Claim Missing Document
Check
Articles

MUTAGENIC EFFECTS OF SODIUM AZIDE ON THE GERMINATION IN RICE (Oryza sativa L. cv. INPAGO UNSOED 1) Bagus Herwibawa; Florentina Kusmiyati
Jurnal Agroteknologi Vol 7, No 2 (2017): Februari 2017
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/ja.v7i2.2759

Abstract

The available natural diversity highly limits the effort to improve the production of upland-rice with delicious and aromatic flavors. However, the mutagenesis can help improving the natural diversity. The aromatic-upland rice seeds, cv. Inpago Unsoed 1, were soaked in solution of NaN3 with the doses of 0 mM, 1 mM, 2 mM, 3 mM, 4 mM, 5 mM, 6 mM, 7 mM, 8 mM, 9 mM, and 10 mM, in four replications in completely randomized design. The observation included LD50, germination percentage at first-count and final-count. Data were tabulated and analyzed with CurveExpert 1.4 software for LD50, and generalized linear model in the PROC-GLM procedure of SAS 9.1 software. The means were generated and compared through Dunnett option, at probability level of 5%, in order to determine the difference in means between mutated and non-mutated seeds. The results show that the attributes of rice physiology affected by mutagenesis are sensitivity of rice to NaN3 with LD50 at 8.84 mM, and significant effect of NaN3 on the decreasing capacity of seed germination at > 6 mM for first count, and > 7 mM for final count.Keywords: germination, inpago unsoed 1, median lethal dose, rice, sodium azide  
Kontribusi Genomika dalam Penemuan Gen Toleran Salinitas pada Tanaman Padi Bagus Herwibawa; Florentina Kusmiyati
Vegetalika Vol 9, No 4 (2020)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/veg.54889

Abstract

Kendala abiotik seperti salinitas, merupakan tantangan utama yang menjadi pembatas produktivitas tanaman padi. Sifat toleran salinitas sangat kompleks dan melibatkan banyak gen. Oleh sebab itu sangat sulit menyimpulkan bagaimana tanaman padi merespon cekaman salinitas. Artikel ini bertujuan untuk menjelaskan kontribusi genomika dalam penemuan gen toleran salinitas tanaman padi. Saat ini, genomika telah berkontribusi dalam penemuan gen toleran salinitas tanaman padi, khususnya melalui genomika komparatif dan kajian asosiasi lintas genom. Pengembangan pangkalan data genom juga bermanfaat untuk mengidentifikasi famili gen yang berkaitan dengan toleransi salinitas antar spesies berdasarkan homologi dan sintaksis. Gen-gen toleran salinitas yang ditemukan dapat dimanfaatkan melalui silang balik berbantuan penanda, seleksi berbantuan penanda, dan seleksi genomik, namun hingga saat ini gen-gen tersebut belum secara optimal dimanfaatkan. Penggunaan teknik baru, seperti rekayasa genetika dan pengeditan genom juga menjadi metode baru dan cepat untuk menghasilkan tanaman padi toleran salinitas. Meskipun demikian, kedua pendekatan tersebut juga belum banyak memanfaatkan gen-gen toleran salinitas yang telah ditemukan. Tren penelitian pangkalan data berbasis web diperkirakan akan terus meningkat karena murah, relatif mudah, dan mampu menghasilkan data prediktif. Pangkalan data yang akan terus berkembang, tentu harus dapat dimanfaatkan oleh peneliti dan pemulia tanaman di Indonesia.
PENDAMPINGAN PEMANFAATAN PUPUK ORGANIK BIOSLURRY UNTUK RUMAH PANGAN LESTARI DI DESA MONTONGSARI KABUPATEN KENDAL Florentina Kusmiyati; Susilo Budiyanto; Bagus Herwibawa
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 24, No 1 (2018): JANUARI - MARET
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpkm.v24i1.9655

Abstract

AbstrakKetahanan pangan mensyaratkan kondisi tercukupinya pangan bagi seluruh elemen masyarakat, berkualitas, aman, beragam, bergizi, merata, serta mudah dijangkau. Rumah tangga memiliki peran penting sebagai satu diantara banyak faktor pendukung terwujudnya ketahanan pangan nasional, misalnya dengan pembentukan Rumah Pangan Lestari (RPL) yang berwawasan pertanian organik.Selain memiliki nilai ekonomi, kesehatan, dan ekologi, pembentukan RPL juga akan mengoptimalkan pemanfaatan pekarangan dan ruang-ruang sempit di sekitar rumah. Artikel ini merupakan rangkuman dari satu diantara beberapa kegiatan Kuliah Kerja Nyata - Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat(KKN-PPM UNDIP) di desa Montongsari, kabupaten Kendal. Kegiatan ini bertujuan untuk memberdayakan kelompok ibu-ibu rumah tangga yang tidak bekerja, untuk memanfaatkan limbah biogas atau biosurry sebagai pupuk organik dalam budidaya tanaman dengan teknik vertikultur di sekitar rumah. Metode yang digunakan adalah survei, penyuluhan, pelatihan, dan pendampingan pembuatan RPL dengan memanfaatkan bioslurry. Hasil kegiatan ini memberikan dampak positif bagi masyarakat, yaitu mulai timbul kesadaran dan perubahan perilaku masyarakat. Bioslurry yang sebelumnya belum dimanfaatkan, dapat diaplikasikan sebagai pupuk organik. Lahan kosong di sekitar rumah dan sepanjang kiri-kanan jalan yang selama ini tidak dimanfaatkan, mulai dimanfaatkan sebagai kawasan yang menunjang pangan masyarakat. Lingkungan yang dulu terkesan gersang berubah menjadilebih asri. Oleh sebab itu untuk mendukung keberlanjutan RPL, diperlukan keinginan yang serius dan tindakan nyata dari pemerintah dan masyarakat.Kata kunci: Bioslurry, Kelestarian Lingkungan, Organik, Pangan, Rumah Pangan LestariAbstractFood security exist when all people at all times have access to sufficient, safe, and nutritious food. Households have an important role in national food security, by creating the Sustainable Food Reserve Gardens based on organic principles. It has economic, health, and ecological benefits. Sustainable Food Reserve Gardens also will optimize the spaces arround the houses. This article is a summary of one of the Student Community Service - Community Empowerment Learning of Diponegoro University activities in Montongsari village, Kendal Regency. This program aims was to empower the group of housewives to use biogas residue or bioslurry as organic fertilizer in verticulture arround the houses. The methods used were survey, extension, training, and outreach in application of bioslurry organic fertilizer for Sustainable Food Reserve Gardens. This program had positive impact for the community, including the emergence of awarenees and behavior changes of community. Bioslurry can be appliedas organic fertilizer. Spaces arround the houses can provide accessibility of fresh food for community. The village seems to change to become more beautiful. Therefore, to support the Sustainable Food Reserve Gardens, it requires serious commitment and real action of the government and community. Keywords: Bioslurry, Environmental Sustainability, Organic, Food, Sustainable Food Reserve Gardens
Respon tanaman anggrek (Dendrobium sp.) terhadap pemberian paklobutrazol dan jenis naungan yang berbeda Sari Noor Hidayah; Karno Karno; Florentina Kusmiyati
Journal of Agro Complex Vol 3, No 1 (2019): Online
Publisher : Department of Agriculture, Animal and Agricultural Sciences, Diponegoro University, Semara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (215.503 KB) | DOI: 10.14710/joac.3.1.24-31

Abstract

ABSTRAK  Penelitian bertujuan untuk mengkaji jenis naungan yang sesuai dan sasaran pemberian paklobutrazol yang tepat untuk pertumbuhan serta pembungaan anggrek Dendrobium sp. Penelitian menggunakan Pooled Design dengan perlakuan naungan : N1 (naungan 30%), N2 (naungan 50%), N3 (naungan 70%), serta cara pengaplikasian paklobutrazol : P0 (kontrol), P1 (disemprotkan pada akar), P2 (disemprotkan pada daun), P3 (disemprotkan pada akar dan daun), diulang sebanyak 3 kali. Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, diameter batang, klorofil total, dan waktu inisiasi bunga anggrek. Data dianalisis ragam dan uji lanjut dengan BNT pada taraf α = 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa naungan 50% berpengaruh pada tinggi tanaman (26,97 cm) dan diameter batang (1,57 cm), naungan 70% juga berpengaruh terhadap tinggi tanaman anggrek (29,30 cm) dan klorofil total (0,55 mg/g). Paklobutrazol tidak memiliki pengaruh terhadap tinggi tanaman dan diameter batang. Paklobutrazol hanya berpengaruh terhadap kandungan klorofil total. Interaksi antara perlakuan naungan 70% dan pemberian paklobutrazol pada daun, menunjukkan kadar klorofil tertingi sebesar 0,71 mg/g. Faktor pemberian naungan dan paklobutrazol tidak mempengaruhi pembungaan anggrek, tapi inisiasi bunga mulai terlihat di beberapa tanaman. Waktu inisiasi bunga terjadi saat hari ke 71 – 126 setelah perlakuan. Semua inisiasi bunga tidak dapat berkembang menjadi rangkaian bunga. Kata kunci: anggrek, paklobutrazol, naungan, pertumbuhan, pembungaan. ABSTRACT  The research aimed to examine the appropriate shade types and target of paclobutrazol giving for growth and flowering of Dendrobium sp. The research used Pooled Design with shade treatment: N1 (30% shade), N2 (50% shade), N3 (70% shade), treatment of paclobutrazol application: P0 (control), P1 (sprayed on roots), P2 (sprayed on leaf), P3 (sprayed on roots and leaf), replicated three times. Parameters measured were plant height, stem diameter, total chlorophyll, and the initiation time of orchid flowers. Data analyzed with anova and followed by LSD at α = 5%. The results showed that 50% shade affect plant height (26.97 cm) and stem diameter (1.57 cm), the 70% shade also affect plant height (29.30 cm) and total chlorophyll (0.55 mg/g). Paclobutrazol has no effect on plant height and stem diameter. Paclobutrazol only affect the total chlorophyll content. The interaction between the shade treatment of 70% and the application of paclobutrazol in leaves, showed the highest total chlorophyll content of 0.71 mg/g. Shading and paclobutrazol factors do not affect the flowering of orchids, but the flower initiation begins to be seen in some plants. The initiation time of flower occurs at days 71 to 126 after treatment. All flowers initiation didn’t develop into a flower arrangement. Keyword: orchid, shade, paclobutrazol, growth, flowering  
Keragaman warna bunga m1 tanaman aster (Callistephus chinensis) Hasil induksi mutasi iradiasi sinar gamma Yanuar Rizqiani; Florentina Kusmiyati; Syaiful Anwar
Journal of Agro Complex Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Department of Agriculture, Animal and Agricultural Sciences, Diponegoro University, Semara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (579.07 KB) | DOI: 10.14710/joac.2.1.52-58

Abstract

The aims of research was to determine the effect of gamma ray on the flower colour of Daisies. The research design was completely randomized design with five replicates. The irradiation treatment of gamma ray were 0 Gy, 5 Gy, 10 Gy, 15 Gy, 20 Gy. Parameters observed were stalk length, time of flowering, number of flowers, flower diameter, and flower colour. The collected data were analyzed by analysis of variance (ANOVA) and continued by Least Significance Different (LSD) of 5% level. The result showed that irradiation of gamma ray did not affected stalk length, number of flowers, and time of flowering. The gamma ray irradiation had a significant effect on flower diameter. Gamma ray irradiation significantly decreased the diameter of flower. The flower colour at doses 0 Gy (control) was purple. Colour flower was varied from dark purple to pink at irradiation 10 Gy and 15 Gy. Keywords: Callistephus chinensis, mutation, irradiation, colour of flower.
Aplikasi paclobutrazol dan pelapisan lilin lebah terhadap mutu rimpang benih jahe merah (Zingiber officinale var. Rubrum) selama penyimpanan Maulana Azhar Adipraja; Syaiful Anwar; Florentina Kusmiyati
Journal of Agro Complex Vol 3, No 3 (2019): Online
Publisher : Department of Agriculture, Animal and Agricultural Sciences, Diponegoro University, Semara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (163.938 KB) | DOI: 10.14710/joac.3.3.124-131

Abstract

Jahe merupakan tanaman yang bagian rimpangnya memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh aplikasi paclobutrazol dan pelapisan lilin lebah dalam mempertahankan mutu rimpang benih jahe merah selama penyimpanan. Penelitian dilaksanakan pada bulan April – Juli 2018 di Laboratorium Fisiologi dan Pemuliaan Tanaman, Fakultas Peternakan dan Pertanian, Universitas Diponegoro, Semarang. Penelitian ini merupakan percobaan faktorial 4x4 dengan 3 kali ulangan dengan dasar Rancangan Acak Lengkap (RAL). Faktor pertama adalah konsentrasi paclobutrazol dengan 4 taraf, terdiri atas 0, 500, 1000, 1500 ppm. Faktor kedua adalah konsentrasi lilin lebah dengan 4 taraf, terdiri atas 0, 4, 6, dan 8 %. Penyimpanan dilakukan pada kondisi ruang simpan dengan suhu 28-30°C selama tiga bulan. Penyemaian dilakukan selama satu bulan setelah masa penyimpanan. Parameter yang diamati adalah jumlah rimpang bertunas, tinggi tunas, susut bobot rimpang dan kadar air rimpang. Data dianalisis menggunakan analisis ragam dan uji lanjut menggunakan Duncan Multiple Range Test (DMRT). Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan diperoleh hasil bahwa perlakuan paclobutrazol dengan konsentrasi 500 ppm dan perlakuan lilin lebah konsenrasi 4% dapat menghambat tinggi tunas, mempertahankan jumlah rimpang bertunas, susut bobot rimpang dan kadar air rimpang hingga akhir masa simpan.Kata kunci: jahe merah, paclobutrazol, lilin lebah.
Pengaruh pelapisan benih dengan Polyethylene glycol (PEG) dan lama penyimpanan terhadap viabilitas benih tomat ceri (Solanum lycopersicum var. cerasiforme) Velly Dontor Nahampun; Florentina Kusmiyati; Budi Adi Kristanto
Journal of Agro Complex Vol 2, No 3 (2018)
Publisher : Department of Agriculture, Animal and Agricultural Sciences, Diponegoro University, Semara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/joac.2.3.235-243

Abstract

The research aimed to study the effectiveness of polyethylene glycol (PEG) as seed coating to maintain viability of cherry tomato during different storage period. This research was conducted in June to October 2017 at Laboratory of Plant Physiology and Breeding, Faculty of Animal and Agricultural Sciences, Diponegoro University. The research was assigned in completely randomized factorial design with the first factor was the level of PEG (0%, 20%, 40%, and 60%) and the second factor was the storage period (30 days, 60 days, and 90 days). Parameter were percentage of germination seed, seed water content, and dry weight of normal seedling. The data were analyzed using analysis of variance and continued by Duncan Multiple Range Test. The result showed that there was interaction between seed coating and storage period that affected percentage of germination seed, seed water content, and dry weight of normal seedling. Seed coating with PEG 20% and 90 days storage was able to maintain the percentage of germination up to 97.2%, seed water content of 7.39 % and dry weight of normal seedling of 0.66 g. Keywords : Percentage of germination, seed water content, dry weight of normal seedling 
Pelapisan benih melon (Cucumis melo L.) dengan ekstrak kulit jeruk untuk mempertahankan mutu fisiologis benih selama penyimpanan Nurul Anisa; Florentina Kusmiyati; Karno Karno
Journal of Agro Complex Vol 1, No 3 (2017)
Publisher : Department of Agriculture, Animal and Agricultural Sciences, Diponegoro University, Semara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (85.073 KB) | DOI: 10.14710/joac.1.3.111-119

Abstract

The objective of this research was to study the effectiveness of orange peel extract as seed coating to mantain physiological quality of melon seed during 12 weeks storage. This research was conducted in Laboratory of plant physiology and breeding UNDIP, from December 2016 to April 2017. The research was assigned in completely randomized factorial design with the first factor was the storage periode (0, 4, 8 and 12 weeks) and second factor was the seed coating (control, CMC 1,5 %, orange peel extract (0,5 %, 1,0 %, 1,5 %, 2,0 %)). Interaction of storage period and seed coating showed significant affect to seed moisture content, seed germination and dry weight of normal seedling. Seed coating with orange peel extract 1,5 % was able to keep moisture content for 4 weeks, seed germination for 12 weeks and dry weight of normal seedling for 8 weeks. Keyword: melon, orange peel extract, physiological quality, seed storage
Peningkatan kualitas planlet tanaman pisang raja bulu (Musa paradisiaca) dengan penambahan bap dan iaa pada media pengakaran kultur in vitro Rizal Try Nofiyanto; Florentina Kusmiyati; Karno Karno
Journal of Agro Complex Vol 3, No 3 (2019): Online
Publisher : Department of Agriculture, Animal and Agricultural Sciences, Diponegoro University, Semara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (157.282 KB) | DOI: 10.14710/joac.3.3.132-141

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh penambahan BAP dan IAA pada media pengakaran kultur jaringan terhadap pertumbuhan tanaman pisang raja bulu (Musa paradisiaca). Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Kultur Jaringan Kebun Benih Hortikultura Salaman, Magelang pada bulan Juni hingga Agustus 2018. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan 4 (empat) kali ulangan. Faktor pertama adalah hormon BAP dengan konsentrasi masing-masing 0 ; 0,5 ; 1 ; 1,5 ; dan 2 ppm, faktor kedua yaitu hormon IAA dengan konsentrasi 0, 1, 2, 3, dan 4 ppm. Kombinasi perlakuan sebanyak 25 dengan 4 kali ulangan, sehingga terdapat 100 unit percobaan yang setiap unit percobaan terdiri dari 5 planlet pisang raja bulu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh interaksi perlakuan BAP dan IAA terhadap parameter pertumbuhan planlet pisang raja bulu. Kombinasi BAP 1 ppm + IAA 3 ppm memberikan pengaruh terbaik pada jumlah daun dan diameter batang, sedangkan kombinasi BAP 0,5 ppm + IAA 4 ppm memberikan pengaruh terbaik pada jumlah akar dan panjang akar. Kombinasi BAP 1,5 ppm + IAA 4 ppm memberikan pengaruh terbaik pada tinggi planlet. Kesimpulan dari penelitian ini adalah zat pengatur tumbuh BAP 0,5 – 1,5 ppm + IAA 3 – 4 ppm direkomendasikan untuk media pengakaran kultur jaringan pisang raja bulu. Kata kunci: in vitro, BAP, IAA, plantlet, pisang
Karakter Fisiologi dan Pendugaan Heritabilitas Tanaman M1 Bawang Merah (Allium Ascalonicum L.) Hasil Induksi Iradiasi Sinar Gamma Lika Alfariatna; Florentina Kusmiyati; Syaiful Anwar
Journal of Agro Complex Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Department of Agriculture, Animal and Agricultural Sciences, Diponegoro University, Semara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (223.379 KB) | DOI: 10.14710/joac.2.1.19-28

Abstract

ABSTRACTThe aim of the research was to determine the physiological characters, heritability estimation, and information of lethal doses (LD50) of M1 onion plant induced by gamma ray irradiation. The research was arranged in monofactor experimental with Complete Randomized Design (CRD) with 6 treatments and 5 replication, each replication consisted of 5 onion bulbs was irradiated by gamma ray of 0, 3, 6, 9, 12, 15 Gy. Parameters observed: the percentage of germination, chlorophyl content, nitrate reductase activity, heritability estimation and LD50. The data were analyzed by anova and followed by BNT 5% level. The result showed that irradiation significant affected to chlorophyl content and nitrate reductase activity. LD50 of onion is 7,64 Gy. Heritability value range from 52,22 – 80,51%. Keywords : Allium ascalonicum L.,irradiation, LD50, heritability
Co-Authors A'yuni Fatkhi Fajriyati Afni Harfina Afni Harfina Akbar, Sifron Alya Hasna Irbah Septiani Amalia Wulannanda Andariza, Isna Panca Anggih Noor Alamsyah Anto Budiharjo Awang Ghosypea Azka, Millati B. Herwibawa Bagus Herwibawa Bakhtiar, Ikrima Farishani Budi Kristanto Chelsea, Fiorentina Civic Julian Pradewa Deviyanti, Vania Mulya Dharmasika, Intan Dwi Retno Lukiwati Dwi Sulastri Dwitomo, Antonius Bagas Elfira, Yolanda Eny Fuskhah Fauziah, Rosita Husnun Febryan Taufiq Fiona Fajarditta Firda Lailatus Sa’adah Hakim Adil Herwibawa, B. Holyness Nurdin Singadimedja Intan Dharmasika K. Karno Karno Karno Khodijah Wafia Kristanto, Budi Adi Kristanto, Budi Adi Lika Alfariatna Lulu Fatikhatul Maryamah Maulana Azhar Adipraja Muhammad Akhlish Muhammad Akhlishil Ishlah Muhimmatul Ifadah Muhimmatul Ifadah Mumtahanah, Zulfa Naila Nabilatus Sunayya Nabilatus Sunayya Nanik Nurhana Natalia Indah Widyasmara Noor Fitriya Mirta Liana Nurhana, Nanik Nurmila Karimah Nurmufiidah, Rahma Nurul Anisa Nurul Fajriyah Nurul Shintawati Oktaviana Limbong pamungkas, wahyu widi kusuma Prameswari Permata Insani Purbajanti, Endang Purwoko, Agus Putra, Fajrin Pramana R. Djoko Soetrisno Rafaella C. Megananda Rafaella Chandraseta Megananda Rahmatika, Wardah Naila Ramadan, Bimastyaji Surya Riska Devita Aprianti Rizal Try Nofiyanto Roessali, Wiludjeng Rokhimun Tolib Roselyn, Melfina Rulia Ervina Dewi Sari Noor Hidayah Sari, Yunita Mahda Sembiring Depari, Muhammad Mukhlis Sifron Akbar Solichah, Urip Jamiati Sri Sangkawati Sachro Sriyana, Ignatius Sudarman, Adriani Darmawati Suharyani Suharyani Sumarsono Sumarsono Susilo Budiyanto suswati suswati Sutarno Sutarno Syaiful Anwar Velly Dontor Nahampun Widiyarso, Salsabila Mumtaz Widyati Slamet Yafizham, Yafizham Yanuar Rizqiani Zulfaa, Latifah