonesia tetap memiliki batasan tertentu agar budaya nasional tidak hilang dan generasi muda Indonesia harus tetap mengembangkan budaya nasional serta menyesuaikan dengan perkembangan zaman tanpa menghilangkan ciri khas Indonesia. Kata Kunci: Fandom K-Pop, Imagine Community, Korea Selatan dan Keamanan Budaya
Diplomasi Publik Korea Selatan terhadap Indonesia dalam Mengembangkan Industri Halal Nidatya, Nurfarah; Konety, Neneng; Akim, Akim
Intermestic: Journal of International Studies Vol 8 No 1 (2023)
Publisher : Departemen Hubungan Internasional, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/intermestic.v8n1.15

Abstract

Abstrak Saat ini, industri halal berkembang pesat. Banyaknya populasi muslim di dunia mendorong beberapa negara termasuk negara non muslim untuk ikut mengembangkan industri halal. Korea Selatan adalah negara non-Muslim yang memperhatikan industri halal. Indonesia merupakan salah satu target pasar terbesar Korea Selatan dalam mengembangkan industri halalnya, mengingat Indonesia memiliki penduduk muslim terbesar di dunia. Budaya dan sistem nilai yang berbeda antara masyarakat Korea dan Islam menyebabkan munculnya hambatan dalam pengembangan industri halal ini. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana diplomasi publik yang dilakukan Korea Selatan terhadap Indonesia dalam mengembangkan industri halal. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, dan data diperoleh melalui wawancara dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa diplomasi publik yang diterapkan Korea Selatan terhadap Indonesia dilakukan dalam tiga dimensi, yaitu komunikasi harian, komunikasi strategis, dan komunikasi jangka panjang. Tiga dimensi diplomasi publik dilakukan Korea Selatan untuk mendapatkan dukungan dari masyarakat Indonesia, khususnya dalam mengembangkan industri halal. Kata Kunci: Diplomasi Publik; Korea Selatan; Halal Industri Abstract Nowadays, the halal industry is growing rapidly. The number of Muslim populations in the world encourages some countries including non-Muslim countries to participate in developing the halal industry. South Korea is a non-Muslim country that pay attention for the halal industry. Indonesia is one of the biggest target markets for South Korea in developing its halal industry, considering that Indonesia has the largest Muslim population in the world. Different culture and value systems between Korean and Islamic people cause the emergence of obstacles in the development of this halal industry. This study aims to explain how the public diplomacy which carried out by South Korea towards Indonesia in developing the halal industry. This study used a qualitative method, and data were obtained through interviews and literature studies. The results showed that public diplomacy applied in South Korea towards Indonesia was carried out in three dimensions, namely daily communication, strategic communication, and long-term communication. Three dimensions of public diplomacy were carried out by South Korea to acquire support from the Indonesian people, especially in developing the halal industry. Keywords: Public Diplomacy; South Korea; Halal Industry
SOUTH KOREA'S FOREIGN POLICY: UNVEILING FACTORS IN HALAL INDUSTRY DEVELOPMENT Konety, Neneng; Nidatya, Nurfarah; Akim
Indonesian Journal of International Relations Vol 7 No 2 (2023): INDONESIAN JOURNAL OF INTERNATIONAL RELATIONS
Publisher : Indonesian Association for International Relations

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32787/ijir.v7i2.474

Abstract

This study aims to analyze the factors that underlie South Korea's foreign policy regarding halal industry development. The decision-making theory proposed by Richard C. Snyder, Bruck, and Burton Sapin is the theoretical framework employed, while employing a qualitative approach, literary study and interview techniques. The research findings reveal that the formulation of South Korea's foreign policy in the halal industry development can be explained through various variables. In conclusion, South Korea's halal industry policy draws from decision-making theory, considering internal factors like the Muslim population, economic goals, and innovation. Social structures and external influences, such as global demand and Muslim tourism, play significant roles.
CHINA'S FOREIGN POLICY TOWARDS THE UNITED ARAB EMIRATES THROUGH THE BELT AND ROAD INITIATIVE (BRI): Kebijakan Luar Negeri Cina Terhadap Uni Emirat Arab Melalui Belt ‎And Road Initiative (BRI)‎ Pasaribu, Rachel Graceya Epipania Junissi; Sari, Deasy Silvya; Konety, Neneng
Santhet: (Jurnal Sejarah, Pendidikan Dan Humaniora) Vol 9 No 4 (2025): SANTHET: (JURNAL SEJARAH, PENDIDIKAN DAN HUMANIORA) 
Publisher : Proram studi pendidikan Sejarah Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universaitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/santhet.v9i4.5970

Abstract

China and the UAE have established close bilateral relations strengthened by the Belt and ‎Road Initiative (BRI) first launched by President Xi Jinping in 2013. With the BRI, China aims to ‎implement its foreign policy based on various factors, objectives, and alternative strategies ‎that can be implemented. Using the Analytical Hierarchy Process (AHP) method combined ‎with questionnaire and interview methods, the researcher aims to determine the increase in ‎bilateral cooperation and infrastructure development as part of China's foreign policy ‎orientation towards the UAE through the BRI. This study found that national security is the ‎main factor behind China's foreign policy, and infrastructure development is a priority goal in ‎the existing factors. The alternative strategy that is a priority is the development of energy ‎projects, which is also supported by China's ambition in developing energy infrastructure and ‎the UAE as an oil and gas producing country and its commitment to producing renewable ‎energy.‎
PARADIPLOMASI DAN DIGITALISASI UMKM: INISIATIF LOKAL MENUJU KONEKTIVITAS GLOBAL DI DESA BATUKARAS KABUPATEN PANGANDARAN Dermawan, Windy; Anshori, Muhamad Fikry; Konety, Neneng; Ramadhan, Rizki Ananda
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 2 (2025): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v8i2.64151

Abstract

Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) in coastal areas such as Batukaras have significant potential in the creative economy, particularly with products based on local wisdom. However, MSME actors continue to face various challenges, especially in digital marketing and connecting with global markets. Their reliance on conventional promotion methods, limited packaging design, and minimal access to digital technology hinder their capacity development. This article aims to analyse how paradiplomacy strategies and digitalisation can strengthen the position of Batukaras MSMEs in the global economic arena. Using a participatory approach in community engagement activities, the methods employed include outreach and technical assistance for MSME actors, supported by field surveys, interviews, and in-depth observation. The program focused on training in digital catalogue creation, activating location points on Google Maps, producing promotional content, and developing a village e-magazine. The results show that MSME actors experienced increased capacity in utilising digital media, greater exposure of local products to international tourists, and growing awareness of the importance of collaboration and innovation in marketing. In this context, paradiplomacy serves as a local development strategy based on global networking, bringing together local governments, business actors, and international communities. Thus, digitalisation and regional diplomacy not only expand global connectivity but also reinforce the foundation of a sustainable local economy. UMKM di daerah pesisir seperti Batukaras memiliki potensi besar dalam ekonomi kreatif, khususnya pada produk berbasis kearifan lokal. Namun demikian, pelaku UMKM masih menghadapi berbagai tantangan, terutama dalam pemasaran digital dan keterhubungan dengan pasar global. Ketergantungan pada promosi konvensional, keterbatasan desain kemasan, dan minimnya akses terhadap teknologi digital menjadi hambatan dalam mengembangkan kapasitas mereka. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana strategi paradiplomasi dan digitalisasi dapat memperkuat posisi UMKM Batukaras dalam kancah ekonomi global. Melalui pendekatan partisipatif dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat, metode yang 672 Kumawula : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat 2025 digunakan meliputi sosialisasi dan pendampingan teknis kepada pelaku UMKM, yang dilengkapi dengan survei lapangan, wawancara, dan observasi mendalam. Fokus program meliputi pelatihan pembuatan katalog digital, aktivasi titik lokasi di Google Maps, produksi konten promosi, hingga penyusunan e-magazine desa. Hasilnya menunjukkan bahwa pelaku UMKM mengalami peningkatan kapasitas dalam memanfaatkan media digital, meningkatnya eksposur produk lokal kepada wisatawan mancanegara, serta tumbuhnya kesadaran akan pentingnya kolaborasi dan inovasi dalam pemasaran. Paradiplomasi, dalam konteks ini, berfungsi sebagai strategi pembangunan lokal berbasis jejaring global yang mempertemukan pemerintah daerah, pelaku usaha, dan komunitas internasional. Dengan demikian, digitalisasi dan diplomasi daerah bukan hanya memperluas konektivitas global, tetapi juga memperkuat fondasi ekonomi lokal yang berkelanjutan.
Representasi Unsur Kebudayaan Jepang pada Era Taisho dalam Anime Kimetsu no Yaiba Annisa Eka Wulandari; Neneng Konety; Nurfarah Nidatya
Jurnal Sakura : Sastra, Bahasa, Kebudayaan dan Pranata Jepang Vol 6 No 2 (2024)
Publisher : Program Studi Sastra Jepang, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JS.2024.v06.i02.p11

Abstract

Penelitian ini bertujuan menelusuri unsur-unsur kebudayaan era Taisho yang tersemat dalam anime Kimetsu no Yaiba. Peneliti menggunakan metode kualitatif dan melakukan pengumpulan data dengan teknik simak dan tinjauan pustaka terhadap beberapa artikel jurnal terkait. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori unsur-unsur kebudayaan menurut C. Kluckhohn. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anime Kimetsu no Yaiba yang memiliki latar waktu pada era Taisho menunjukkan unsur-unsur kebudayaan menurut C. Kluckhohn yang terdiri dari sistem teknologi dan peralatan hidup, sistem mata pencaharian, kesenian, sistem religi, sistem kekerabatan dan organisasi sosial, sistem pengetahuan, serta sistem bahasa. Unsur-unsur tersebut ditampilkan di anime ini dalam berbagai cara, misalnya melalui objek, peralatan sehari-hari, tarian, tata kota, pekerjaan, hingga pakaian. Dengan adanya unsur-unsur ini, penonton dapat menonton anime Kimetsu no Yaiba sebagai hiburan sekaligus menggali dan memahami kekayaan warisan budaya Jepang pada era Taisho. This research is titled "Representation of Japanese Cultural Elements in the Taisho Era in the Anime Kimetsu no Yaiba" with the aim of exploring the cultural elements of the Taisho era embedded in the anime Kimetsu no Yaiba. The researcher employs a qualitative method and collects data through observation techniques and literature review of several related journal articles. The theory utilized in this research is the theory of cultural elements according to C. Kluckhohn. The findings indicate that the anime Kimetsu no Yaiba, set in the Taisho era, exhibits cultural elements according to C. Kluckhohn, which include the technological system and living equipment, livelihood system, arts, religious system, kinship system and social organization, knowledge system, and language system. These elements are portrayed in the anime in various ways, such as through objects, everyday equipment, dances, city layout, occupations, and clothing. With these elements, viewers can watch Kimetsu no Yaiba as entertainment while also exploring and understanding the richness of Japanese cultural heritage in the Taisho era.