Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search
Journal : eProceedings of Engineering

Perancangan Alat Ukur Kinerja Sumber Daya Manusia Di Unit Donor Darah (Udd) Pmi Kota Bandung Dengan Menggunakan Metode Human Resources Scorecard Tri Wiji Astuti; Budi Praptono; Amelia Kurniawati
eProceedings of Engineering Vol 2, No 1 (2015): April, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perhatian terhadap sumber daya manusia atau human capital sebagai salah faktor produksi utama bagi kebanyakan perusahaan sering dinomor-duakan dibandingkan dengan faktor-faktor produksi yang lain seperti modal, teknologi, dan uang. Banyak para pemimpin perusahaan kurang menyadari bahwa keuntungan yang diperoleh perusahaan sebenarnya berasal dari human capital, hal ini disebabkan aktivitas perusahaan lebih dilihat dari perspektif bisnis semata. SDM di UDD PMI Kota Bandung hingga saat ini masih belum dipandang sebuah human capital, dapat dilihat dari cara UDD PMI kota Bandung tersebut menilai kemajuan organisasinya, hanya dilihat dari pertumbuhan produksi darah, pertumbuhan jumlah pegawai, dan penambahan fasilitas dan infrastruktur yang lebih baik dan lengkap, sehingga dibutuhkan perbaikan pada sistem penilaian kinerja SDMnya. Penilaian kinerja yang dapat menilai SDM organisasi secara keseluruhan yang dapat dilihat atau dikaitkan dengan semua perspektif, yaitu perspektif keuangan, proses bisnis organisasi, pelanggan, maupun pembelajaran dan pertumbuhan pegawai. Salah satu metode penilaian kinerja SDM yang dapat menjabarkan visi, misi dan strategi perusahaan ke dalam empat perspektif, yaitu perspektif keuangan, proses bisnis internal, pelanggan, dan pembelajaran dan pertumbuhan adalah Human Resources Scorecard. Perancangan alat ukur kinerja SDM di UDD PMI Kota Bandung diawali dengan penjabaran visi, misi, dan strategi UDD PMI Kota Bandung ke dalam sasaran strategis, faktor sukses kritis, dan tolok ukur strategis. Kemudian dilakukan pembobotan dengan metode Analytical Hierarchy Process (AHP), selanjutnya dilakukan perancangan alat ukur kinerja SDM UDD PMI Kota Bandung. Perancangan alat ukur kinerja SDM ini menghasilkan 20 tolok ukur strategis yang berpengaruh terhadap kinerja lembaga. Pengukuran kinerja SDM secara keseluruhan dilakukan terlebih dahulu dengan menghitung kinerja masing-masing perspektif. Hasil perhitungan kinerja tiap perspektif adalah sebagai berikut: perspektif keuangan mencapai hasil 104,53 (baik), perspektif pelanggan mencapai hasil 101,16 (baik), perspektif proses bisnis internal mencapai hasil 91,30 (baik), dan perspektif pembelajaran dan pertumbuhan mencapai hasil 89,44 (baik). Nilai kinerja SDM UDD PMI Kota Bandung adalah 96,57 dan termasuk dalam kategori baik. Kata Kunci: Penilaian Kinerja, HR Scorecard, Analytical Hierarchy Process (AHP), PMI.
Perancangan Proses Bisnis Penilaian Kinerja Dosen Menggunakan Metode Knowledge Conversion 5C-4C Dan Seci Di Program Studi Teknik Industri Universitas Telkom Desy Hafriyani; Amelia Kurniawati; Nurdinintya Athari Supratman
eProceedings of Engineering Vol 2, No 1 (2015): April, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beban Kerja Dosen (BKD) merupakan representasi kegiatan dosen dalam melaksanakan Tridharma Perguruan Tinggi yang didukung oleh penunjang. Untuk menjamin pelaksanaan tugas dosen berjalan, maka Universitas Telkom membuat kontrak manajemen yang berisi target untuk setiap dosen dalam melaksanakan Tridharma Perguruan Tinggi yang didukung oleh penunjang. Perhitungan BKD dimulai dengan mengidentifikasi data dosen di bidang pendidikan, penelitian, pengabdian masyarakat dan penunjang. Data tersebut dikonversi menjadi informasi menggunakan metode knowledge conversion 5C. Hasil informasi tersebut dikonversi menjadi knowledge menggunakan metode knowledge conversion 4C. Aktivitas penilaian kinerja dosen belum didokumentasikan ke suatu proses bisnis dan masih menjadi tacit knowledge dapat dikonversi menggunakan knowledge conversion SECI. Berdasarkan hasil penelitian dihasilkan informasi berupa nilai BKD di semester genap berada di rentang nilai antara 3.3 SKS sampai dengan 54.8 SKS dan rentang nilai di semester ganjil antara 0.5 SKS sampai dengan 37.2 SKS. Konversi informasi menjadi knowledge menghasilkan knowledge berupa komposisi beban kerja bidang pendidikan yang paling besar mempengaruhi nilai akhir BKD dan tidak ada pengaruh antara semakin besar atau semakin kecil beban kerja dosen di bidang pendidikan dengan jumlah publikasi penelitian dosen dan pelaksanaan pengabdian masyarakat. Perbedaan nilai BKD tiap dosen sesuai dengan performansi kinerja dosen di tiap semester. Aktivitas penilaian kinerja dosen yang dikonversi menggunakan metode knowledge conversion SECI menghasilkan proses bisnis penilaian kinerja dosen dengan sub proses bisnis penilaian kinerja dosen sebanyak sembilan sub proses. Keywords- Knowledge Conversion, 5C, 4C, SECI, Kontrak Manajemen, Beban Kerja Dosen, Proses Bisnis.
Perancangan Usulan Perawatan Mesin Teh Hitam Orthodoks Menggunakan Metode Reliable Centred Maintenance Di Pt Perkebunan Nusantara Viii Pabrik Rancabali Muharam Ginanjar Jatnika; Haris Rachmat; Amelia Kurniawati
eProceedings of Engineering Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKSI PT Perkebunan Nusantara VIII adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang produksi teh, karet, kelapa sawit, dan kina. Dalam proses produksi teh di PT Perkebunan Nusantara VIII terdapat empat proses yaitu, proses pelayuan proses penggilingan, proses yang ketiga adalah proses oksidasi enzimatis, proses keempat adalah proses pengeringan, dilanjutkan proses sortasi dan terakhir proses pengepakan. Dari setiap proses tersebut memiliki mesin-mesin yang memiliki fungsinya masing-masing. Untuk mengoperasikan mesin dan peralatan secara efektif dan efisien diperlukan sistem perawatan mesin yang baik. Metode penelitian yang digunakan adalah Reliable Centred Maintenance (RCM) dengan menggabungkan analisis kualitatif yang meliputi Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) dan Decision Worksheet. Dari hasil penentuan sistem kritis, sub-sistem penggilingan terpilih sebagai sub-sistem kritis yang akan dibahas lebih lanjut daam penelitian ini. Kemudian ditentukan kebijakan perawatan dan interval waktu perawatan yang efektif sesuai dengan karakteristik kerusakan dengan menggunakan metode Reliable Centred Maintenance. Berdasarkan hasil pengolahan data menggunakan RCM yang dilakukan pada equipment sub-sistem penggilingan, diperoleh 20 scheduled on condition, dan 5 scheduled restoration task. Sementara interval waktu perawatan masing- masing equipment berbeda-beda sesuai dengan task yang diperoleh. Selisih biaya perawatan apabila perusahaan menggunakan kebijakan preventive maintenance adalah 2%, lebih kecil dibandingkan jika perusahaan masih menggunakan kebijakan corrective maintenance. Kata kunci: RCM, FMEA, Decision Worksheet, interval perawatan.
Perancangan Knowledge Map Di Laboratorium Fakultas Rekayasa Industri Universitas Telkom Menggunakan Metode Seci Faqih Azka Widyaputra; Amelia Kurniawati; Ika Arum Puspita
eProceedings of Engineering Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Knowledge sharing di laboratorium Fakultas Rekayasa Industri melibatkan tacit knowledge asisten laboratorium FRI. Masa jabatan asisten laboratorium FRI hanya dua semester akademik yang menyebabkan perlu adanya panduan untuk membantu asisten baru agar dapat menjalankan aktivitas laboratorium. Oleh karena itu, dibutuhkan knowledge conversion pada knowledge sharing asisten laboratorium FRI agar tacit knowledge diubah menjadi explicit knowledge berupa diagram alur knowledge sharing sehingga knowledge tersebut tersimpan di laboratorium. Penelitian ini menggunakan metode SECI yang terdiri dari empat tahap knowledge conversion, yaitu socialization, externalization, combination, dan internalization. Pada tahap socialization, dilakukan observasi data untuk mendapatkan tacit knowledge berupa pengalaman asisten laboratorium. Tahap externalization, tacit knowledge dikonversi menjadi explicit knowledge berupa diagram alur knowledge sharing beserta identifikasi tacit dan explicit knowledge. Pada tahap combination, dilakukan pemilihan best practice knowledge map menggunakan metode factor rating dan pembobotan AHP. Pada tahap internalization, dilakukan pemberian knowledge mengenai knowledge map kepada asisten laboratorium. Knowledge map yang tercipta adalah: knowledge map pengajuan ATK BHP, knowledge map pembuatan jadwal praktikum, knowledge map pembuatan modul praktikum, knowledge map pramodul, knowledge map simulasi praktikum, knowledge map pelaksanaan praktikum, knowledge map rekapitulasi dan input nilai praktikum, knowledge map rekapitulasi honor asisten, dan knowledge map perekrutan asisten laboratorium baru. Kata kunci: knowledge conversion, SECI, best practice, knowledge map
Optimalisasi Umur Bts, Jumlah Maintenance Site Crew Dan Penentuan Biaya Maintenance Dengan Menggunakan Metode Life Cycle Cost(studi Kasus: Pt Telkomsel Indonesia) Alfrianiko Anggriawan; Rd. Rohmat Saedudin; Amelia Kurniawati
eProceedings of Engineering Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract The number of telecommunications user in Indonesia increase during 2009-2013 period. In 2013 noted about 300 million customers of cellular services and bigger than Indonesia society which approximately 243,6 million. PT Telkomsel Indonesia is one of cellular providers company which 131,5 million customers or about 49% in market share. One of the most important infrastructures to support operational activities of cellular operator is BTS (Base Transceiver Station). If failure functions of BTS occur will affect loss of potential revenue and customer satisfaction. Operate BTS in long period can increased hazard rate and aging of BTS. Therefore it is necessary to determine optimum retirement age of BTS. While BTS failure, therefore it is handed by maintenance site crew. If the number of maintenance site crew increase will affect to increasing maintenance cost, but if the number is few will affect to increasing shortage cost. Therefore it is also necessary to determine the number of optimum maintenance site crew. Methods which will be used for optimization is the life cycle cost method. Life cycle cost method combine retirement oga and the number of maintenance site crew to achieve minimum life cycle cost. Plotting the distribution and determination of the distribution calculate based on data TTF and TTR. Then, Calculation of sustaining cost and acquisition cost obtain to achieve minimum life cycle cost. Based on life cycle cost calculation, the smallest total LCC is Rp54,467,056,568.00 with the optimum retirement age is 5 years and the optimum number of maintenance site crew is 5. Keywords : Optimization, Maintenance Management, LCC
Analisis dan Perancangan Sistem Social e-Learning untuk Mendukung Program Bandung Smart City Yudha Arif Budiman; Irfan Darmawan; Amelia Kurniawati
eProceedings of Engineering Vol 2, No 1 (2015): April, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bandung Smart City merupakan sebuah program kerja yang bertujuan untuk menjadikan Kota Bandung menjadi kota cerdas dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi. Salah satu parameter yang dapat digunakan untuk menilai kecerdasan sebuah kota adalah dengan menilai seberapa cerdas warga yang hidup di dalamnya. Aplikasi pembelajaran (e- Learning) merupakan salah satu cara yang dapat digunakan untuk mencerdaskan warga. Melihat karakteristik warga Kota Bandung yang sering mengakses sosial media, maka e-Learning dirancang dengan konsep media sosial (Social e-Learning). Perancangan sistem Social e-Learning dilakukan dengan metode ObjectOriented Analysis and Design (OOAD). Hal ini dilakukan agar perancangan dapat dibuat berdasarkan objek-objek yang dapat memudahkan programmer membuat aplikasi. Pada penelitian ini dilakukan analisis dan perancangan aplikasi Social e-Learning berdasarkan objek yang menerapkan konsep e- Learning 2.0 hasil riset Steve Yuen. Objek pada e-Learning 2.0 adalah learning space yaitu: Personal Space dan Collaboration and Communication Space. Kedua objek tersebut menyediakan berbagai macam fitur yang memungkinkan user untuk mengembangkan pengetahuan secara personal dan berinteraksi dengan user lain. Selain itu user juga dapat berkomunikasi dan berkolaborasi dalam sebuah grup komunitas. Kata kunci : Bandung Smart City, Social e-Learning, Object-Oriented Analysis and Design, personal space, collaboration and communication space.
Perancangan Kebijakan Perawatan Mesin Mitsubishi 1f-15000 Dengan Menggunakan Metode Reliability Centered Maintenance (rcm Ii) (studi Kasus : Pt Xyz) Shinta Meiliana Herdiani; Rd. Rohmat Saedudin; Amelia Kurniawati
eProceedings of Engineering Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak PT XYZ merupakan salah satu perusahaan industri percetakan di Indonesia yang sudah berdiri sejak tahun 1970. Produk yang dihasilkan oleh perusahaan adalah buku-buku cetak sekolah (SD, SMP, dan SMA), soal Ujian Nasional, surat suara PEMILU, dan produk lainnya yang berkaitan dengan industri percetakan. PT XYZ memiliki 27 mesin yang dibagi ke dalam 4 bagian yaitu bagian pracetak, cetak, finishing, dan packaging. Pada penelitian tugas akhir ini difokuskan pada mesin produksi bagian cetak dan tepatnya pada Mesin Mitsubishi 1F - 15000 karena mesin tersebut memiliki downtime dan frekuensi kerusakan yang tinggi sehingga memengaruhi proses produksi. Oleh karena itu, PT XYZ membutuhkan suatu kebijakan perawatan yang efektif untuk mesin Mitsubishi 1F-15000 dan interval waktu perawatan dengan mempertimbangkan biaya perawatan dan karakteristik kerusakan mesin untuk meminimasi downtime. Penelitian ini menggunakan metode Reliability Centered Maintenance (RCM II) dengan melakukan analisis kuantitatif dan kualitatif. Analisis kuantitatif berupa pengujian parameter TTF & TTR, perhitungan MTTF/MTBF dan MTTR. Analisis kualitatif berupa RCM II Information Worksheet dan RCM II Decision Worksheet agar dapat mengetahui kegiatan preventive maintenance yang tepat dan interval perawatan yang sesuai berdasarkan reliability dari masing-masing komponen. Berdasarkan metode RCM II, output yang dihasilkan dari penelitian ini adalah penentuan sistem kritis, task selection untuk setiap komponen, interval kegiatan perawatan, dan biaya perawatan usulan. Task selection yang terpilih untuk komponen-komponen mesin ada 3 jenis yaitu schedule on condition task, schedule restoration task, dan schedule discard task dengan biaya perawatan usulan sebesar Rp 598.406.736. Kata Kunci: Reliability, Reliability Centered Maintenance (RCM II), Preventive Maintenance
Performance Assessment Berbasis Reliability Pada Basetransceiver Station (bts) Menggunakan Metode Reliabilityavailability Maintainability Analysis Dan Cost Ofunreliability (cour) Veronika Sari Asih; Rd. Rohmat Saedudin; Amelia Kurniawati
eProceedings of Engineering Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Komunikasi merupakan salah satu aktivitas yang tidak dapat lepas dari kehidupan manusia. Saat ini, komunikasi semakin didukung dengan berbagai penemuan teknologi. Pertumbuhan teknologi juga berdampak pada penggunaan teknologi itu sendiri, dalam hal ini pelanggan telekomunikasi seluler. Asosiasi Telekomunikasi Seluler Indonesia (ATSI) mencatat, hingga akhir 2012, jumlah pelanggan selular mencapai 300 juta pelanggan. Dalam dunia telekomunikasi, pembangunan infrastruktur untuk dapat memenuhi kebutuhan pelanggan adalah dengan menambah jumlah Base Transceiver Station (BTS). Salah satu cara untuk memperkecil kerugian yang kemungkinan harus ditanggung oleh perusahaan adalah dengan meningkatkan Reliability, Availability & Maintainability (RAM) dari BTS itu sendiri dan Cost of Unreliability (COUR) untuk mengetahui seberapa besar biaya yang dihasilkan oleh masalah RAM. Dengan menggunakan data-data berupa MTTF dan MTTR dari unit- unit, dilakukan pemodelan menggunakan Blocksim 9 untuk mengetahui nilai RAM dari sistem yang berguna untuk menilai kinerja dari sistem. Dari hasil pengolahan data menggunakan RAM Analysis dengan menggunakan pemodelan reliability block diagram (RBD) berdasarkan pada analytical approach, pada waktu 72 jam, Sistem memiliki nilai reliability (13.22%). Dengan nilai Inherent Availability lagging sebesar 98.32% pada waktu 8760 jam sudah memenuhi faktor inherent availability leading (97.67%) pada sistem. Berdasarkan pada evaluasi yang telah dilakukan dengan menggunakan world class maintenance key performance indicator (KPI) , indikator dari leading availability sudah mencapai target indikator yang diberikan. Rata – rata nilai Maintainability sistem pada saat t = 12 jam adalah 96.3%. Serta dengan menggunakan perhitungan Cost of Unreliability, didapatkan biaya akibat ketidakhandalan sebesar $2,340,421.98 berdasarkan active repair time, dan $2,380,687.64 berdasarkan pada downtime. Kata Kunci : Reliability, Availabilty, Maintainability, KPI, COUR, RBD
Perancangan Proses Bisnis Penilaian Kinerja Dosen Berbasis Knowledge Conversion Menggunakan Metode 5C-4C Dan Seci Di Program Studi Sistem Informasi Universitas Telkom Wahyu Ardi Wibawa; Luciana Andrawina; Amelia Kurniawati
eProceedings of Engineering Vol 2, No 1 (2015): April, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beban Kerja Dosen (BKD) merupakan komponen penting dalam melakukan evaluasi penilaian kerja dosen berdasarkan Tridharma Perguruan Tinggi dan faktor penunjang. Evaluasi terhadap BKD perlu dilakukan untuk melihat kinerja dari dosen. Untuk melakukan evaluasi tersebut, data dari Tridharma dan penunjang perlu dikonversikan menjadi informasi. Informasi tersebut kemudian dikonversikan menjadi knowledge yang dapat dijadikan landasan keputusan terhadap evaluasi BKD. Untuk menjamin agar data selalu tersedia maka dilakukan perancangan proses bisnis untuk evaluasi penilaian BKD. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi informasi dan knowledge yang dapat berpengaruh terhadap beban kerja dosen sistem informasi dan untuk merancang proses bisnis penilaian kinerja dosen. Untuk melakukan identifikasi terhadap beban kerja dosen menggunakan metode 5C-4C. Proses konversi data menjadi informasi dengan menggunakan metode 5C yang terdiri dari Contextualized, Categorized, Calculated, Corrected, dan Condensed. Proses konversi dari informasi menjadi knowledge dilakukan dengan menggunakan metode 4C yang terdiri dari Comparison, Consequences, Connection, dan Conversation. Untuk proses perancangan proses bisnis dilakukan menggunakan metode SECI. Penelitian ini menghasilkan knowledge bahwa kinerja dari masing-masing dosen masih belum merata walaupun berada pada cluster yang sama. Selain itu cluster juga dapat digunakan sebagai acuan dalam penentuan jenjang karir dosen. Pada perancangan proses bisnis dihasilkan sebuah proses bisnis penilaian kinerja dosen yang didukung dengan 7 sub proses bisnis yang digunakan untuk menjamin ketersediaan data. Kata Kunci- Knowledge Conversion, 5C, 4C, SECI, Beban Kerja Dosen, Proses Bisnis
Penentuan Usulan Kebijakan Maintenance Pada Mesin Mitsubishi 1f-15000 Dengan Menggunakan Metode Life Cycle Cost (lcc) Dan Overall Equipment Effectiveness (oee) (studi Kasus: Pt Xyz) Rosi Pratiwi; Judi Alhilman; Amelia Kurniawati
eProceedings of Engineering Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak PT XYZ merupakan perusahaan bidang industri percetakan. Order yang diterima selalu mengalami peningkatan. Pada proses operasinya, mesin di perusahaan dituntut untuk selalu dalam kondisi baik. Mesin Mitsubishi 1F-15000 sering mengalami kerusakan dan memiliki downtime tinggi pada divisi cetak sheet. Hal ini menimbulkan pengeluaran biaya perbaikan besar dan kemungkinan keterlambatan pada penyelesaian proyek yang dapat mengakibatkan munculnya biaya penalty. Diperlukan optimasi retirement age dan maintenance set crew menggunakan metode LCC. Untuk mendapatkan total LCC yang optimal, dibutuhkan pengolahan biaya-biaya dengan metode LCC. Biaya-biaya tersebut yaitu, sustaining cost dan acquisition cost. Metode lain yang digunakan adalah metode OEE. OEE alat untuk mengukur dan mengetahui kinerja mesin. Dalam OEE, dilakukan penelitian mengenai losses untuk mengetahui faktor apa yang menyebabkan nilai OEE rendah. Faktor dalam losses yaitu six big losses. Berdasarkan metode LCC, didapatkan LCC terendah sebesar Rp 1.171.722.273 dengan maintenance set crew 1 tim yang terdiri dari 2 engineer, dan retirement age optimal selama 5 tahun. Berdasarkan perhitungan menggunakan OEE, nilai OEE mesin Mitsubishi Tahun 2012 sebesar 76,94%. Nilai tersebut cukup jauh dari kriteria yang ditetapkan oleh Japanese Institute of Plant Maintenance (JIPM), yaitu sebesar 85%. Dari six big losses diketahui bahwa faktor yang paling berpengaruh terhadap penurunan efektivitas mesin Mitsubishi adalah faktor idling and minor stopagges, yaitu dengan persentase sebesar 44,55% dari total losses. Kata Kunci: Life Cycle Cost (LCC), Overall Equipment Effectiveness (OEE), Six Big Losses
Co-Authors Abdurrahman, Raihan Afrin Fauzya Rizana Agilhandani, Astri Dewi Agus Achmad Suhendra Agustina Asih Rumanti Alfrianiko Anggriawan Alfrianiko Anggriawan Alfrianiko Anggriawan, Alfrianiko Andiani, Ilsha Angeline, Maria Rachel Annisa Ufaira Anugrah, Rismada Krisna Arieftyarto Taufik Ramadhan Astri Dewi Agilhandani Atikah Sayyidatu Nisaa Augustina Asih Rumanti Bima Dwica Ananto Boby Hera Sagita Brandon Dwinata Tjiandra Budi Praptono Carina Yustitia Setiadi Carina Yustitia Setiadi, Carina Yustitia Darmasatya , Nyoman Darmawan, Aranissa Mentari Dede Jatmika Prawira Dede Jatmika Prawira, Dede Jatmika Desy Hafriyani Devi Pratami Dewi , Nadia Aprilia Eldwin Ilham Murpratomo Eralltami Eralltami Fahmy Habib Hasanudin Fahmy Habib Hasanudin FANDI ACHMAD Faqih Azka Widyaputra Fifin Nur Hanifah Fransiskus Tatas Dwi Atmaji Geovany, Evania Sinta Grace Agustina Gurnita, Rizki Fajar Ahmad Haris Rachmat Herawan, Muhammad Setialdi Hilman Dwi Anggana Ichmandira Bintang Pamungkas Ichmandira Bintang Pamungkas, Ichmandira Bintang Ika Arum Puspita Irfan Darmawan Irsyad, Farrel Asyrofil Isnaeni Yuli Arini Judi Alhilman Litasari Widyastuti, Litasari Luciana Andrawina Lutfia Septiningrum Muhamad Iqbal Muhamad Iqbal Muharam Ginanjar Jatnika Murpratomo, Eldwin Ilham Najib, Muhammad Aqli Naufal F , Muhammad Hafizh Ngurah Wira Nugraha Nia Ambarsari Nurdinintya Athari Supratman Nurjanah, Noneng Pramuditya, Rayinda Rani Gusti Angesti Ranti Tika Gantika Rayinda P. Soesanto Rayinda P. Soesanto Rayinda P. Soesanto, Rayinda P. Rayinda Pramuditya Soesanto Rd. Rohmat Saedudin Reyhan, Muhammad Reza Satya Rahmawan Ricky Tri Wanda Putra Simamora Ricky Tri Wanda Putra Simamora, Ricky Tri Wanda Putra Ridho, Muhammad Sa’id Rizki Nasibah Rachmania Rohayati , Yati Rosi Pratiwi Safana, Fathia Dhiya Safitri, Salsabila Saputra, Timoteus Nico Shinta Meiliana Herdiani Simbolon, Yudika Aldi Briyan Tri Wiji Astuti Umar Yunan Umar Yunan Kurnia Septo Hediyanto Veronika Sari Asih Wahyu Ardi Wibawa Warih Puspitasari Widiyanto, Muhammad Riefki Winata, Satria Panji Wiratmadja, Iwan Inrawan Yati Rohayati, Yati Yodi Nurdiansyah Yudha Arif Budiman Zulkarnain, Ibnu