Ezra Deardo Purba
Institut Seni Indoensia Yogyakarta

Published : 18 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

IMPLEMENTASI TEKNIK DASAR ISTRUMENT TROMPET PADA MAHASISWA PRODI MUSIK, FSP, ISI YOGYAKARTA Purba, Ezra Deardo; Barus, Hagripa Natanael
Grenek: Jurnal Seni Musik Vol. 9 No. 2 (2020): Grenek: Jurnal Seni Musik (December)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/grenek.v9i2.20312

Abstract

The trumpet instrument is one of the instruments that was studied in depth at the Music Study Program, Faculty of Performing Arts, Yogyakarta Indonesian Art Institute. The trumpet instrument course is divided into six classes, namely intermediate instruments I, II, III and advanced instruments I, II, III. Each of these practical lecture meetings has maximum stages and targets to be able to play the trumpet instrument correctly. Several stages begin with understanding the basic techniques correctly and must be mastered by students taking trumpet instrument classes. The formulation of the problem that will be discussed is what problems are experienced by students if they do not apply basic techniques correctly and what the results are if the implementation of the basic techniques of the trumpet instrument is carried out correctly by music study program students. The methodology used is a qualitative method with a case study approach, a case study is a research strategy in which researchers carefully investigate a program, event, activity, process or group of individuals with data collection techniques in the form of observation, literature study, interviews, documentation, then analyzed. the result. In the classroom process of trumpet practice lectures, mastering the correct basic techniques is the first key to maximizing trumpet play. From a technical point of view, it will produce a good tone color, so that when you continue to the next stages, such as long tones, scales, arpegio, etude or song material that is suitable for each class level, you can blow casually more easily and can participate in practical class materials to the fullest. So in this study describes the process of implementing the correct basic techniques in preparing the quality of a professional trumpet player with maximum sound of trumpet instruments.
Media Pembelajaran Solfegio Dimasa Pandemi Covid-19 Prodi Musik FSP ISI Yogyakarta Purba, Ezra Deardo
Grenek: Jurnal Seni Musik Vol. 10 No. 2 (2021): Grenek: Jurnal Seni Musik (December)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/grenek.v10i2.29013

Abstract

Pembelajaran solfegio menengah III adalah salah satu mata kuliah wajib di Prodi Musik, FSP, ISI Yogyakarta. Proses pembelajaran solfegio mempunyai target yang jelas disusun didalam RPS yaitu dengan tujuan agar mahasiswa dapat menguasai pendengaran terhadap bunyi dan paham akan jenis nada-nadanya sehingga dapat menuliskan nada tersebut ke dalam notasi balok. Proses pembelajaran ini terhambat karena adanya musibah pandemi covid-19, sehingga perkuliahan dilaksanakan secara daring dan strategi pembelajaran yang menjadi solusi dalam melaksanakan perkuliahan ini seperti menyajikan materi pembelajaran serta cara berkomunikasi perkuliahan dengan mahasiswa secara online berbantukan teknologi dengan menggunakan media-media pembelajaran yang mendukung. Rumusan masalah yang dibahas ialah apa media pembelajaran solfegio yang digunakan dimasa pandemi covid-19 serta bagaimana hasil nilai mahasiswa dari strategi pembelajaran ini. Metodologi yang digunakan ialah metode kualitatif-deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Penulis menyelidiki dengan cermat suatu program pembelajaran, dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, studi pustaka, dokumentasi, kemudian hasil temuan dianalisis. Hasil yang didapatkan dalam tulisan artikel ini mahasiswa sudah menjalani proses pembelajaran di masa pandemi covid-19 ini berbantukan teknologi dan perkuliahan online juga lancar, nilai semester mata kuliah solfegio mahasiswa masih dalam posisi bagus dan mahasiswa dapat naik ke tahap level solfegio selanjutnya.
Learning Strategies for Saxophone Instruments for Music Study Program Students ISI Yogyakarta Batch 2022 Zebua, Andhika Perdana; Simamora, Boy Lamris I; Mukti, Bowie Putra Bayu; Purba, Ezra Deardo
Grenek: Jurnal Seni Musik Vol. 12 No. 2 (2023): Grenek: Jurnal Seni Musik (December)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/grenek.v12i2.45389

Abstract

The ISI Yogyakarta music study program currently refers more to the study of art. This resulted in a reduction in the study period for major instruments for students to 3 semesters. The music study program which focuses more on music studies targets students to become researchers and writers, so that the ability to play music is not too much considered when selecting new student admissions. Many students have shifted their instrument focus to other instruments they are not good at. The author focuses on saxophone instrument students class of 2022, most of whom experience this. This study aims to observe and describe the strategies and learning processes for the saxophone instrument course for students of the ISI Yogyakarta music study program class of 2022. The method used is qualitative-descriptive, with data collection through direct observation and interviews with students and supporting lecturers. Several lists of questions have been prepared and will serve as a tool for data collection. The author also made direct observations of the learning process carried out by lecturers and students in the saxophone instrument course. The research findings regarding the learning strategies applied are the design of a new syllabus consisting of several points to be presented to students as well as the establishment of good relationships and interactions between students and lecturers to create a comfortable learning atmosphere. The syllabus refers to the old syllabus which was previously carried out for 6 semesters, but now it is condensed into 3 semesters.
Eksistensi Orkes Keroncong Tresnawara di Yogyakarta Purba, Ravi Tesalonika; Purba, Ezra Deardo; Adi Nugroho, Titis Setyono
IDEA: Jurnal Ilmiah Seni Pertunjukan Vol 18, No 1 (2024)
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/idea.v18i1.10870

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena musik keroncong yang ada di Yogyakarta. Dalam perkembangannya musik keroncong sampai pada tiga bentuk pakem yaitu keroncong asli, langgam, dan stambul dengan bentuk formasi umum yaitu flute, biola, cak (banyo), cuk (ukulele), gitar, cello, dan bass. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui eksistensi Orkes Keroncong Tresnawara di Yogyakarta ditinjau dari aspek musikal dan non-musikal dengan beberapa faktor didalamnya. Penelitian ini dilakukan dengan harapan dapat memberi manfaat praktis yaitu agar masyarakat umum dapat lebih mengenal serta ikut dalam melestarikan musik keroncong dan manfaat teoritis yaitu dapat menjadi ilmu pengetahuan, referensi, atau acuan dalam melakukan penelitian sejenis berikutnya. Penulis menggunakan metode penelitian kualitatif dari Sugiyono dengan teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dokumentasi, pengolahan data dan analisis data. Penelitian ini menggunakan konsep eksistensi dan kreativitas sebagai landasan teorinya. Pembahasan dalam penelitian ini diperoleh dari data verbatim hasil wawancara terpusat pada narasumber yang kemudian dikembangkan menjadi karya tulis berupa paragraf-paragraf agar lebih mudah untuk dipahami. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah Orkes Keroncong Tresnawara berhasil untuk tetap eksis di Yogyakarta karena didukung oleh dua aspek, yaitu aspek musikal yang meliputi permainan instrumen, pembawaan vokal, dan perluasan instrumen juga disertai dengan aspek non-musikal yang meliputi visual pemain musik dan manajemen kelompok.Kata kunci: Eksistensi, Orkes Keroncong Tresnawara, Musikal non-musikal.
Keberadaan Alat Musik Tiup Barat dalam Penyajian Gondang Husip-Husip Oleh Parsaoran Etnik Yogyakarta: Kajian Hibriditas Musikal Simamora, Boy Lamris I; Purba, Krismus; Purba, Ezra Deardo
IDEA: Jurnal Ilmiah Seni Pertunjukan Vol 18, No 2 (2024)
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/idea.v18i2.13746

Abstract

Seiring perkembangan zaman, penyajian gondang sebagai musik tradisi suku Batak Toba tidak luput dari sentuhan modernitas. Salah satunya adalah keberadaan instrumen tiup Barat dalam penyajian satu repertoar musik tradisi Batak yang paling sering dimainkan dalam upacara adat, Gondang Husip-husip oleh Parsaoran Etnik Yogyakarta. Parsaoran Etnik sebuah grup musik tradisi Batak yang berada di kota Yogyakarta hadir dengan konsep komposisi musik yang berbeda, membawakan komposisi musik yang unik dan inovatif. Penelitian ini mengkaji fenomena hibriditas musikal antara alat musik tiup Barat dalam penyajian Gondang Husip-husip oleh Parsaoran Etnik Yogyakarta, menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan musikologi. Pengambilan data dilakukan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan hibriditas musikal tersebut merupakan proses dinamis yang berlangsung dalam tiga tahap: introduksi dan adopsi, eksperimentasi dan penyesuaian, serta pemurnian dan internalisasi. Penyajian Gondang Husip-husip yang memiliki pola struktur lagu A B C C dibalut dengan perpaduan alat musik tiup Barat yang digunakan untuk melodisasi, harmonisai, timbre, penciptaan warna musik yang baru dan memperkaya ekspresi musikal. Hibridisasi ini menghasilkan komposisi dan karakteristik musik baru, seperti penggabungan harmoni Barat, penggunaan teknik improvisasi, perpaduan teknik permainan alat musik Barat dan tradisional Batak, adaptasi komposisi musik Gondang Husip-husip, serta nuansa musik yang lebih modern dan kontemporer. Hibriditas ini menunjukkan kemampuan tradisi musik Batak Toba untuk berkembang dan berinovasi di tengah gempuran modernisasi. Hibridisasi ini juga menghasilkan komposisi dan karakteristik musik baru yang memperkaya ekspresi musikal Gondang Husip-husip.
Metode Pelatihan Instrumen Baritone Horn Anggota Baru Saraswati Drum Corps Institut Seni Indonesia Yogyakarta Patmawati, Patmawati; Kaestri, Veronica Yoni; Purba, Ezra Deardo
IDEA: Jurnal Ilmiah Seni Pertunjukan Vol 18, No 1 (2024)
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/idea.v18i1.12463

Abstract

Penelitian ini menitik beratkan pada metode pelatihan anggota baru instrumen baritone horn Saraswati Drum Corps Institut Seni Indonesia Yogyakarta. Saraswati Drum Corps merupakan salah satu bentuk Unit Kegiatan Mahasiswa dibawah Institusi Pendidikan yaitu Institut Seni Indonesia Yogyakarta. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui metode pelatihan yang digunakan dalam pelatihan beserta hasilnya. Objek penelitian adalah delapan anggota baru yang tidak semua merupakan mahasiswa musik namun dari mahasiswa Fakultas Seni Rupa, anggota umum dari Sekolah Menengah Pertama dan Sekolah Menengah Atas. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif. Hasil dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa metode yang digunakan dalam pelatihan ini adalah metode demonstrasi. Metode demontrasi dalam pelatihan tersebut adalah pelatih memberikan contoh kemudian ditirukan. Dalam metode demontstrasi selain memberikan contoh juga menerapkan ceramah dan tanya jawab dalam proses pelatihan. Hasil dari pelatihan mengunakan metode demontrasi adalah pemain dapat fokus dalam pelatihan dan dapat memainkan karya musik dalam suatu pementasan.Kata kunci: Metode Pelatihan, Baritone Horn, Saraswati Drum CorpsThis research focuses on the training method of new members of the baritone horn instrument Saraswati Drum Corps Institut Seni Indonesia Yogyakarta. Saraswati Drum Corps is one of the Student Activity Units under the Educational Institution, Institut Seni Indonesia Yogyakarta. This research aims to find out the training methods used in the training and the results. The object of the research are eight new members who are not all music students but from students of the Faculty of Fine Arts, general members from junior high school and high school. The method used is descriptive qualitative method. The results of this study can be concluded that the method used in this training is the demonstration method. The demonstration method in the training is that the trainer gives an example and then imitates it. In addition to giving examples, the demonstration method also applies lectures and questions and answers in the training process. The result of the training using the demonstration method is that players can focus on training and can play music in a performance.Keywords: Training method, Baritone horn, Saraswati drum corps
Analisis Bentuk dan Makna Lirik Lagu Kekuatan Serta Penghiburan Karya Caroline Sandell Berg Sormin, Regen Aprianto; Pasaribu, Rianti Mardalena; Purba, Ezra Deardo
IDEA: Jurnal Ilmiah Seni Pertunjukan Vol 18, No 1 (2024)
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/idea.v18i1.13673

Abstract

AbastrakArtikel ini meninjau karya lagu berjudul Kekuatan serta Penghiburan dari dimensi musikologis pada unsur musiknya serta turut menyentuh wilayah linguistik pada tahapan peninjauan terhadap lirik lagunya. Penulis melibatkan analisis struktural untuk mengetahui bentuk lagu yang digunakan oleh sang penggubah karya, begitu juga melibatkan kaca mata linguistik yakni semiotika untuk membedah makna yang terkandung dalam lagu Kekuatan serta Penghiburan yang diciptakan oleh Caroline Sandel Berg. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan langkah pengumpulan data meliputi studi pustaka, studi lapangan, dokumenasi, wawancara, analisis skor, dan interpretasi data. Berdasarkan hasil penelitian, lagu Kekuatan serta Penghiburan yang dianalisis menggunakan bentuk three part song form. Hasil telaah semiotika menunjukan bahwa lagu ini bermakna sebagai pelipur lara bagi umat yang sedang berduka. Selain itu, lagu ini turut mengajak umat-Nya untuk percaya bahwa sukacita akan datang setelah duka cita berlalu.Kata kunci: Analisis Bentuk, Kekuatan serta Peghiburan, Musikologi, SemiotikaAnalysis of Form and Meaning of Song Lyrics ‘Kekuatan Serta Penghiburan’ by Caroline Sandell BergThis article analyses the song "Kekuatan serta Penghiburan" (Strength and Comfort) from a musicological perspective. The author employs structural analysis to determine the song form used by the composer, Caroline Sandell Berg. Additionally, a semiotic lens is applied to delve into the meaning embedded within this hymn. This research utilizes a qualitative descriptive approach, with data collection methods including literature review, field study, documentation, interviews, score analysis, and data interpretation. Based on the research findings, "Kekuatan serta Penghiburan" is structured in a three-part song form. Semiotic analysis reveals that the song serves as a source of solace for those who are grieving. Furthermore, it encourages listeners to believe in the promise of joy following sorrow.Keywords: Form analysis, Kekuatan serta Penghiburan, Musicology, Semiotics  
Perkembangan Fungsi Musik dalam Prosesi Kirab Pengantin (Wedding Entrance) di Yogyakarta Tarihoran, Samuel William; Pasaribu, Rianti Mardalena; Purba, Ezra Deardo
IDEA: Jurnal Ilmiah Seni Pertunjukan Vol 17, No 2 (2023): Vol 17, No 2 (2023)
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/idea.v17i2.10402

Abstract

Kirab pengantin merupakan salah satu momen yang sangat sentimental dalam pernikahan dimana pengantin dan keluarga merasakan kegembiraan dan keindahan tradisi mereka. Dalam tradisi masyarakat Jawa, prosesi kirab pengantin dilangsungkan dengan diiringi oleh gending-gending yang telah ditentukan. Penelitian ini di latarbelakangi oleh observasi yang menujukkan adanya perubahan musik pengiring yang digunakan dalam kirab pengantin. Kirab pengantin yang dulunya diirngi oleh gending, kini digantikan oleh pemakaian grup band dan bahkan pengantin meminta penambahan alat musik melodis seperti saxophone dan biola. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui faktor yang menyebabkan terjadinya perkembangan musik dan perkembangan fungsi musik dalam prosesi kirab pengantin. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pengumpulan sample menggunakan purposive sampling. Pengumpulan data didapat melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi yang kemudian di analisis untuk menjawab rumusan masalah yang telah dirumuskan. Observasi dilakukan dari beberapa pernikahan yang dilangsungkan di Yogyakarta dibantu informan yang terdiri dari 3 pengantin, 2 grup musik, dan 1 wedding organizer. Adapun hasil dari penelitian ini yaitu terdapat beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya perkembangan musik dalam prosesi kirab pengantin, yaitu adanya keinginan pengantin dalam mengonsep pernikahannya, faktor perbandingan biaya, faktor teknologi dan lingkungan, hingga faktor partisipatif. Dalam prosesi kirab pengantin, musik juga mengalami perkembangan dalam fungsinya dimana yang sebelumnya memakai gending memiliki fungsi yang berkaitan dengan norma sosial, fungsi kesinambungan budaya, dan fungsi komunikasi, kini berkembang dengan menambah fungsi pengungkapan emosional, fungsi penghayatan estetik, dan fungsi pembentukan nuansa.