Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Pendampingan Literasi Numerasi untuk Meningkatkan Minat Belajar Matematika Siswa di MTs Alkhairaat Kalumpang, Kota Ternate Ishak, Hasriani; Waliyanti, Ida Kurnia; Ardiana, Ardiana; Nani, Karman La; Saidi, Soleman; Suratno, Joko
Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 4 (2025): Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/bajpm.v5i4.2706

Abstract

Matematika merupakan salah satu mata pelajaran yang sering dianggap sulit oleh siswa, sehingga berdampak pada rendahnya minat belajar. Salah satu upaya untuk mengatasi hal ini adalah melalui penguatan literasi numerasi yang tidak hanya berfokus pada kemampuan berhitung, tetapi juga pada pemahaman konsep dan penerapan dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan di MTs Alkhairaat Kalumpang, Kota Ternate, dengan tujuan untuk meningkatkan minat serta motivasi siswa dalam mempelajari matematika melalui pendekatan literasi numerasi. Peserta berjumlah 35 siswa kelas VII dan VIII sebagai peserta utama, didampingi oleh 5 guru matematika serta 4 mahasiswa pendamping. Proses pendampingan dilakukan melalui workshop interaktif, latihan soal berbasis konteks lokal, dan permainan edukatif numerasi. Untuk menilai efektivitas kegiatan, tim menggunakan instrumen berupa lembar observasi, angket motivasi belajar, serta tes diagnostik pra dan pasca pendampingan, dengan teknik evaluasi kuantitatif (analisis skor pre-post test) dan kualitatif (wawancara singkat serta refleksi guru dan siswa). Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran serta tumbuhnya kesadaran bahwa matematika memiliki manfaat langsung dalam kehidupan.
Penerapan Model Discovery Learning untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kreatif Matematika Siswa SMP Manuar, Sarni Hi; Suratno, Joko; Waliyanti, Ida Kurnia
Jurnal Pendidikan Guru Matematika Vol 4, No 3 (2024): September
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/jpgm.v4i3.8902

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1). kemampuan berpikir kreatif siswa setelah diterapkan model discovery learning pada sistem persamaan linear dua variabel 2). terdapat peningkatan kemampuan berpikir kreatif siswa setelah diterapkan model discovery learning pada materi sistem persamaan linear dua variabel. 3). peningkatan kemampuan berpikir kreatif siswa setelah diterapkan model discovery learning pada materi persamaan linear dua variabel. Desain penelitian ini yaitu One Group Pretest-Posttest Design. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis statistic deskriptif dan analisis inferensial. Analisis deskriptif menggunakan kreteria presentasi kemampuan berpikir kreatif sedangkan Analisis inferensial menggunakan uji normalitas data dan uji hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1). kemampuan berpikir kreatif siswa setelah diterapkan  model Discovery Learning pada Sistem Persamaan Linear Dua Variabel memperoleh 45% kualifikasi  baik sekali, 30% kualifikasi baik, 25% kualifikasi cukup. 2. Terdapat peningkatan kemampuan berpikir kreatif siswa setelah diterapkan model Discovery Learning pada materi Sistem persamaan linear dua variabel dengan skor mean sebesar -3.937 dan  sebesar 0,000. 3. Peningkatan kemampuan berpikir kreatif  siswa setelah diterapkan  model discovery learning pada materi Persamaan Linear Dua Variabel mencapai kualifikasi tinggi dengan rata-rata n-gain sebesar 0,76. 
Pembuatan Ornamen Geometris dengan Software Geometri Dinamis Suratno, Joko; Waliyanti, Ida Kurnia
Jurnal Pendidikan Guru Matematika Vol 2, No 3 (2022): September
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/jpgm.v2i3.5152

Abstract

Ornamen atau pola-pola geometri di sekitar tempat tinggal kita jumlahnya sangat banyak. Di lain pihak, pemanfaatan ornamen-ornamen tersebut dalam pembelajaran matematika khususnya geometri masih sangat terbatas. Pola-pola geometris atau ornamen-ornamen yang ada sebenarnya dapat dijadikan sebagai sumber pembelajaran matematika yang sarat akan kreativitas. Siswa yang belajar dengan sarana ornamen-ornamen tersebut akan menjadi lebih aktif dan meningkat ketertarikannya terhadap materi yang diajarkan. Selain itu, pembelajaran dengan media ornamen akan meningkatkan kreativitas siswa dalam membuat ornamen-ornamen baru, membuat permasalahan, dan menyelesaikannya dengan berbagai pendekatan. Software geometri Interaktif atau Interactive Geometry Software (IGS) disebut juga Dynamic Geometry Environments (DGEs) merupakan program komputer yang memungkinkan penggunanya untuk membuat dan memanipulasi objek-objek geometris. Cabri II Plus merupakan salah satu contoh IGS yang khusus pada program dua dimensi dari sekitar 30an software sejenis. Software geometri interaktif ini memiliki beberapa kelebihan antara lain dapat membuat belajar geometri lebih bermakna, dapat membenarkan beberapa kesalahan konsep, dan kemampuan grafis dan numeris dari komputer juga menyediakan lingkungan pembelajaran yang kaya sehingga siswa dapat bereksperimen secara leluasa. Pengalaman eksplorasi dengan menggunakan software ini juga memberikan efek yang bagus dalam pemecahan masalah. Selain hal tersebut, bekerja dengan software geometri interaktif memiliki beberapa keuntungan jika dibandingkan dengan bekerja secara manual, antara lain dalam hal ketepatan dan waktu.
Penerapan Model Contextual Teaching and Learning dan Ekspositori Terhadap Kemampuan Penalaran Matematis Siswa SMP Saputri, Ida Ayu; Hamid, Hasan; Waliyanti, Ida Kurnia
Jurnal Pendidikan Guru Matematika Vol 4, No 2 (2024): Mei
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/jpgm.v4i2.7939

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaiman kemampuan penalaran matematis siswa setelah diterapkan model Contextual Teaching and Learning dan Ekspositori dan apakah terdapat perbedaan penerapan model Contextual Teaching and Learning dan Ekspositori terhadap kemampuan penalaran matematis siswa.Jenis penelitian yang digunakan adalah metode penelitian Quasi Exprimental Design dengan jenis desain Nonequivalent Control Grup Design dengan dua kelompok sampel. Sampel penelitian ini adalah siswa-siswa kelas VIII-1 dan kelas VIII-2  dengan jumlah sampel 52 siswa, kelas VIII-1 sebagai kelas eksperimen dan kelas VIII-2 sebagai kelas kontrol. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan dengan menggunakan instrumen tes berupa soal uraian sebanyak 3 nomor.Hasil analisis deskriptif menunjukan kemampuan penalaran matematis siswa setelah diterapkan model Contextual  Teaching and Learning terdapat 8 siswa (24,24%) yang memperoleh kategori sangat baik, terdapat 11 siswa (33,33%) yang memperoleh kategori baik, terdapat 4 siswa (15,38%) yang memperoleh kategori cukup dan terdapat 3 siswa (11,54%) yang memperoleh kategori kurang baik, sedangkan kemampuan penalaran matematis siswa setelah diterapkan model ekspositori terdapat 11 siswa (33,33%) yang memperoleh kategori baik, 9 siswa (34,62%) yang memperoleh kategori cukup dan 6 siswa (23,08%) yang memperoleh kategori kurang baik. Nilai rata-rata kemampuan penalaran matematis siswa kelas VIII SMP Negeri 5 Kota Ternate dengan model Contextual Teaching and Learning yaitu 81,50, sedangkan nilai rata-rata kemampuan penalaran matematis siswa kelas ekspositori adalah 67,38.  Hal ini berarti kemamapuan penalaran matematis siswa lebih tinggi setelah diterapkan model Contextual  Teaching and Learning dibandingkan dengan ekspositori. Hasil analisis inferensial dengan pengujian hipotesis nilai Sig. (2-tailed) 0,034 = 0.05. Dengan demikian terdapat perbedaan Model Contextual Teaching and Learning dan model ekspositori terhadap kemampuan penalaran matematis siswa.
Analisis Kemampuan Berpikir Kritis Matematis Siswa dalam Menyelesaikan Soal pada Materi Perbandingan Kie, Jahra; Waliyanti, Ida Kurnia; Sari, Diah Prawitha
Jurnal Pendidikan Guru Matematika Vol 3, No 1 (2023): Januari
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/jpgm.v3i1.5740

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan berpikir kritis matematis siswa SMPN 8 Satap Wasile dalam menyelesaikan soal materi perbandingan senilai. Subjek pada penelitian ini adalah siswa kelas VII SMPN 8 Satap Wasile Halmahera Timur, yang terdiri dari 20 siswa. Jenis penelitian ini adalah kualitatif. Metode yang digunakan adalah tes dan wawancara. Siswa diminta untuk mengerjakan soal tes kemampuan berpikir kritis matematis, kemudian diwawancarai untuk memperoleh informasi yang lebih mendalam tentang kemampuan berpikir kritis matematis siswa dalam menyelesaikan soal perbandingan. Teknik analisis data yang digunakan penelitian ini adalah reduksi data, penyejian data, dan penarikan kesimpulan. Dari 20 siswa dalam subjek penelitian diperoleh hasil bahwa jumlah siswa mewakili kategori sangat tinggi 1 siswa (5%), kategori tinggi 2 siswa (10%), kategori sedang 5 siswa (25%), kategori rendah 6 siswa (30%), dan kategori sangat rendah 6 siswa (30%). Selanjutnya dipilih 5 siswa diambil sebagai perwakilan setiap kategori dan dianalisis. Siswa dengan kemampuan berpikir kritis kategori sangat tinggi mampu menuliskan yang diketahui dan yang ditanya dengan tepat dan lengkap, membuat model matematika dari soal dengan tepat dan memberikan penjelasan yang benar dan lengkap, menggunakan strategi yang tepat dalam menyelesaikan soal dengan lengkap dan benar, membuat kesimpulan dengan tepat, sesuai konteks soal dan lengkap. 
Eksplorasi Etnomatematika Suku Gorap dalam Mendesain Sayap Perahu Bagang Saidi, Soleman; Waliyanti, Ida Kurnia; Nani, Karman La
Jurnal Pendidikan Guru Matematika Vol 4, No 1 (2024): Januari
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/jpgm.v4i1.7289

Abstract

Etnomatematika menjadi topik yang selalu menarik dan penting untuk dikaji sebagai bentuk apresiasi peneliti terhadap budaya lokal yang selama ini sudah mulai ditinggalkan karena kemajuan teknologi. Tujuan penelitian untuk mendeskripsikan unsur-unsur etnomatematika pada desain perahu Bagang yang difokuskan pada ukuran dan bentuk penyeimbang perahu. Jenis penelitian adalah etnografi dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan analisis data triangulasi yang terdiri dari reduksi data, penyajian dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan terdapatnya unsur-unsur etnomatematika pada desain bagian sayap perahu Bagang berupa geometri, konsep garis, hubungan antar sudut dan konsep perbandingan.
Analisis Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa pada Materi Matriks Ditinjau dari Minat Belajar Siswa SMA Malik, Risda Macica; Jalal, Ariyanti; Waliyanti, Ida Kurnia
Jurnal Pendidikan Guru Matematika Vol 2, No 3 (2022): September
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/jpgm.v2i3.5144

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa pada materi matriks ditinjau dari minat belajar siswa SMA Negeri 4 Kota ternate. Jenis penelitian ini adalah kualitatif. Pengumpulan data kemampuan pemecahan masalah matematis siswa menggunakan teknik observasi, tes kemampuan pemecahan masalah dan angket minat belajar. Instrumen tes yang digunakan adalah 2 butir soal tentang kemampuan pemecahan masalah dan angket minat belajar siswa yang terdiri dari 20 pernyataan yang telah divalidasi. Data kemampuan pemecahan masalah matematis siswa yang kumpulkan dianalisis secara kualitatif dengan cara mereduksi data, penyajian data, tringulasi data dan penarikan kesimpulan. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI IPA 4 SMA Negeri 4 Kota Ternate sebanyak 25 siswa, dengan 9 subjek sebagai perwakilan subjek penelitian berdasarkan kemampuan pemecahan masalah (3 Tinggi, 3 Sedang dan 3 Rendah). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan pemecahan masalah matematis pada materi matriks ditinjau dari minat belajar siswa. kemampuan pemecahan masalah matematis siswa pada kategori tinggi terdapat 3 siswa, kemampuan pemecahan masalah matematis kategori sedang sebanyak 7 siswa dan pada kemampuan pemecahan masalah matematis kategori rendah sebanyak 15 siswa. sedangkan pada minat belajar siswa pada kategori tinggi terdapat 7 siswa, minat belajar kategori sedang sebanyak 13 dan minat belajar pada kategori rendah sebanyak 5 siswa.
Peningkatan Mutu Pendidikan di Kelurahan Rua melalui Sosialisasi Pendidikan dan Penggunaan E-Modul Ishak, Hasriani; Waliyanti, Ida Kurnia; Ardiana, Ardiana; Sapsuha, Yusri
Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2024): Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/bajpm.v4i2.627

Abstract

Pendidikan merupakan fondasi utama bagi kemajuan masyarakat, namun Kelurahan Rua menghadapi berbagai tantangan dalam meningkatkan mutu pendidikan, termasuk keterbatasan fasilitas, kualitas pengajaran, dan aksesibilitas materi ajar. E-modul, yang merupakan modul pembelajaran berbasis elektronik, menawarkan berbagai keunggulan, seperti aksesibilitas yang fleksibel, integrasi berbagai media pembelajaran, dan kemampuan untuk personalisasi. Melalui penerapan e-modul, diharapkan dapat meningkatkan kualitas pembelajaran dengan menyediakan materi yang lebih menarik dan interaktif. Implementasi e-modul memerlukan pelatihan guru, infrastruktur teknologi yang memadai, pengembangan konten yang sesuai, dan evaluasi berkelanjutan. Kegiaatan Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) dilakukan dengan tujuan untuk mengeksplorasi pemanfaatan e-modul sebagai solusi inovatif untuk mengatasi permasalahan pendidikan di Kelurahan Rua Kota Ternate. Hasil kegiatan memperlihatkan bahwa penggunaan e-modul di Kelurahan Rua memiliki potensi besar untuk meningkatkan mutu pendidikan, dapat membantu mengatasi berbagai tantangan pendidikan yang dihadapi. Dapat meningkatkan akses dan kualitas pendidikan di Kelurahan Rua melalui penggunaan e-modul. Serta meningkatkan keterampilan digital di kalangan siswa dan pendidik.
Developing Mathematics Written Communication through Case-Based Learning Suratno, Joko; Hamid, Ikram; Waliyanti, Ida Kurnia
JTAM (Jurnal Teori dan Aplikasi Matematika) Vol 7, No 2 (2023): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jtam.v7i2.13318

Abstract

Mathematical education, as it is now practiced, has many problems. Students that were taught using traditional instruction were only taught to listen. Without the input and feedback of the pupils, the teacher controls the learning process. Students were unable to improve their communication abilities and lacked learning independence. This study aimed to ascertain how case-based learning affected students' mathematics communication skills. The study had a posttest-only design and was a quasi-experimental investigation. The control class received standard instruction, whereas the experiment class received case-based learning instruction. The ability of students to communicate mathematically was the dependent variable in this study. The independent variables in this study were case-based learning and independent variables. Forty-six pre-service mathematics teachers from two full classes served as the research participants in their fifth semester. The tests of prior knowledge and mathematical communication skills were used as study tools. According to the research findings, there is a difference in students' capacity for mathematical communication between those who receive case-based learning instruction and those who receive traditional instruction. The experiment class had better student communication skills than the control group (p-value = 0.047). As a result, case-based learning is one option for enhancing students' communication abilities.