Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

OPTIMALISASI WAKTU DAN BIAYA DENGAN METODE PRECEDENCE DIAGRAM METHOD: (STUDI KASUS: PEMBANGUNAN GEDUNG FISIP UNSYIAH) Syammaun, Tamalkhani; A. Rani, Hafnidar; Rahmat, Fadhil
Tameh Vol. 8 No. 1 (2019): JURNAL TEKNIK SIPIL
Publisher : University of Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37598/rb684r71

Abstract

Waktu dan biaya sangat berpengaruh terhadap keberhasilan dan kegagalan suatu proyek. Tolak ukur keberhasilan proyek biasanya dilihat dari waktu penyelesaian yang singkat dengan biaya yang minimal tanpa meninggalkan mutu hasil pekerjaan. Oleh karena itu, salah satu usaha untuk mengoptimalisasi waktu dan biaya adalah dengan menggunakan metode Precedence Diagram Method (PDM). Pembangunan Gedung Fakultas Ilmu Politik dan Ilmu Sosial Universitas Syiah Kuala ini dibangun III (tiga) lantai dengan anggaran proyek adalah sebesar Rp. 3.607.020.000,00 (Tiga Milyar Enam Ratus Tujuh Juta Dua Puluh Ribu Rupiah) dengan waktu pelaksanaan selama 10 bulan sesuai dengan time schedule dan kurva-S. Permasalahan dalam penelitian ini adalah membandingkan waktu dan biaya antara perencanaan (time schedule dan kurva-S) dengan metode PDM. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui durasi (waktu) optimum, mengetahui biaya yang diperlukan untuk pelaksanaan proyek serta membandingkan waktu dan biaya proyek antara perencanaan (time schedule dan kurva-S) dengan metode PDM. Metode penelitian dalam perencanaan ini dimulai dengan pengumpulan data berupa data sekunder, untuk analisa dan pengolahan data secara manual dimulai dengan perhitungan PDM kemudian dilanjutkan dengan perhitungan float dan jalur kritis. Hasil perhitungan waktu dengan metode PDM diperoleh waktu penyelesaian proyek selama 232 hari lebih cepat 23 hari dari metode kurva-S. Hasil perhitungan biaya secara total dengan menggunakan metode PDM diperoleh biaya sebesar Rp.3.226.282.572 lebih murah dibandingkan dengan menggunakan metode kurva-S dengan selisih biaya Rp.52.829.994,6. Hasil Perhitungan float dan jalur kritis pada penelitian ini dengan metode PDM memperlihatkan bahwa semua kegiatan tidak terdapat float dan semuanya jalur kritis dibandingkan dengan metode kurva-S terdapat float dan tidak semuanya jalur kritis pada semua kegiatan. Dengan demikian, metode PDM dapat mengoptimalkan waktu dan biaya.
PENGARUH LIMBAH BATU BARA SEBAGAI FILLER TERHADAP KARAKTERISTIK MARSHALL DAN INDEK KEKUATAN SISA (IKS) PADA CAMPURAN ASPAL BETON AC-WC Rachman, Firmansyah; Syammaun, Tamalkhani; Heikal, Fadjra
Tameh Vol. 8 No. 1 (2019): JURNAL TEKNIK SIPIL
Publisher : University of Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37598/jv3xze23

Abstract

Penambangan batubara di Indonesia banyak menghasilkan limbah berupa abu batubara. Salah satunya ialah Batubara yang terdapat di Nagan Raya, memiliki kandungan silika (Si O2) lebih banyak daripada jenis lainnya. Berdasarkan literatur, penggunaan sulfur dalam campuran beraspal dapat meningkatkan stabilitas Marshall. Penelitian ini dilakukan untuk mendukung penelitian sebelumnya tentang filler dan untuk memperbaik mutu dalam campuran beraspal. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengaruh abu batubara sebagai filler terhadap karakteristik dan indeks kekuatan sisa pada campuran aspal beton AC-WC. Penelitian ini menggunakan metode marshall dan indeks kekuatan sisa (IKS). Aspal yang digunakan penelitian ini merupakan aspal pertamina Pen 60/70 dengan penambahan limbah abu batubara pada variasi 0%, 1%, 2%, 3%, 4% dan 5% sebagai filler. Pelaksanaan penelitian dimulai dengan pengambilan material lalu dilanjutkan dengan sifat-sifat fisis agregat sehingga dapat diketahui apakah memenuhi spesifikasi yang ditetapkan. Pada penelitian ini banyak benda uji/sampel KAO sebanyak 25 buah benda uji. Dengan memperoleh kadar aspal 6,1 yang bakal dipakai pada 6 variasi dimana pervariasi 5 sampel benda uji. Untuk variasi yang menggunakan abu batubara yaitu sebanyak 30 buah benda uji satu diantara benda uji akan dilakukan indek kekuatan sisa (IKS). Jadi jumlah total benda uji yang dibuat yaitu sebanyak 55 benda uji. Hasi penelitian menunjukkan peggunaan abu batubara sebagai filler pada parameter marshall semuanya memenuhi spesifikasi begitu juga dengan indeks kekuatan sisa (IKS) dimana > 80 sehingga hasil nilai tertinggi pada IKS yaitu pada variasi 3% dengan nilai 102.50.
MANAJEMEN RISIKO PROYEK KONSTRUKSI JALAN: (Studi Kasus: Preservasi Rekonstruksi Jalan Lambaro – Bts. Pidie) Syammaun, Tamalkhani; Amin, Jurisman; Bustami, Bustami
Tameh Vol. 8 No. 2 (2019): JURNAL TEKNIK SIPIL
Publisher : University of Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37598/m5kw2015

Abstract

Proyek preservasi adalah suatu kegiatan sementara yang berlangsung dalam jangka waktu terbatas, dengan mengalokasikan sumber daya tertentu guna untuk memberikan tingkat pelayanan yang maksimal pada infrastruktur jalan. Dalam pelaksanaan proyek preservasi ini, kontraktor dihadapkan dengan permasalahan berbagai macam risiko. Beberapa risiko yang selalu terjadi adalah kemacetan di sekitar proyek sehingga menghambat kedatangan material, kepadatan lalu lintas sehingga pengalihan arus lalu lintas menyebabkan antrian kendaraan, dan masih banyak risiko lainnya dengan berbagai frekuensi kejadian. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor risiko yang dominan terjadi dalam pelaksanaan Proyek Preservasi Rekonstruksi Jalan Lambaro – Bts. Pidie dan mengidentifikasi solusi penanganannya. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif melalui penyebaran kuesioner dan metode kualitatif melalui wawancara. Responden ditujukan pada personil kontraktor, tenaga kerja, konsultan pengawas, dan owner. Responden dalam penelitian ini terdiri dari 15 personil kontraktor, 50 personil tenaga kerja, 6 personil konsultan pengawas, dan 3 personil owner. Pengolahan data menggunakan uji validitas dan reliabilitas, sedangkan analisis data menggunakan analisis deskriptif melalui bantuan software Statistical Product and Service Solution (SPSS) versi 22. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor risiko yang dominan terjadi dalam pelaksanaan Proyek Preservasi Rekonstruksi Jalan Lambaro – Bts. Pidie adalah faktor lingkungan dengan mean sebesar 2,866. Solusi penanganan risiko pada faktor lingkungan sebagai faktor dominan adalah mobilisasi alat berat ke proyek dilaksanakan di luar jam sibuk, menyiapkan akses jalan alternatif untuk memasukkan alat berat, melakukan koordinasi dengan pihak keamanan untuk menyiapkan akses masuk bagi alat berat, dan mengatur schedule keluar masuk kendaraan proyek dan alat berat di luar jam sibuk dan memasang tanda (signage) keluar masuk proyek.
PERBANDINGAN METODE GREENSHIELD DAN GREENBERG PADA RUAS JALAN JENDERAL AHMAD YANI TERHADAP PENGARUH KARAKTERISTIK LALU LINTAS Syammaun, Tamalkhani; Rachman, Firmansyah; Nanditha, Dwi Murza Nanditha
Tameh Vol. 9 No. 2 (2020): JURNAL TEKNIK SIPIL
Publisher : University of Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37598/b4t43754

Abstract

Setiap tahun pertumbuhan penduduk dan jumlah kendaraan terus meningkat sehingga menimbulkan persoalan terhadap tundaan pergerakan arus lalu lintas. Pada Jalan Jenderal Ahmad Yani Kota Langsa tundaan pergerakan terjadi karena jalan tersebut berada pada daerah perkotaan sehingga terdapat fasilitas umum seperti perkantoran, rumah sakit, sekolah dan lain-lain. Selain itu tundaan pergerakan juga terjadi karena adanya hambatan samping seperti kendaraan yang parkir pada badan jalan. Hal ini tentu saja berpengaruh terhadap karakteristik lalu lintas seperti bertambahnya volume lalu lintas, berkurangnya kecepatan dan meningkatnya kepadatan. Ketiga parameter tersebut yang menentukan nilai matematis kapasitas jalan yang dianalisis menggunakan metode Greenshield dan Greenberg. Dari pemodelan tersebut maka diperoleh nilai koefisien determinasi (R²) tertinggi yaitu 0,852 untuk hubungan kecepatan dengan kepadatan, kemudian diperoleh nilai R2 tertinggi 0,986 untuk hubungan volume dengan kepadatan dan nilai R2 tertinggi 0,750 untuk hubungan volume dengan kecepatan. Setelah mendapatakan nilai hubungan matematis antar kedua model, kemudian menentukan volume maksimum dari kedua model. Nilai volume maksimum (VM) menggunakan model Greenshield adalah sebesar 3652,95 smp/jam dan nilai volume maksimum (VM) menggunakan model Greenberg adalah sebesar 434033,692 smp/jam. sehingga dari nilai VM tersebut dapat disimpulkan bahwa model Greenberg lebih baik dibandingkan model Greenshield.
Evaluasi Kinerja pada Ruas Jalan Hasan Saleh Neusu Kota Banda Aceh Wahyu, Wahyu Andira; Tamalkhani Syammaun; Rifki Hidayat
Tameh Vol. 14 No. 1 (2025): Tameh: Journal of Civil Engineering
Publisher : University of Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37598/10.37598//tameh.v14i1.201

Abstract

Salah satu lokasi rawan kemacetan di Kota Banda Aceh adalah ruas Jalan Hasan Saleh, Kecamatan Baiturrahman, yang merupakan pusat perbelanjaan berupa pasar tradisional dan kawasan pertokoan. Faktor seperti parkir di tepi jalan (On-Street Parking) dan keberadaan pedagang kaki lima (PKL) menyebabkan berkurangnya kapasitas jalan, diperparah oleh peningkatan volume kendaraan yang menurunkan kinerja ruas jalan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja lalu lintas dalam kondisi eksisting dan mengevaluasi tingkat pelayanan di ruas Jalan Hasan Saleh menggunakan metode (MKJI) 1997). Hasil penelitian menunjukkan volume lalu lintas puncak terjadi pada hari Minggu pukul 17.00–18.00 WIB sebesar 1254 smp/jam, serta pada hari Sabtu dan Senin pukul 07.00–08.00 WIB masing-masing sebesar 1369 smp/jam dan 1576 smp/jam. Hambatan samping tertinggi tercatat pada hari Senin sebesar 1010 kend/jam (kelas sangat tinggi/very high). Berdasarkan indikator Level of Service (LOS), nilai derajat kejenuhan tertinggi tercatat pada hari Senin dengan DS = 0,78, tergolong dalam kelas C menurut MKJI 1997, yang menunjukkan arus stabil namun dipengaruhi oleh volume lalu lintas. Hal ini mengindikasikan perlunya upaya perbaikan untuk meningkatkan kinerja jalan di kawasan tersebut.
Optimization of Construction Material Inventory Using Material Requirement Planning Rani, Hafnidar A.; Syammaun, Tamalkhani; Rachman, Firmansyah; Amin, Jurisman; Mahzarullah, Mahzarullah
Jurnal Linears Vol. 8 No. 1 (2025): Jurnal LINEARS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/j-linears.v8i1.17116

Abstract

ABSTRAK: Pengelolaan persediaan material yang efisien sangat penting dalam proyek konstruksi untuk menghindari keterlambatan, pembengkakan biaya, serta kekurangan dan kelebihan material. Penelitian ini menyelidiki optimalisasi pengelolaan persediaan material menggunakan metode Material Requirements Planning (MRP), dengan fokus pada teknik Lot Sizing—Lot for Lot (LFL) dan Part Period Balancing (PPB). Studi kasus dilakukan pada pembangunan Kantor Kementerian Agama di Banda Aceh. Penelitian ini menargetkan material beton bertulang, seperti semen, pasir, dan besi tulangan, yang merupakan bahan penting bagi proyek tersebut. Data primer dikumpulkan melalui observasi lapangan dan wawancara, sementara data sekunder diperoleh dari dokumentasi proyek, termasuk Bill of Materials (BOM), jadwal, dan rincian biaya. Dengan menggunakan MRP, penelitian ini menghitung kebutuhan material, jadwal pengadaan, dan biaya untuk teknik LFL dan PPB. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknik LFL secara signifikan mengurangi biaya dan meningkatkan efisiensi dibandingkan dengan metode PPB. Pada lantai pertama, teknik LFL menghasilkan penghematan biaya sekitar 51,9% dibandingkan dengan metode PPB. Demikian pula, untuk lantai kedua, penghematan biaya sekitar 72,2%. Penelitian ini menyimpulkan bahwa teknik LFL merupakan teknik yang optimal untuk pengelolaan persediaan material dalam proyek konstruksi, memastikan ketersediaan material tepat waktu dan biaya penyimpanan minimal. Temuan ini memberikan kerangka praktis untuk meningkatkan efisiensi pengadaan dan menawarkan wawasan berharga bagi proyek konstruksi di masa depan yang ingin mengurangi biaya dan meningkatkan keandalan penjadwalan.ABSTRACT: Efficient material inventory management is critical in construction projects to avoid delays, cost overruns, and both shortages and surpluses of materials. This study investigates the optimization of material inventory management using the Material Requirements Planning (MRP) method, focusing on Lot Sizing techniques—Lot for Lot (LFL) and Part Period Balancing (PPB). A case study was conducted on the construction of the Ministry of Religious Affairs Office in Banda Aceh. The research targeted reinforced concrete materials, such as cement, sand, and rebar, which are crucial for the project. Primary data was collected through field observations and interviews, while secondary data was obtained from project documentation, including the Bill of Materials (BOM), schedules, and cost breakdowns. Using MRP, the study calculated material requirements, procurement schedules, and costs for both LFL and PPB techniques. The findings revealed that the LFL technique significantly reduces costs and improves efficiency compared to the PPB method. For the first floor, the LFL technique resulted in a cost saving of approximately 51.9% compared to the PPB method. Similarly, for the second floor, the cost savings were around 72.2%. This study concluded that LFL is the optimal technique for material inventory management in construction projects, ensuring timely availability and minimal storage costs. These findings provided a practical framework for improving procurement efficiency and offered valuable insights for future construction projects seeking to reduce costs and enhance scheduling reliability.
Marshall Stability of Porous Asphalt with Oyster Shell Ash Filler Substitution and High Density Polyethylene Rani, Hafnidar A; Syammaun, Tamalkhani; Adamy, Aulina; Zulaiha, Zulaiha
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 13 No. 1 (2023): Volume 13 No 1, Maret 2023
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v13i1.855

Abstract

Abstrak Aspal porus merupakan campuran beraspal yang memiliki rongga udara yang besar yang menyebabkan aspal porus memiliki nilai stabilitas yang rendah. Untuk meningkatkan nilai stabilitas diperlukan bahan tambah lain yang memiliki potensi seperti limbah Abu Cangkang Tiram (OSA) dan limbah High Density Polyethylene (HDPE). OSA mempunyai sifat kimia yang mengandung kapur dan silika yang berfungsi untuk keawetan dan mengunci antar agregat pada perkerasan jalan. Sedangkan HDPE memiliki kekuatan yang tinggi dan kaku serta perilaku untuk mengikat sehingga dapat memperkuat ikatan antara agregat dan OSA dan menambah perkuatan terhadap campuran aspal porus. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan Kadar Aspal Optimum (OAC) pada campuran aspal porus, dan menganalisis variasi persentase terbaik OSA dan limbah HDPE sebagai substitusi aspal pen 60/70. Pengujian yang dilakukan adalah pemeriksaan terhadap parameter Marshall. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi filler 50% OSA : 50% PC dengan 4%, 6% HDPE dapat meningkatkan nilai stabilitas Marshall pada campuran aspal porus serta memenuhi spesifikasi Australian Asphalt Pavement Association (AAPA). Kata kunci: aspal porus, marshall, abu cangkang tiram, HDPE   Abstract Porous Asphalt is the asphalt mix containing large air void resulting low stability of porous asphalt. The improvement of stability requires another potential additive material as Oyster Shell Ash (OSA) and High Density Polyethylene (HDPE) waste. OSA contains of chemical characteristics consisting of calcium and silica for durability and locking the aggregate and road pavement. While HDPE is rigid, high strength, and binder that it can strengthen the bond of aggregate and OSA as well as strengthen porous asphalt mix. The research aims to determine OAC to porous asphalt mix, and analyze the best percentage variation of OSA filler substitution and HDPE waste as asphalt pen 60/70 substitution. The test was carried out was Marshall Parameter investigation. The output explained that the variation of 50% OSA filler: 50% PC using 4%, 6% HDPE can improve the Marshall stability on porous asphalt mix and meet specification of Australian Asphalt Pavement Association (AAPA).   Keywords: Porous asphalt, marshall, oyster shell ash, HDPE
Evaluasi Penempatan Ruang Henti Khusus di Simpang Surabaya Kota Banda Aceh Syammaun, Tamalkhani; Azka, Cut Nawalul; A. Ran, Hafnidar
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 13 No. 2 (2023): Volume 13 Nomor 2, September 2023
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v13i2.965

Abstract

Abstrak Pertambahan jumlah kendaraan bermotor yang pesat tanpa diikuti dengan peningkatan sarana dan prasarana transportasi akan berdampak terhadap turunnya kinerja persimpangan dan mempengaruhi pergerakan arus lalu lintas. Salah satu persimpangan bersinyal dengan tingkat arus lalu lintas yang padat dan sering terjadi kemacetan adalah Simpang Surabaya Kota Banda Aceh. Saat ini fasilitas ruang henti khusus (RHK) sepeda motor telah dibangun di persimpangan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas RHK di Simpang Surabaya. Tahapan penelitian meliputi survei geometrik persimpangan, volume, kinerja persimpangan, dan kondisi RHK. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan RHK belum efektif, namun keberadaan RHK telah mempengaruhi kapasitas persimpangan. Ditinjau dari tingkat keberhasilan dan kecukupan, penerapan RHK masih terbatas pada beberapa lengan persimpangan yang diakibatkan tingginya jumlah kendaraan sepeda motor, penumpukan sepeda motor yang tidak teratur, dan terjadi kemacetan panjang. Kata kunci: Persimpangan, penempatan, ruang henti khusus, sepeda motor   Abstract The rapid increase in the number of motorized vehicles without a corresponding improvement in transportation infrastructure will lead to a decline in intersection performance and affect traffic flow. One of the signalized intersections with high traffic volume and frequent congestion is Simpang Surabaya in Banda Aceh. Currently, advanced stop boxes (ASB) facility has been constructed at this intersection. This research aims to evaluate the effectiveness of ASB. The research stages includes a survey of intersection geometry, volume, intersection performance, and ASB conditions. The research findings indicate that the implementation of ASB is not yet effective, but the presence of ASB has influenced the intersection's capacity. In terms of success rate and adequacy, the implementation of ASB is still limited to certain sections of the intersection due to the high number of motorcycles, irregular motorcycle accumulations, and prolonged congestion.  Keywords: Intersection, placement, advanced stop boxes, motorcycle