Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

PEMAHAMAN SEJAK DINI TENTANG PENYAKIT MENULAR SEKSUAL SEBAGAI PONDASI UNTUK GENERASI YANG LEBIH SEHAT Adryan Fristiohady; Sahidin; Wahyuni; Muhamad Handoyo Sahumena; Asriullah Jabbar; Muhammad Alim Marhadi; Nurull Hikmah
Mosiraha: Jurnal Pengabdian Farmasi Vol. 2 No. 1 (2024): Edisi April 2024
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/mosiraha.v2i1.16

Abstract

Penyakit menular seksual (PMS) adalah suatu gangguan atau penyakit yang ditularkan dari satu orang ke orang lain melalui kontak atau hubungan seksual. Tujuan dari kegiatan ini dimaksudkan untuk memberikan pemahaman sejak dini tentang penyakit menular seksual sebagai pondasi untuk generasi yang lebih sehat kepada pelajar SMA Negeri 5 Kendari. Metode yang digunakan adalah dengan pembagian leaflet dan pemberian materi dan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Hasil dari kegiatan ini adalah pelajar dapat memahami tentang hal – hal yang berhubungan dengan penyakit menular seksual meliputi tanda dan gejala, jenis – jenis, dan upaya pencegahan penyakit menular seksual. Kesimpulan dari kegiatan sosialisasi ini yaitu masih minimnya pengetahuan pelajar mengenai penyakit menular seksual, sehingga dengan adanya sosialisasi ini dapat meningkatkan kesadaran pelajar tentang bahaya penyakit menular seksual dengan memperoleh pemahaman dan informasi yang menghasilkan suatu perubahan perilaku termasuk pengetahuan dan sikap. Kata Kunci: PMS, Pencegahan PMS, Kontak seksual, Generasi muda
Pengaruh Kemudahan dan Kegunaan Penggunaan terhadap Sikap Penggunaan Aplikasi Telemidicine Diabestie: Effect of Telemedicine Diabestie Application Usage Attitude on Ease of Use and Usability Prisma Trida Hardani; Ira Purbosari; Nina Hidayatunnikmah; Asri Wido Mukti; Dewi Perwito Sari; Asti Rahayu; Nadya Ambarwati; Intan Ayu Kusuma Pramushinta; Rizal Adi Saputra; Muhamad Handoyo Sahumena; Yurika Sastyarina; Yolanda Camelia Imelda; Zahro Al Maulidiyah; Maulivia Idham Choliq
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 5 No. 3 (2023): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v5i3.1698

Abstract

Indonesia is ranked seventh in the world for the most smartphone users, supported by changes in the modern era where technology is increasingly sophisticated, thus having an impact on daily activities. One of them is the use of telemedicine applications. Diabestie is one of the telemedicine services that provides online health consultations focusing on diabetes, where diabetes in Indonesia is considered a major health problem with more than 10 million people living with diabetes. There are still those who think telemedicine services are difficult to operate, so this research was conducted to find out the influence of ease and usability of use on the attitudes of Diabestie application users. The findings revealed that ease of use and usability of use influence attitudes toward use. In other words, perceived usability and ease of use are important for people to determine their attitude towards Diabestie's telemedicine app services. Furthermore, people will tend to adopt a service when they find that it is useful and easy to use. Keywords: Diabetes, Telemedicine, Diabestie, Telemedicine Applications Abstrak Indonesia peringkat tujuh dalam pemakaian smartphone terbanyak dunia, didukung oleh perubahan pada era modern dimana teknologi yang semakin canggih, sehingga memberikan dampak dalam aktivitas sehari-hari. Salah satunya yaitu penggunaan aplikasi telemedicine. Diabestie merupakan salah satu layanan telemedicine yang memberikan konsultasi kesehatan online yang berfokus pada penyakit diabetes, dimana diabetes di Indonesia dianggap sebagai masalah kesehatan utama dengan lebih dari 10 juta orang yang hidup dengan diabetes. Masih terdapat pihak yang menganggap layanan telemedicine sulit untuk dioperasikan, sehingga penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh kemudahan dan kegunaan penggunaan dengan sikap pengguna aplikasi Diabestie. Hasil penelitian menyatakan kemudahan penggunaan dan kegunaan penggunaan berpengaruh terhadap sikap penggunaan. Dengan kata lain, kegunaan yang dirasakan dan kemudahan penggunaan merupakan hal yang penting bagi masyarakat untuk menentukan sikap mereka terhadap layanan aplikasi telemedicine Diabestie. Masyarakat akan cenderung untuk menggunakan suatu layanan ketika mengetahui layanan yang disediakan bermanfaat dan mudah untuk digunakan. Kata Kunci: Diabetes, Telemedicine, Diabestie, Aplikasi Telemedicine
The Type Fragmentation Patterns Confirmed Acetaminophen By Using Liquid Chromatography-Mass Spectroscopy (LCMS) From Herbal Medicine (Jamu) Muhammad Taupik; Endah Nurrohwinta Djuwarno; Moh Adam Mustapa; Wiwin R Kunusa; Jafar La Kilo; Muhamad Handoyo Sahumena
Elkawnie Vol. 7 No. 2 (2021)
Publisher : Faculty of Science and Technology Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/ekw.v7i2.7492

Abstract

Abstract: The Jamu or herbal medicine were adulterated with chemical drugs in the last twenty years. One of the chemical drugs that are commonly added to herbal medicine is acetaminophen. Acetaminophen is generally considered an analgesic-antipyretic drug. The research aims to identify the content of paracetamol and its amount added to the jamu. This study consisted of 6 jamu or herbal medicine samples with different brands. The TLC method conducted the qualitative analysis using the mobile phase n-hexane: ethyl acetate (1:1). Three positive samples containing acetaminophen were obtained: D, E, and F. The three positive samples containing acetaminophen were calculated using the LCMS method. Quantitative analysis was conducted with LCMS using a reversed-phase with a mobile phase of acetonitrile: water (15%>: 85%> v/v) at a flow rate of 0.2 mL/min and an injection volume of 5 µL, it was obtained the levels of acetaminophen in sample D as much as  0.16 g/2 g of sample, in sample E of 0.63 g/7 g of sample, and sample F of 0.56 g/7 g of sample. Although the acetaminophen content in herbal medicine is relatively small, according to the Regulation of the Minister of Health of Indonesia No. 007 of 2012, traditional medicine or herbal medicine should not contain synthetic chemicals.Abstrak: Dalam dua puluh tahun terakhir, banyak jamu yang dipalsukan dengan obat-obatan kimia. Salah satu obat kimia yang biasa ditambahkan pada jamu adalah asetaminofen. Acetaminophen umumnya dianggap sebagai obat analgesik-antipiretik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan parasetamol dan jumlah yang ditambahkan pada jamu. Sampel penelitian ini terdiri dari 6 sampel jamu dengan merek yang berbeda. Analisis kualitatif dilakukan dengan metode KLT menggunakan fase gerak n-heksana: etil asetat (1:1). Diperoleh tiga sampel positif mengandung asetaminofen, yaitu sampel D, E, dan F. Tiga sampel positif mengandung asetaminofen dihitung menggunakan metode LCMS. Analisis kuantitatif dilakukan dengan LCMS menggunakan fase terbalik dengan fase gerak asetonitril: air (15%>:85%> v/v) pada laju alir 0,2 mL/menit dan volume injeksi 5 µL. Diperoleh kadar asetaminofen pada sampel D sebanyak 0,16 g/2 g sampel, pada sampel E sebesar 0,63 g/7 g sampel, dan pada sampel F sebesar 0,56 g/7 g sampel. Meskipun kandungan asetaminofen dalam jamu relatif sedikit, namun menurut Peraturan Menteri Kesehatan RI No. 007 Tahun 2012, obat tradisional atau jamu tidak boleh mengandung bahan kimia sintetik.