Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

OPTIMALISASI PROSES BISNIS PUBLIKASI DIGITAL BIDANG HUMAS DKPP JABAR MELALUI ANALISIS FMEA DAN PENDEKATAN BUSINESS PROCESS IMPROVEMENT (BPI) SRI KURNIASIH; amanda margaretha S; Muhtarudin MM; Tini Martini MM; Janadi Thamrin MM
Jurnal Teknologi Informasi Vol 5 No 2 (2025): Jurnal Teknologi Informasi
Publisher : INSTITUT DIGITAL EKONOMI LPKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Optimalisasi proses bisnis merupakan faktor kritis dalam mendukung kinerja organisasi pemerintah. Studi ini berfokus pada proses bisnis di Bidang Hubungan Masyarakat (Humas) Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Jawa Barat (DKPP Jabar), yang menghadapi kendala inkonsistensi dan ketidakteraturan dalam pengelolaan publikasi digital. Permasalahan utama disebabkan oleh belum adanya Standard Operating Procedure (SOP) tertulis, sehingga alur kerja mulai dari pengumpulan materi, verifikasi, hingga monitoring konten menjadi tidak terstandarisasi. Akibatnya, perencanaan konten tidak berjalan secara optimal, kualitas tampilan media menurun sehingga unggahan seringkali tidak sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan.. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis risiko dalam proses bisnis yang ada dan merancang usulan perbaikan proses bisnis untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas dalam mendukung pengelolaan informasi di Humas DKPP Jawa Barat melalui pemanfaatan teknologi digital secara optimal dan memperkuat fungsi publikasi. Metode yang digunakan adalah Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) untuk mengidentifikasi dan memprioritaskan potensi kegagalan beserta risikonya secara sistematis. Selanjutnya, pendekatan Business Process Improvement (BPI) pada fase streamlining diterapkan dalam penyusunan rekomendasi perbaikan /merancang ulang proses bisnis yang lebih optimal. Hasil analisis dan pengujian menunjukan bahwa usulan proses bisnis mampu meningkatkan proses bisnis yang adadi tandai dengan berkurangknya waktu aktivitas tertentu dan tersedianya alur kerja (SOP) yang lebih terstruktur. Diharapkan implementasi usulan ini dapat menciptakan tata kelola informasi kehumasan yang lebih terintegrasi, terukur, dan mampu mendukung pencapaian tujuan publikasi di Humas DKPP Jawa Barat.
PENILAIAN TINGKAT KAPABILITAS DEPARTEMEN TI PT. VISI KARYA PRAKARSA MENGGUNAKAN COBIT 5 (DOMAIN APO4, APO12, APO13, DAN DSS05) SRI KURNIASIH; Khoirunisa Mujahidah Salman
Jurnal Teknologi Informasi Vol 6 No 1 (2026)
Publisher : INSTITUT DIGITAL EKONOMI LPKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT Visi Karya Prakarsa merupakan perusahaan yang memanfaatkan Teknologi Informasi (TI) untuk menunjang proses bisnisnya, dengan fokus utama pada pengembangan produk aplikasi bernama Antrique—sebuah aplikasi antrian berbasis web dan mobile. Meskipun pemanfaatan TI telah berjalan dengan baik, masih ditemukan kekurangan dalam penerapannya, khususnya pada aspek keamanan. Hal ini terbukti dengan terjadinya insiden keamanan (security incident) berupa peretasan (hacking) pada aplikasi Antrique. Untuk mencegah terulangnya insiden serupa, diperlukan pemahaman mengenai tingkat kematangan tata kelola keamanan TI di perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur Tingkat Kapabilitas (Capability Level) keamanan TI pada Departemen TI PT Visi Karya Prakarsa dengan menggunakan Kerangka kerja (framework) COBIT 5 pada domain proses APO04, APO12, APO13, dan DSS05. Hasil penilaian kapabilitas ini diharapkan dapat mengidentifikasi titik lemah dan menghasilkan rekomendasi perbaikan yang berbasis bukti, sehingga berbagai kerentanan dapat diatasi secara sistematis. Penelitian diawali dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan penyebaran kuesioner. Data kemudian dianalisis untuk menghitung Tingkat Lapabilitas (Capability Level) kondisi as-is, melakukan analisis kesenjangan (Gap Analysis), dan merumuskan rekomendasi. Hasil penilaian menunjukkan level kapabilitas pengelolaan inovasi (APO04) berada pada level 2.2 (Managed Process), pengelolaan layanan keamanan (DSS05) pada level 2.6 (Established Process), serta pengelolaan risiko (APO12) dan keamanan (APO13) masing-masing pada level 2.3 (Managed Process), temuan ini mengindikasikan bahwa seluruh proses memerlukan peningkatan kematangan yang berkelanjutan untuk ketahanan keamanan TI perusahaan secara terstruktur