Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Penerapan Prinsip Good Governance dalam Pelayanan Publik Online Sobat Dukcapil Kota Tangerang Eko Prasetyo; Anggraini, Amelia; Apriliani, Eni; Sari, Putri Alfiyyah; Danti, Rizkyka Rahma; Prasetyo, Eko
Jurnal Publik Vol. 18 No. 02 (2024): Jurnal Publik: Jurnal Ilmiah Bidang Ilmu Administrasi Negara
Publisher : Program Pasca Sarjana Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/jp.v18i02.361

Abstract

Penerapan prinsip good governance dalam pelayanan publik berbasis online melalui Website Sobat Dukcapil merupakan upaya dalam penyelenggaraan pemerintah dalam memenuhi kebutuhan dasar dan hak-hak warga negara atas pelayanan administrasi oleh penyelenggara pelayanan publik. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis penerapan prinsip good governance dalam pelayanan publik berbasis online melalui Website Sobat Dukcapil di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Tangerang. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif, dengan informan adalah Ketua Tim Kerja Sistem Informasi Administrasi Kependudukan dan Jaringan Komunikasi Data, Bidang Pengelola Informasi Administrasi Kependudukan Dan Pemanfaatan Data pada Dinas Dukcapil Kota Tangerang, dan masyarakat yang sudah menggunakan pelayanan Website Sobat Dukcapil. Hasil penelitian menunjukan bahwa penerapan prinsip good governance dalam pelayanan publik berbasis online melalui Website Sobat Dukcapil di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Tangerang telah diterapkan dengan cukup baik. Prinsip akuntabilitas, transparansi, partisipasi telah diterapkan dengan baik, namun prinsip efektivitas dan efesiensi, koherensi hanya berada pada tingkatan sedang.
Implementasi Strategi Dinas Perhubungan Kota Tangerang dalam Pengelolaan Angkot Si Benteng Nuzullani, Isma; Arif Kurniawan, Irvan; Prasetyo, Eko
Jurnal Manajemen dan Ilmu Administrasi Publik (JMIAP) Vol 6 No 3 (2024): Jurnal Manajemen dan Ilmu Administrasi Publik (JMIAP)
Publisher : Laboratorium Jurusan Ilmu Administrasi Negara Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jmiap.v6i3.823

Abstract

The Tangerang City Transportation Service has made a strategy to reduce congestion in Tangerang City, namely by improving the quality of public transportation services in Tangerang City, one of which is by having Sifort city transportation. The problems that occur in the implementation of Sifort's public transportation management are human resources, weak coordination and cooperation in the transportation sector, the system created to reduce traffic jams is less effective. The research method used is descriptive qualitative. The aim of the research is to find out the role of SiBenteng public transportation in reducing traffic jams in Tangerang City. There are still shortcomings in the implementation of the strategy created by the Tangerang city transportation department to reduce traffic jams with the presence of the Sibenteng public transportation, but in terms of the system used for payment, it already uses an information and communication technology system.
Analisis Keterikatan Pemangku Kepentingan (Stakeholder Engagement) pada Banksasuci Foundation di Kabupaten Tangerang Petri Sri Handayani; Udin Syamsudin; Eko Prasetyo
MIMBAR ADMINISTRASI FISIP UNTAG Semarang Vol. 21 No. 2 (2024): Oktober: Jurnal MIMBAR ADMINISTRASI
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/mia.v21i2.2068

Abstract

The purpose of this research is to determine stakeholder management by the Banksasuci Foundation to be able to maintain the sustainability of the organization and work programs, and classify them into 4 indicators using a matrix in accordance with the theory of Bryson and Patton (2015) which suggests that stakeholder grouping is based on interests ( interest) and influence (power), with indicator dimensions, namely: (1) Players; (2) Subject, (3) Costest; and (4) Crowd. This researcher uses a post positivism paradigm with a descriptive research type and a qualitative approach. The results of the interview show that the stakeholders in the Banksasuci Foundation are; Cisadane Ciliwung River Basin Center, Government/Environmental Service (DLH), Private Sector/Companies, and Academics. Through this stakeholder analysis, it is hoped that the Banksasuci Foundation can more easily optimize each stakeholder.
MODEL COLLABORATIVE GOVERNANCE PADA BANTUAN REHABILITASI RUMAH TIDAK LAYAK HUNI PROGRAM GEBRAK PAKUMIS PLUS DI DESA MUARA KECAMATAN TELUKNAGA KABUPATEN TANGERANG Pakaya, Al Isra Nur Rizka; Kurniawan, Irvan Arif; Prasetyo, Eko
JIPAGS (Journal of Indonesian Public Administration and Governance Studies) Vol 9, No 1 (2025)
Publisher : http://jurnal.untirta.ac.id/index.php/JIPAGS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31506/jipags.v9i1.28406

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui model perancangan collaborative governance pada pelaksanaan bantuan stimulan rehabilitasi rumah tidak layak huni Program Gebrak Pakumis Plus di Desa Muara Kecamatan Teluknaga Kabupaten Tangerang. Metode penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi.  Adapun teori dalam penelitian ini adalah teori proses collaborative governance yang dikemukakan oleh Ratner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan proses kolaborasi yang melibatkan pemerintah, swasta, dan kelompok masyarakat belum melakukan keseluruhan tahapan proses collaborative governance yang dikemukakan oleh Ratner. Adapun rancangan model proses collaborative governance yang dibuat adalah meliputi aktor-aktor mengidentifikasi hambatan dan peluang, mendiskusikan strategi melalui focuss group discussion (FGD), dan merencanakan tindakan kolaborasi dengan tim kecil untuk memastikan implementasi dan evaluasi yang berkelanjutan.
STAKEHOLDER PERSPECTIVES ON THE SATISFACTION OF VILLAGE FINANCIAL GOVERNANCE IN SERANG REGENCY Prasetyo, Eko; Hunainah, Hunainah; Maulana, Rachmat
Progress In Social Development Vol. 6 No. 1 (2025): January 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psd.v6i1.142

Abstract

This study analyzes stakeholder satisfaction towards village financial governance in Serang Regency. A quantitative approach was employed, involving a survey of 400 respondents from various villages selected purposively based on Article 16 of the Ministry of Villages, Development of Disadvantaged Regions, and Transmigration’s Regulation No. 21 of 2020. The data were collected using questionnaires with a Guttman scale. The research findings indicate that 59% of respondents are dissatisfied with village financial management, while 41% express satisfaction. The study highlights that public satisfaction towards financial governance is influenced by information transparency, participation in decision-making, program distribution, and direct benefits received. Male respondents report higher satisfaction than females due to more intensive involvement in village activities. Active participation enhances expectations and overall satisfaction among residents. However, disparities in benefit distribution of programs remain a challenge. To improve satisfaction, village governments must enhance transparency, increase community participation, and ensure a more equitable and impactful distribution of programs. The implications of this study emphasize the importance of improving village financial governance by strengthening transparency, fostering community engagement, ensuring fair program distribution, and enhancing community support to increase stakeholder satisfaction in financial management.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DESA KARANGTENGAH DALAM MENGHADAPI TRANSFORMASI DIGITAL: IMPLEMENTASI SMART VILLAGE Prasetyo, Eko; Firdiyani, Fitria; Machrunnisa, Machrunnisa
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 1 (2025): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v8i1.55037

Abstract

Digital transformation has a significant impact on rural communities, necessitating community empowerment initiatives to address challenges and capitalize on its opportunities. Karangtengah Village in Purbalingga, Indonesia, faces issues such as low prosperity, urbanization, and limited digital literacy. This initiative aimed to raise awareness and equip the community with digital skills to strengthen the village economy in preparation for smart village implementation in the digital era. The initiative employed a multifaceted approach, involving training, mentoring and coaching for administrators and teachers at the Quran Learning Center, mentoring for village youths, and institutional strengthening for social institutions. The results included an improvement in digital literacy among youth, increased awareness among youth regarding digital skills and entrepreneurship, increased awareness among teachers, and improved organizational structures for social institutions. The success of this initiative highlights the importance of rural communities proactively adopting digital technologies for sustainable development. Rural communities should proactively enhance their capacities, promote economic development, and elevate their quality of life.Transformasi digital memiliki dampak yang signifikan dalam kehidupan masyarakat desa.  Desa Karangtengah yang berada di Kecamatan Kemangkon, Kabupaten Purbalingga, Provinsi Jawa Tengah menghadapi permasalahan rendahnya tingkat kesejahteraan, kehilangan talenta terbaiknya akibat urbanisasi, serta rendahnya penguasaan teknologi digital. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan keterampilan masyarakat terhadap teknologi digital dalam rangka meningkatkan kesiapan penerapan desa cerdas (smart village) menuju transformasi digital. Metode yang digunakan adalah pelatihan, pendampingan, dan penguatan kelembagaan dalam rangka meningkatkan keterampilan digital masyarakat. Kegiatan pelatihan dilakukan terhadap pengelola dan guru TPQ untuk memperkenalkan teknologi digital dalam pembelajaran. Pelatihan dan pendampingan juga dilakukan terhadap pemuda desa untuk mengedukasi literasi digital dan jiwa kewirausahaan. Sedangkan penguatan kelembagaan dilakukan terhadap kelembagaan TPQ untuk mengembangkan struktur organisasi dan menyusun visi-misi. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan literasi digital remaja pada tingkatan baik, dan adanya peningkatan kesadaran mengenai perlunya mengantisipasi transformasi digital. Sedangkan dari aspek kelembagaan adalah dengan tersedianya struktur organisasi dan visi-misi. Hal tersebut menunjukkan bahwa telah terjadi pemberdayaan masyarakat melalui kegiatan ini. Implikasinya, masyarakat desa perlu lebih proaktif bukan hanya sekedar mengakses informasi yang tersedia, tetapi juga untuk meningkatkan kapasitas diri, perekonomian dan juga kualitas hidup di desa.
Penerapan Prinsip Good Governance dalam Pelayanan Publik Online Sobat Dukcapil Kota Tangerang Eko Prasetyo; Anggraini, Amelia; Apriliani, Eni; Sari, Putri Alfiyyah; Danti, Rizkyka Rahma; Prasetyo, Eko
Jurnal Publik Vol. 18 No. 02 (2024): Jurnal Publik: Jurnal Ilmiah Bidang Ilmu Administrasi Negara
Publisher : Program Pasca Sarjana Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/jp.v18i02.361

Abstract

Penerapan prinsip good governance dalam pelayanan publik berbasis online melalui Website Sobat Dukcapil merupakan upaya dalam penyelenggaraan pemerintah dalam memenuhi kebutuhan dasar dan hak-hak warga negara atas pelayanan administrasi oleh penyelenggara pelayanan publik. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis penerapan prinsip good governance dalam pelayanan publik berbasis online melalui Website Sobat Dukcapil di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Tangerang. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif, dengan informan adalah Ketua Tim Kerja Sistem Informasi Administrasi Kependudukan dan Jaringan Komunikasi Data, Bidang Pengelola Informasi Administrasi Kependudukan Dan Pemanfaatan Data pada Dinas Dukcapil Kota Tangerang, dan masyarakat yang sudah menggunakan pelayanan Website Sobat Dukcapil. Hasil penelitian menunjukan bahwa penerapan prinsip good governance dalam pelayanan publik berbasis online melalui Website Sobat Dukcapil di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Tangerang telah diterapkan dengan cukup baik. Prinsip akuntabilitas, transparansi, partisipasi telah diterapkan dengan baik, namun prinsip efektivitas dan efesiensi, koherensi hanya berada pada tingkatan sedang.
PENERAPAN TATA KELOLA CERDAS (SMART GOVERNANCE) PADA KELURAHAN SALEMBARAN JAYA DI KABUPATEN TANGERANG Amelia Pribadi, Rizky Putri; Hilman, Hilman; Prasetyo, Eko
JIPAGS (Journal of Indonesian Public Administration and Governance Studies) Vol 9, No 2 (2025)
Publisher : http://jurnal.untirta.ac.id/index.php/JIPAGS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jipags.v9i2.28410

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan Smart Governance pada Kelurahan Salembaran Jaya di Kabupaten Tangerang dan tantangan apa saja dari adanya penerapan smart governance pada Kelurahan Salembaran Jaya. Penelitian ini menggunakan teori Giffinger (2007) dan menggunakan metode penelitian kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan observasi. Analisis data menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Berdasarkan identifikasi masalah, belum optimalnya pelayanan publik digital dan partisipasi masyarakat melalui website kelurahan. Website masih minim fitur layanan khusus, ketiadaan saluran aspirasi, dan kurangnya transparansi anggaran. Hal ini diperparah oleh rendahnya literasi digital masyarakat yang menyebabkan pelayanan masih banyak dilakukan secara manual. Hasil penelitian menunjukan bahwa Kelurahan Salembaran Jaya telah meningkatkan partisipasi publik melalui platform digital, tetapi masih perlu ditingkatkan dengan menyediakan ruang diskusi pengambilan keputusan yang lebih mendalam. Selain itu, pelayanan publik secara online perlu ditingkatkan dalam pelayanan adminitrasi online melalui website, serta dari sisi transparansi tata kelola sudah cukup dalam membagikan informasi tentang Kelurahan Salembaran Jaya, namun perlu dioptimalkan dengan meningkatkan transparansi informasi anggaran.