Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Karakteristik Antibakteri dari Wound Dressing PVA – Sodium Alginat Putri Ramadhani, Novtantian Erlinda; Kusumawati, Diah Hari
Sains dan Matematika Vol. 8 No. 2 (2023): Oktober, Sains & Matematika
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/sainsmat.v8n2.p41-49

Abstract

Sodium Alginat merupakan polimer bahan alam yang berkembang dalam bidang kesehatan dengan sifat biokompatibel, biodegradasi, dan sifat antibakteri yang baik. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis karakteristik wound dressing dari PVA-Sodium Alginat dan menganalisis efektivitas antibakteri dari wound dressing PVA-Sodium Alginat. Sintesis nanofiber dilakukan menggunakan metode electrospinning dengan parameter yang digunakan yaitu laju alir 1 ml/jam, jarak jarum antar kolektor sejauh 13 cm, serta tegangan sebesar 15 kV. Nanofiber yang dihasilkan kemudian dikarakterisasi menggunakan FTIR, SEM, uji antibakteri, dan uji tarik. Hasil FTIR nanofiber PVA-Sodium Alginat diperoleh gugus fungsi C-H yang menunjukkan adanya PVA , serta COO asimetris dan simetris dari kandungan Sodium Alginat. Karakterisasi SEM menunjukkan morfologi berbentuk serat dengan ukuran diameter pada rentang 99 – 142 nm, porositas 43% - 47%, dan ukuran pori 0,915 m – 1,121 m . Hasil karakterisasi SEM meliputi struktur morfologi, ukuran diameter, porositas dan ukuran pori nanofiber PVA-Sodium Alginat yang memenuhi karakteristik sebagai wound dressing yaitu pada variasi Sodium Alginat 3%. Hasil uji tarik nanofiber PVA-Sodium Alginat didapatkan nilai kuat tarik 3,26 MPa, regangan sebesar 6%, dan modulus elastisitas sebesar 0,54 MPa. Nanofiber PVA-Sodium Alginat memiliki aktivitas antibakteri yang sangat baik pada bakteri gram negatif (Eschericia coli) dengan efektivitas antibakteri sebesar 97,5%, namun tidak dapat menghambat pertumbuhan untuk bakteri gram positif (Staphylococcus aureus).                     
PENGARUH KOMPOSISI PANI/SIO2 SEBAGAI BAHAN PELAPIS ANTI KOROSI PADA BAJA TIPE SS 304 dhiny_erlindasari; Kusumawati, Diah Hari; Suaebah, Evi
Inovasi Fisika Indonesia Vol. 14 No. 3 (2025): Vol 14 No 3
Publisher : Prodi Fisika FMIPA Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/ifi.v14n3.p316-325

Abstract

Abstrak PANi merupakan polimer konduktif yang mudah disintesis, memiliki konduktivitas tinggi, dan mampu menghambat pergerakan ion-ion elektrolit yang bersifat merusak. SiO2 merupakan bahan keramik anorganik dengan stabilitas termal tinggi dan isolator listrik yang baik. Paduan kedua material ini, membentuk PANi/SiO2 yang terbukti efektif dalam meningkatkan ketahanan korosi, terutama pada permukaan logam PANi disintesis melalui reaksi polimerisasi oksidasi, sedangkan pembuatan PANi/SiO2 menggunakan metode pencampuran basah (wet mixing). PANi/SiO2 dilapiskan pada substrat baja SS 304 menggunakan metode dip coating. Pelapisan dilakukan dengan variasi konsentrasi PANi/SiO2 yang telah ditentukan sebelumnya, dengan tujuan agar mendapatkan komposisi optimal dan ketahanan korosi yang maksimal. PANi/SiO2 dikarakterisasi menggunakan FTIR, XRD, dan SEM. Laju korosi diperoleh dengan uji korosi menggunakan potensiostat. Hasil uji korosi menunjukkan bahwa konsentrasi 5,5% memberikan penurunan laju korosi terbaik dibandingkan variasi konsentrasi lainnya, yaitu sebesar 0,63 x 10-3 mm/year. Konsentrasi ini mampu membentuk lapisan pelindung yang optimal dengan distribusi partikel SiO2 yang merata serta jaringan konduktif PANi yang efektif menghambat penetrasi ion-ion agresif. Abstract PANi is a conductive polymer that is easy to synthesize, possesses high electrical conductivity, and is capable of inhibiting the movement of destructive electrolyte ions. SiO2 is an inorganic ceramic material with high thermal stability and excellent electrical insulation properties. The combination of these two materials forms a PANi/SiO2 composite, which has been proven effective in enhancing corrosion resistance, particularly on metal surfaces. PANi is synthesized through oxidative polymerization, while the PANi/SiO2 composite is prepared using the wet mixing method. The composite is applied to SS 304 stainless steel substrates using the dip coating technique. The coating process was carried out with various predetermined concentrations of PANi/SiO2, aiming to obtain the optimal composition and maximum corrosion resistance. The PANi/SiO2 composite was characterized using FTIR, XRD, and SEM. Corrosion rate was measured through electrochemical corrosion testing using a potentiostat. The results showed that the 5,5% concentration yielded the best reduction in corrosion rate compared to other variations, with a value of 0,63 x 10-3 mm/year. This concentration successfully formed an optimal protective layer, characterized by a uniform distribution of SiO2 particles and a conductive PANi network that effectively inhibits the penetration of aggressive ions.
Inovasi Komposter Dua Fungsi Sebagai Solusi Pengelolaan Limbah Rumah Tangga di Kabupaten Trenggalek: Realita, Arie; Fahmi, Muhammad Nurul; Madlazim; Putri, Nugrahani Primary; Kusumawati, Diah Hari; Ramadhan, Yuansyah Dhaniar; Situmeang, Adedio Daniel; Huda, Naufal Mumtas
Journal of Dedication in Community Vol. 3 No. 2 (2025)
Publisher : Department of Physics, Faculty of Mathematics and Natural Sciences (FMIPA) Universitas Negeri Surabaya (UNESA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jodic.v3n2.p1-11

Abstract

Pengelolaan limbah organik rumah tangga masih menjadi tantangan di berbagai wilayah perdesaan Indonesia, termasuk Kabupaten Trenggalek. Rendahnya kesadaran masyarakat dan terbatasnya akses terhadap teknologi tepat guna menyebabkan limbah dapur rumah tangga belum dimanfaatkan secara optimal. Program Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi lingkungan dan keterampilan pengelolaan limbah melalui inovasi komposter dua fungsi, yang mampu menghasilkan kompos padat dan pupuk cair secara simultan. Kegiatan dilaksanakan di Desa Sukorejo, Kecamatan Gandusari, dengan melibatkan 20 ibu rumah tangga dari kelompok PKK. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan edukatif-partisipatif berbasis model DEK SUSI dan Participatory Technology Development (PTD). Evaluasi dilakukan melalui pre–post test, angket, observasi, dan wawancara. Hasil menunjukkan peningkatan pemahaman peserta dari skor rata-rata 2,9 menjadi 3,9, dengan 95% peserta memahami fungsi kompos, 75% menyatakan alat mudah digunakan, dan 85% bersedia bergabung dalam skema penggunaan kolektif. Hambatan utama adalah keterbatasan alat, ruang, dan akses bioaktivator. Program ini terbukti efektif dalam membangun kesadaran dan keterampilan masyarakat terhadap pengelolaan limbah berbasis rumah tangga. Inovasi sederhana ini memiliki potensi untuk direplikasi secara luas guna mendorong transformasi perilaku lingkungan dan ekonomi sirkular lokal.