Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Kekurangan Energi Kronik Berhubungan dengan Kejadian Anemia pada Ibu Hamil Erwinda Surya Nigrum; Indah Rahmaningtyas; Rahajeng Siti Nur Rahmawati; Ririn Indriani
JURNAL ILKES : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 17 No 1 (2026): Jurnal Ilkes (Jurnal Ilmu Kesehatan)
Publisher : STIKES Karya Husada Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35966/ilkes.v17i1.499

Abstract

Anemia dan kekurangan energi kronis biasanya mempengaruhi 32–73% kehamilan di seluruh dunia. Mengacu Survei Kesehatan Indonesia 2023, 4,3% ibu hamil di Indonesia merasakan anemia dan 13,2% merasakan kekurangan energi kronis. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui apakah prevalensi anemia pada ibu hamil di Puskesmas Mojo, Kabupaten Kediri, mempunyai hubungan dengan Kekurangan Energi Kronis. Penelitian ini memakai metodologi cross-sectional, desain analitik, serta metode kuantitatif. Ibu hamil trimester ketiga yang diperiksa di Puskesmas Mojo, Kabupaten Kediri, menjadi sampel penelitian. Metode pengambilan sampel yang dipakai ialah Simple Random Sample. Kadar hemoglobin diperiksa dan lingkar lengan atas diukur untuk meraih data. Uji Spearman Rank dipakai pada analisis data untuk mengetahui apakah anemia serta kekurangan energi kronis mempunyai hubungan. Mayoritas responden pada Kekurangan Energi Kronis mempunyai kadar hemoglobin di bawah normal, mengacu temuan penelitian. Penelitian tersebut mengungkapkan nilai p yakni 0,013 di bawah 0,05, yang memperlihatkan korelasi signifikan pada kejadian anemia pada ibu hamil di Puskesmas Mojo, Kabupaten Kediri, dengan Kekurangan Energi Kronis. Hasil ini memperlihatkan terkait anemia lebih umum terjadi pada ibu hamil dengan Kekurangan Energi Kronis. Maka sebabnya, pada upaya pencegahan anemia, diperlukan intervensi gizi serta pemantauan rutin status gizi ibu hamil.
Hubungan Pemberian Asi Eksklusif Dengan Perkembangan Pada Bayi Usia 6-12 Bulan Nurhana Alvianti widyaningsih; Koekoeh Hardjito; Ririn Indriani; Eny Sendra
JURNAL ILKES : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 17 No 1 (2026): Jurnal Ilkes (Jurnal Ilmu Kesehatan)
Publisher : STIKES Karya Husada Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35966/ilkes.v17i1.402

Abstract

WHO merekomendasikan bahwa bayi harus disusui secara eksklusif sejak lahir hingga 6 bulan. Cakupan ASI di Jawa Timur pada tahun 2021 sebensar 73,6%, namun pada tahun 2022 cakupan tersebut mengalami penurunan menjadi 73,3%. Pemberian Air Susu Ibu (ASI) sangat penting bagi tumbuh kembang yang optimal baik fisik maupun mental dan kecerdasan bayi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pemberian Asi Esklusif dengan perkembangan pada bayi usia 6-12 bulan. Desain penelitian ini studi observasional analitik dengan cross sectional study. Sampel yang di gunakan berjumlah 61 Bayi usia 6-12 Bulan di wilayah kerja puskesmas mojo, dengan Teknik pengambilan sampel simple random sampling. Hasil penelitian menunjukkan bayi yang memperoleh ASI eksklusif sebanyak 46 bayi (75,4%) dan yang tidak memperoleh ASI eksklusif sebanyak 15 bayi (24.6%). Bayi dengan perkembangan normal sebanyak 60 bayi (98,4%) dan abnormal 1 bayi (1,6%). Ini menunjukkan sebagian besar bayi memperoleh ASI secara eksklusif dan perkembangan yang normal. Pada penelitian ini menunjukkan bahwa dalam sampel yang di teliti pemberian ASI Ekslusif tidak berhubungan secara signifikan dengan perkembangan, namun hasil ini tidak menghilangkan pentingnya ASI Ekslusif dalam pertumbuhan dan perkembangan bayi secara keseluruhan. Oleh karena itu rekomendasi pemberian ASI Ekslusif tetap perlu diperhatikan sesuai anjuran pertahanan global