Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

PEMBERDAYAAN KELOMPOK TANI LAHAN KERING MELALUI BUDI DAYA JAHE MERAH Zulfanita Zulfanita; Didik Widiyantono; Budi Setiawan; Muhamad Taufik; Rofiq Nurhadi; Agung Nusantoro; Sugeng Eko Putro Widoyoko; Agus Budi Santoso
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 6, No 2 (2022): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v6i2.8762

Abstract

ABSTRAKDi era mileneal saat ini dibutuhkan pemberdayaan masyarakat petani dalam berbagai aspek. Kelompok tani banyak didominasi oleh penduduk usia muda, sehingga dibutuhkan pemberdayaan sejak awal meliputi aspek pengetahuan, keterampilan, kelembagaan dan jaringan pemasaran. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan upaya pemberdayaan di berbagai aspek berupa menambah pengetahuan dan skill, memperkuat kelembagaan, dan memberikan pendampingan dalam rangka ekspansi jaringan pasar khususnya dalam budidaya jahe merah. Metode program ini adalah dengan pola penyuluhan, motivasi, pelatihan dan pendampingan pada kelompok tani sehingga tujuan dari program ini tercapai. Hasil dari program ini bahwa ada peningkatan pengetahun dan skill dengan metode penyuluhan dan pelatihan walaupun belum maksimal, pemberdayaan kelembagaan sudah dipahami dan dilaksanaan melalui penguatan kelompok kelompok tani, sedangkan penguatan kelembagaan dalam bentuk badan hukum baru tahap persiapan.  Kata kunci: budidaya jahe; jahe merah; pemberdayaan masyarakat; kelompok petani. ABSTRACTIn the current millennial era, empowerment of farming communities is needed in various aspects. Many farmer groups are dominated by young people, so empowerment is needed from the start covering aspects of knowledge, skills, institutions and marketing networks. This community service program aims to provide empowerment efforts in various aspects in the form of increasing knowledge and skills, strengthening institutions, and providing assistance in the context of expanding market networks, especially in red ginger cultivation. The method of this program is a pattern of counseling, motivation, training and assistance to farmer groups so that the objectives of this program are achieved. The results of this program are that there is an increase in knowledge and skills with extension and training methods, although not maximal, institutional empowerment has been understood and implemented through strengthening farmer groups, while institutional strengthening in the form of legal entities is only in the preparatory stage. Keywords: ginger cultivation; red ginger; community empowerment; farmer groups.
Upaya Peningkatan Kesadaran Hukum Perlindungan Produk UMKM di Kabupaten Kebumen Melalui Pendaftaran Merek Septi Indrawati; Budi Setiawan
Surya Abdimas Vol. 4 No. 2 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37729/abdimas.v4i2.574

Abstract

Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) adalah usaha milik perorangan atau badan usaha dimana dalam usahanya pelaku usaha memproduksi suatu produk sendiri. Produk tersebut perlu mendapat perlindungan hukum. Namun, perlindungan produk yang beredar, khusunya mengenai merek masih lemah. Hal ini dapat dilihat dari data jumlah produk UMKM yang mereknya terdaftar di Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) tergolong masih rendah. Padahal merek adalah kekayaan immateriil atau aset ekonomi bagi pelaku usaha. Selain itu, merek yang tidak didaftarkan di Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual juga rentan akan penyalahgunaan oleh pihak lain yang akan berakibat pada kerugian pelaku usaha itu sendiri. Oleh karena itu merek perlu didaftarkan di DJKI supaya mendapat perlindungan hukum. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran hukum perlindungan produk UMKM di Kabupaten Kebumen melalui pendaftaran merek. Harapan dengan adanya penyuluhan ini, pelaku UMKM dapat mendaftarkan mereknya ke Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual sehingga memiliki perlindungan hukum. Penyuluhan pendaftaran merek ini dilaksanakan pada September 2020. Hasil pengabdian menyimpulkan bahwa: pertama Pelaku UMKM di wilayah kecamatan Buluspesantren, kabupaten Kebumen belum memliki pengetahuan tentang pentingnya perlindungan hukum produk UMKM melalui pendaftaran Merek. Kedua, Program Pengabdian Masyarakat (PPM) yang dilakukan dengan melakukan sosialisasi / penyuluhan yang berjudul Upaya Peningkatan Kesadaran Hukum Perlindungan Hukum Produk UMKM Melalui Pendaftaran Merek berdasarkan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2016 tentang Merek dan Indikasi Geografis dapat memberikan pengetahuan kepada masyarakat, khususnya pelaku UMKM di wilayah kecamatan Buluspesantren tentang adanya ketentuan hukum dalam perlindungan produk UMKM melalui pendaftaran merek.
Upaya Peningkatan Kesadaran Hukum Perlindungan Produk UMKM di Kabupaten Kebumen Melalui Pendaftaran Merek Septi Indrawati; Budi Setiawan
Surya Abdimas Vol. 4 No. 2 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37729/abdimas.v4i2.574

Abstract

Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) adalah usaha milik perorangan atau badan usaha dimana dalam usahanya pelaku usaha memproduksi suatu produk sendiri. Produk tersebut perlu mendapat perlindungan hukum. Namun, perlindungan produk yang beredar, khusunya mengenai merek masih lemah. Hal ini dapat dilihat dari data jumlah produk UMKM yang mereknya terdaftar di Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) tergolong masih rendah. Padahal merek adalah kekayaan immateriil atau aset ekonomi bagi pelaku usaha. Selain itu, merek yang tidak didaftarkan di Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual juga rentan akan penyalahgunaan oleh pihak lain yang akan berakibat pada kerugian pelaku usaha itu sendiri. Oleh karena itu merek perlu didaftarkan di DJKI supaya mendapat perlindungan hukum. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran hukum perlindungan produk UMKM di Kabupaten Kebumen melalui pendaftaran merek. Harapan dengan adanya penyuluhan ini, pelaku UMKM dapat mendaftarkan mereknya ke Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual sehingga memiliki perlindungan hukum. Penyuluhan pendaftaran merek ini dilaksanakan pada September 2020. Hasil pengabdian menyimpulkan bahwa: pertama Pelaku UMKM di wilayah kecamatan Buluspesantren, kabupaten Kebumen belum memliki pengetahuan tentang pentingnya perlindungan hukum produk UMKM melalui pendaftaran Merek. Kedua, Program Pengabdian Masyarakat (PPM) yang dilakukan dengan melakukan sosialisasi / penyuluhan yang berjudul Upaya Peningkatan Kesadaran Hukum Perlindungan Hukum Produk UMKM Melalui Pendaftaran Merek berdasarkan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2016 tentang Merek dan Indikasi Geografis dapat memberikan pengetahuan kepada masyarakat, khususnya pelaku UMKM di wilayah kecamatan Buluspesantren tentang adanya ketentuan hukum dalam perlindungan produk UMKM melalui pendaftaran merek.
Poverty and Tourism: Strategies and Opportunities in Karimunjawa Island, Central Java Budi Setiawan; R Rijanta; Muhammad Baiquni
Journal of Indonesian Tourism and Development Studies Vol. 5 No. 2 (2017)
Publisher : Program Pascasarjana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This article analyzes the strategies of Pro-Poor Tourism (PPT), i.e. the strategies to increase the benefits for poor people from tourism development. It explained the view that tourism, on a small or large scale, has a positive contribution to increased sources of income, creation of employment opportunities, and community development. However, there are still problems in developing the potentialities of the local labor force to contribute in the tourism sector. The development of tourism in Karimunjawa over the past ten years has undergone good progress, but the poverty rate in Karimunjawa is still fairly high. The problem of poverty is a complex one and is linked to a decrease in the main sources of earnings, i.e. fisheries and agriculture. The underlying concern is the fact that the growth of tourism in Karimunjawa has fostered the growth of resorts, hotels or the service sector owned and run by big investors, vis-à-vis the scant participation of the poor. The dominant types of job that the local community does are as employees or hired workers, and they are rarely involved directly in the planning and development of tourism, thereby restricting the potential role of the poor in the tourism sector in Karimunjawa. This study recommends strategies for the empowerment of the local community to enable them to make a considerable contribution to tourism in Karimunjawa in an endeavor to alleviate poverty and enhance the quality of human resources. One strategy recommended in this article is the adoption of a pro-poor policy through vocational training in tourism for the local community of Karimunjawa.Keywords: Karimunjawa, poverty, Pro-Poor Tourism, tourism, vocational training.
PEMBERDAYAAN KELOMPOK TANI MELALUI TEKNOLOGI FERMENTASI PENGOLAHAN ECENG GONDOK UNTUK PAKAN UNGGAS DI DESA TERSIDILOR KECAMATAN PITURUH KABUPATEN PURWOREJO Zulfanita Zulfanita; Jeki Mediantari Wahyu Wibawanti; Budi Setiawan; Agus Budi Santoso; Uswatun Hasanah; Lyla Shafiya Anindita; Ela Rosita Ariana; Meilania Wisma Puspita; Putri Kartika Widiyaningsih
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 1 (2023): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i1.13686

Abstract

ABSTRAKMakalah ini menyampaikan uraian tentang proses  penumbuhan pengetahuan dan ketrampilan tentang pengolahan eceng gondok  yang difermentasi untuk pakan unggaskepada Kelompok  tani  Maju Bersama yang merupakan satu satunya kelompok tani yang mengelola tanaman pangan dan unggas (ayam dan bebek) di TersidiLor  Kecamatan Pituruh Kabupaten Purworejo. Tujuan pengabdian ini adalah pemberdayaan kelompok tani  dengan memberi pemahaman dan keterampilan kepada masyarakat melalui penyuluhan dan pelatihan, agar memiliki kemampuan untuk mengembangkan potensi yang dimiliki dalam bidang pertanian dan peternakan. Rangkaian kegiatan yang dilakukan sejak Kuliah Kerja Nyata Tematik Universitas Muhammadiyah Purworejo di laksanakan selama 1 bulan yang  terdiri dari (1) orientasi lokasi, (2) persiapan dan perencanaan penyuluhan dan pelatihan , (3) kegiatan pelatihan, (4) pengamatan hasil pelatihan, dan (5) evaluasi terhadap pelatihan. Pengumpulan data dari kajian ini dilakukan dengan metode observasi dan wawancara  terhadap  mitra yaitu anggota  kelompok tani maju bersama berjumlah 15 orang yang menjadi peserta kegiatan. Berdasarkan dari hasil evaluasi dan pembahasan, maka dapat disimpulkan bahwa anggota kelompok tani maju bersama di  desa tersidiLor diKecamatan Pituruh kabupaten Purworejo antusias dan menyadari bahwa eceng gondok dapat dimanfaatkan apabila diberi sentuhan teknologi fermentasi  khususnya untuk pakan ternak unggas seperti ayam dan bebek. Salah satu bagian penting dari kegiatan ini adalah peserta mengetahui bahwa eceng gondok dengan tambahan konsentrat, EM4/tetes tebu yang difermentasi dengan takaran sesuai dapat  menambah  pengetahuan dan ketrampilan dari bidang pertanian dan peternakan.Disisi lain diharapkan bahwa dengan tambahan pakan eceng gondok yang difermentasi menjadi cadangan pakan unggas dan dapat menambah penampilan dan produksi telur pada unggas . Kata kunci : eceng gondok; fermentasi; pakan ungags; kelompok tani. ABSTRACTThis paper provides a description of the process of growing knowledge and skills to the Maju Bersama farmer group, which is the only farmer group that manages food crops and poultry (duck and chicken) in Tersidi Lor, Pituruh District, Purworejo Regency regarding the processing of fermented water hyacinth for poultry feed. The purpose of this service is to empower farmer groups by providing understanding and skills to the community through counseling and training, so that they have the ability to develop their potential in agriculture and animal husbandry. The series of activities carried out since the Purworejo Muhammadiyah University Thematic Real Work Lectures were carried out for 1 month consisting of (1) location orientation, (2) counseling and training preparation and planning, (3) training activities, (4) observation of training results, and (5) evaluation of training. Data collection from this study was carried out using observation and interview methods with partners, namely members of the Advanced Farmer Group, totaling 15 people who were participants in the activity. Based on the results of the evaluation and discussion, it can be concluded that the members of the farmer group in the tertiary village of Lor in the Pituruh District, Purworejo Regency, are enthusiastic and realize that water hyacinth can be used if given a touch of fermentation technology, especially for poultry feed such as chickens and ducks. An important part of this activity is that the participants know that water hyacinth with additional concentrate, fermented EM4/sugar molasses at appropriate doses can increase their knowledge and skills in agriculture and animal husbandry. poultry feed and can increase the appearance and egg production in poultry. Keywords : water hyacinth; fermentation; poultry feed; farmer groups
PEMBERDAYAAN RUMAH TANGGA MISKIN MELALUI WIRAUSAHA PENGOLAHAN LIMBAH PASAR MENJADI PUPUK KASCING DI DESA TEGALSARI, BRUNO, PURWOREJO Budi Setiawan; Didik Widiyantono
Jurnal Abdimas Vol 17, No 1 (2013): June 2013
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/abdimas.v17i1.9789

Abstract

Kemiskinan yang terjadi pada tingkat rumah tangga merupakan masalah kompleks yang harus ditangani secara berkelanjutan. Program pengentasan kemiskinan harus direncanakan dan dilakukan berdasarkan potensi sumber daya yang ada di wilayah setempat. Kegiatan pemberdayaan rumah tangga miskin dalam bidang teknik produksi pupuk organik kascing berbasis kewirausahaan dengan memanfaatkan limbah pasar ini adalah bagian dari strategi pengentasan kemiskinan. Pelaksanaan kegiatan pemberdayaan rumah tangga miskin dibidang produksi pupuk organik kascing berbasis kewirausahaan yang dilaksanakan pada bulan Januari 2012 - May 2012 yang diikuti oleh 30 peserta yang merupakan kepala rumah tangga dari rumah tangga miskin di desa Tegalsari, kecamatan Bruno, Kabupaten Purworejo. Pelatihan ini berisi materi tentang materi konsep dan pengembangan pertanian terpadu, teknik produksi pupuk organik kascing, teknik pengolahan limbah pasar, teknik berwirausaha dan teknik pemasaran.
PENGEMBANGAN DESA WISATA JATIMALANG BERBASIS INDUSTRI KREATIF Zulfanita Zulfanita; Budi Setiawan
Jurnal Abdimas Vol 19, No 1 (2015): June 2015
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/abdimas.v19i1.4695

Abstract

Kawasan Pantai Jatimalang memiliki potensi yang bagus sebagai destinasi wisata untuk wisatawan domestik maupun manca negara.Penelitian dan pengabdian ini akan mengembangkan kawasan wisata pantai Jatimalang menjadi kawasan tujuan wisata yang menarik dan mampu memberdayakan masyarakat sekitar berbasis pengembangan ekonomi kreatif. Penelitian dan pengabdian melalui Kuliah Kerja Nyata Pemberdayaan Pembelajaran Masyarakat (KKNPPM) ini akan menggunakan metode Education for Sustainable Development (EfSD) merupakan salah satu metode pengabdian kepada masyarakat yang berorientasi pada penyelesaian masalah pada lingkungan masyarakat. Metode EfSD menekankan pada 3 pilar yaitu ekonomi, ekologi atau lingkungan dan sosial. Program pengembangan yang akan dilaksanakan secara garis besar meliputi, 1) pelestarian nilai sosial budaya melalui pengembangan kesenian, 2) penumbuhan dan pengembangan ekonomi kreatif melalui pengembangan atraksi dan produk-produk wisata, 3) peningkatan produksi dan pengolahan hasilpertanian, peternakan dan perikanan.Kata kunci: kawasan wisata, ekonomi kreatif, Education for sustainable development.
CLIMATE CHANGE AND LIVELIHOODS: ADAPTATION PRACTICES BY RURAL TOURISM COMMUNITIES IN KARIMUNJAWA ISLAND Setiawan, Budi
JHSS (JOURNAL OF HUMANITIES AND SOCIAL STUDIES) Vol 5, No 3 (2021): JHSS (Journal of Humanities and Social Studies)
Publisher : UNIVERSITAS PAKUAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33751/jhss.v5i3.4048

Abstract

The impacts of climate change have caused the changes in temperature, seasons, rainfall, sea level, storms, floods, drought, and extreme temperatures. Communities that are at the forefront to get the impacts of climate change are coastal and small island communities, one of which is tourism places. Karimunjawa is as one of areas that get the impact of the climate change. However, in a period of seven years, the development of tourism in Karimunjawa village has experienced a large increase as evidenced by the increasing number of foreign and domestic tourists. This paper aims to describe the phenomenon of adaptation and livelihood resilience in tourism-based villages on Karimunjawa Island as a socio-ecological system by applying the adaptive cycle as an exploratory diagnostic, dynamics, and direction tool of change in the socio-ecological system. This research utilizes a qualitative analysis of the livelihood adaptation strategies adopted by the informants. From the result of this study, it can be perceived that strategies to strengthen the resilience of communities, and especially the poor, must be based on a combination of the most effective measurable and increased commitment to the asset base and measures to provide better services. Therefore, local adaptation strategies are aimed at building livelihood resilience are very important because they will greatly affect the ability of communities to face the impacts of climate change. Tourism development policies in rural areas are very effective in building adaptation capacity and livelihood resilience of local communities. Local government institutions, particularly provincial governments, play an important role in fostering an enabling environment for local adaptation.
Peran Optimisme dalam Memediasi Pengaruh Pendidikan Kewirausahaan terhadap Grit pada Mahasiswa yang Mengikuti Program Wirausaha Utami, Dian Ratri; Iftayani, Itsna; Setiawan, Budi
GUIDENA: Jurnal Ilmu Pendidikan, Psikologi, Bimbingan dan Konseling Vol 15, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/gdn.v15i2.12341

Abstract

The low interest of college graduates in entrepreneurship is a challenge in itself. One of the factors that influences student resilience in entrepreneurship is grit, namely perseverance and consistency in achieving long-term goals. The purpose of this study was to determine whether optimism is a mediator of the influence of entrepreneurship education on grit. This study uses a quantitative approach with a mediation analysis design. The subjects of the study were students who participated in the Student Entrepreneurship Development Program (P2MW) at Muhammadiyah and Aisyiyah Colleges (PTMA) in Former Kedu Residency Area in 2022–2024, with a sample size of 68 respondents. The results showed that entrepreneurship education had a direct and significant effect on student grit (p = 0.012). Optimism acts as a partial mediator in the relationship between entrepreneurship education and grit (p = 0.040), which means that optimism strengthens the influence of entrepreneurship education on grit, but is not the only determining factor. This study contributes to university policies in assisting student entrepreneurship development programs.
Smart Farming Project-Based Learning as a Socio-Material Learning Space in Rural Special Education Schools Setiawan, Budi; Desy Fatmaryanti, Siska; Agus Wicaksono, Istiko
Khazanah Sosial Vol. 8 No. 1 (2026): Khazanah Sosial
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/ks.v8i1.53612

Abstract

This study aims to analyze the implementation of smart farming based on Project-Based Learning (PjBL) as a socio-material learning space that mediates student participation, agency, and engagement in special education within rural contexts. The study was conducted at SLB Muhammadiyah Kutoarjo, a special education school (Sekolah Luar Biasa) located in rural Central Java, Indonesia and involved 35 students aged 7–12 years who have intellectual disabilities and autism spectrum disorder, as well as four special education teachers. The study employed a convergent mixed methods design that integrated quantitative and qualitative data at the interpretation stage. The researchers collected quantitative data through structured observations to measure learning engagement, responsibility, communication, collaboration, functional independence, and behavioral-emotional regulation. The researchers collected qualitative data through semi-structured interviews with teachers and several selected students to understand their experiences of participation and the social meaning of the learning activities. The intervention involved a small-scale land management project based on smart farming that utilized simple Internet of Things (IoT) sensors such as soil moisture indicators and an automated irrigation system. The findings show a high level of learning engagement (88.5%), increased student responsibility (80%), communication (85.7%), and collaboration (74.2%). The students also demonstrated an average increase of approximately one-third in practical skill mastery compared to the baseline condition, accompanied by a decrease in disruptive behavior, increased attention, greater task independence, and more positive emotional expressions. Interviews reveal that the students began to position themselves as active participants in the learning activities, while teachers interpreted the practice as a contextual learning environment that strengthened students’ capabilities through direct experience. The study demonstrates that smart farming based on PjBL can function as an inclusive pedagogical practice that strengthens cognitive, social, and emotional learning outcomes in rural special education schools. The main contribution of this study lies in the development of a socio-material learning approach grounded in local contexts that integrates simple technology, physical activity, and social collaboration in inclusive education.