Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Relief: Journal of Craft

Burung merak hijau sebagai ide penciptaan motif batik pada cardigan Azizah, Nisatul -; Ferawati, Ferawati; prastawa, wisnu; Kurniawan, Ramadhani
Relief : Journal of Craft Vol 4, No 2 (2025): Relief: Journal of Craft
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/relief.v4i1.5453

Abstract

Burung Merak Hijau merupakan salah satu burung terindah di dunia yang juga terdapat di Indonesia, khususnya di pulau Jawa, yaitu Pavo muticus. Bulu ekor ini tumbuh dari pangkal ekor sehingga dapat berbentuk seperti sebuah kipas yang sangat besar dan indah. Di atas kepalanya terdapat jambul tegak. Sedangkan merak betina memiliki bulu-bulu yang kurang mengkilap, berwarna hijau keabu-abuan tanpa dihiasi bulu penutup ekor. Burung merak hijau walaupun berukuran besar, tetapi memiliki keunikan pandai terbang dan bulu ekor yang memiliki warna yang indah yaitu hijau keemasan yang berkilau dengan ujung ekor berbentuk seperti mata berwarna coklat, hijau dan biru.Konsep penciptaan karya ini berangkat dari burung merak hijau karena memiliki bulu yang indah, memiliki warna yang cerah, serta hewan yang dilindungi sebagai motif batik pada cardigan.  Landasan teori yang digunakan dalam mewujudkan karya ini yaitu teori bentuk, fungsi, warna, motif, kreasi, dan estetis. Metode pada proses penciptaan karya ini dimulai dari tahap eksplorasi dilanjutkan pada tahap perancangan kemudian perwujudan karya. Karya ini menggunakan teknik batik tulis dan jahit dengan media kain mori primisima dan zat pewarna remazol. Karya yang diciptakan merupakan karya fungsional. Adapun fungsi karya secara fisik adalah sebagai pakaian cardigan yang berlengan panjang dan tanpa lengan dengan ukuran L. Karya yang diciptakan berupa cardigan sebanyak tujuh dengan judul bertengger, bersuara, kasih sayang ibu, terbang, cantik, kipas, dan merak betina.
Stilisasi Bunga Matahari Sebagai Ornamen Sulam Pada Karya Dua Dimensi Sari, Catherine Ayunita; Ferawati, Ferawati; Bahrudin, Ahmad; Kurniawan, Ramadhani
Relief : Journal of Craft Vol 4, No 1 (2024): Relief: Journal of Craft
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/relief.v4i1.5564

Abstract

Bunga matahari dengan nama ilmiah Helianthus annuus L. Bunga matahari merupakan tanaman tahunan yang cukup tinggi. Diameter bunga matahari dapat mencapai 15-30 cm yang sebagian besar bunga berwarna kuning. Bunga matahari memiliki keunikan  terletak pada kelopaknya yang menyerupai seperti matahari dan tumbuh menghadap matahari. Daun bunga matahari memiliki bentuk seperti hati, warnanya hijjau sampai hijau tua. Benang sari bunga matahari terletak pada tengah bunga berwarna coklat. Landasan teori pada penciptaan karya seni ini meliputi tujuh landasan teori, teori bentuk, teori motif, teori stilisasi, teori warna, teori sulam, teori bunga matahari, dan teori karya dua dimensi. Metode penciptaan karya seni ini melalui tiga tahap, tahap eksplorasi dimulai dengan mencari referensi tulisan dan data tentang bunga matahari, tahap perancangan, konsep yang digambarkan dalam beberapa sketsa alternatif, dan desain terpilih. Tahap perwujudan melalui proses teknik tusuk pipih, tusuk rantai, dan tusuk kepala peniti menggunakan bahan kain kanvas, benang wol, dan benang jahit.   
KREASI MOTIF LIMPAPEH PADA OUTER WANITA ferina, nadia; Widdiyanti, Widdiyanti; yulimarni, yulimarni; Kurniawan, Ramadhani
Relief : Journal of Craft Vol 4, No 2 (2025): Relief: Journal of Craft
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/relief.v4i1.5451

Abstract

Limpapeh merupakan sejenis binatang yang selalu mendiami rumah atau bangunan yang besar. Limpapeh adalah sebutan untuk kaum perempuan atau anak gadis yang mendiami sebuah rumah gadang. Limpapeh memberi pengertian bahwa apabila dalam sebuah rumah tersebut ada seorang wanita, maka rumah tersebut terlihat semarak. Bentuk motif limpapeh menginspirasi pengkarya untuk dijadikan motif hias outer wanita dengan menggunakan komposisi pola berulang. Metode penciptaan karya seni melalui tiga tahap. Tahap eksplorasi dengan mencari referensi melalui studi pustaka. Tahapan perancangan dengan membuat gambar rancangan melalui gambar sketsa alternatif dan desain gambar kerja. Tahapan perwujudan menggunakan teknik batik tulis dan jahit. Penciptaan menggunakan teori bentuk, fungsi, kreasi, warna dan komposisi. Bentk karya yang diciptakan adalah outer wanita dengan jenis outer panjang dan vest menggunakan teknik batik tulis. Fungsi outer ini sebagai pakaian wanita remaja hingga dewasa yang bisa digunakan pada saat santai dan formal, pemakaiannya harus disesuaikan dengan kegiatan yang kita lakukan. Alasan pengkarya menciptakan karya ini yaitu memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa banyak motif-motif yang terdapat di Sumatera Barat, salah satunya motif limpapeh, sesuai dengan maknanya kita sebagai perempuan haruslah pandai menjaga diri. Jumlah karya yang dibuat sebanyak tujuh karya dengan judul yaitu : “Ketegasan”, “Sang Bijaksana”, “Kemurahan”, “Keadilan”. “Keijaksanaan”. “Kebijaksanaan 2”, “Kehormatan”.