Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

AKTIVITAS ANTIBAKTERI DAN BIOAUTOGRAFI EKSTRAK DAUN RAMBUSA (Passiflora foetida L) TERHADAP Pseudomonas aeruginosa-Klebsiella pneumoniae Ghani Nurfiana Fadma Sari; Ismi Puspitasari
Media Farmasi: Jurnal Ilmu Farmasi Vol 18, No 2: September 2021
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (288.676 KB) | DOI: 10.12928/mf.v18i2.21537

Abstract

Daun rambusa (Passiflora foetida L.) mempunyai khasiat sebagai antioksidan, antidiabetes dan antikolesterol, akan tetapi masih belum banyak informasi ilmiah tentang potensi daun rambusa sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui golongan senyawa aktif dan aktivitas antibakteri dari ekstrak daun rambusa secara difusi. Daun rambusa diekstraksi secara maserasi menggunakan etanol 96%. Ekstrak yang diperoleh kemudian diidentifikasi kandungan golongan senyawa aktif menggunakan KLT-Bioautografi dan diuji aktivitas antibakteri dengan konsentrasi 20%, 40% dan 60% menggunakan metode difusi agar. Kontrol positif yang digunakan adalah kloramfenikol 0,1% dan kontrol negatif menggunakan DMSO 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun rambusa efektif menghambat aktivitas bakteri Klebsiella pneumonia dan Pseudomonas aeruginosa. Konsentrasi ekstrak yang paling besar zona hambatnya yaitu konsentrasi 60% yang dikategorikan kuat. Pengujian aktivitas antibakteri dilakukan dengan metode bioautografi kontak hasilnya menunjukkan terdapat bercak pada kromatogram KLT yang menghasilkan zona hambat. Karakterisasi bercak dilakukan dengan penampak bercak AlCl3 dan diduga bahwa bercak tersebut flavonoid. 
Pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) sebagai Alternatif Pengobatan Mandiri Ismi Puspitasari; Ghani Nurfiana Fadma Sari; Ana Indrayati
WARTA LPM WARTA LPM, Vol. 24, No. 3, Juli 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/warta.v24i3.11111

Abstract

TOGA (Tanaman Obat Keluarga) merupakan jenis tanaman pilihan yang berkhasiat sebagai obat dengan perawatan yang mudah dan biaya relatif murah. TOGA menjadi alternatif obat keluarga yang aman karena jarang menimbulkan efek samping, mudah diolah dan dikonsumsi untuk pertolongan pertama pada kasus penyakit ringan seperti demam, batuk, atau membantu menjaga stamina. Keberadaan TOGA di lingkungan rumah menjadi sangat penting. Tujuan dari pengabdian ini yaitu memberikan penyuluhan mengenai pemanfaatan TOGA sebagai alternatif pengobatan mandiri dan untuk memberikan informasi mengenai penyakit artritis yang dapat diobati menggunakan TOGA kepada masyarakat RW 21 Kelurahan Nusukan. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah dengan memberikan penyuluhan, pelatihan, serta pemberian bibit pohon TOGA untuk ditanam. Target mitra yaitu kelompok ibu-ibu rumah tangga di Wilayah RW 21 Kelurahan Nusukan, Banjarsari, Surakarta. Hasil pengembangan kegiatan di RW 21 dapat meningkatkan motivasi ibu-ibu rumah tangga yang datang untuk lebih memanfaatkan TOGA sebagai pengobatan, meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai artritis dan bahanbahan alamiah yang dapat digunakan untuk mengurangi nyeri artritis.
UJI EFEK PROTEKSI MUKOSA LAMBUNG LARUTAN PATI KANJI PADA TIKUS WISTAR TERINDUKSI ASETOSAL Ismi Puspitasari; Meta Kartika Untari
Jurnal Farmasi & Sains Indonesia Vol 3 No 2 (2020)
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Nusaputera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tukak lambung adalah penyakit yang ditandai dengan luka karena terkikisnya lapisan mukosa lambung akibat pengaruh peningkatan kadar asam lambung dan enzim pepsin yang disekresikan. Salah satu obat herbal yang dimiliki oleh Indonesia dan digunakan secara empiris untuk terapi tukak lambung adalah umbi singkong (Manihot utilissima Pohl.). Penelitian terhadap umbi singkong tersebut dilakukan dengan mengolahnya menjadi pati atau tepung yang oleh masyarakat dikenal dengan istilah pati kanji atau tapioka. Pada pengujian efek proteksi mukosa lambung digunakan sebanyak 25 ekor tikus secara acak yang dibagi dalam 5 kelompok. Kelompok I sebagai kontrol negatif diberikan CMC 0,5%, kelompok II sebagai kontrol positif diberikan sukralfat 500 mg/kgBB, dan kelompok III-V diberikan larutan pati kanji dengan konsentrasi berturut-turut 12,5%, 25% dan 50%. Sebelum perlakuan, semua kelompok dipuasakan 24 jam dan diberikan minum secara ad libitum. Pengujian efek proteksi mukosa lambung diawali dengan memberikan sediaan uji pada masing-masing kelompok uji. Setelah 30 menit pemberian sediaan uji, dilakukan induksi tukak dengan asetosal dosis 200 mg/kg BB tikus pada semua kelompok hewan uji. Semua perlakuan diberikan secara oral dan diulang setiap 24 jam selama 7 hari. Pada hari ke-7, tikus dipuasakan selama 18 jam dan pada hari ke-8, tikus dikorbankan dengan cara dislokasi leher kemudian dilakukan pembedahan untuk diamati keadaan makroskopis organ lambungnya, histopatologi dan analisa data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa larutan pati kanji konsentrasi 12,5%, 25% dan 50% memberikan efek proteksi mukosa lambung pada tikus Wistar terinduksi asetosal. Konsentrasi efektifnya adalah 50% namun berdasarkan analisa statistik, tidak terdapat perbedaan yang nyata antara kelompok kontrol positif sukralfat dan larutan pati kanji konsentrasi 12,5%, 25% dan 50%.
Uji Aktivitas Antihiperglikemia Ekstrak Etanol Biji Chia (Salvia hispanica) terhadap Tikus Putih Jantan (Rattus norvegicus) yang Diinduksi Aloksan Patricia Alfayu Velix; Wiwin Herdwiani; Ismi Puspitasari
KUNIR: JURNAL FARMASI INDONESIA Vol 1 No 2 (2023): NOVEMBER
Publisher : Program Studi Farmasi Program Sarjana, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Bhamada Slawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36308/kjfi.v1i2.551

Abstract

Hiperglikemia adalah kondisi terjadinya peningkatan kadar glukosa darah tubuh karena insulin tidak digunakan atau diproduksi secara efektif oleh sel β pankreas yang ditandai dengan kadar glukosa darah ≥200 mg/dL. Pengobatan alternatif dengan bahan alam yang dapat digunakan adalah biji chia. Biji chia (Salvia hispanica) mengandung flavonoid, alkaloid, tanin, dan saponin yang berpotensi menurunkan kadar glukosa darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antihiperglikemia dan dosis efektif ekstrak etanol biji chia terhadap tikus yang diinduksi aloksan. Ekstrak etanol biji chia diperoleh dengan metode maserasi menggunakan pelarut alkohol 96%. Penelitian ini menggunakan 25 ekor tikus terbagidalam 5 kelompok perlakuan. Kelompok I (kontrol hiperglikemia) pemberian Na.CMC 0,5%, kelompok II (kontrol obat) pemberian glibenklamid 0,45/kgBB tikus, kelompok III-V sebagai kelompok uji ekstrak etanol biji chia dengan dosis 50 mg; 100 mg; 200 mg/kgBB tikus. Kemudian data kadar glukosa darah diukur pada hari ke-12 dan hari ke-19. Selanjutnya data dianalisis statistika dengan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ekstrak etanol biji chia memiliki aktivitas antihiperglikemia pada tikus putih jantan yang diinduksi aloksan. Dosis ekstrak etanol biji chia yang efektif dalam menurunkan kadar glukosa darah pada tikus dengan kondisi hiperglikemia terinduksi aloksan adalah dosis 50 mg/kgBB tikus.
Pemanfaatan Cengkeh dan Daun Salam pada berbagai Produk Kosmetik kurniasari, fitri; Hayu W, Jena; Puspitasari, Ismi; Dwi A, Santi
Adi Widya : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 8 No 1 (2024): Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33061/awpm.v8i1.9919

Abstract

Cloves are one of the richest sources of phenolic compounds such as eugenol, eugenol acetate and gallic acid and have great potential for pharmaceutical, cosmetic, food and agricultural applications. The aim of this community service activity is to provide knowledge regarding the benefits of cloves, which are applied in the form of cosmetic preparations, as well as providing training to partners so that their use is optimal and practical, and it is hoped that this can become a business opportunity. The solution proposed in this service activity is (1) providing knowledge about clove plants, (2) procuring materials in the form of medicinal plants for making preparations. (3) procurement of containers for the packaging process (4) conducting Good Manufacturing Practices (GMP) training to partners so that partners can make them independently. In service activities, the method used is an approach to the collaboration partner "SMK Mandala Bhakti Surakarta" providing counseling about clove plants and training as a transfer of science and technology (IPTEK) to make cosmetic preparations as well as evaluating the results of activities by giving partners the opportunity to practice making preparation.
Efek kombinasi ekstrak etanol daun kelor (Moringa oleifera L.) dan daun kemangi (Ocimum basilicum L.) terhadap bakteri Staphylococcus aureus Sari, Dewi Arum; Rahmawati, Ismi; Puspitasari, Ismi
Pharmasipha : Pharmaceutical Journal of Islamic Pharmacy Vol. 7 No. 2 (2023): September
Publisher : University Of Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/pharmasipha.v7i2.10037

Abstract

ABSTRACT Resistance of bacteria oftenly occur to Staphylococcus aureus bacteria. Bacterial resistance to antibiotics causes the increase of death rate. Moringa and basil leaves contain active compounds i.e flavonoids, alkaloids, saponins, and tannins that have the potential as antibacterial against Staphylococcus aureus. This study aims to determine the activity of the combination of ethanol extract of moringa and basil leaves against Staphylococcus aureus. They were extracted by maceration method using 96% ethanol solvent and then identified the group of compounds. Preliminary tests were carried out using the liquid dilution method to obtain the MIC value of each extract. The combination of moringa leaf extract and basil leaf extract was carried out in concentration with a ratio of 1:1; 1:2; and 2:1. The antibacterial activity test was carried out using disc diffusion method, to determine the best results, statistical tests were carried out with Shapiro Wilk and Levene homogenity continued by one way ANOVA, post-hoc tukey. Determination of combination effect between two extract were done by paper tape method. The results showed that the combination of ethanol extracts of moringa and basil leaves had antibacterial activity against Staphylococcus aureus. The combination concentration of 1:2 was the most effective combination with an average inhibition zone diameter of 15.46 ± 0.003 mm and provided a synergistic combination effect against Staphlococcus aureus. Keywords:  antibacterial, moringan leaf, basil leaf, Staphylococcus aureus   ABSTRAK Resistensi bakteri sering terjadi pada bakteri Staphylococcus aureus. Kekebalan bakteri terhadap antibiotik menyebabkan angka kematian semakin meningkat. Daun kelor dan daun kemangi mengandung senyawa aktif flavonoid, alkaloid, saponin, dan tanin yang berpotensi sebagai antibakteri terhadap Staphylococcus aureus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri kombinasi ekstrak etanol daun kelor dan daun kemangi terhadap Staphylococcus aureus. Daun kelor dan daun kemangi di ekstraksi dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96% lalu dilakukan identifikasi golongan senyawa. Dilakukan uji pendahuluan dengan metode dilusi cair untuk memperoleh nilai KHM masing- masing ekstrak. Kombinasi ekstrak daun kelor dan daun kemangi dilakukan variasi konsentrasi dengan perbandingan 1:1; 1:2; dan 2:1. Pengujian aktivitas antibakteri dilakukan dengan metode difusi cakram, untuk menentukan hasil terbaik dilakukan uji statistik dengan Shapiro wilk dan homogenitas Levene dilanjutkan one way ANOVA, post-hoc Tukey. Penentuan efek kombinasi kedua ekstrak dengan dilakukan dengan metode pita kertas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi ekstrak etanol daun kelor dan kemangi mempunyai aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus. Konsentrasi kombinasi 1:2 merupakan kombinasi yang paling efektif dengan rata-rata diameter zona hambat 15,46 ± 0,003 mm dan memberikan efek kombinasi sinergis terhadap Staphlococcus aureus.  Kata Kunci: antibakteri, daun kelor, daun kemangi, Staphylococcus aureus
UJI AKTIVITAS SEDIAAN GEL EKSTRAK DAUN KENIKIR (Cosmos caudatus Kunth) TERHADAP KECEPATAN PENYEMBUHAN LUKA SAYAT PADA PUNGGUNG KELINCI Suhartinah; Vina Desti Ashari; Ismi Puspitasari
Intan Husada : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol. 11 No. 01 (2023): Vol. 11 No. 1, Januari 2023
Publisher : Politeknik Insan Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52236/ih.v11i1.259

Abstract

Latar belakang Tanaman Kenikir (Cosmos caudatus Kunth) merupakan tanaman yang banyak tumbuh di Indonesia. Kandungan antioksidan dalam daun kenikir dapat mencegah kerusakan jaringan yang merangsang proses penyembuhan luka seperti flavonid, alkaloid, saponin dan tanin. Penelitian bertujuan untuk mengetahui apakah ekstrak daun Kenikir dapat diformulasikan sebagai sediaan gel yang memenuhi uji mutu fisik dan formulasi yang efektif terhadap kecepatan penyembuhan luka sayat pada punggung kelinci. Metode Penelitian Proses maserasi simplisia daun kenikir dengan etanol 96% untuk selanjutnya dibuat sediaan gel. Pada uji mutu fisik sediaan gel meliputi uji organoleptis, uji pH, uji homogenitas, daya lekat, daya sebar, viskositas, dan uji stabilitas. Pengujian aktivitas terhadap kecepatan penyembuhan luka sayat menggunakan 5 hewan uji kelinci jantan yang diberi 5 perlakuan, yaitu formula 1 (gel ekstrak daun kenikir 7,5%), formula 2 (gel ekstrak daun kenikir 15%), formula 3 (gel ekstrak daun kenikir 22,5%), Moist Expoxed Burn Ointment (MEBO) kontrol positif dan basis gel sebagai kontrol negatif. Hasil Penelitian Semua formula gel ekstrak daun kenikir memenuhi uji mutu fisik dan stabilitas yang baik serta efektif untuk penyembuhan luka sayat pada punggung kelinci. Kesimpulan Hasil uji aktivitas penyembuhan luka sayat yang paling efektif adalah formula 3 dengan persentase penurunan panjang luka yang setara dengan kontrol positif.
Uji Efektivitas Krim Anti-Aging Ekstrak Etanol Akar Pasak Bumi (Eurycoma longifolia Jack) pada Kulit Punggung Kelinci Albino yang Terpapar Sinar UV-A Puspitasari, Ismi; Waty, Carolina Eka
Jurnal Farmasi & Sains Indonesia Vol 7 No 2 (2024)
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Nusaputera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52216/jfsi.vol7no2p202-212

Abstract

Eurycoma longifolia Jack (Tongkat Ali) root, rich in phenolic compounds with antioxidant and anti-aging properties, was formulated into an anti-aging cream. This study aimed to meet physical quality standards and evaluate in-vivo efficacy on rabbit dorsal skin exposed to UV-A radiation. The root extract, prepared through maceration, was formulated into creams at concentrations of 1.5%, 3%, and 6%, meeting physical quality criteria. Anti-aging effectiveness was assessed in five shaved rabbits exposed to 6 hours of daily UV-A radiation for 14 days. Each treated rabbit's dorsal skin, exposed to UV-A, was divided into five areas for cream application over 28 days: area I was applied with a negative control (ointment base), area II with a positive control, and areas III-V with a series concentrations of the extract cream of Eurycoma longifolia Jack. Anti-aging parameters, including collagen and elasticity percentages measured with a skin analyzer at pre-exposure (T0), after 14 days (T1), and after 28 days of cream application (T2). The result demonstrated that the 6% concentration yielded the most significant effects. The tested cream met high physical quality standards, showcasing potential as a promising anti-aging formulation.
Kajian Hubungan Kuantitatif Struktur Dan Aktivitas (HKSA) Senyawa Kurkumin Dan Turunannya Sebagai Agen Anti Tumor Darah Terhadap Penghambatan Pertumbuhan Sel K562 Puspitasari, Ismi; Astuti, Sari; Harmastuti, Nuraini
Jurnal Farmasi & Sains Indonesia Vol 6 No 1 (2023)
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Nusaputera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52216/jfsi.vol6no1p65-75

Abstract

Curcumin was reported can suppress the growth of blood tumor cells. This study aims to determine the physical and chemical properties of curcumin derivatives that give affect to antitumor activity of blood cells which were expressed as the best HKSA equation model. This   study   used   curcumin   and   twelve   derivatives   which   have   antitumor   activity parameters of blood cells (K562) as IC50. Parameters of physicochemical properties of curcumin compounds series and their derivatives as descriptors include net charge of atoms in the curcumin framework structure, EHOMO, ELUMO, Log P, E Hid, a, MR, Volume, Surface area (SA), Total Energy, dipole moment (u), Hf, and Mass which are the results of geometric optimization calculations using the PM3 semiempirical method with hyperchem application. HKSA equation model was built using the BuilQSAR statistical calculation analysis. The best HKSA equation model is then validated internally and externally. Calculation of statistical analysis with BuldQSAR, the descriptor that has the most influence is  obtained, namely net  atomic charge, EHOMO,  surface area, dipole moment and  Hf with  linear regression equation: Log 1/IC50 : + 1.7622 (± 0.3655) qC4 - 0.9457 (± 0.1047) E Homo + 0.0013 (0.0002) SA + 0.0575 (± 0.0216) u - 0.0068 (± 0.0004) Hf - 11.4161 (± 1.0440) , n = 10; R = 0.999; R2= 0,9990; SPress = 0.0232. as well as non-linear regression equation : Log 1/IC50 = + 15.1400 (±4.9008) qC7 + 7.4959 (± 5.6081) qC8 - 0.5839 (± 0.1397) qC15 + 0.0005 (± 0.0003) SA - 0.0054 (±0.0008) Hf - 5.7246 (±3.2476), n = 10; R = 0,999, R2 = 0,9977; SPress = 0.0341.
AKTIVITAS ANTIBAKTERI DAN BIOAUTOGRAFI EKSTRAK DAUN RAMBUSA (Passiflora foetida L) TERHADAP Pseudomonas aeruginosa-Klebsiella pneumoniae Sari, Ghani Nurfiana Fadma; Puspitasari, Ismi
Media Farmasi: Jurnal Ilmu Farmasi Vol. 18 No. 2: September 2021
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/mf.v18i2.21537

Abstract

Daun rambusa (Passiflora foetida L.) mempunyai khasiat sebagai antioksidan, antidiabetes dan antikolesterol, akan tetapi masih belum banyak informasi ilmiah tentang potensi daun rambusa sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui golongan senyawa aktif dan aktivitas antibakteri dari ekstrak daun rambusa secara difusi. Daun rambusa diekstraksi secara maserasi menggunakan etanol 96%. Ekstrak yang diperoleh kemudian diidentifikasi kandungan golongan senyawa aktif menggunakan KLT-Bioautografi dan diuji aktivitas antibakteri dengan konsentrasi 20%, 40% dan 60% menggunakan metode difusi agar. Kontrol positif yang digunakan adalah kloramfenikol 0,1% dan kontrol negatif menggunakan DMSO 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun rambusa efektif menghambat aktivitas bakteri Klebsiella pneumonia dan Pseudomonas aeruginosa. Konsentrasi ekstrak yang paling besar zona hambatnya yaitu konsentrasi 60% yang dikategorikan kuat. Pengujian aktivitas antibakteri dilakukan dengan metode bioautografi kontak hasilnya menunjukkan terdapat bercak pada kromatogram KLT yang menghasilkan zona hambat. Karakterisasi bercak dilakukan dengan penampak bercak AlCl3 dan diduga bahwa bercak tersebut flavonoid.