Claim Missing Document
Check
Articles

HUBUNGAN ANTARA REGULASI EMOSI DENGAN PERILAKU PROSOSIAL GURU DI SLB NEGERI SEMARANG Ganesha Aisyah Karaben; Erin Ratna Kustanti
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 9, Nomor 4, Tahun 2020 (Agustus 2020)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/empati.2020.28953

Abstract

Tuntutan kerja dan tanggungjawab yang berat pada guru sekolah luar biasa menyebabkan perilaku prososial guru menjadi rendah karena guru merasa stress dan tertekan. Perilaku prososial merujuk pada tindakan sukarela yang bertujuan untuk menolong atau memberikan keuntungan kepada seseorang ataupun kelompok, karena benar-benar bersimpati dengan orang yang ditolong. Perilaku prososial dipengaruhi oleh mood atau suasana hati, yang mana untuk mengelola suasana hati dibutuhkan strategi regulasi emosi. Regulasi emosi adalah kemampuan untuk mengelola emosi yang berguna untuk memantau, menilai, dan mengubah respons dari emosi yang dialami untuk tujuan tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara regulasi emosi dengan perilaku prososial guru di SLB Negeri Semarang. Populasi penelitian ini yaitu guru di SLB Negeri Semarang dengan jumlah sampel penelitian 50 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling. Pengumpulan data menggunakan Skala Regulasi Emosi (26 aitem valid, α = 0,934) dan Skala Perilaku Prososial (35 aitem valid, α = 0,947). Hasil analisis non parametrik Spearman Rho menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara regulasi emosi dengan perilaku prososial dengan koefisien korelasi antar variabel sebesar 0,814, nilai signifikansi = 0,000 (p < 0,5). Semakin tinggi regulasi emosi maka semakin baik perilaku prososialnya dan semakin rendah regulasi emosi maka semakin rendah pula perilaku prososialnya. 
HUBUNGAN ANTARA KONFORMITAS TEMAN SEBAYA DENGAN BULLYING TERHADAP GURU Detania Hananti Putri; Erin Ratna Kustanti
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 12, Nomor 3, Tahun 2023 (Juni 2023)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/empati.2023.28332

Abstract

 Siswa Sekolah Menengan Atas (SMA) adalah individu yang berada pada tahap perkembangan remaja. Masa remaja merupakan fase pencarian jati diri sehingga remaja banyak melakukan interaksi dengan lingkungan sosialnya, salah satunya adalah sekolah. Di sekolah, siswa berinteraksi dengan teman-temannya sehingga muncul perilaku konformitas. Konformitas yang negatif dapat memicu siswa untuk melakukan bullying. Saat ini bullying tidak hanya terjadi kepada siswa tetapi bullying juga terjadi pada guru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara konformitas teman sebaya dengan bullying terhadap guru. Populasi pada penelitian ini merupakan siswa kelas XI di SMA Pusaka 1 Jakarta sebanyak 181 siswa. Sampel pada penelitian ini berjumlah 125 siswa yang diperoleh dengan teknik convenience sampling. Alat ukur yang digunakan menggunakan Skala Konformitas (21 aitem, α = 0,848) dan Skala Bullying (30 aitem α = 0,887). Analisis regresi sederhana menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan antara konformitas teman sebaya dengan bullying terhadap guru. Hasil analisis regresi sederhana menunjukkan nilai koefisien korelasi sebesar rxy = 0,303 dengan p = 0,000 (p<0,05). Konformitas teman sebaya memberikan sumbangan efektif sebesar 14,6% terhadap variabel bullying terhadap guru sementara sebanyak 85,4% dipengaruhi oleh faktor lain. 
HUBUNGAN ANTARA KEBUTUHAN AFILIASI DENGAN PENGUNGKAPAN DIRI MELALUI MEDIA SOSIAL PADA MAHASISWA ANGAKATAN 2019 FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS DIPONEGORO Sabilla Fairuz Zahra; Erin Ratna Kustanti
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 12, Nomor 2, Tahun 2023 (April 2023)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/empati.2023.28671

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kebutuhan afiliasi dengan pengungkapan diri melalui media sosial pada mahasiswa. Pengungkapan diri melalui media sosial merupakan proses membagikan informasi dan perasaan mengenai diri pribadi kepada orang lain yang dilakukan secara online melalui platform online yang efektif untuk memudahkan penggunaan interaksi pada para pengguna lainnya. Kebutuhan afiliasi merupakan kebutuhan untuk membangun, menjalin hubungan serta mempertahankan relasi interpersonal dengan orang lain. Populasi pada penelitian ini merupakan mahasiswa angkatan 2019 Fakultas Psikologi Universitas Diponegoro sebanyak 320 mahasiswa, dengan sampel penelitian sebanyak 170 mahasiswa. Teknik penelitian tersebut diambil dengan menggunakan teknik cluster random sampling. Alat ukur yang digunakan adalah Skala Kebutuhan Afiliasi (25 aitem; α = 0,888) dan Skala Pengungkapan Diri melalui Media Sosial (28 aitem; α = 0,917). Analisis regresi sederhana menunjukan nilai rxy = 0,333 dengan  p = 0,000 (p<0,05). Hasil penelitian menunjukan adanya hubungan positif antara kebutuhan afiliasi dengan pengungkapan diri melalui media sosial pada mahasiswa angkatan 2019 Fakultas Psikologi Universitas Diponegoro. Kebutuhan afiliasi mempengaruhi sebesar 11,1% terhadap pengungkapan diri melalui media sosial dan sebesar 88,9% dipengaruhi oleh faktor lain.
HUBUNGAN ANTARA KESEPIAN DENGAN KECEMASAN JAUH DARI SMARTPHONE PADA SISWA KELAS XI SMAN 1 TEGAL Ellda Salwa Firdauz; Erin Ratna Kustanti
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 12, Nomor 4, Tahun 2023 (Agustus 2023)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/empati.2023.28338

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kesepian dengan kecemasan jauh dari smartphone pada siswa kelas XI di SMA Negeri 1 Tegal. Kecemasan jauh dari smartphone adalah perasaan tidak menyenangkan dan kekhawatiran yang ditandai dengan munculnya respon negatif dari aspek kognitif, afektif, perilaku, dan fisiologis ketika berjauhan atau tidak terhubung dengan smartphone. Kesepian merupakan perasaan yang tidak menyenangkan yang dialami oleh individu karena minimnya hubungan sosial yang ada serta tidak tercapainya harapan untuk memiliki hubungan yang akrab dan bermakna dengan orang lain. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 336 orang siswa kelas XI SMA Negeri 1 Tegal, dengan sampel sebanyak 178 orang siswa yang diambil melalui teknik cluster random sampling. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah Skala Kesepian (49 aitem, α = 0,958) dan Skala Kecemasan Jauh dari Smartphone (51 aitem, α = 0,949). Analisis data dilakukan dengan analisis Spearman’s Rho menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara kesepian dengan kecemasan jauh dari smartphone pada siswa kelas XI SMA Negeri 1 Tegal (rxy = 0,392 dan p = 0,000). Hubungan yang positif memiliki makna bahwa semakin tinggi kesepian maka semakin tinggi pula kecemasan jauh dari smartphone. 
HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI TERHADAP PERAN AYAH DENGAN PENGUNGKAPAN DIRI PADA MAHASISWA TINGKAT I Hilma Mulyana; Erin Ratna Kustanti
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 7, Nomor 1, Tahun 2018 (Januari 2018)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (332.953 KB) | DOI: 10.14710/empati.2018.20147

Abstract

Pengungkapan diri mengacu pada pengungkapan informasi secara sadar, mengenai sesuatu yang sebelumnya tidak diketahui oleh penerima atau pendengar sehingga informasi yang disampaikan menjadi sebuah pengetahuan baru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara persepsi terhadap peran ayah dengan pengungkapan diri pada mahasiswa tingkat I di Fakultas Psikologi Universitas Diponegoro Semarang. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik simple random sampling. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 220 mahasiswa dan didapatkan sampel sebanyak 135 mahasiswa untuk subjek penelitian. Metode penggalian data dengan menggunakan dua skala psikologi. Skala Pengungkapan diri dengan 14 aitem valid (α = 0,716) dan Skala Persepsi Terhadap Peran Ayah dengan 26 aitem valid (α = 0,920). Analisis data menggunakan regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan koefisien korelasi sebesar 0,321 dengan p = 0,000 (p<0,05) yang berarti ada hubungan positif antara persepsi terhadap peran ayah dengan pengungkapan diri, semakin tinggi persepsi peran ayah maka semakin tinggi pengungkapan diri mahasiswa, demikian pula sebaliknya semakin rendah persepsi terhadap peran ayah maka semakin rendah pengungkapan diri. Sumbangan efektif persepsi terhadap peran ayah terhadap pengungkapan diri pada mahasiswa sebesar 10,3% dan sisanya sebesar 89,7% dijelaskan oleh faktor-faktor lain. 
PENGALAMAN SEBAGAI PASIEN DENGAN GANGGUAN BIPOLAR TIPE I (SEBUAH INTERPRETATIVE PHENOMENOLOGICAL ANALYSIS) Maya Astriliana; Erin Ratna Kustanti
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 13, Nomor 1, Tahun 2024 (Februari 2024)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/empati.2024.27722

Abstract

Gangguan bipolar tipe I merupakan gangguan psikologis yang memengaruhi suasana hati (mood) dengan ciri khas dua kutub mood yang berbeda, manik dan depresi mayor. Bipolar diiringi dengan sejumlah gejala yang dapat memengaruhi kehidupan penderitanya dan secara umum lebih mengarah kepada timbulnya dampak negatif. Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami pengalaman penderita gangguan bipolar tipe I. Penelitian ini melibatkan dua orang subjek yang dipilih menggunakan metode purposive sampling dengan kriteria berusia 18-25 tahun, menjalani terapi medikasi selama minimal satu tahun, dan bersedia menjadi subjek penelitian yang dibuktikan dengan pengisian informed consent. Pengumpulan data menggunakan teknik in-depth interview dan analisis dengan metode Interpretative Phenomenological Analysis (IPA). Terdapat tiga tema induk yang ditemukan dalam penelitian ini, yaitu: (1) pengalaman sebelum diagnosis; (2) pengalaman menjalani kekambuhan; dan (3) pengalaman berdamai dengan kondisi bipolar. Dari penelitian ini ditemukan bahwa meskipun gangguan bipolar lebih mengarah kepada suatu kondisi yang berdampak negatif, dukungan dari significant others, terapi medikasi, dan strategi coping tertentu dapat digunakan dalam menghadapi gejala-gejala yang muncul. Pasien bipolar pun dapat mempelajari hal-hal yang membuat dirinya mampu berfungsi secara penuh, senantiasa bersyukur dan berusaha menerima kondisi yang dimiliki, serta memiliki harapan atau cita-cita untuk masa yang akan datang.
HUBUNGAN ANTARA PSYCHOLOGICAL WELL-BEING DENGAN KEMATANGAN KARIER PADA REMAJA SANTRI DI PONDOK PESANTREN DARUT TAQWA SEMARANG Hani Laeli Asyrofah; Erin Ratna Kustanti
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 12, Nomor 1, Tahun 2023 (Februari 2023)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/empati.2023.27471

Abstract

 Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara psychological well-being dengan kematangan karier pada remaja santri di Pondok Pesantren Darut Taqwa Semarang. Psychological well-being merupakan kondisi individu yang mampu berfungsi secara positif dan optimal yang memiliki ciri yaitu penerimaan diri, otonomi, hubungan positif dengan orang lain, menguasai lingkungan, memiliki tujuan hidup dan pengembangan diri. Sedangkan kematangan karier merupakan kemampuan individu dalam melaksanakan tugas-tugas perkembangan karier sesuai dengan tahap perkembangan tertentu untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Populasi dalam penelitian ini yaitu remaja santri yang duduk dibangku MA/SMK sebanyak 107 subjek dengan sampel penelitian 75 subjek. Metode pengambilan sampel yang digunakan yaitu proporsionate sampling Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan Skala Psychological Well-being (22 aitem, α= 0.924) dan Skala Kematangan Karier (37 aitem, α= 0.935). Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan positif yang signifikan antara psychological well-being dengan kematangan karier pada remaja santri. Analisis statistik menggunakan Analisis Regresi Sederhana yang menunjukkan koefisien korelasi sebesar 0.662 dengan signifikansi 0.000 (p<0.05). Psychological well-being memberikan sumbangan efektif sebesar 43,9% terhadap kematangan karier remaja santri.
HUBUNGAN ANTARA DUKUNGAN SOSIAL ORANG TUA DENGAN ASPIRASI KARIER PADA GENERASI Z DI SMA NEGERI 13 JAKARTA Desmonda Fara Wibasari; Erin Ratna Kustanti
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 12, Nomor 6, Tahun 2023 (Desember 2023)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/empati.2023.29112

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan sosial orang tua dengan aspirasi karier pada generasi Z di SMA Negeri 13 Jakarta. Dukungan sosial orang tua adalah suatu bentuk bantuan yang berasal dari orang tua untuk diberikan kepada individu berupa fisik maupun psikologis yang dimana bantuan tersebut membuat individu merasa nyaman dan dicintai. Aspirasi karier merupakan keinginan individu dalam menentukan pekerjaannya di masa yang akan datang dan sejauh mana individu berkeinginan berada di posisi tertentu dengan melanjutkan pendidikan yang sesuai dengan kariernya. Populasi dalam penelitian ini ialah seluruh siswa kelas XI di SMA Negeri 13 Jakarta yang berjumlah 286 siswa. Sampel yang digunakan sebanyak 115 siswa. Teknik sampling yang digunakan ialah teknik cluster random sampling. Penelitian ini menggunakan dua skala sebagai alat ukur, yaitu skala Dukungan Sosial Orang Tua (27 aitem, α= 0.929) dan Skala Aspirasi Karir (18 aitem, α= 0.860) yang disusun sendiri oleh peneliti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang positif antara dukungan sosial orang tua dengan aspirasi karier pada generasi Z di SMA Negeri 13 Jakarta. Analisis statistik menggunakan analisis regresi sederhana yang menunjukkan korelasi sebesar (rxy)= 0.353 dengan  p = 0.000 (p<0.05). Dukungan sosial orangtua memberikan sumbangan efektif sebesar 12.4% pada aspirasi karier.
HUBUNGAN ANTARA PENGUNGKAPAN DIRI DENGAN PENYESUAIAN DIRI PADA MAHASISWA RANTAU DI SEMARANG Asmaul Khafifatun Nadlyfah; Erin Ratna Kustanti
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 7, Nomor 1, Tahun 2018 (Januari 2018)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/empati.2018.20171

Abstract

Penyesuaian diri mahasiswa rantau merupakan kemampuan mahasiswa untuk mengatasi segala tekanan akibat dorongan kebutuhan dan berusaha menyeimbangkan antara tuntutan dari dalam diri maupun tuntutan dari lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengungkapan diri dengan penyesuaian diri pada mahasiswa rantau di Semarang. Populasi penelitian ini adalah ikatan mahasiswa Aceh, Lampung, Siantar, dan Tapanuli Bagian Selatan di Semarang, dengan sampel penelitian berjumlah 100 orang yang dipilih menggunakan teknik incidental sampling. Metode pengumpulan data menggunakan skala psikologi model Likert, yaitu skala pengungkapan diri (29 aitem, α = 0,858) dan skala penyesuaian diri (43 aitem, α = 0,901). Analisis data yang digunakan adalah analisis regresi sederhana dengan bantuan SPSS versi 21.0. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif antara pengungkapan diri dengan penyesuaian diri pada mahasiswa rantau di Semarang dengan koefisien korelasi 0,336 dengan ρ = 0,000 (ρ<0,05). Nilai koefisien korelasi menunjukkan terdapat hubungan positif yang signifikan, artinya semakin tinggi pengungkapan diri maka semakin tinggi penyesuaian diri. Pengungkapan diri memberikan sumbangan efektif sebesar 11,3% terhadap penyesuaian diri.  
PENGALAMAN BERKELUARGA PADA WANITA YANG DIJODOHKAN (SEBUAH INTERPRETATIVE PHENOMENOLOGICAL ANALYSIS) Lailatul Maghfiroh; Erin Ratna Kustanti
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 12, Nomor 5, Tahun 2023 (Oktober 2023)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/empati.2023.28169

Abstract

Perjodohan merupakan salah satu metode pernikahan yang masih ada hingga saat ini. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengalaman berkeluarga pada wanita yang dijodohkan. Penelitian ini melibatkan dua partisipan yang dipilih menggunakan metode purposive sampling dengan kriteria wanita yang menikah karena dijodohkan, perjodohan disebabkan penolakan orang tua terhadap hubungan masa lalu partisipan, memiliki usia pernikahan minimal dua tahun, dan bersedia menjadi partisipan penelitian yang dibuktikan dengan pengisian informed consent. Pengumpulan data menggunakan teknik in-depth interview dan analisis dengan metode Interpretative Phenomenological Analysis (IPA). Terdapat tiga tema induk yang ditemukan dalam penelitian ini, yaitu: (1) latar belakang perjodohan; (2) dinamika proses penyesuaian pernikahan; dan (3) kepuasan pernikahan. Melalui penelitian ini ditemukan bahwa proses penyesuaian partisipan I memerlukan waktu yang cukup lama dibanding partisipan L. Hal tersebut terjadi karena I menerima perjodohan secara terpaksa, sedangkan L sudah melakukan penerimaan sejak awal. Menurut I, pernikahan karena perjodohan bukan sesuatu yang mengerikan, melainkan proses adaptasi antar pasangan menuju kebahagiaan. Sedangkan menurut L, perjodohan merupakan bentuk birrul walidain (berbakti kepada orang tua) yang akan menghantarkan pasangan pada kehidupan pernikahan yang direstui dan berakhir bahagia. Masing-masing partisipan merasakan dampak positif perjodohan dan kepuasan pernikahan setelah melakukan berbagai macam penyesuaian.
Co-Authors Alfiyani Rahmawati Anggun Resdasari Prasetyo Anisa Ayundawati Prasetyo Ayundawati Prasetyo Asmaul Khafifatun Nadlyfah Astrid Oktaria Audra Siregar Crescenzo, Pietro David Hasiholan Sinaga Desmonda Fara Wibasari Detania Hananti Putri Dezvaya Renjana Dhiya Athaya Purwanti Dian Asa Pinasti Dian Ratna Sawitri Dian Veronika Sakti Kaloeti Diana Aulia Dina Nurhindazah Dina Rahayuning Pangestuti, Dina Dyah Andharini Eka Purna Yudha Ellda Salwa Firdauz Etika Ratna Noer Febby Farelin Fitriyanti, Addina Rizky Frieda N. R. Hidayati Ganesha Aisyah Karaben Genti Aulia Syafira, Genti Aulia Hani Laeli Asyrofah Hardvon Todo Yosua Hutapea Harlina Nurtjahjanti Hendra Imanto Hilma Mulyana Hizma Rufaida ika febrian kristiana Ika Zenita Ratnaningsih Inda Puspitaningrum, Inda Intan Wientya Risana Isnaeni Anggun Sari Jauharotun Nikmah Josua Ferdinan Pakpahan Lailatul Maghfiroh MARTHA ARDIARIA Maya Astriliana Meitty Diah Puspitasari Mutia Hanifa Ramadhani Nailul Fauziah Niken Fatimah Nurhayati Novi Qonitatin NUGRAHA, PRASETYO Pradana, Adi Prasetyo Pradipta Pradipta Rahmawati, Alfiyani Rayhanatul Fitri Resa Ana Dina Ria Purnawian Sulistiani Ria Purnawian Sulistiani, Ria Purnawian Rindita Ratu Cinthia Risa Sabira Ryan Mardiyan Sabilla Fairuz Zahra Salma Salma Savronita Intan Dzunnuroin Shafrilla Anggraini firdaus Suryanto Suryanto Talitha Lintang Pertiwi Valentina Diyan Puspita Viana Ayu Laksmi, Viana Ayu Vita Ratna Juwita Wanna Pemuda, Wanna Wulan Handayani Yosef Aga Christian zulfatul Maula Zuli Setyawati