Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search
Journal : Jurnal GEOSAPTA

STUDI IDENTIFIKASI PROFIL PELAPUKAN BATUAN BREKSI VULKANIK FORMASI PITANAK DI KABUPATEN BANJAR PROVINSI KALIMANTAN SELATAN Adip Mustofa
Geosapta Vol 2, No 2 (2016): Juli 2016
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jg.v2i2.4220

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian geoteknik batuan dengan objek material yang diteliti  adalah  batuan breksi vulkanik Formasi Pitanak (Kvpi) berumur Kapur beserta meterial pelapukannya di Kecamatan Karang Intan dan Aranio Kabupaten Banjar. Target temuan yang diharapkan adalah diketahuinya perkembangan mineral sekunder hasil pelapukan sebagai indikasi adanya proses pelapukan dan bertambahnya data dasar geoteknik fisik untuk mendukung perencanaan penyelidikan geoteknik lanjut.Ketersediaan data dasar geoteknik diperlukan dalam proses pembangunan yang alokasi lahannya telah ditetapkan sesuai rencana umum tata ruang pemerintah Kabupaten Banjar. Karakteristik yang dikaji dari batuan termasuk material pelapukannya adalah komposisi mineralogi, jenis batuan/ tanah, kluster pelapukan dan sifat geoteknik khususnya fisik material kelas pelapukan. Kata-kata kunci: Batuan breksi vulkanik, formasi pitanak, mineralogi, pelapukan
STUDI PEMANFAATAN CAMPURAN BOTTOM ASH BATUBARA DENGAN SERBUK KAYU DAN ARANG TEMPURUNG KELAPA SEBAGAI BIOBRIKET DITINJAU DARI PARAMETER KUALITAS Agus Triantoro; Adip Mustofa; Aggraini Wahyu Saputri
Geosapta Vol 7, No 1 (2021): Januari 2021
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jg.v7i1.10235

Abstract

Sisa hasil pemanfaatan batubara sebagai bahan bakar pada PLTU menghasilkan limbah  fly ash dan bottom ash dalam jumlah yang cukup banyak dan belum ada pemanfaatan dari limbah PLTU, jadi dikawatirkan dapat menimbulkan dampak yang berbahaya bagi lingkungan sekitar. Limbah yang banyak dimanfaatkan saat ini adalah fly ash, sedangkan untuk bottom ash masih minim pemanfaatannya. Biobriket campuran bottom ash batubara dan arang tempurung kelapa bisa menjadi alternatif bahan bakar baik digunakan untuk rumah tangga maupun industry kecil. Keunggulan yang dimiliki biobriket ini adalah murah dan ekonomis karena dapat untuk memproduksinya dapat dilakukan dengan sederhana dan mudah, panas yang dihasilkan nantinya juga cukup tinggi, serta bottom ash batubara yang tersedia cukup melimpah yang berasal dari beberapa PLTU yang ada di Kalimantan Selatan. Arang tempurung kelapa berasal dari hasil dari pengolahan tempurung kelapa yang di proses menjadi arang dan potensi tempurung kelapa di Kalimantan Selatan cukup banyak. Serbuk kayu merupakan sisa olahan dari kayu yang dibuat bahan bangunan atau mebel. Beberapa hal yang menjadi permasalahan dalam pemanfaatan biobriket bottom ash  adalah adanya bau yang kurang enak saat pembakaran, proses penyalaan yang lama serta ketahanan briket yang masih kurang sehingga mudah pecah. Kegiatan penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan hasil  kualitas  biobriket terbaik yang berasal dari  bottom ash yang dicampur bersama serbuk kayu dan arang tempurung kelapa, yang didasarkan pada ukuran partikel serta komposisi biobriket. Metode yang digunakan yaitu dengan melakukan uji analisa yang dilakukan di laboratorium. Parameter kualitas  uji yang digunakan yaitu  kandungan moisture, kandungan volatile matter, kandungan ash, calorific value, uji pembakaran  dengan yang dilihat dari  komposisi biobriket dan variasi ukuran partikel. Berdasarkan hasil analisa yang dilakukan biobriket terbaik terdapat  pada ukuran partikel 80 mesh dengan kandungan bottom ash 40%, arang tempurung kelapa 20%, serbuk kayu 20% perekat 15% serta persentase kapur 5% dengan  hasil analisa parameter kualitas untuk kandungan inherent moisturenya adalah 5,77%,   kandungan Ash 10,74%, Volatile Matter 42,77%, Kalori 6.624,56 Kkal/kg serta waktu  pembakaran yang dibutuhkan adalah 247 detik Kata kunci : Bottom ash, Biobriket, arang, Serbuk kayu
PENGARUH PELAPUKAN TERHADAP SIFAT FISIK BATUAN DAN TANAH RESIDUAL BREKSI VULKANIK Afrizi Rahman; Agus Triantoro; Adip Mustofa
Geosapta Vol 3, No 2 (2017): Juli 2017
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jg.v3i2.3900

Abstract

Terdapatnya singkapan batuan breksi vulkanik Formasi Pitanak yang bagian atasnya telah mengalami pelapukan dengan tingkat pelapukan berbeda. Fenomena ini menjadi salah satu objek menarik untuk keperluan pengamatan profil endapan batuan dan tanah lapukannya beserta sifat fisik material di setiap lapisannya. Endapan ekonomis dari hasil pelapukan batuan daerah vulkanik tersebut berkemungkinan adanya terdapat endapan laterit.Dalam penelitian profil pelapukan batuan breksi vulkanik di daerah penelitian didapatkan 6 kelas pelapukan batuan dengan sifat fisik yang diuji yaitu kadar air, bobot isi asli, bobot isi kering, angka pori, derajat kejenuhan dan porositas. Hubungan antarparameter pelapukan sifat fisik terhadap setiap lapisan pada batuan breksi vulkanik seperti hubungan kadar air dan bobot isi asli, hubungan kadar air dan bobot isi kering, hubungan kadar air dan angka pori, hubungan kadar air dan porositas dan hubungan kadar air dan derajat kejenuhan. Kata Kunci : Batuan Vulkanik, Formasi Pitanak, Kelas Pelapukan, Sifat Fisik
Karakteristik Biobriket Campuran Bottom Ash Batubara dengan Arang Tempurung Kelapa dan Arang Kayu Triantoro, Agus; Mustofa, Adip; Gultom, Michael Owen
Geosapta Vol 8, No 2 (2022): JULI 2022
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jg.v8i2.14240

Abstract

Pemenuhan kebutuhan bahan bakar energi dalam masyarakat semakin meningkat maka diperlukan penanganan khusus. Potensi bottom ash yang melimpah berasal dari limbah penggunaan batubara pada PLTU, serta banyaknya produksi arang tempurung kelapa dan arang kayu yang dapat dibuat menjadi bahan pembuatan briket yang ramah lingkungan. Penelitian ini dilakukan dengan pembuatan sampel dengan menggunakan komposisi variasi bottom ash, arang tempurung kelapa, arang kayu, perekat dan kapur. Kemudian dilakukan uji analisis proximate, uji calorific value dan uji pembakaran pada ukuran partikel 60 mesh dan 80 mesh. Berdasarkan hasil uji laboratorium semakin banyak komposisi bottom ash maka akan semakin naik nilai kandungan air, kandungan air terbesar 10.10% terdapat pada sampel 60A, sedangkan komposisi arang tempurung kelapa dan arang  kayu semakin banyak maka kandungan airnya semakin kecil. Komposisi nilai kandungan air terkecil terdapat pada sampel 80D yaitu sebesar 5.77%. Nilai kalori yang dihasilkan berbanding lurus dengan komposisi arang tempurung kelapa dan arang kayu, semakin naik komposisi arangnya maka nilai kalorinya juga semakin naik. Nilai kalori tertinggi terdapat pada biobriket sampel 80D yaitu sebesar 6,515.89 cal/gram. pada ukuran mesh 80 mesh analisis kualitas briket dan kualitas uji pembakaran lebih baik dibandingkan dengan ukuran partikel 60 mesh.