Claim Missing Document
Check
Articles

HUBUNGAN ANTARA DUKUNGAN SOSIAL TEMAN SEBAYA DENGAN EFIKASI DIRI WIRAUSAHA PADA MAHASISWA FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS DIPONEGORO David Hasiholan Sinaga; Erin Ratna Kustanti
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 6, Nomor 1, Tahun 2017 (Januari 2017)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (227.23 KB) | DOI: 10.14710/empati.2017.15133

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan sosial teman sebaya dengan efikasi diri wirausaha pada mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Diponegoro. Dukungan sosial teman sebaya adalah bentuk perhatian, kenyamanan, penghargaan dan bantuan yang diberikan oleh teman sebaya untuk dapat membantu keluar dari permasalahannya, mencapai tujuan dan perubahan pribadi. Efikasi diri wirausaha adalah keyakinan diri seseorang untuk melakukan aktivitas bisnis dengan mengubah barang menjadi suatu produk yang bernilai dengan tujuan mendapatkan keuntungan pribadi. Populasi penelitian sebanyak 575 mahasiswa FISIP UNDIP. Uji coba diberikan kepada 135 mahasiswa FISIP UNDIP dan penelitian dilakukan kepada 141 mahasiswa FISIP UNDIP. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah cluster random sampling. Alat ukur yang digunakan pada penelitian ini menggunakan skala efikasi diri wirausaha (31 aitem, α= .908) dan skala dukungan sosial teman sebaya (36 aitem, α= .896). Metode analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah dengan menggunakan analisis regresi sederhana (anareg). Hasil penelitian ini menunjukan bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara dukungan sosial teman sebaya dengan efikasi diri wirausaha rxy= .466 dengan p= .000 (p< .001). Dukungan sosial teman sebaya memberikan sumbangan efektif sebesar 21.7% terhadap efikasi diri wirausaha.
HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI TERHADAP PERAN AYAH DENGAN INTENSI MEROKOK PADA SISWA SMP FRANSISKUS SEMARANG Hardvon Todo Yosua Hutapea; Erin Ratna Kustanti
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 6, Nomor 1, Tahun 2017 (Januari 2017)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (328.799 KB) | DOI: 10.14710/empati.2017.15230

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara persepsi terhadap peran ayah dengan intensi merokok pada siswa SMP Fransiskus Semarang. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 149 siswa. Sampel yang diambil untuk penelitian sebanyak 105 siswa. Sampel diambil dengan menggunakan teknik cluster random sampling. Alat ukur yang digunakan yaitu Skala Persepsi Terhadap Peran Ayah (103 aitem valid; α = 0,961) dan Intensi Merokok (39 aitem valid; α = 0,954). Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi sederhana. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya hubungan negatif yang signifikan antara persepsi terhadap peran ayah dengan intensi merokok (rxy= -0,636; p < 0,001). Hal ini menunjukkan bahwa semakin positif persepsi terhadap peran ayah, maka semakin rendah intensi merokok yang dimiliki siswa. Sebaliknya, semakin negatif persepsi terhadap peran ayah, maka semakin tinggi intensi merokok yang dimiliki siswa. Persepsi terhadap peran ayah memberikan sumbangan efektif sebesar 40,5% dalam memengaruhi intensi merokok siswa dan 59,5% lainnya dipengaruhi oleh faktor lain.
HUBUNGAN ANTARA KELEKATAN AMAN ORANGTUA-ANAK DENGAN PERILAKU PROSOSIAL PADA SISWA SMP NEGERI 27 SEMARANG Dyah Andharini; Erin Ratna Kustanti
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 9, Nomor 1, Tahun 2020 (Februari 2020)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (456.551 KB) | DOI: 10.14710/empati.2020.26924

Abstract

Perilaku prososial merupakan tindakan positif yang dilakukan individu untuk menolong atau menguntungkan individu atau kelompok individu lain. Orangtua memiliki peran penting dalam membentuk kepribadian dan perilaku anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kelekatan aman orangtua-anak dengan perilaku prososial pada siswa SMPNegeri 27 Semarang. Populasi pada penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 27 Semarang dengan sampel penelitian adalah 162 siswa dengan karakteristik siswa kelas VIII dan tinggal bersama orangtua. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik cluster random sampling. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan Skala Kelekatan Aman Orangtua-anak (24 aitem, α= 0,886) dan Skala Perilaku Prososial (29 aitem, α= 0,870). Analisis data menggunakan regresi sederhana mendapatkan hasil yang menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan antara kelekatan aman orangtua-anak dengan perilaku prososial pada siswa  (rxy = 0,436 dengan p = 0,000). Artinya semakin tinggi kelekatan aman orangtua-anak, maka semakin tinggi perilaku prososialnya. Kelekatan aman orangtua-anak memberikan sumbangan efektif sebesar 19,1% terhadap perilaku prososial pada siswa.
HUBUNGAN ANTARA KECENDERUNGAN KEPRIBADIAN AGREEABLENESS DENGAN WORKPLACE BULLYING Risa Sabira; Erin Ratna Kustanti
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 11, Nomor 3, Tahun 2022 (Juni 2022)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/empati.2022.34471

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kecenderungan kepribadian agreeableness dengan workplace bullying pada perawat unit khusus Rumah Sakit X Semarang. Workplace bullying merupakan tindakan melecehkan, menyinggung, atau mengucilkan satu atau lebih rekan kerja, menimbulkan tekanan dan ketidaknyamanan dalam lingkungan kerja, dan dapat mengganggu performa kinerja seseorang yang terjadi karena adanya kekuatan tidak seimbang antara pelaku dan korban. Kepribadian agreeableness merupakan pola unik individu yang menyenangkan, sopan, rendah hati, memiliki sifat sukarela untuk membantu rekan kerja tanpa pamrih, dan memiliki kecenderungan untuk bekerja sama dibandingkan berkompetisi. Populasi dalam penelitian ini sejumlah 128 perawat unit khusus Rumah Sakit X Semarang dengan sampel sebanyak 88 orang. Pemilihan subjek dilakukan dengan menggunakan simple random sampling. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah Skala Kepribadian Agreeableness (41 aitem, α = 0,933) dan Skala Workplace Bullying (20 aitem, α = 0,841). Analisis Spearman’s Rho menunjukkan adanya hubungan negatif yang signifikan antara kepribadian agreeableness dengan workplace bullying perawat (rxy = -0,693 dan p =0,000). Hal tersebut menunjukkan semakin tinggi kepribadian agreeableness maka akan semakin rendah workplace bullying. Sebaliknya semakin rendah kepribadian agreeableness, maka semakin tinggi workplace bullying.  
HUBUNGAN ANTARA EMPATI DENGAN ADIKSI SMARTPHONE PADA MAHASISWA FAKULTAS ILMU BUDAYA DAN FAKULTAS SAINS DAN MATEMATIKA UNIVERSITAS DIPONEGORO SEMARANG Dian Asa Pinasti; Erin Ratna Kustanti
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 6, Nomor 3, Tahun 2017 (Juli 2017)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (215.991 KB) | DOI: 10.14710/empati.2017.19747

Abstract

Adiksi smartphone adalah ketergantungan individu dalam menggunakan smartphone secara berulang dan berlebihan tanpa menghiraukan akibat negatif yang ditimbulkan. Individu dapat mengalami adiksi smartphone salah satunya dikarenakan memiliki keterampilan sosial yang rendah. Salah satu bentuk keterampilan sosial yang penting dalam kehidupan individu adalah empati.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara empati dengan adiksi smartphone pada mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya dan Fakultas Sains dan Matematika Universitas Diponegoro Semarang. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya dan Fakultas Sains dan Matematika Universitas Diponegoro Semarang. Sampel penelitian berjumlah 309 mahasiswa. Teknik sampling yang digunakan adalah teknik stratified accidental sampling. Alat pengumpul data yang digunakan yaitu Skala Empati (29 aitem valid, α = 0,877) dan Skala Adiksi Smartphone (26 aitem valid, α = 0,881). Analisis data menggunakan analisis regresi sederhana. Hasil analisis data menunjukkan terdapat hubungan negatif dan signifikan antara empati dengan adiksi smartphone (r= -0,118; p = 0,038). Hasil tersebut menunjukkan semakin tinggi empati maka semakin rendah adiksi smartphone dan semakin rendah empati maka semakin tinggi adiksi smartphone. Sumbangan efektif empati terhadap adiksi smartphone sebesar 1,4% dan sisanya sebesar 98,6% dijelaskan oleh faktor lain.
HUBUNGAN ANTARA KELEKATAN AMAN DENGAN EFIKASI DIRI PENGAMBILAN KEPUTUSAN KARIER PADA SISWA KELAS XII SMA KESATRIAN 2 SEMARANG Anisa Ayundawati Prasetyo Ayundawati Prasetyo; Erin Ratna Kustanti
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 11, Nomor 3, Tahun 2022 (Juni 2022)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/empati.2022.34466

Abstract

Siswa kelas XII sebagai remaja akhir memiliki tugas perkembangan untuk membuat keputusan karier yang terdiri atas memilih dan mempersiapkan diri untuk menjalankan suatu pekerjaan. Efikasi diri pengambilan keputusan karier diartikan sebagai keyakinan individu untuk dapat secara sukses menyelesaikan tugas-tugas yang dibutuhkan untuk membuat pengambilan keputusan dalam karier. Kelekatan aman didefinisikan sebagai keterikatan yang kuat secara emosional antara individu dengan orangtua, yang berakar pada rasa percaya, memiliki karakteristik self-esteem yang tinggi yang berlangsung sejak awal perkembangan hingga dewasa dan bertahan lama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kelekatan aman dengan efikasi diri pengambilan keputusan karier pada siswa kelas XII SMA Kesatrian 2 Semarang. Populasi pada penelitian ini adalah siswa kelas XII SMA Kesatrian 2 Semarang. Sampel pada penelitian ini berjumlah 159 siswa yang diperoleh dengan menggunakan teknik purposive sampling. Alat ukur menggunakan skala Kelekatan Aman (40 aitem, α = 0,964) dan Skala Efikasi Diri Pengambilan Keputusan Karier (35 aitem, α = 0,943). Hasil analisis data menggunakan analisis regresi sederhana menunjukan koefisien korelasi sebesar 0,590 dengan tingkat signifikansi 0,000 (p < 0,05), artinya terdapat hubungan positif antara kelekatan aman dengan efikasi diri pengambilan keputusan karier. Sumbangan efektif kelekatan aman sebesar 34,8% terhadap efikasi diri pengambilan keputusan karier.   
HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI TERHADAP KETERLIBATAN AYAH DALAM PENGASUHAN DENGAN INTENSI PERILAKU SEKSUAL PRANIKAH PADA REMAJA Wulan Handayani; Erin Ratna Kustanti
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 7, Nomor 1, Tahun 2018 (Januari 2018)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (458.66 KB) | DOI: 10.14710/empati.2018.20185

Abstract

Intensi perilaku seksual pranikah remaja adalah kecenderungan remaja untuk melakukan tindakan yang didorong oleh hasrat seksual sebelum adanya hubungan resmi sebagai suami dan istri. Ayah memiliki peran penting terhadap perilaku remaja. Salah satunya adalah perilaku seksual pranikah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara persepsi terhadap keterlibatan ayah dalam pengasuhan dengan intensi perilaku seksual pranikah. Populasi pada penelitian ini adalah siswa SMA Mardisiswa Semarang. Populasi penelitian berjumlah 337 siswa, dengan subjek penelitian sebanyak 177 siswa. Sampel diambil dengan menggunakan teknik cluster random sampling. Alat ukur yang digunakan yaitu Skala Persepsi terhadap Keterlibatan Ayah dalam Pengasuhan (20 aitem, α = 0,902) dan Skala Intensi Perilaku Seksual Pranikah (43 aitem, α = 0,973). Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis regresi sederhana. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada hubungan negatif antara persepsi terhadap keterlibatan ayah dalam pengasuhan dengan intensi perilaku seksual pranikah ( = -0,315; p = 0,000, p < 0,05). Hal tersebut menunjukkan bahwa semakin positif persepsi terhadap keterlibatan ayah dalam pengasuhan maka semakin rendah intensi perilaku seksual pranikah yang dimiliki subjek. Sebaliknya, semakin negatif persepsi terhadap keterlibatan ayah dalam pengasuhan, maka semakin tinggi intensi perilaku seksual pranikah yang dimiliki siswa. Persepsi terhadap keterlibatan ayah dalam pengasuhan memberikan sumbangan efektif terhadap intensi perilaku seksual pranikah sebesar 10% dan 90% lainnya dijelaskan oleh faktor lain.  
PERSEPSI KETERLIBATAN AYAH DALAM PENGASUHAN DAN KECERDASAN EMOSIONAL PADA REMAJA PUTRI: STUDI KORELASI PADA SISWI SMP ISLAM AL AZHAR 14 SEMARANG Savronita Intan Dzunnuroin; Erin Ratna Kustanti
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 9, Nomor 3, Tahun 2020 (Juni 2020)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/empati.2020.28344

Abstract

Kecerdasan emosional adalah kemampuan yang dimiliki individu untuk sadar akan emosi dan perasaan yang dimiliki, mengerti apa yang dirasakan orang lain, memiliki kemampuan dalam mengendalikan emosi, serta menggunakan perasaan dalam berfikir dan berperilaku. Persepsi keterlibatan ayah dalam pengasuhan adalah proses bagaimana anak menganalisis, menginterpretasikan dan merasakan keikutsertaan ayah dalam aktivitasnya, seperti berinteraksi dengan anak secara langsung, menghadirkan kehangatan pada anak, mengontrol dan memantau aktivitas anak, serta bagaimana tanggungjawab ayah untuk memenuhi keperluan anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara persepsi keterlibatan ayah dalam pengasuhan dengan kecerdasan emosional pada remaja putri di SMP Islam Al Azhar 14 Semarang. Subjek dalam penelitian ini adalah siswi perempuan SMP Islam Al Azhar 14 Semarang sebanyak 118 siswi. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Alat ukur yang digunakan adalah Skala Persepsi Keterlibatan Ayah dalam Pengasuhan (36 aitem valid; α=0,930) dan Skala Kecerdasan Emosional (40 aitem valid; α=0,929). Hasil uji hipotesis spearman rank diperoleh koefisien korelasi (rs= 0,549) dengan p= 0,000 (p=<0,05). Artinya terdapat hubungan positif signifikan antara variabel persepsi keterlibatan ayah dalam pengasuhan dengan variabel kecerdasan emosional pada remaja putri. Jika persepsi keterlibatan ayah dalam pengasuhan positif maka kecerdasan emosional yang dimiliki siswi tinggi, sebaliknya jika persepsi keterlibatan ayah dalam pengasuhan negatif maka kecerdasan emosional yang dimiliki siswi rendah.
HUBUNGAN ANTARA KONFORMITAS DENGAN PROKRASTINASI AKADEMIK PADA MAHASISWA Rindita Ratu Cinthia; Erin Ratna Kustanti
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 6, Nomor 2, Tahun 2017 (April 2017)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/empati.2017.19727

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara konformitas dengan prokrastinasi akademik pada mahasiswa. Prokrastinasi akademik merupakan jenis penundaan yang dilakukan pada tugas-tugas formal yang berhubungan dengan jenis tugas akademik atau  kinerja akademik. Kuatnya pengaruh teman kelompok merupakan bentuk dari konformitas dan merupakan salah satu faktor yang diduga menyebabkan mahasiswa melakukan prokrastinasi akademik. Populasi pada penelitian ini berjumlah 265 orang dan sampel penelitian 160 orang. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan teknik cluster random sampling. Alat ukur yang digunakan adalah skala konformitas (22 aitem, α = .904) dan skala prokrastinasi akademik (22 aitem, α = .902). Teknik analisis data menggunakan analisis regresi sederhana. Hasil analisis regresi menunjukkan terdapat hubungan positif dan signifikan antara konformitas dengan prokrastinasi akademik pada mahasiswa (r=.431; ρ = .000). Hasil analisis ini menunjukkan bahwa semakin tinggi konformitas yang dimiliki mahasiswa maka semakin tinggi prokrastinasi akademik pada mahasiswa, sebaliknya semakin rendah konformitas yang dimiliki mahasiswa maka semakin rendah pula prokrastinasi akademik pada mahasiswa. Konformitas memberikan sumbangan efektif sebesar 18.6% pada prokrastinasi akademik.
HUBUNGAN ANTARA PEMAAFAN DENGAN KESEJAHTERAAN PSIKOLOGIS PADA KORBAN PERUNDUNGAN Vita Ratna Juwita; Erin Ratna Kustanti
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 7, Nomor 1, Tahun 2018 (Januari 2018)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (435.548 KB) | DOI: 10.14710/empati.2018.20196

Abstract

Perundungan di sekolah semakin meningkat dari tahun ke tahun. Salah satu dampak negatif dari perundungan yaitu korban mengalami kesejahteraan psikologis yang rendah. Coping strategy untuk menangani dampak tersebut salah satunya yaitu pemaafan. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui hubungan antara pemaafan dengan kesejahteraan psikologis pada korban perundungan di SMA Swasta Kecamatan Kota Kendal. Populasi penelitian ini adalah siswa yang pernah mengalami perundungan di SMA Swasta Kecamatan Kota Kendal. Populasi berjumlah 117 siswa, dan sampel penelitian berjumlah 60 siswa. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan teknik proportionate cluster random sampling. Alat ukur menggunakan skala kesejahteraan psikologis (35 aitem, α= 0,879) dan skala pemaafan (26 aitem, α=0,874). Teknik analisis data menggunakan analisis regresi sederhana. Hasil analisis statistika menunjukkan nilai rxy= 0,469; ρ= 0,000 (ρ < 0,05). Hasil analisis data menjelaskan bahwa ada hubungan positif antara pemaafan dengan kesejahteraan psikologis. Semakin tinggi pemaafan maka semakin tinggi kesejahteraan psikologis. Sebaliknya, semakin rendah pemaafan maka semakin rendah kesejahteraan psikologis. Sumbangan efektif pemaafan terhadap kesejahteraan psikologis sebesar 22% dan sebesar 78% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diungkap dalam penelitian ini. 
Co-Authors Alfiyani Rahmawati Anggun Resdasari Prasetyo Anisa Ayundawati Prasetyo Ayundawati Prasetyo Asmaul Khafifatun Nadlyfah Astrid Oktaria Audra Siregar Crescenzo, Pietro David Hasiholan Sinaga Desmonda Fara Wibasari Detania Hananti Putri Dezvaya Renjana Dhiya Athaya Purwanti Dian Asa Pinasti Dian Ratna Sawitri Dian Veronika Sakti Kaloeti Diana Aulia Dina Nurhindazah Dina Rahayuning Pangestuti, Dina Dyah Andharini Eka Purna Yudha Ellda Salwa Firdauz Etika Ratna Noer Febby Farelin Fitriyanti, Addina Rizky Frieda N. R. Hidayati Ganesha Aisyah Karaben Genti Aulia Syafira, Genti Aulia Hani Laeli Asyrofah Hardvon Todo Yosua Hutapea Harlina Nurtjahjanti Hendra Imanto Hilma Mulyana Hizma Rufaida ika febrian kristiana Ika Zenita Ratnaningsih Inda Puspitaningrum, Inda Intan Wientya Risana Isnaeni Anggun Sari Jauharotun Nikmah Josua Ferdinan Pakpahan Lailatul Maghfiroh MARTHA ARDIARIA Maya Astriliana Meitty Diah Puspitasari Mutia Hanifa Ramadhani Nailul Fauziah Niken Fatimah Nurhayati Novi Qonitatin NUGRAHA, PRASETYO Pradana, Adi Prasetyo Pradipta Pradipta Rahmawati, Alfiyani Rayhanatul Fitri Resa Ana Dina Ria Purnawian Sulistiani Ria Purnawian Sulistiani, Ria Purnawian Rindita Ratu Cinthia Risa Sabira Ryan Mardiyan Sabilla Fairuz Zahra Salma Salma Savronita Intan Dzunnuroin Shafrilla Anggraini firdaus Suryanto Suryanto Talitha Lintang Pertiwi Valentina Diyan Puspita Viana Ayu Laksmi, Viana Ayu Vita Ratna Juwita Wanna Pemuda, Wanna Wulan Handayani Yosef Aga Christian zulfatul Maula Zuli Setyawati