p-Index From 2021 - 2026
7.667
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

Pelatihan Estimasi Tinggi Badan untuk Anak Tuna Daksa bagi Fisioterapis di Pediatric Neurodevelopmental Therapy Centre (PNTC) Colomadu, Jawa Tengah Nur Lathifah Mardiyati; Mutalazimah Mutalazimah; Farida Nur Isnaeni; Dyah Intan Puspitasari; Luluk Ria Rakhma; Norma Diena Amalia; Niken Asih Pangastuti; Wachid Yahya
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 3 No 2 (2023): JAMSI - Maret 2023
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.653

Abstract

Anak Cerebral Palsy (CP) jarang dipantau pertumbuhannya karena kesulitan dalam pengukuran tinggi badan karena pengukuran ini idealnya dilakukan dengan posisi berdiri. Hal ini akan membahayakan kondisi anak karena pertumbuhannya semakin tidak terpantau. Pediatric Neurodevelopmental Therapy Centre (PNTC) memberikan layanan terapi bagi anak yang memiliki gangguan pertumbuhan dan perkembangan. Setiap bulannya, pusat terapi ini melayani sekitar 370 kunjungan terapi dari + 30 pasien. Selama ini pengukuran tinggi badan hanya dilakukan pada pasien yang bisa berdiri secara mandiri. Pengukuran tinggi badan pada kondisi yang tidak memungkinkan bisa digantikan dengan estimasi tinggi badan dengan pengukuran segmental. Oleh karena itu, perlu adanya pelatihan dan media edukasi berupa booklet mengenai cara pengukuran estimasi tinggi badan pada anak tuna daksa bagi fisioterapis di PNTC Colomadu. Pelatihan ini sangat membantu para fisioterapis anak karena belum pernah ada sebelumnya. Penggunaan booklet sangat membantu seluruh fisioterapis (100%) dalam memahami materi karena dilengkapi dengan gambar berwarna ketika melakukan pengukuran, cara pengukuran, rumus estimasi tinggi badan serta dapat dibuka lagi di lain waktu setelah materi disampaikan.
TINGKAT PENDIDIKAN IBU DAN POLA ASUH GIZI HUBUNGANNYA DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA USIA 24-59 BULAN Ahmad Ari Shodikin; Mutalazimah Mutalazimah; Muwakhidah Muwakhidah; Nur Lathifah Mardiyati
Journal of Nutrition College Vol 12, No 1 (2023): Januari
Publisher : Department of Nutrition Science, Faculty of Medicine, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jnc.v12i1.35322

Abstract

Latar Belakang: Stunting merupakan masalah gizi kronis yang disebabkan oleh pemenuhan kebutuhan gizi tidak adekuat dalam jangka waktu lama sejak awal kelahiran yang memengaruhi pertumbuhan anak. Persentase stunting pada balita di Indonesia pada tahun 2021 sebesar 24,4%. Tingkat pendidikan ibu dan pola asuh gizi sebagai faktor tidak langsung dalam kejadian stunting pada balita, dikarenakan hal tersebut memengaruhi secara langsung asupan gizi balita.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat pendidikan ibu dan pola asuh gizi dengan kejadian stunting pada balita di Kecamatan Gemolong, Kabupaten Sragen. Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian observasional dengan pendekatan cross sectional. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 57 balita dari total populasi sebanyak 187 balita yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling di 5 posyandu. Data yang dikaji meliputi karakteristik subjek, tingkat pendidikan ibu dan pola asuh gizi. Data pendidikan ibu dan pola asuh gizi diperoleh dengan menggunakan kuesioner yang terdiri dari 28 item pertanyaan (nilai r=0,968). Status gizi diperoleh dengan pengukuran antropometri yaitu mengukur tinggi badan dan berat badan. Analisis data dengan uji Chi-Square. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase balita stunting sebesar 15,8%. Ibu dengan pendidikan rendah (Tidak sekolah, SD, SMP) sebesar 26,3%. Pola asuh gizi kategori kurang sebesar 54,4%. Dari uji hubungan tingkat pendidikan ibu dan pola asuh gizi masing-masing nilai p=0,427 dan p=0,718.Simpulan: Tingkat pendidikan ibu dan pola asuh gizi tidak berhubungan dengan kejadian stunting pada balita. Dinas Kesehatan Sragen dan Puskesmas Gemolong diharapkan dapat memperbaiki perilaku pola asuh gizi ibu balita untuk mencegah terjadinya stunting di masa kedepannya yang diakibatkan oleh pola asuh gizi seimbang kurang baik. 
HUBUNGAN FREKUENSI KONSUMSI FAST FOOD DAN ASUPAN ZAT GIZI MAKRO DENGAN STATUS GIZI PADA REMAJA Clarissa Amalia Nanda; Dyah Intan Puspitasari; Endang Nur Widiyaningsih; Nur Lathifah Mardiyati
Pontianak Nutrition Journal (PNJ) Vol 6, No 1 (2023): Maret 2023
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/pnj.v6i1.1164

Abstract

Remaja merupakan suatu kelompok yang rawan mengalami masalah gizi, seperti gizi lebih dan gizi kurang. Hal ini dipengaruhi oleh ketidakseimbangan antara konsumsi fast food dan asupan zat gizi makro pada remaja. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara frekuensi konsumusi fast food dan asupan zat gizi makro dengan status gizi pada remaja SMA Negri  di Surakarta. Penelitian ini menggunakan penelitian observasional dengan pendekatan Cross-sectional dan menggunakan analisis statistik yaitu uji pearson dari jumlah sampel 101. Kebiasaan frekuensi konsumsi fast food diperoleh dari kuesioner food frequency questionnaire selama 1 bulan terakhir dan asupan zat gizi makro diperoleh dari hasil recall 3 x 24 jam. Status gizi diperoleh dengan menimbang berat badan dan tinggi badan kemudian di tentukan dengan nilai IMT/U. Hasil penelitian menunjukan bahwa kebiasaan frekuensi konsumsi fast food dinyatakan sering 22,77%, hasil asupan energi kurang 60,39% (p value=0,017), hasil asupan protein kurang 50,49% (p value= 0,002), hasil asupan lemak kurang 51,48% (p value=0,002), hasil asupan karbohidrat kurang 61,38% (p value=0,040). Disimpulkan bahwa ada hubungan antara frekuensi konsumsi fast food dan asupan zat gizi makro dengan status gizi pada remaja.
GAMBARAN MISPERSEPSI STATUS GIZI PADA SISWA SMA Nur Lathifah Mardiyati; Aulia Firdhayani; Siti Noor Aulya Faridha
Jurnal Kesehatan Vol 16, No 1 (2023): Jurnal Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jk.v16i1.18075

Abstract

Masih banyak remaja yang salah mengestimasikan status gizinya. Kesalahan ini menimbulkan mispersepsi status gizi. Penelitian observasional ini menggunakan rancangan penelitian cross sectional yang dilakukan pada siswa SMA Batik 1 Surakarta dengan jumlah responden sebanyak 74 siswa. Data identitas dan  persepsi status gizi diperoleh dari kuesioner. Data status gizi berupa berat badan dan tinggi badan didapat dengan melakukan pengukuran langsung pada responden. Data z-score dihitung menggunakan program WHO AnthroPlus untuk menentukan status gizi dari remaja berdasarkan Indeks Massa Tubuh menurut usia (IMT/U). Berdasarkan penelitian diketahui sebagian besar responden berusia 16 tahun (59,5%)  dan berjenis kelamin perempuan (54,1%). Sebanyak 16,2% memiliki status gizi lebih dan 18,9% obese. Mispersepsi masih terjadi pada responden laki-laki (20,6%) maupun perempuan (30%).  Masih ada siswa laki-laki dan perempuan yang memiliki target berat badan yang tidak sesuai dengan status gizi aktual mereka. Para siswa yang memiliki status gizi gemuk juga ada yang masih ingin berat badannya tetap (14,3%), tidak melakukan apapun, bahkan tidak peduli dengan berat badannya (masing-masing 16,7% pada laki-laki dan 7,1% pada perempuan). Pihak sekolah diharapkan dapat melakukan penilaian status gizi dan pendidikan gizi mengenai body image yang sehat kepada siswanya secara teratur baik dengan penyelenggaraan mandiri atau bekerjasama dengan dinas kesehatan setempat. Dengan demikian siswa lebih tepat menentukan target berat badannya sesuai dengan status gizinya.
HUBUNGAN FREKUENSI KONSUMSI FAST FOOD DAN ASUPAN ZAT GIZI MAKRO DENGAN STATUS GIZI PADA REMAJA Clarissa Amalia Nanda; Dyah Intan Puspitasari; Endang Nur Widiyaningsih; Nur Lathifah Mardiyati
Pontianak Nutrition Journal (PNJ) Vol 6, No 1 (2023): Maret 2023
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (314.267 KB) | DOI: 10.30602/pnj.v6i1.1164

Abstract

Remaja merupakan suatu kelompok yang rawan mengalami masalah gizi, seperti gizi lebih dan gizi kurang. Hal ini dipengaruhi oleh ketidakseimbangan antara konsumsi fast food dan asupan zat gizi makro pada remaja. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara frekuensi konsumusi fast food dan asupan zat gizi makro dengan status gizi pada remaja SMA Negri  di Surakarta. Penelitian ini menggunakan penelitian observasional dengan pendekatan Cross-sectional dan menggunakan analisis statistik yaitu uji pearson dari jumlah sampel 101. Kebiasaan frekuensi konsumsi fast food diperoleh dari kuesioner food frequency questionnaire selama 1 bulan terakhir dan asupan zat gizi makro diperoleh dari hasil recall 3 x 24 jam. Status gizi diperoleh dengan menimbang berat badan dan tinggi badan kemudian di tentukan dengan nilai IMT/U. Hasil penelitian menunjukan bahwa kebiasaan frekuensi konsumsi fast food dinyatakan sering 22,77%, hasil asupan energi kurang 60,39% (p value=0,017), hasil asupan protein kurang 50,49% (p value= 0,002), hasil asupan lemak kurang 51,48% (p value=0,002), hasil asupan karbohidrat kurang 61,38% (p value=0,040). Disimpulkan bahwa ada hubungan antara frekuensi konsumsi fast food dan asupan zat gizi makro dengan status gizi pada remaja.
Asupan omega-6 dan kejadian persalinan caesarean section di wilayah Puskesmas Bendosari Fitriana Mustikaningrum; Anindya Rahmaningtyas; Nur Lathifah Mardiyati; Dwi Sarbini
Nutrition Scientific Journal Vol 2, No 1 (2023)
Publisher : Program Studi Gizi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/nsj.v2i1.7120

Abstract

The prevalence of Cesarean Section (SC) childbirth in the Bendosari Health Center area is quite high, namely p in 2022 from January to March as much as 28.68% of the total 122 deliveries. One of the factors that cause cesarean section is PUFA intake, especially high omega-6 intake.  This study aims to determine the relationship between omega-6 intake and the incidence of cesarean section in postpartum mothers in the Bendosari Health Center area. This study was used an observational method with a cross sectional approach. The subjects of the study were 66 postpartum mothers and purposive sampling method was used because the number of postpartum mothers who have infants less than 3 months and had history of SC not by their will, not due to short birth spacing, not placenta previa and infection was limited. Sampling of postpartum mothers with infants 3 months of age is done with the aim of observing omega-6 consumption in the 2nd and 3rd trimesters. Data on omega-6 intake during the 2-3rd semester tri pregnancy period were obtained by direct interview method using the Semi Quantitative Food Frequency (SQ-FFQ) form while data method of delivery was obtained through secondary data from Bendosari Primary health care.  The association between omega-6 intake and the incidence of SC birth was analyzed using the Chi Square test. There was no relationship between omega-6 intake and the incidence of SC in the Bendosari Health Center area (P-value= 0.96).  Keywords: omega-6 intake, cesarean section, pregnancy
THE RELATIONSHIP BETWEEN KNEE HEIGHT, ULNA LENGTH, AND ARM SPAN WITH BODY HEIGHT AS AN APPLICATION OF NUTRITIONAL STATUS ASSESSMENT IN CEREBRAL PALSY CHILDREN Nur Lathifah Mardiyati; Norma Diena Amalia; Niken Asih Pangastuti
Pontianak Nutrition Journal (PNJ) Vol 7, No 2 (2024): September 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/pnj.v7i2.1451

Abstract

In children with Cerebral Palsy (CP), measuring height (H) will be difficult to do in an optimal position. When measuring height in a standing position cannot be done, segmental measurements can be used, one of which is measuring knee height (KH), arm span (AS) and ulna length (UL). Based on this study, the proposer wants to research the relationship between knee height, ulna length and arm span with actual body height in healthy children so that it can then be applied to children with CP in Indonesia. This research uses an observational method with a cross-sectional design. The research subjects were 32 healthy children aged 6-12 years. The inclusion criteria are that the child has good nutritional status and is not sick. This research will use primary data which includes data on date of birth, age, gender, height, body length, knee height, ulna length and arm span. The tools used include respondents' personal data questionnaires, stadiometers, tape measure and calipers. Statistical analysis used the Shapiro-Wilk normality test. For the difference test with one-way ANOVA, it is said to be significant if p<0.05. After testing the differences between each H estimation formula from KH, AS and UL measurements and the actual H measurement results, it was discovered that these three H estimation formulas were significantly different from the actual H measurement results (p<0.000). Further research is needed to find an estimation formula that is more suitable for a larger number of subjects and considers other factors such as race, age, gender and body weight. Preparing measurement guidelines and designing special tools to measure height and/or other anthropometry in children with CP also needs to be carried out.
Penyuluhan Pemilihan Makanan untuk Menjaga Kadar Glukosa Darah dan Tekanan Darah Normal pada Kelompok Penderita Hipertensi dan Diabetes (PROLANIS) di Puskesmas Ngemplak 1 Sleman Yogyakarta Mustikaningrum, Fitriana; Kisnawathy, Sudrajah Warajati; Puspitasari, Dyah Intan; Mardiyati, Nur Lathifah
Jurnal Inovasi Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 3 No 2 (2023): JIPPM - Desember 2023
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jippm.291

Abstract

 Kegiatan PROLANIS merupakan salah satu kegiatan BPJS yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup penyandang Diabetes Mellitus dan Hipertensi. Puskesmas Ngemplak 1 merupakan salah satu puskesmas yang aktif menjalankan program ini dengan peserta PROLANIS umumnya berusia 50 tahun. Anggota PROLANIS masih banyak menanyakan mengenai makanan yang boleh dan tidak boleh dikonsumsi oleh penderita diabetes dan hipertensi, namun kegiatan peningkatan pengetahuan mengenai pola makan jarang dilakukan karena keterbatasan sumber daya yang bekerja di puskesmas tersebut. Oleh sebab itu, penyuluhan dengan metode ceramah dengan media buku saku mengenai pemilihan makanan untuk menjaga kadar glukosa darah dan tekanan darah tetap normal dilakukan. Untuk menambah pengetahuan dan diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup anggota PROLANIS. Pada akhir akhir sesi, peserta diberikan kuesioner untuk memilih makanan yang dianjurkan dan dibatasi untuk mengatur gula darah dan tekanan darah dan >50% peserta menjawab secara benar, yang menandakan bahwa lebih dari 50% peserta telah memahami materi penyuluhan.
Iodine and goitrogens intakes among menopausal women in calcareous region Mutalazimah, Mutalazimah; Mardiyati, Nur Lathifah; Isnaeni, Farida Nur; Puspitasari, Dyah Intan
International Journal of Public Health Science (IJPHS) Vol 14, No 1: March 2025
Publisher : Intelektual Pustaka Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11591/ijphs.v14i1.24655

Abstract

Wonogiri Regency, Indonesia, is a calcareous mountainous region which has limitations in terms of iodine content in soil and water. Kismantoro is one of the Sub-districts in the regency with severe iodine deficiency. This condition is related to the intake of iodine and factors that inhibit the intake of iodine such as goitrogens. This causal-comparative study was conducted to determine the difference of iodine and goitrogenic foods intakes among menopausal women in Kismantoro Sub-district. A total of 307 menopausal women were taken randomly. Iodine intake as well as goitrogens were measured using the semi quantitative-food frequency questionnaire (SQ-FFQ). There was no difference in the percentage of recommended dietary allowance (RDA) for iodine intake (p=0.857) and goitrogens intake (p=0.084) among the menopausal women, but there were differences in energy, protein, carbohydrate, and fat intake (p<0.001) respectively. In addition, the prevalence of goiter was 10.4% which did not differ in the premenopausal, perimenopausal and postmenopausal groups (p=0.227). However, it was found that most menopausal women had insufficient iodine intake (71.3%) and frequent goitrogenic foods intake (68.7%). Thus, a synergistic manner between stakeholders is still needed to improve the variation of iodine food sources while consume less goitrogens in the area.
Panjang Ulna sebagai Prediktor Tinggi Badan pada Anak Pangastuti, Niken Asih; Mardiyati, Nur Lathifah
Jurnal Keperawatan Vol 15 No 4 (2023): Jurnal Keperawatan: Supp Desember 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32583/keperawatan.v15i4.2070

Abstract

Pangjang ulna (PU) merupakan pengukuran tulang panjang yang dapat dijadikan sebagai salah satu tulang yang dapat memprediksikan tinggi badan. Pengukuran ini dapat mengestimasikan kebutuhan gizi seseorang, bagi individu yang tidak memungkinkan dilakukan pengukuran tinggi badan. Terdapat beberapa persamaan yang saat ini kerap digunakan. Akan tetapi, persamaan tersebut dilakukan pada kelompok umur dewasa dan jarang ditemukannya penelitian yang menilai hasil prediksi dari persamaan tersebut ketika dilakukan pada kelompok anak. Sehingga perlu dilakukan penelitian untuk mengetahui hasil prediksi dari persamaan tersebut. Desain penelitian ini adalah cross sectional. Populasi penelitian ini adalah anak yang berdomisili di Desa Margatani, dengan umur 7-12 tahun sejumlah 105 orang. Pengukuran dilakukan dengan menggunakan alat microtoice GEA (ketelitian 0,1 cm) dan metline General Care (ketelitian 0,1 cm). Uji korelasi menggunakan uji Pearson Correlation. Uji perbedaan menggunakan One Way Anova. Hasil prediksi Tinggi Badan (TB) bedasarkan persamaan yang digunakan memiliki korelasi positif terhadap TB (p<0.001). Secara statistik, terdapat perbedaan hasil pengujian terhadap persamaan yang digunakan dengan selisih yang cukup tinggi (p<0.001). Pada penelitian ini dirumuskan persamaan regresi yang sesuai dengan karakteristik populasi. Persamaan estimasi tinggi badan pada laki-laki = 37.541 + 3.138(Umur) + 3.273 (PU); perempuan= 42.993 + 2.987 (Umur) + 2.943 (PU).
Co-Authors 'Aziz, Fathimah Nurul Adelia Triana Putri Adila, Istianah Nur Afifah Zakiyatul Aulia Agustin, Yuriza Agustin, Yuriza Ahmad Ari Shodikin Alfatihah, Aulia Amalia, Norma Diena Amanda, Ghaisani Shella Anindya Rahmaningtyas Appannah, Geeta aprilia ariantika Aprilia, Isna Ardhana Yusfranda Ari Noviana Putri ariantika, aprilia Arif Pristianto Aristawidya Dwi Rahmadevi Arman, Salsa Avia Atika Rianti Utami Atmaja, Hasan Priya Aulia Firdhayani Aulia Kusuma Dewi Aura Putri Kristyantya Azza Rohidatus Soleha Belinda, Icha Rebeca Tias Binti Che Ku Jusoh, Tengku Farizan Izzi Chemita Andien Prahasti Clarissa Amalia Nanda Cynthia Agustina Danar Praseptiangga Dendy Murdiyanto Devina Putri Yuniardi Dewi, Sylfi Carmelia Diana Fatmasari Dimas Rahadian Aji Muhammad, Dimas Rahadian Aji Dwi Sarbini Dyah Intan Puspitasari Elida Soviana Endang Nur Widiyaningsih Fadillah, Kurniawati Farida Nur Isnaeni Firda Dwi Anggriany Firmansyah Firmansyah Firmansyah Firmansyah Firmansyah Fitri Aulia Naufal Fitriana Mustikaningrum Ghina Kamila Hanifah, Intan Uzy Hasan Priya Atmaja Hidayati, Kartika Rohmah Imtinan Mauriko Safitri Izra Firmansyah Jihan Fadhila Kartika Rohmah Hidayati Khayla Febriannisa' Khoirina Ngizzati Pujiani Khoirunnisa’ Ramadhan Mahfiroh Layla Bonita Salsabila Lintang Kurniawati Luluk Ria Rakhma Magistra Ammar Alghifari Martianny, Dewi Nabila Maulina Dita Amelia Merlin Anugraheni Mochamad Bagoes Nata Samudra Mochammad Imron Awalludin Muhammad Rafly Nugroho Mutalazimah Mutalazimah Muwakhidah Muwakhidah Nasywa Nadhifa Qonita Putri Nendika Dyah Ayu Murika Sari Niken Asih Pangastuti Niken Asih Pangastuti Ningtyas, Puput F.E. Norma Diena Amalia Norma Diena Amalia Nurmala Dewi, Nurmala Pangastuti, Niken Asih Partya, Cheylla Evalia Bintang Pradita Wahyuningtyas Pramudya Kurnia Pratama, Clarisa Imelia Agustin Sanja Prayudhi, Laily Maulidya Kusumaning Puspitasari, Dyah Intan Qurrota'aini, Nafila Happy Rahma, Finna Armita Rahmaningtyas, Anindya Ramadhani, Nanda Sintya Ramadhoni, Farhan Dian Rini Anggita rossy pratiwi Salma Khoirunnisa Salsabila, Layla Bonita Saputra, Muhammad Rhaufly Dwi Arga Septiyana, Nur Azizah Dewi Septriyani Kaswindiarti Serin Izzatut Taqiyah Setia Asyanti Setiyaningrum, Zulia Shodikin, Ahmad Ari Sintya Bella Pratiwi Siswa Oktaviani Pratiwi Siti Noor Aulya Faridha Siti Zulaekah Sudrajah Warajati Kisnawaty Syah Falaifi, Faqih Jibran Tanjung Anitasari Indah Kusumaningrum Tri Nawang Wulan Nurhayati Ttyas, Arum Kusumaning Umi Kurniawati Wachid Yahya Wardana, Agung Setya Widianto, Shafwan Rafif Widyastuti, Andhika Nara Vista Widyawati, I Gusti Ngurah Wiwik Wuandari Wiyono, Satrio Wuandari, Wiwik Yudiatna, Clara Cessa Putri Zerlind, Anas Tasya Ardea Zulfiana Nurlaili Zulia Setiyaningrum