Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

SENI PERTUNJUKAN CAN-MACANAN KADDHUK: PERGESERAN MAKNA KEARIFAN LOKAL MASYARAKAT JEMBER PADA ERA BERKELANJUTAN Wahyuni, Lilik; Arifin, Nur Hikmah; Setiawati, Eti; Wijayanti, Jamila
Jurnal Pembelajaran Sastra Vol 5 No 02 (2023): Jurnal Pembelajaran Sastra
Publisher : Hiski Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51543/hiskimalang.v5i2.67

Abstract

This research aims to describe the Performing Arts in Jember Regency. Can-Macanan Kaddhuk Performance Art is a performance art that is often performed in the Jember district. This art has experienced a shift in meaning over time. The purpose of this research is to describe the form of Can-Macanan Kaddhuk performance art, describe the existence of Can-Macanan Kaddhuk performance art in the millennial generation, and describe the shift in meaning or value of Can-Macanan Kaddhuk performance art. The method used in this research is descriptive qualitative with an ethnographic approach. The data collection techniques used are observation and interview techniques in the form of primary and secondary data. Primary data in this study, namely, the Can-Macanan Kaddhuk performance art and secondary data used, namely literature review in the form of relevant papers in this study. The results of this study indicate that the art of Can-Macanan Kaddhuk has experienced a shift in meaning caused by several factors, namely factors from within and factors from outside.
Pemberdayaan Kolaboratif dengan WCC Dian Mutiara dan Aktivasi Forum Dharma Wanita Sahabat Kampus dalam Mencegah Kekerasan di Universitas Brawijaya Wahyuni, Lilik; Sukesi, Keppi; Minarti, Sri; Wijayanti, Jamila
Jurnal Gramaswara: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Gramaswara: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Faculty of Cultural Studies, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.gramaswara.2024.004.02.04

Abstract

The aim of this community service activity is to collaborate with WCC DMP to increase the role of the Campus Friends Dharma Wanita Forum as paralegal volunteers, develop empowerment strategies, and provide technical guidance for victims in efforts to prevent various forms of violence on campus. This activity is useful for providing education to the public regarding PPKS so that awareness is formed. Apart from that, students can submit complaints and report to the DWP who have received training regarding PPKS. As for lecturers, the effort to involve DWP in PPKS is a positive synergy between lecturers and partners for PPKS, and partners as practitioners will receive a lot of reinforcement regarding PPKS. The activity design consists of coordinating the service team, preliminary survey (informal approach), activity permit process (formal), location identification, brainstorming, FGD, increasing human resource capacity, and activity reporting. The service achievements that have been obtained are in the form of holding ToT training activities for Dharma WanitaSatu volunteers and providing assistance in the Prevention and Handling of Sexual Violence (PPKS). The service activity was successfully held involving Dharma Wanita PBB, Directorate General of Research and Technology, Association of Indonesian Women/Gender and Children Study Centers (ASWGI), Dharma Wanita PBB, Universitas Brawijaya PPKS Task Force, Center for Gender Studies, and WCC Dian Mutiara. Apart from ToT, the Center for Gender Studies and Dharma Wanita Friends of the Campus also carries out outreach in faculties to convey to new students about the Dharma Wanita Friends of the Campus program.   Keywords: empowerment; prevention; gender-based violence; WCC-DWP-PSG collaboration
PENERAPAN METODE EXPERIENTIAL LEARNING UNTUK MENGOPTIMALKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS Daryani, Sukma Dewi; Wijayanti, Jamila
SASTRANESIA: Jurnal Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 12, No 1 (2024): MARET 2024
Publisher : STKIP PGRI Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32682/sastranesia.v12i1.3570

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan metode experiential learning dalam mengoptimalkan keterampilan berpikir kritis siswa pada materi teks laporan hasil observasi. Selain itu, mendeskripsikan wujud/hasil serta kelebihan dari penerapan metode tersebut. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif pendekatan deskriptif. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X.6. Data penelitian ini diperoleh melalui pengamatan langsung pada proses pembelajaran di kelas. Teknik pengumpulan data penelitian ini menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, display data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan metode ini dapat mengoptimalkan keterampilan berpikir kritis siswa. Hal ini ditunjukkan dari hasil belajar siswa yang mendapatkan nilai 81-100 berjumlah 28 siswa dan yang mendapatkan nilai 61-80 berjumlah 8 siswa. Selain itu, wujud dari keterampilan berpikir kritis siswa dapat dilihat dalam teks laporan hasil observasi yang dituangkan dalam bentuk poster. Siswa mampu menganalisis, mensintesis, memecahkan masalah, menyimpulkan dan mengevaluasi terhadap objek yang diamati. Siswa juga dapat mengambil deskripsi manfaat dari observasinya terhadap pohon pepaya, sampah plastik, kolam ikan, pohon apel dan tanaman anggrek untuk kehidupan sehari-hari.
EKSISTENSI TOKOH UTAMA PEREMPUAN DALAM NOVEL NYI SADIKEM: FEMINISME EKSISTENSIALIS SIMONE DE BEAUVOIR Insiana, Della; Wijayanti, Jamila
JURNAL KONFIKS Vol 13 No 1 (2026): KONFIKS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/rxtpnw19

Abstract

Novel Nyi Sadikem karya Artie Ahmad menampilkan kompleksitas perjalanan hidup tokoh utama perempuan yang tidak terlepas dari pendefinisian oleh kaum patriarki. Melalui pendekatan feminisme eksistensialis Simone de Beauvoir, penelitian ini mengkaji bentuk-bentuk objektifikasi sekaligus subjektivitas perempuan yang hadir dalam novel Nyi Sadikem. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif yang menjadikan peneliti sebagai intrumen kunci. Sumber data yang digunakan yakni novel Nyi Sadikem karya Artie Ahmad yang diterbitkan oleh Marjin Kiri. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik baca dan catat. Data yang dikumpulkan berupa dialog dan narasi. Prosedur penelitian meliputi, pencatatan data, mengidentifikasi dan mengolah data temuan berdasarkan teori feminisme eksistensialis Simone de Beauvoir, serta menarik kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan temuan bentuk-bentuk objektifikasi terhadap tokoh utama perempuan yang meliputi penempatan perempuan sebagai yang lain (the other), subordinasi, diskriminasi, dan stereotip perempuan. Ditemukan juga subjektivitas tokoh utama perempuan sebagai upaya perlawanan terhadap objektifikasi yang membelungunya, adapun bentuk-bentuk subjektivitas tokoh utama perempuan yakni penolakan penempatan perempuan sebagai yang lain (the other), perempuan berintelektual, dan perempuan bekerja. Kata Kunci: feminisme, eksistensialis, perempuan.
Transformasi Digital sebagai Solusi Preventif dalam Menjawab Tantangan Eksistensi Kesenian Bantengan Sumberputih di Era 4.0 Rizal, Maulfi Syaiful; Rohman, Muh. Fatoni; Zakiyah, Millatuz; Wijayanti, Jamila; Ainurohma, Intan; Azzahra, Ayshaputri Raihana; Setyabudi, Fiona Benita; Falianty, Donna Zavira
Jurnal Gramaswara: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2025): Jurnal Gramaswara: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Faculty of Cultural Studies, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.gramaswara.2025.005.03.08

Abstract

Bantengan, as one of the cultural heritages of Sumberputih Village, Wajak District, Malang Regency, faces serious challenges in the digital era due to the declining interest of the younger generation and the lack of documentation and promotion. This study aims to provide preventive solutions through digital transformation programs as part of Community Service activities. The research employed a qualitative method with a limited ethnographic approach, including literature review, observation, and interviews with Bantengan art practitioners. The findings show that digital transformation can be realized through several innovative products, namely the Suarasa Budaya podcast, the Langgam Sumberputih website, the Warisan Budaya Lereng Semeru e-book, and the Denyut Bantengan di Jantung Sumberputih documentary video. These four strategies complement each other in documenting, promoting, and educating the public about the cultural values of Bantengan. Thus, digitalization not only expands its promotion reach to national and international levels but also serves as a medium for empowerment and preservation of local culture to remain relevant and sustainable amid globalization.
Implementasi Gamifikasi Media Pembelajaran Wordwall dalam Pembelajaran Teks Hikayat pada Siswa SMA Sya’ifatul Amna Roudlotul Firdaus; Jamila Wijayanti
ALFABETA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya Vol. 7 No. 2 (2024): ALFABETA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Insan Budi Utomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/alfabeta.v7i2.132

Abstract

Media pembelajaran berbasis digital sangatlah beragam dan dapat menunjang terwujudnya tujuan pembelajaran yang telah dirancang. Wordwall merupakan salah satu website yang dapat dijadikan media pembelajaran yang berbasiskan teknologi yang berisi berbagai macam permainan edukasi yang menyenangkan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif pendekatan deskriptif dengan desain penelitian yang digunakan yaitu studi kasus. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penerapan Gamifikasi Wordwall pada pelajaran bahasa Indonesia materi teks hikayat kelas X SMA Diponegoro Tumpang dan dampak penerapan media pembelajaran Wordwall dalam proses belajar siswa. Berdasarkan hasil observasi dan penyebaran kuesioner yaitu penggunaan media pembelajaran Wordwall dalam pembelajaran dapat meningkatkan semangat, motivasi, minat, dan hasil belajar siswa SMA Diponegoro Tumpang. Motivasi, minat, dan semangat belajar suatu kesatuan yang saling terikat dan berhubungan. Oleh sebab itu, penggunaan media pembelajaran yang bervariatif seperti platform Wordwall dapat digunakan sebagai penunjang untuk mewujudkan tujuan belajar yang baik.
Pengembangan Media Pembelajaran Kartu Kuartet untuk Meningkatkan Pemahaman Kaidah Bahasa dan Sastra Indonesia di SMA Hariyadi, Wilhelmina; Wijayanti, Jamila
ALFABETA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya Vol. 7 No. 2 (2024): ALFABETA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Insan Budi Utomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/alfabeta.v7i2.268

Abstract

Pada penelitian ini, media pembelajaran yang dikembangkan berupa media kartu kuartet bernama KABASASTI: Kaidah Bahasa dan Sastra Indonesia pada pembelajaran kaidah bahasa dan sastra Indonesia yang ditujukan untuk siswa SMA kelas X, XI, dan XII. Tujuan dari penelitian pengembangan ini adalah untuk menciptakan produk media pembelajaran berupa kartu kuartet yang dapat membantu siswa sekolah menengah atas dalam memahami kaidah bahasa dan sastra Indonesia dan menilai kelayakan produk media pembelajaran kartu kuartet pada pembelajaran kaidah bahasa dan sastra Indonesia di SMA. Penelitian pengembangan ini menggunakan model penelitian oleh Plomp dan Elly dengan menggunakan enam tahapan dengan uji validitas yang termasuk di dalamnya untuk mengetahui kelayakan dari media pembelajaran yang dikembangkan. Pada tahapan uji validitas, diperoleh persentase sebesar 91,25% pada aspek kelayakan media kartu kuartet dan 73% pada aspek kelayakan materi dengan beberapa saran dan masukan yang diberikan. Dengan besaran persentase tersebut, media pembelajaran yang dikembangkan masuk dalam kategori layak untuk diujicobakan dalam kegiatan pembelajaran kaidah bahasa dan sastra Indonesia.
Meaning Negotiation and Linguistic Adaptation of Arabic Language Learners on Social Media Very Erawanto; Jamila Wijayanti; Muhammad Farih
Journal of Multidisciplinary Science: MIKAILALSYS Vol 4 No 2 (2026): Journal of Multidisciplinary Science: MIKAILALSYS
Publisher : Darul Yasin Al Sys

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58578/mikailalsys.v4i2.10900

Abstract

The advancement of digital technology has transformed communication practices, particularly through TikTok, which facilitates audio-visual synchronous discourse in contemporary digital interaction. This study aims to analyze patterns of Arabic language errors on TikTok and examine the linguistic dynamics that emerge within the digital communication ecosystem. A qualitative descriptive design with a digital ethnography approach was employed. Data were collected through non-participant observation of synchronous interactions on TikTok. The findings indicate that Arabic language errors, encompassing morphological, syntactic, lexical, and phonetic aspects, do not occur randomly but form systematic patterns influenced by Indonesian as the users’ native language, the demand for rapid digital communication, and the incorporation of dialectal forms through popular culture. The study further reveals that such errors should not be viewed solely as pathological linguistic phenomena but also as forms of linguistic adaptation and collaborative meaning negotiation. In digital spaces, language errors are frequently normalized by user communities as part of identity expression and communicative creativity. This study concludes that Arabic language errors on TikTok reflect the dynamic interaction between language structure, digital culture, and social identity formation. The findings contribute to digital linguistics and Arabic language pedagogy by emphasizing the need for more contextual language instruction and critical digital literacy, enabling users to distinguish between creative linguistic variation and structural language degradation.