Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

PENGARUH LIMBAH BATU BARA SEBAGAI FILLER TERHADAP KARAKTERISTIK MARSHALL DAN INDEK KEKUATAN SISA (IKS) PADA CAMPURAN ASPAL BETON AC-WC Rachman, Firmansyah; Syammaun, Tamalkhani; Heikal, Fadjra
Tameh Vol. 8 No. 1 (2019): JURNAL TEKNIK SIPIL
Publisher : University of Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37598/jv3xze23

Abstract

Penambangan batubara di Indonesia banyak menghasilkan limbah berupa abu batubara. Salah satunya ialah Batubara yang terdapat di Nagan Raya, memiliki kandungan silika (Si O2) lebih banyak daripada jenis lainnya. Berdasarkan literatur, penggunaan sulfur dalam campuran beraspal dapat meningkatkan stabilitas Marshall. Penelitian ini dilakukan untuk mendukung penelitian sebelumnya tentang filler dan untuk memperbaik mutu dalam campuran beraspal. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengaruh abu batubara sebagai filler terhadap karakteristik dan indeks kekuatan sisa pada campuran aspal beton AC-WC. Penelitian ini menggunakan metode marshall dan indeks kekuatan sisa (IKS). Aspal yang digunakan penelitian ini merupakan aspal pertamina Pen 60/70 dengan penambahan limbah abu batubara pada variasi 0%, 1%, 2%, 3%, 4% dan 5% sebagai filler. Pelaksanaan penelitian dimulai dengan pengambilan material lalu dilanjutkan dengan sifat-sifat fisis agregat sehingga dapat diketahui apakah memenuhi spesifikasi yang ditetapkan. Pada penelitian ini banyak benda uji/sampel KAO sebanyak 25 buah benda uji. Dengan memperoleh kadar aspal 6,1 yang bakal dipakai pada 6 variasi dimana pervariasi 5 sampel benda uji. Untuk variasi yang menggunakan abu batubara yaitu sebanyak 30 buah benda uji satu diantara benda uji akan dilakukan indek kekuatan sisa (IKS). Jadi jumlah total benda uji yang dibuat yaitu sebanyak 55 benda uji. Hasi penelitian menunjukkan peggunaan abu batubara sebagai filler pada parameter marshall semuanya memenuhi spesifikasi begitu juga dengan indeks kekuatan sisa (IKS) dimana > 80 sehingga hasil nilai tertinggi pada IKS yaitu pada variasi 3% dengan nilai 102.50.
MANAJEMEN RISIKO PROYEK KONSTRUKSI JALAN: (Studi Kasus: Preservasi Rekonstruksi Jalan Lambaro – Bts. Pidie) Syammaun, Tamalkhani; Amin, Jurisman; Bustami, Bustami
Tameh Vol. 8 No. 2 (2019): JURNAL TEKNIK SIPIL
Publisher : University of Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37598/m5kw2015

Abstract

Proyek preservasi adalah suatu kegiatan sementara yang berlangsung dalam jangka waktu terbatas, dengan mengalokasikan sumber daya tertentu guna untuk memberikan tingkat pelayanan yang maksimal pada infrastruktur jalan. Dalam pelaksanaan proyek preservasi ini, kontraktor dihadapkan dengan permasalahan berbagai macam risiko. Beberapa risiko yang selalu terjadi adalah kemacetan di sekitar proyek sehingga menghambat kedatangan material, kepadatan lalu lintas sehingga pengalihan arus lalu lintas menyebabkan antrian kendaraan, dan masih banyak risiko lainnya dengan berbagai frekuensi kejadian. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor risiko yang dominan terjadi dalam pelaksanaan Proyek Preservasi Rekonstruksi Jalan Lambaro – Bts. Pidie dan mengidentifikasi solusi penanganannya. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif melalui penyebaran kuesioner dan metode kualitatif melalui wawancara. Responden ditujukan pada personil kontraktor, tenaga kerja, konsultan pengawas, dan owner. Responden dalam penelitian ini terdiri dari 15 personil kontraktor, 50 personil tenaga kerja, 6 personil konsultan pengawas, dan 3 personil owner. Pengolahan data menggunakan uji validitas dan reliabilitas, sedangkan analisis data menggunakan analisis deskriptif melalui bantuan software Statistical Product and Service Solution (SPSS) versi 22. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor risiko yang dominan terjadi dalam pelaksanaan Proyek Preservasi Rekonstruksi Jalan Lambaro – Bts. Pidie adalah faktor lingkungan dengan mean sebesar 2,866. Solusi penanganan risiko pada faktor lingkungan sebagai faktor dominan adalah mobilisasi alat berat ke proyek dilaksanakan di luar jam sibuk, menyiapkan akses jalan alternatif untuk memasukkan alat berat, melakukan koordinasi dengan pihak keamanan untuk menyiapkan akses masuk bagi alat berat, dan mengatur schedule keluar masuk kendaraan proyek dan alat berat di luar jam sibuk dan memasang tanda (signage) keluar masuk proyek.
PERBANDINGAN METODE GREENSHIELD DAN GREENBERG PADA RUAS JALAN JENDERAL AHMAD YANI TERHADAP PENGARUH KARAKTERISTIK LALU LINTAS Syammaun, Tamalkhani; Rachman, Firmansyah; Nanditha, Dwi Murza Nanditha
Tameh Vol. 9 No. 2 (2020): JURNAL TEKNIK SIPIL
Publisher : University of Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37598/b4t43754

Abstract

Setiap tahun pertumbuhan penduduk dan jumlah kendaraan terus meningkat sehingga menimbulkan persoalan terhadap tundaan pergerakan arus lalu lintas. Pada Jalan Jenderal Ahmad Yani Kota Langsa tundaan pergerakan terjadi karena jalan tersebut berada pada daerah perkotaan sehingga terdapat fasilitas umum seperti perkantoran, rumah sakit, sekolah dan lain-lain. Selain itu tundaan pergerakan juga terjadi karena adanya hambatan samping seperti kendaraan yang parkir pada badan jalan. Hal ini tentu saja berpengaruh terhadap karakteristik lalu lintas seperti bertambahnya volume lalu lintas, berkurangnya kecepatan dan meningkatnya kepadatan. Ketiga parameter tersebut yang menentukan nilai matematis kapasitas jalan yang dianalisis menggunakan metode Greenshield dan Greenberg. Dari pemodelan tersebut maka diperoleh nilai koefisien determinasi (R²) tertinggi yaitu 0,852 untuk hubungan kecepatan dengan kepadatan, kemudian diperoleh nilai R2 tertinggi 0,986 untuk hubungan volume dengan kepadatan dan nilai R2 tertinggi 0,750 untuk hubungan volume dengan kecepatan. Setelah mendapatakan nilai hubungan matematis antar kedua model, kemudian menentukan volume maksimum dari kedua model. Nilai volume maksimum (VM) menggunakan model Greenshield adalah sebesar 3652,95 smp/jam dan nilai volume maksimum (VM) menggunakan model Greenberg adalah sebesar 434033,692 smp/jam. sehingga dari nilai VM tersebut dapat disimpulkan bahwa model Greenberg lebih baik dibandingkan model Greenshield.
Evaluasi Kinerja pada Ruas Jalan Hasan Saleh Neusu Kota Banda Aceh Wahyu, Wahyu Andira; Tamalkhani Syammaun; Rifki Hidayat
Tameh Vol. 14 No. 1 (2025): Tameh: Journal of Civil Engineering
Publisher : University of Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37598/10.37598//tameh.v14i1.201

Abstract

Salah satu lokasi rawan kemacetan di Kota Banda Aceh adalah ruas Jalan Hasan Saleh, Kecamatan Baiturrahman, yang merupakan pusat perbelanjaan berupa pasar tradisional dan kawasan pertokoan. Faktor seperti parkir di tepi jalan (On-Street Parking) dan keberadaan pedagang kaki lima (PKL) menyebabkan berkurangnya kapasitas jalan, diperparah oleh peningkatan volume kendaraan yang menurunkan kinerja ruas jalan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja lalu lintas dalam kondisi eksisting dan mengevaluasi tingkat pelayanan di ruas Jalan Hasan Saleh menggunakan metode (MKJI) 1997). Hasil penelitian menunjukkan volume lalu lintas puncak terjadi pada hari Minggu pukul 17.00–18.00 WIB sebesar 1254 smp/jam, serta pada hari Sabtu dan Senin pukul 07.00–08.00 WIB masing-masing sebesar 1369 smp/jam dan 1576 smp/jam. Hambatan samping tertinggi tercatat pada hari Senin sebesar 1010 kend/jam (kelas sangat tinggi/very high). Berdasarkan indikator Level of Service (LOS), nilai derajat kejenuhan tertinggi tercatat pada hari Senin dengan DS = 0,78, tergolong dalam kelas C menurut MKJI 1997, yang menunjukkan arus stabil namun dipengaruhi oleh volume lalu lintas. Hal ini mengindikasikan perlunya upaya perbaikan untuk meningkatkan kinerja jalan di kawasan tersebut.
Optimization of Construction Material Inventory Using Material Requirement Planning Rani, Hafnidar A.; Syammaun, Tamalkhani; Rachman, Firmansyah; Amin, Jurisman; Mahzarullah, Mahzarullah
Jurnal Linears Vol. 8 No. 1 (2025): Jurnal LINEARS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/j-linears.v8i1.17116

Abstract

ABSTRAK: Pengelolaan persediaan material yang efisien sangat penting dalam proyek konstruksi untuk menghindari keterlambatan, pembengkakan biaya, serta kekurangan dan kelebihan material. Penelitian ini menyelidiki optimalisasi pengelolaan persediaan material menggunakan metode Material Requirements Planning (MRP), dengan fokus pada teknik Lot Sizing—Lot for Lot (LFL) dan Part Period Balancing (PPB). Studi kasus dilakukan pada pembangunan Kantor Kementerian Agama di Banda Aceh. Penelitian ini menargetkan material beton bertulang, seperti semen, pasir, dan besi tulangan, yang merupakan bahan penting bagi proyek tersebut. Data primer dikumpulkan melalui observasi lapangan dan wawancara, sementara data sekunder diperoleh dari dokumentasi proyek, termasuk Bill of Materials (BOM), jadwal, dan rincian biaya. Dengan menggunakan MRP, penelitian ini menghitung kebutuhan material, jadwal pengadaan, dan biaya untuk teknik LFL dan PPB. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknik LFL secara signifikan mengurangi biaya dan meningkatkan efisiensi dibandingkan dengan metode PPB. Pada lantai pertama, teknik LFL menghasilkan penghematan biaya sekitar 51,9% dibandingkan dengan metode PPB. Demikian pula, untuk lantai kedua, penghematan biaya sekitar 72,2%. Penelitian ini menyimpulkan bahwa teknik LFL merupakan teknik yang optimal untuk pengelolaan persediaan material dalam proyek konstruksi, memastikan ketersediaan material tepat waktu dan biaya penyimpanan minimal. Temuan ini memberikan kerangka praktis untuk meningkatkan efisiensi pengadaan dan menawarkan wawasan berharga bagi proyek konstruksi di masa depan yang ingin mengurangi biaya dan meningkatkan keandalan penjadwalan.ABSTRACT: Efficient material inventory management is critical in construction projects to avoid delays, cost overruns, and both shortages and surpluses of materials. This study investigates the optimization of material inventory management using the Material Requirements Planning (MRP) method, focusing on Lot Sizing techniques—Lot for Lot (LFL) and Part Period Balancing (PPB). A case study was conducted on the construction of the Ministry of Religious Affairs Office in Banda Aceh. The research targeted reinforced concrete materials, such as cement, sand, and rebar, which are crucial for the project. Primary data was collected through field observations and interviews, while secondary data was obtained from project documentation, including the Bill of Materials (BOM), schedules, and cost breakdowns. Using MRP, the study calculated material requirements, procurement schedules, and costs for both LFL and PPB techniques. The findings revealed that the LFL technique significantly reduces costs and improves efficiency compared to the PPB method. For the first floor, the LFL technique resulted in a cost saving of approximately 51.9% compared to the PPB method. Similarly, for the second floor, the cost savings were around 72.2%. This study concluded that LFL is the optimal technique for material inventory management in construction projects, ensuring timely availability and minimal storage costs. These findings provided a practical framework for improving procurement efficiency and offered valuable insights for future construction projects seeking to reduce costs and enhance scheduling reliability.
Marshall Stability of Porous Asphalt with Oyster Shell Ash Filler Substitution and High Density Polyethylene Rani, Hafnidar A; Syammaun, Tamalkhani; Adamy, Aulina; Zulaiha, Zulaiha
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 13 No. 1 (2023): Volume 13 No 1, Maret 2023
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v13i1.855

Abstract

Abstrak Aspal porus merupakan campuran beraspal yang memiliki rongga udara yang besar yang menyebabkan aspal porus memiliki nilai stabilitas yang rendah. Untuk meningkatkan nilai stabilitas diperlukan bahan tambah lain yang memiliki potensi seperti limbah Abu Cangkang Tiram (OSA) dan limbah High Density Polyethylene (HDPE). OSA mempunyai sifat kimia yang mengandung kapur dan silika yang berfungsi untuk keawetan dan mengunci antar agregat pada perkerasan jalan. Sedangkan HDPE memiliki kekuatan yang tinggi dan kaku serta perilaku untuk mengikat sehingga dapat memperkuat ikatan antara agregat dan OSA dan menambah perkuatan terhadap campuran aspal porus. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan Kadar Aspal Optimum (OAC) pada campuran aspal porus, dan menganalisis variasi persentase terbaik OSA dan limbah HDPE sebagai substitusi aspal pen 60/70. Pengujian yang dilakukan adalah pemeriksaan terhadap parameter Marshall. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi filler 50% OSA : 50% PC dengan 4%, 6% HDPE dapat meningkatkan nilai stabilitas Marshall pada campuran aspal porus serta memenuhi spesifikasi Australian Asphalt Pavement Association (AAPA). Kata kunci: aspal porus, marshall, abu cangkang tiram, HDPE   Abstract Porous Asphalt is the asphalt mix containing large air void resulting low stability of porous asphalt. The improvement of stability requires another potential additive material as Oyster Shell Ash (OSA) and High Density Polyethylene (HDPE) waste. OSA contains of chemical characteristics consisting of calcium and silica for durability and locking the aggregate and road pavement. While HDPE is rigid, high strength, and binder that it can strengthen the bond of aggregate and OSA as well as strengthen porous asphalt mix. The research aims to determine OAC to porous asphalt mix, and analyze the best percentage variation of OSA filler substitution and HDPE waste as asphalt pen 60/70 substitution. The test was carried out was Marshall Parameter investigation. The output explained that the variation of 50% OSA filler: 50% PC using 4%, 6% HDPE can improve the Marshall stability on porous asphalt mix and meet specification of Australian Asphalt Pavement Association (AAPA).   Keywords: Porous asphalt, marshall, oyster shell ash, HDPE
Evaluasi Penempatan Ruang Henti Khusus di Simpang Surabaya Kota Banda Aceh Syammaun, Tamalkhani; Azka, Cut Nawalul; A. Ran, Hafnidar
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 13 No. 2 (2023): Volume 13 Nomor 2, September 2023
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v13i2.965

Abstract

Abstrak Pertambahan jumlah kendaraan bermotor yang pesat tanpa diikuti dengan peningkatan sarana dan prasarana transportasi akan berdampak terhadap turunnya kinerja persimpangan dan mempengaruhi pergerakan arus lalu lintas. Salah satu persimpangan bersinyal dengan tingkat arus lalu lintas yang padat dan sering terjadi kemacetan adalah Simpang Surabaya Kota Banda Aceh. Saat ini fasilitas ruang henti khusus (RHK) sepeda motor telah dibangun di persimpangan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas RHK di Simpang Surabaya. Tahapan penelitian meliputi survei geometrik persimpangan, volume, kinerja persimpangan, dan kondisi RHK. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan RHK belum efektif, namun keberadaan RHK telah mempengaruhi kapasitas persimpangan. Ditinjau dari tingkat keberhasilan dan kecukupan, penerapan RHK masih terbatas pada beberapa lengan persimpangan yang diakibatkan tingginya jumlah kendaraan sepeda motor, penumpukan sepeda motor yang tidak teratur, dan terjadi kemacetan panjang. Kata kunci: Persimpangan, penempatan, ruang henti khusus, sepeda motor   Abstract The rapid increase in the number of motorized vehicles without a corresponding improvement in transportation infrastructure will lead to a decline in intersection performance and affect traffic flow. One of the signalized intersections with high traffic volume and frequent congestion is Simpang Surabaya in Banda Aceh. Currently, advanced stop boxes (ASB) facility has been constructed at this intersection. This research aims to evaluate the effectiveness of ASB. The research stages includes a survey of intersection geometry, volume, intersection performance, and ASB conditions. The research findings indicate that the implementation of ASB is not yet effective, but the presence of ASB has influenced the intersection's capacity. In terms of success rate and adequacy, the implementation of ASB is still limited to certain sections of the intersection due to the high number of motorcycles, irregular motorcycle accumulations, and prolonged congestion.  Keywords: Intersection, placement, advanced stop boxes, motorcycle
The Alternative of Drainage Construction Technology Selection by Using Analytical Hierarchy Process Method Hafnidar A Rani; Tamalkhani Syammaun; Aulina Adamy; Ari Fadillah
Elkawnie Vol. 7 No. 2 (2021)
Publisher : Faculty of Science and Technology Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/ekw.v7i2.9880

Abstract

Abstract: The drainage channel is one of the complementary buildings on the road segment in requiring one of the technical requirements for road infrastructure. The road drainage channels in general are open channels using gravity to drain surface water or inundation to the channel. The distribution of flow in the drainage channel to this channel follows the contours of the highway so that the water will flow easily following gravity. The Several alternatives selection of drainage development technologies include elbow drainage, parallel, grid iron, natural and radial. The problem found that some factor considered in selection the right technology are the construction budget, construction period, material supply, and construction process affecting the selection process become complicated. The purpose of this study is to determine the dominant criteria required in considering the selection of drainage construction technology in Banda Aceh and to determine the proper alternative using Analytical Hierarchy Process (AHP) method. After distributing questionnaires to 16 respondents, the research found that the dominant criterion is the construction period as the score of 0.66. According to the respondents, the construction period become the most vital criteria since the assessment of criteria variable relate to the limitation in complete all drainage proposed. This study founds that the best alternative in selecting drainage construction technology is "parallel drainage" as the score is 4.96. Therefore, this study recommends the use of "parallel drainage" as a priority in the drainage construction Banda Aceh by considering construction budget, construction period, material supply and construction process.Abstrak: Saluran drainase merupakan salah satu bangunan pelengkap pada ruas jalan dalam memenuhi salah satu persyaratan teknis prasarana jalan. Pada umumnya saluran drainase jalan merupakan saluran terbuka yang menggunakan gaya gravitasi untuk mengalirkan air limbah ke outlet. Distribusi aliran di saluran drainase ke outlet ini mengikuti kontur jalan raya sehingga air limbah akan lebih mudah mengalir secara gravitasi. Beberapa alternatif pemilihan teknologi pembangunan drainase antara lain adalah drainase elbow, parallel, gridiron, natural dan radial. Persoalannya, beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan dalam memilih teknologi yang tepat, biaya pembangunan, waktu konstruksi, ketersediaan material, dan proses pembangunan sehingga pilihan menjadi rumit. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan kriteria dominan yang perlu diperhatikan dalam pemilihan teknologi pembangunan drainase di Kota Banda Aceh dan menentukan alternatif yang tepat melalui metode Analytical Hierarchy Process (AHP). Setelah menyebarkan kuesioner kepada 16 responden, penelitian menemukan bahwa kriteria yang dominan adalah waktu pengerjaan dengan bobot tertinggi (0,66). Menurut responden, waktu konstruksi merupakan kriteria yang paling penting karena keterbatasan dalam menyelesaikan seluruh usulan pembangunan drainase perlu dipertimbangkan. Studi ini menemukan bahwa alternatif terbaik dalam memilih teknologi pembangunan drainase adalah “drainase paralel” yang memperoleh nilai kinerja tertinggi sebesar 4,96. Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan penggunaan “drainase paralel” sebagai prioritas dalam pembangunan drainase di Kota Banda Aceh dengan pertimbangan biaya, waktu konstruksi, ketersediaan material, dan proses pembangunan.
Revolutionizing Asphalt Engineering: Unveiling The Influence of Oil Palm Fiber Reinforcement on The Mechanical Attributes of Asphalt Mixtures Tamalkhani Syammaun; Hafnidar A Rani; Suhana Koting
Elkawnie Vol. 10 No. 1 (2024)
Publisher : Faculty of Science and Technology Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/ekw.v10i1.21669

Abstract

Abstract: The increasing demand for environmentally and economically sustainable technologies necessitates innovative approaches in material engineering. This study investigates the repurposing of waste materials by integrating oil palm fiber (OPFib) as reinforcement in porous asphalt mixtures. The primary objective is to examine the effects of adding varying amounts of OPFib (1%, 2%, 3%, 4%, and 5%) on the mechanical properties of asphalt, specifically aiming to improve the asphalt's softening point, viscosity, binder drain-down, and air void characteristics. The methodology involves a series of controlled laboratory tests under diverse conditions to measure these properties. The results indicate that adding OPFib enhances the performance of asphalt by raising the softening point and viscosity, decreasing binder drain-down, and achieving optimal air void levels at certain OPFib concentrations. However, higher OPFib content leads to diminished overall performance. These findings provide insights into the use of OPFib in asphalt mixtures, offering a sustainable solution that enhances road durability and performance, while effectively utilizing waste materials.Abstrak: Meningkatnya permintaan akan teknologi yang ramah lingkungan dan berkelanjutan secara ekonomi membutuhkan pendekatan inovatif dalam rekayasa material. Penelitian ini menyelidiki pemanfaatan kembali bahan limbah dengan mengintegrasikan serat kelapa sawit (OPFib) sebagai penguat pada campuran aspal porus. Tujuan utamanya adalah untuk menguji pengaruh penambahan OPFib dalam jumlah yang bervariasi (1%, 2%, 3%, 4%, dan 5%) terhadap sifat mekanik aspal, khususnya untuk meningkatkan titik lembek aspal, viskositas, aliran aspal dan karakteristik rongga udara. Metodologi yang digunakan adalah serangkaian pengujian laboratorium sebagai kontrol dalam berbagai kondisi untuk mengukur sifat-sifat tersebut. Hasilnya menunjukkan bahwa penambahan OPFib meningkatkan kinerja aspal dengan meningkatkan nilai titik lembek dan viskositas, mengurangi binder drain-down, dan mencapai tingkat rongga udara yang optimal pada konsentrasi OPFib tertentu. Namun, kandungan OPFib yang lebih tinggi menyebabkan penurunan kinerja secara keseluruhan. Temuan ini memberikan pemahaman tentang penggunaan OPFib dalam campuran aspal, menawarkan solusi berkelanjutan yang meningkatkan daya tahan dan kinerja jalan, sekaligus secara efektif memanfaatkan bahan limbah.
Evaluation of PET Waste-Modified Asphalt Performance Under Environmental Stress: A Multi-Scale Analysis of Rheological and Durability Properties Rachman, Firmansyah; Azka, Cut Nawalul; Syammaun, Tamalkhani; Hamdi, Khairul; Dandi, T.M.
Elkawnie Vol. 11 No. 2 (2025)
Publisher : Faculty of Science and Technology Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/ekw.v11i2.29836

Abstract

Abstract: Diesel fuel spills can significantly accelerate asphalt binder softening and mixture deterioration, leading to reduced pavement durability. This study applies a multi-scale evaluation framework to quantify the effectiveness of polyethylene terephthalate (PET) waste in mitigating diesel-induced degradation of asphalt by comparing conventional asphalt (0% PET, control) with PET-modified binders and mixtures containing 6% and 8% PET. The primary objective is to determine whether PET modification can enhance asphalt resistance to diesel contamination by examining the relationship between molecular-level stability, rheological response, and mixture-level performance, using standardized procedures in accordance with the Indonesian Bina Marga 2018 specification and relevant SNI and ASTM standards. The results indicate that diesel exposure causes severe degradation in the control binder, with non-recoverable creep compliance (Jnr) increasing by up to 62% after six hours, reflecting a substantial loss of resistance to permanent deformation. In contrast, PET-modified binders show markedly improved stability, with the 8% PET binder limiting the Jnr increase to approximately 51% under the same exposure, indicating the highest resistance to diesel-induced rheological deterioration. This improvement is consistently reflected at the mixture scale, where the control asphalt mixture experiences a 47% reduction in Marshall stability, while the mixture containing 8% PET shows only an 11% reduction after diesel conditioning. Overall, the findings demonstrate that PET waste—particularly at an 8% dosage—significantly enhances asphalt resistance to diesel-related chemical and mechanical damage. This study provides clear mechanistic and performance-based evidence that PET upcycling is an effective and sustainable strategy for producing more fuel-resistant asphalt pavements. Abstrak: Tumpahan bahan bakar diesel dapat secara signifikan mempercepat pelunakan aspal dan degradasi campuran aspal, sehingga menurunkan daya tahan perkerasan jalan. Penelitian ini menerapkan kerangka evaluasi multi-skala untuk mengkuantifikasi efektivitas limbah polyethylene terephthalate (PET) dalam mengurangi degradasi aspal akibat paparan diesel dengan membandingkan aspal konvensional tanpa PET (0% sebagai kontrol) dan aspal termodifikasi PET dengan kadar 6% dan 8%. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk menilai kemampuan modifikasi PET dalam meningkatkan ketahanan aspal terhadap kontaminasi diesel melalui keterkaitan antara stabilitas molekuler, respons reologi, dan kinerja mekanis campuran, dengan menggunakan prosedur pengujian yang mengacu pada spesifikasi Bina Marga 2018 serta standar SNI dan ASTM yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa paparan diesel menyebabkan degradasi yang signifikan pada pengikat kontrol, yang ditunjukkan oleh peningkatan nilai kepatuhan rangkak tidak pulih (Jnr) hingga 62% setelah 6 jam, menandakan penurunan ketahanan terhadap deformasi permanen. Sebaliknya, pengikat aspal termodifikasi PET menunjukkan stabilitas yang jauh lebih baik, di mana pengikat dengan 8% PET membatasi peningkatan Jnr hingga sekitar 51% pada kondisi paparan yang sama, sehingga memberikan ketahanan reologi tertinggi terhadap diesel. Peningkatan kinerja ini tercermin secara konsisten pada skala campuran, di mana campuran aspal konvensional mengalami penurunan stabilitas Marshall sebesar 47%, sementara campuran dengan 8% PET hanya mengalami penurunan sebesar 11% setelah pengkondisian diesel. Secara keseluruhan, hasil penelitian ini membuktikan bahwa pemanfaatan limbah PET—terutama pada kadar 8%—secara signifikan meningkatkan ketahanan aspal terhadap kerusakan kimia dan mekanis akibat paparan diesel. Temuan ini memberikan bukti mekanistik dan berbasis kinerja bahwa daur ulang PET merupakan strategi berkelanjutan yang efektif untuk menghasilkan perkerasan jalan yang lebih tahan terhadap kontaminasi bahan bakar.