Claim Missing Document
Check
Articles

Perburuan dan Perdagangan Biawak Air, Varanus salvator (Laurenti, 1768) di Daerah Bogor Andhika Prima Yudha; Mirza Dikari Kusrini; Evy Arida
Journal of Tropical Ethnobiology 2021: Prosiding Seminar Nasional PMEI V 2020
Publisher : The Ethnobiological Society of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The Water Monitor, Varanus salvator, is mostly caught for its skin and meat in Indonesia. The purpose of the research was to investigate hunting and trade of water monitor in Bogor area, West Java. Data was collected between March and June 2020 which include data of hunters’ characteristics, hunting methods, habitat of hunted water monitors and trade in Bogor. We conducted interviews to 42 hunters and following four groups of hunters during their hunting session. Generally, hunters were students, workers, or laborers, which only hunt during weekend. To capture water monitor, hunter used dogs and air rifles, although some used bare hands. Capture habitats are in river basins, around settlements, shrubs, rice fields and river banks. There is no specialized water monitor collectors for trade as they are not highly sought in the last two years. However, occasionally there is a demand for household consumption, food stalls, and to be used as medicinal ingredients. In addition, there are online sales systems specifically for pets.
PERSEPSI PENGUNJUNG TERHADAP BUAYA MUARA (Crocodylus porosus) DAN FASILITAS PEMELIHARAAN DI PENANGKARAN DAN KEBUN BINATANG Vidya Elza Loriza; Mirza Dikari Kusrini; Resti Meilani
Scripta Biologica Vol 6, No 2 (2019)
Publisher : Fakultas Biologi | Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Estuarine crocodile often considered as dangerous animal due to continual news of human crocodile conflict cases around the world.  This study aimed to analyze the perception of visitors about estuarine crocodile in captivity and facilities in two captive breeding sites. We conducted field observation and structured interview to 120 respondents in two local zoos: the Indonesia Jaya Crocodile Park (TBIJ or crocodile park)  in Bekasi and Ragunan Zoo (TMR or the zoo) in Jakarta. All visitors have low knowledge about estuarine crocodile, which they obtained mostly from mass media. Although most visitors know that estuarine crocodies are protected however in pratice their don’t have enough empathy to captive crocodiles. Visitors to both areas are local who lives near the vicinity of the park or zoo. Crocodile park visitors mostly came from Bekasi with an average number of visits 1 time and 1-hour length of visit. The reason for their visit were the closeness of the location and to learn crocodiles. The zoo visitors mostly came from Jakarta with an average number of visits more than 3 times and 6 hours length of visits. Respondents visited the zoo because of low cost and recreation. Visitors of the zoo provided  positive review for several aspects in the zoo, while visitors in crocodile park gave positive review only on physical condition of crocodiles.
IDENTIFIKASI DAN DISTRIBUSI JENIS LABI-LABI (FAMILI: TRIONYCHIDAE) DI SUMATERA SELATAN Dian Oktaviani; Noviar Andayani; Mirza Dikari Kusrini; Duto Nugroho
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 14, No 2 (2008): (Juni 2008)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (960.563 KB) | DOI: 10.15578/jppi.14.2.2008.145-157

Abstract

Labi-labi (Testudines; Trionychidae) merupakan kelompok kura-kura air tawar. Sumatera Selatan sebagai salah satu daerah yang mempunyai potensi sumber daya ikan yang secara nyata berkontribusi dalam mengeksploitasi labi-labi di Indonesia. Penelitian ini dilakukan secara intensif dan regular pada periode bulan Pebruari 2006 sampai dengan Pebruari 2007 yang berlokasi di Sumatera Selatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi jenis Trionychidae dan menggambarkan distribusi di Sumatera Selatan. Metode yang digunakan adalah survei lapang dan wawancara dengan penampung lokal di Palembang, Sumatera Selatan. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa terdapat 3 jenis Trionychidae yang ada di Sumatera Selatan, yaitu Amyda cartilaginea Boddaert 1770, Dogania subplana Geoffroy 1809, dan Pelochelys cantorii Gray 1864. Jenis yang mendominasi dalam hal jumlah adalah A. cartilaginea (84,28%) serta sekaligus sebagai jenis yang distribusi paling luas. Softshell turtles (Testudines; Trionychidae), known locally as labi-labi is the group of freshwater turtles. As one of the potential area of inland water fishery resources, South Sumatera plays an significant role in terms of their abundance and contribution as well to softshell turtles exploitation in Indonesia. To support the long term management technique for one of the threathened species, a one year intensive and regular observations were made during the period between February 2006 to February 2007. The study was carried out through field measurement survey and interview with the local collectors at Palembang. The aim of the study was to describe the Trionychidae species and its geographical distribution in South Sumatera. The results indicated that there were 3 species of Trionychidae occured at South Sumatera consist of Amyda cartilaginea Boddaert 1770, Dogania subplana Geoffroy 1809, and Pelochelys cantorii Gray 1864. The predominant species in volume was A. cartilaginea (84.28%) and so was its distribution.
KELIMPAHAN, KOMPOSISI, DAN UKURAN KADAL DI BERBAGAI HABITAT BERBEDA PADA EKOTON HUTAN NANTU, PROVINSI GORONTALO Fata Habiburrahman Faz; Mirza Dikari Kusrini; Agus Priyono Kartono
ZOO INDONESIA Vol 28, No 1 (2019): Juli 2019
Publisher : Masyarakat Zoologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52508/zi.v28i1.3955

Abstract

KEANEKARAGAMAN JENIS REPTIL DAN AMFIBI DI KAWASAN LINDUNG SUNGAI LESAN, KALIMANTAN TIMUR Arief Tajalli; Mirza Dikari Kusrini; Rahmat Abdiansyah; Agus Priyono Kartono
ZOO INDONESIA Vol 30, No 2 (2021): Desember 2021
Publisher : Masyarakat Zoologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52508/zi.v30i2.4134

Abstract

Kalimantan merupakan salah satu pulau yang memiliki kekayaan hayati tinggi di Indonesia, namun kebanyakan laporan mengenai kekayaaan jenis reptil dan amfibi berada di dalam kawasan konservasi seperti Taman Nasional. Penelitian mengenai keanekaragaman reptil dan amfibi dilakukan di habitat akuatik dan terestrial dalam kawasan lindung Sungai Lesan di Berau, Kalimantan Timur pada bulan Juli-Agustus 2010. Pengumpulan data reptil dan amfibi dilakukan dengan metode Visual Ecounter Survey (VES) dimodifikasi dengan Time Search dan Line Transect (400 meter). Jumlah keseluruhan reptil dan amfibi yang ditemukan pada lokasi penelitian yaitu 31 reptil dan 31 jenis amfibi. Dari 31 jenis reptil yang diperoleh, terdiri dari dua ordo yaitu squamata dan testudines serta 9 famili dengan 2 jenis yang termasuk dalam kategori rentan (VU: Vulnerable) daftar merah IUCN dan appendix II CITES yaitu kura-kura punggung datar (Notochelys platynota) dan bulus (Amyda cartilaginea). Pada amfibi, diperoleh lima famili dua jenis masuk kategori hampir terancam (NT: Near Threatened) dalam daftar merah IUCN. Keberadaan herpetofauna ini didukung oleh adanya berbagai mikrohabitat karena berkaitan dengan pola aktivitas dan sebaran ekologis. Perlindungan kawasan ini sangat penting mengingat makin meningkatnya desakan perubahan kawasan hutan untuk peruntukan lain.Kata kunci: Herpetofauna, Kalimantan, kekayaan jenis, hutan lindung.
BIOEKOLOGI GAJAH SUMATERA (Elephas maximus sumatranus) PADA KONFLIK GAJAH-MANUSIA DI PROVINSI ACEH Kaniwa Berliani; Hadi S. Alikodra; Burhanuddin Masy'ud; Mirza Dikari Kusrini
Prosiding Seminar Nasional Biotik Vol 5, No 1 (2017): PROSIDING SEMINAR NASIONAL BIOTIK V 2017
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Biotik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (137.705 KB) | DOI: 10.3126/pbio.v5i1.2118

Abstract

Inventarisasi Konflik manusia-gajah yang terjadi umumnya disebabkan karena kerusakan tanaman pertanian/perkebunan petani. Kerusakan pada tanaman mengakibatkan kerugian sosial ekonomi masyarakat dengan nilai kerusakan terlihat bervariasi di setiap daerah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bioekologi gajah sumatera pada saat masuk ke areal pertanian atau perkebunan sehingga memudahkan upaya dan peran serta masyarakat dalam menanggulangi konflik manusia-gajah di Provinsi Aceh. Penelitian ini dilakukan pada lima kecamatan yang sering terjadi konflik manusia-gajah kecamatan di Provinsi Aceh. Pemilihan lokasi penelitian berdasarkan sering terjadinya konflik manusia-gajah di lokasi tersebut yaitu; Kecamatan Cot Girek, Kecamatan Mane, Kecamatan Meureudu, Kecamatan Sampoiniet dan Kecamatan Pante Ceureumen. Penelitian menggunakan cara wawancara dan pengisian kuesioner. Data diperoleh dari masyarakat sebagai subjek utama penelitian, yakni masyarakat yang secara langsung mengalami konflik atau terkena dampak gangguan gajah karena lahan dan tanaman budidayanya dilewati, dimakan dan/atau dirusak gajah, juga kepada tokoh-tokoh adat dan aparat pemerintah daerah di lima wilayah kecamatan konflik. Data yang dikumpulkan meliputi; waktu, jenis kelamin, kelompok sosial, dan jumlah gajah yang datang merusak pemukiman dan tanaman budi daya masyarakat di daerah konflik manusia-gajah. Hasil penelitian di lima kecamatan konflik manusia-gajah diketahui bahwa; gajah yang masuk ke lahan pertanian/perkebunan sering terjadi pada waktu malam hari, berjenis kelamin jantan dan betina, kelompok sosial gajah yang datang beragam komposisi (gajah jantan sendiri (soliter), induk dengan anaknya dan jantan, induk dan anaknya), dengan jumlah individu yang berbeda (1 ekor, 2-10 ekor, 11-20 ekor dan 20 ekor lebih) bersama-sama merusak atau memakan tanaman budidaya.
UPAYA DAN PERAN SERTA MASYARAKAT DALAM MENANGGULANGI KONFLIK MANUSIA-GAJAH (Elephas maximus sumatranus) DI PROVINSI ACEH Kaniwa Berliani; Hadi S. Alikodra; Burhanuddin Masy'ud; Mirza Dikari Kusrini
Prosiding Seminar Nasional Biotik Vol 4, No 1 (2016): PROSIDING SEMINAR NASIONAL BIOTIK IV 2016
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Biotik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (212.871 KB) | DOI: 10.3126/pbio.v4i1.2531

Abstract

Konflik manusia-gajah terjadi karena gajah keluar dari kawasan hutan sebagai habitat utamanya lalu melakukan pergerakan masuk ke areal pertanian, perkebunan dan pemukiman masyarakat yang menimbulkan kerusakan yang berdampak kerugian sosial ekonomi. Untuk mengurangi dampak kerusakan tersebut masyarakat telah melakukan berbagai upaya mitigasi yang berbeda pada setiap daerah. Penelitian tentang upaya dan peran serta masyarakat dalam menanggulangi konflik manusia-gajah di provinsi Aceh telah dilakukan dari bulan Agustus 2013 sampai April 2014. Lokasi ditentukan secara purposive sampling dengan memperhatikan daerah yang terkena dampak konflik manusia-gajah, yaitu di Cot Girek-Aceh Utara, Mane-Pidie, Meureudu-Pidie Jaya, Sampoiniet-Aceh Jaya dan Pantai Ceureumen-Aceh Barat. Pengumpulan data dari 150 responden melihat upaya mitigasi konflik manusia-gajah yang dilakukan masyarakat dan peran serta masyarakat dalam menanggulangi konflik manusia-gajah. Upaya mitigasi yang paling banyak dilakukan masyarakat yaitu menghidupkan petasan atau meriam atau obor pada tiga kecamatan yaitu Kecamatan Sampoinet (80%), Cot Girek (53.33%), Mane (53.33%) dan Meureudu (26.67%). Sedangkan di Pante Ceureumen banyak yang membuat pagar berduri (63.33%) untuk melindungi tanaman komoditi dari kerusakan yang dilakukan gajah. Pembuatan parit dilakukan di Cot Girek (3.33%) dan Pante Ceureumen (3.33%). Upaya menghadapi gajah dengan supranatural juga dilakukan oleh masyarakat Meureudu (20%), Pante Ceureumen (13.33%) dan Mane (3.33%). Peran serta masyarakat yang paling aktif dalam pengusiran gajah yaitu masyarakat di Kecamatan Cotgirek (63.33%), Sampoinet (56.67%) dan Mane (53.33%). Pemilihan intervensi dalam upaya mitigasi konflik seharusnya tidak hanya tergantung pada keefektifannya tetapi juga keberlanjutannya. Hal ini harus mengacu pada suatu upaya mitigasi konflik yang strategis yang memihak kepada kesejahteraan manusia dan manajemen konservasi secara optimal.Untuk membuahkan hasil yang maksimal dari mitigasi konflik manusia-gajah diperlukan dukungan, kerjasama secara terbuka dan peranserta aktif dari masyarakat atau pemukim yang terlibat konflik, pemerintah kabupaten, instansi terkait dan lembaga swadaya masyarakat yang perduli terhadap menanggulangi konflik manusia-gajah.
Okupansi Mamalia Besar Pada Kegiatan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi Bakhtiar Aji; Mirza Dikari Kusrini; Dede Aulia Rahman
Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (Journal of Natural Resources and Environmental Management) Vol 12 No 2 (2022): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL)
Publisher : Graduate School Bogor Agricultural University (SPs IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jpsl.12.2.317-329

Abstract

PLTP merupakan sumber energi terbarukan alternatif untuk mencukupi kebutuhan energi yang meningkat. Potensi sumber energi ini sebagian besar berada di ekosistem hutan & memberikan dampak ekologi. PT Supreme Energi Rantau Dedap (SERD) adalah salah satu pengembang PLTP pada Hutan Lindung Bukit Jambul Gunung Patah, Sumatera Selatan. Untuk tujuan kajian kekayaan spesies mamalia besar dan okupansinya, penelitian ini menggunakan data pemantauan kamera perangkap milik SERD yang dipasang selama tahap eksplorasi dan konstruksi. Data kemudia dianalisa menggunakan pemodelan okupansi single season dengan parameter dampak perubahan habitat (distance), cahaya malam (light), dan perbedaan tipe habitat hutan berdasarkan ketinggian (elevation). Total 13 dari 14 mamalia besar terekam oleh kamera perangkap dan satu melalu laporan pertemuan langsung. Sebagian besar model okupansi terbaik adalah dengan kovariat konstan. Hog badger dan Muntjak merupakan mamalia besar yang konsisten dengan okupansi tinggi antara okupansi naif dan hasil model. Empat spesies mamalia yang tingkat okupansi dipengaruhi dampak kegiatan PLTP yaitu Surili, Babi Hutan, Tapir dan Hog badger. Hasil ini menggambarkan bahwa, pada rentang tahap pengembangan, mamalia besar masih menggunakan habitat di wilayah pengembangan PLTP meskipun beberapa spesies memberikan respons negatif terhadap dampak yang ditimbulkan. Sedangkan pada tahap konstruksi, kekayaan spesies cenderung lebih tinggi namun dengan tingkat deteksi lebih rendah dan tingkat okupansi beragam untuk tiap spesies mamalia besar.
Bycatch of Amboina Box Turtle (Cuora amboinensis) by Fishermen in Rawa Aopa, Southeast Sulawesi Harnum Nurazizah; Mirza Dikari Kusrini; Ani Mardiastuti
Journal of Tropical Biodiversity and Biotechnology Vol 7, No 2 (2022): August
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jtbb.72113

Abstract

Rawa Aopa is a permanent swamp ecosystem that serves as one of the suitable habitats for amboina box turtles (Cuora amboinensis). Some of the area is part of a national park (Rawa Aopa Watumohai National Park) and is designated as a traditional zone for fishing activities, where local fishermen sometimes reported accidental catch C. amboinensis in their fishing gear. The aims of this study were to record the existence of C. amboinensis bycatch, size and age structure of bycatch, characteristic of fishing activity, and to discuss the conservation implication of bycatch.  The number of bycatch was recorded by direct observation of 7 selected fishermen in 14 days. The C. amboinensis caught accidentally were measured and weighed. A total of 38 individuals of C. amboinensis were accidentally caught by fishermen during the study, having a size ranged of 7.4 to 18.5 cm (juveniles, young adults, and old adults; no hatchling), and weighed 248 to 996 g. Based on sex, there was no significant difference between morphological size of male and female, although bycatch for females (59%) tend to be slightly higher than males (41%). Most of fishermen lives in Pewutaa Village and used bubu traps to catch fishes. C. amboinensis are the most common bycatch compared to other species. In order to minimize the impact of bycatch of the C. amboinensis by fishermen, we need to ensure that the turtle that accidentally trapped in the fishermen’s fishing gear would be released unharmedly to their habitat. 
Keberlanjutan Pengelolaan Kawasan Konservasi Penyu di Pantai Kecamatan Paloh, Kalimantan Barat Mohamad Jakaria; Mirza Dikari Kusrini; Mohammad Mukhlis Kamal
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 22, No 5 (2024): September 2024
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.22.5.1209-1223

Abstract

Keberadaan penting penyu dalam menjaga keseimbagan ekosistem laut dan potensi ekowisata pantai peneluran penyu perlu dijamin keberlanjutannya. Penurunan populasi penyu beberapa tahun tarakhir yang di akibatkan oleh kerusakan habitat pantai peneluran akibat abrasi pantai dan gangguan habitat penyu bertelur oleh kegiatan antropogenik telah terjadi di Kawasan Konservasi Penyu di Kecamatan Paloh, Kalimantan Barat. Agar pengelolaan Kawasan Konservasi Penyu di Kecamatan paloh dapat berlangsung secara berkelanjutan, maka perlu mengimplementasikan konsep pembangunan berkelanjutan melalui pelestarian habitat pantai peneluran penyu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis status keberlanjutan pengelolaan Kawasan Konservasi Penyu di Kecamatan Paloh, Kalimantan Barat, dan menganalisis faktor-faktor penting yang mempengaruhi keberlanjutan pengelolaan Kawasan Konservasi Penyu Di Kecamatan Paloh, Kalimantan Barat. Metode analisis yang digunakan ialah Multiaspect Sustainability Analysis (MSA). Hasil yang didapatkan dalam bentuk indeks dan status keberlajutan. Hasil analisis terhadap empat dimensi menunjukan bahwa dimensi usaha konservasi sangat berkelanjutan (95.29), dimensi sosial berkelanjutan (75.17), dimensi ekonomi kurang berkelanjutan (49), dan dimensi hukum dan kelembagaan berkelanjutan (68.67). Terdapat empat atribut/faktor yang perlu segera ditangani dan perlu diintervensi karena berpengaruh sensitif terhadap peninkatan indeks dan status keberlanjutan yaitu fasilitas hatchery, sikap dan perliku masyarakat terhadap pengelolaan konservasi penyu, tingkat pendapatan masyarakat disekitar kawasan konservasi penyu serta penyuluhan oleh balai penyuluh.
Co-Authors Adininggar Ul-Hasanah Agus Priyono Kartono Andayani, Noviar Andhika Prima Yudha Ani Mardiasturi Ani Mardiastuti Anika Putri Aprilianti, Risma Aria Nusantara Arief Tajalli Ariefiandy, Achmad Arzyana Sunkar Bakhtiar Aji Boby Darmawan Burhanuddin Masy'ud Burhanuddin Masy'ud Burhanuddin Masy’ud Burhanuddin Masy’ud Chelvin Cahya Kirnanda Darmawan, Boby DEDE AULIA RAHMAN Dian Oktaviani Dodi Safari Duto Nugroho Dwi Fania Endang Hernawan Erna Suzanna Eterna Firliansyah Evy Arida Fata Habiburrahman Faz Fata Habiburrahman Faz Fauzia, Alienda M Frayoga, Yunus Arif Fredinan Yulianda Guntoro, Joko Hadi S Alikodra Hadi S. Alikodra Hanny Herzegovina Harnum Nurazizah I MADE ARTIKA Ida Ayu Ari Janiawati Ira Khoerunisa Jakaria, Mohamad Kaniwa Berliani Kaniwa Berliani Kaniwa Berliani Kennedi, Umar Fhadli Kristina Nainggolan Larasati, Firda LILIK BUDIPRASETYO Loar, Loise Liberta Luna Raftika Khairunnisa Luthfia Nuraini Rahman Maddock, Simon T Mahmud, Arief Maulida, Risqinanti Mohamad Jakaria Mohammad Ali Ridha Mohammad Mukhlis Kamal Muhamad Kurniawan, Muhamad Muhammad Dailami, Muhammad MUHAMMAD IRFANSYAH LUBIS Muhammad Irfansyah Lubis Nancy Karraker Noor Farikhah Haneda Novi Tri Ayuningrum Nusantara, Muhammad Galih Gurenda Prabowo, Oktavianus Jekki Pranata, I Putu Agus Widi Purwantono Purwantono Rahman, Luthfia Nuraini Rahmat Abdiansyah Ramadhan, Tubagus Muhamad Daffa Ramdani Manurung Ramdani Manurung Resti Meilani Rodrigo Ibrrandi Vazquez Sambas Basuni Sari, Fitri Eka Sawaki, Morgan Wayne Luther Setiawan, Rezky Agust Sigit Purwanto Suci Ninda Utari Tiara, Alma Vidya Elza Loriza Wempy Endarwin Yanto, A Viktor Yeni Aryati Mulyani Yudi Setiawan Yusratul Aini Zainudin