Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Musical Phenomenon in the Traditional Art of Alee Tunjang in Aceh Rahman, Surya; Denada, Berlian; Rozak, Abdul
Grenek: Jurnal Seni Musik Vol. 12 No. 2 (2023): Grenek: Jurnal Seni Musik (December)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/grenek.v12i2.49597

Abstract

Alee Tunjang is an art form originating from North Aceh Regency that consists of melodic and rhythmic music elements. The form of this art instrument is in the form of vocals that chant verses, and mortar beaten by alu/alee in the form of percussion rhythms with six sound colors. These two types of musical instruments form a distinctive musical fabric in the presentation of the performance, where melodic and rhythmic instruments are played not only as the main melody and melodic musical accompaniment, but the two elements become inseparable, as evidenced by the musical fills of Alee Tunjang that alternate and complement each other. The purpose of this research is to analyze the musical phenomena found in the art of Alee Tunjang. The method in this research uses a qualitative approach, with data collection techniques: literature review, observation, interview, and documentation. Alee Tunjang's music is divided into three sections, namely: Saleum, Kisah, and Lani, which consists of one vocal player and five lesung players, each with a constant rhythm and repetition. The tempo and rhythm are similar in all parts of the Alee Tunjang song/chapter. The difference in rhythm and cadence is found in the lesung 4th instrument which plays the tung sound color by playing a pattern on a different weak beat in each part of the song/chapter of Alee Tunjang.
“Struktur Pertunjukan Tradisi Rateb Mensa di Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang Kabupaten Nagan Raya”.: The Performance Structure of the Rateb Mensa Tradition in Beutong Ateuh Banggalang District, Nagan Raya Regency Yulianti, Arisa; Denada, Berlian; Ocktarizka, Tria
Awilaras Vol 11 No 2 (2024): Seni : Sinergi Tradisi dan Teknologi
Publisher : LPPM ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study formulates the problem of “The performance structure of the Rateb Mensa tradition in Beutong Ateuh Banggalang District, Nagan Raya Regency.” The research employed a qualitative method with a field research approach. The objective of this study is to describe the “Performance structure of the Rateb Mensa tradition in Beutong Ateuh Banggalang District, Nagan Raya Regency.” Research data were collected through observation, interviews, documentation, and triangulation/combined techniques. The theoretical framework used is the performance structure theory proposed by Djelantik, supported by Endraswara’s perspective. The results indicate that the performance structure of the Rateb Mensa tradition consists of three stages: pre-performance, main performance, and post-performance, presented in the form of group dhikr led by a Syeh (religious leader). The tradition is performed to enliven the Eid al-Fitr celebration and is carried out for three to four consecutive nights by male participants aged between 15 and 60 years. The number of performers ranges from 40 to 70 people, forming circular and shaf (row) formations. The Rateb Mensa chants include Al-Fatihah, Eid takbir, dhikr, shalawat, and laweut (poetic verses). This study demonstrates that preserving Rateb Mensa requires support in the form of documentation, regeneration, and revitalization through a community-based approach, ensuring it remains meaningful as a living intangible cultural heritage of Aceh rather than merely a spectacle.  
Rateb Mensa Sebagai Media Peningkatan Syiar Islam pada Masyarakat Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang Kabupaten Nagan Raya Ocktarizka, Tria; Berlian Denada; Arisa Yulianti
IKONIK : Jurnal Seni dan Desain Vol. 7 No. 2 (2025): JULI 2025
Publisher : LPPM Universitas Maarif Hasyim Latif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51804/ijsd.v7i2.16961

Abstract

Penelitian ini membahas tentang Rateb Mensa Sebagai Media Peningkatan Syiar Islam Pada Masyarakat Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang Kabupaten Nagan Raya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran tradisi Rateb Mensa sebagai media dakwah Islam serta sejauh mana efektivitasnya dalam meningkatkan pemahaman keagamaan di kalangan masyarakat, khususnya generasi muda. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif sebagai metode dalam proses penelitian. Penelitian ini diharapkan mampu menjadi referensi tambahan mengenai salah satu tradisi yang dimiliki masyarakat Nagan Raya.  Rateb Mensa merupakan salah satu tradisi yang dikemas dalam bentuk zikir dan sholawat di Desa Kuta Teungoh Kecamatan Beutong Ateuh Kabupaten Nagan Raya Provisi Aceh. Rateb Mensa yang disajikan berupa zikir sambil menggerakkan tubuh ini rutin dilaksanakan setiap tahunnya pada perayaan Idul Fitri di daerah tersebut. Biasanya Rateb Mensa selalu digelar pada malam ke empat Idul Fitri dan akan berlanjut hingga tiga malam berturut-turut. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Rateb Mensa memiliki pengaruh yang sangat positif bagi masyarakat. Acara Rateb Mensa ini bukan hanya sekadar menjadi momen berkumpulnya warga desa, tapi juga berfungsi sebagai sarana untuk mempererat tali silaturahmi antar sesama masyarakat. Tidak semua pelaku seni atau peserta Rateb Mensa bisa langsung mengambil intisari dari isi syiar Islam dalam acara ini, karena sebagian besar, terutama kalangan anak muda, lebih memandang Rateb Mensa sebagai bentuk hiburan. Namun demikian, Rateb Mensa dijadikan media syiar Islam dalam bentuk zikir yang masih eksis di Beutong Ateuh Banggalang.
ANALISIS MUSIK CANDENG DI DESA PANGKALAN KECAMATAN KEJURUAN MUDA KABUPATEN ACEH TAMIANG maysyah rizal; Berlian Denada; Benny Andiko
Jurnal Musik Etnik Nusantara Vol 4, No 2 (2024): Jurnal Musik Etnik Nusantara
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/jmen.v4i2.4491

Abstract

Candeng merupakan seni tutur berbentuk syair dan mengandung kata-kata pujian, rayuan dan bujukan sekaligus perintah halus agar alam dan "penjaga alam" memberi izin dalam prosesi pengambilan madu hutan pada masyarakat Melayu di Aceh Tamiang. Prosesi pengambilan madu hutan tidak diiringi oleh instrument, melainkan hanya menggunakan musik vokal. Proses pengambilan madu dilaksanakan pada malam hari dan dilakukan oleh Pawang Tuhe (pawang tua/kepala pawang) dan dibantu oleh Pawang Mude. Pelafalan Candeng dilakukan ketika memanjat pohon sambil menancapkan pating pada batang pohon tualang. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui bagaimana bentuk dan struktur susunan musik candeng di Desa Pangkalan Kecamatan Kejuruan Muda Kabupaten Aceh Tamiang, menggunakan metode penelitian kualitatif dengan jenis deskriptif. Pada penelitian ini peneliti menggunakan teori bentuk dan struktur menurut Pradopo dan Endaswara untuk mendukung teori bentuk dan struktur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa musik Candeng Desa Pangkalan Kecamatan Kejuruan Muda Kabupaten Aceh Tamiang terdiri dari 2 bentuk.
EKSISTENSI RATEB MENSA DI DESA KUTA TEUNGOH KECAMATAN BEUTONG ATEUH BANGGALANG KABUPATEN NAGAN RAYA Badrul Mukhlishiin; Rika Wirandi; Berlian Denada
Jurnal Musik Etnik Nusantara Vol 4, No 2 (2024): Jurnal Musik Etnik Nusantara
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/jmen.v4i2.4449

Abstract

Rateb Mensa merupakan tradisi yang dilaksanakan setiap tahun pada Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang Kabupaten Nagan Raya. Penyajian Rateb Mensa disajikan dalam bentuk zikir tubuh yakni membaca zikir sambil menggerakkan badan. Rateb Mensa dilaksanakan pada malam ke empat Idul Fitri selama tiga sampai empat malam berturut-turut. Penyajian Rateb Mensa dimulai dengan membaca do’a kemudian dilanjutkan membaca Takbir lebaran, zikir, laweut, ditutup dengan do’a dan makan kenduri bersama. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahi bagaimana eksistensi Rateb Mensa di Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang Desa Kuta Teungoh, dengan menggunakan metode penelitian kualitatif pendekatan fenomenologi. Pada penelitian ini peneliti menggunakan teori eksistensi menurut Abidin dan teori fungsionalisme kebudayaan menurut Malinowski untuk mendukung teori eksistensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa eksistensi Rateb Mensa sebagai kesenian Islami dan objek kebudayaan yang ada pada Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang Kabupaten Nagan Raya.