Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Revolutionizing Asphalt Engineering: Unveiling The Influence of Oil Palm Fiber Reinforcement on The Mechanical Attributes of Asphalt Mixtures Tamalkhani Syammaun; Hafnidar A Rani; Suhana Koting
Elkawnie: Journal of Islamic Science and Technology Vol 10, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/ekw.v10i1.21669

Abstract

Abstract: The increasing demand for environmentally and economically sustainable technologies necessitates innovative approaches in material engineering. This study investigates the repurposing of waste materials by integrating oil palm fiber (OPFib) as reinforcement in porous asphalt mixtures. The primary objective is to examine the effects of adding varying amounts of OPFib (1%, 2%, 3%, 4%, and 5%) on the mechanical properties of asphalt, specifically aiming to improve the asphalt's softening point, viscosity, binder drain-down, and air void characteristics. The methodology involves a series of controlled laboratory tests under diverse conditions to measure these properties. The results indicate that adding OPFib enhances the performance of asphalt by raising the softening point and viscosity, decreasing binder drain-down, and achieving optimal air void levels at certain OPFib concentrations. However, higher OPFib content leads to diminished overall performance. These findings provide insights into the use of OPFib in asphalt mixtures, offering a sustainable solution that enhances road durability and performance, while effectively utilizing waste materials.Abstrak: Meningkatnya permintaan akan teknologi yang ramah lingkungan dan berkelanjutan secara ekonomi membutuhkan pendekatan inovatif dalam rekayasa material. Penelitian ini menyelidiki pemanfaatan kembali bahan limbah dengan mengintegrasikan serat kelapa sawit (OPFib) sebagai penguat pada campuran aspal porus. Tujuan utamanya adalah untuk menguji pengaruh penambahan OPFib dalam jumlah yang bervariasi (1%, 2%, 3%, 4%, dan 5%) terhadap sifat mekanik aspal, khususnya untuk meningkatkan titik lembek aspal, viskositas, aliran aspal dan karakteristik rongga udara. Metodologi yang digunakan adalah serangkaian pengujian laboratorium sebagai kontrol dalam berbagai kondisi untuk mengukur sifat-sifat tersebut. Hasilnya menunjukkan bahwa penambahan OPFib meningkatkan kinerja aspal dengan meningkatkan nilai titik lembek dan viskositas, mengurangi binder drain-down, dan mencapai tingkat rongga udara yang optimal pada konsentrasi OPFib tertentu. Namun, kandungan OPFib yang lebih tinggi menyebabkan penurunan kinerja secara keseluruhan. Temuan ini memberikan pemahaman tentang penggunaan OPFib dalam campuran aspal, menawarkan solusi berkelanjutan yang meningkatkan daya tahan dan kinerja jalan, sekaligus secara efektif memanfaatkan bahan limbah.
Pengaruh Keterlambatan Pembangunan Proyek Konstruksi Akibat Pandemi Covid-19 Syammaun, Tamalkhani; Rani, Hafnidar A; Amin, Jurisman; Safriadi
Siklus : Jurnal Teknik Sipil Vol. 9 No. 1 (2023)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/siklus.v9i1.11833

Abstract

Saat ini kondisi pandemi Covid-19 masih berdampak terhadap sektor pembangunan konstruksi. Dalam hal ini memungkinkan terjadinya keterlambatan yang disebabkan oleh peningkatan biaya, kendala dalam proses distribusi material, pengurangan jumlah tenaga kerja dan jam kerja, bahkan proyek-proyek yang berada di zona merah melakukan penghentian sementara. Permasalahan dalam penelitian ini adalah faktor dominan apa yang dapat mempengaruhi keterlambatan pembangunan proyek konstruksi akibat pandemi Covid-19. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis faktor dominan yang mempengaruhi keterlambatan pembangunan proyek konstruksi akibat pandemi Covid-19. Teknik sampling yang digunakan yaitu teknik sampling jenuh. Variabel yang digunakan adalah variabel biaya, tenaga kerja, material, dan waktu, terdiri dari 20 indikator. Kuesioner didistribusikan kepada 36 kontraktor yang berkualifikasi kecil dan menengah. Pengolahan data menggunakan software SPSS versi 25, dengan analisis yang digunakan adalah analisis faktor, analisis deskriptif dan analisis cross-tabulation. Hasil analisis faktor diperoleh seluruh variabel valid dan reliabel. Hasil analisis deskriptif didapat faktor dominan yang berpengaruh adalah faktor tenaga kerja. Hasil analisis cross tabulation didapatkan nilai asymptotic significant rata-rata pada pearson chi-square yaitu sebesar 0,000 yaitu kurang dari 0,05. Dapat disimpulkan bahwa ketersediaan tenaga kerja ahli yang sangat sulit merupakan penyebab keterlambatan pembangunan proyek konstruksi akibat pandemi Covid-19.
Optimization of Construction Material Inventory Using Material Requirement Planning Rani, Hafnidar A.; Syammaun, Tamalkhani; Rachman, Firmansyah; Amin, Jurisman; Mahzarullah, Mahzarullah
Jurnal Linears Vol 8, No 1 (2025): Jurnal LINEARS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/j-linears.v8i1.17116

Abstract

ABSTRAK: Pengelolaan persediaan material yang efisien sangat penting dalam proyek konstruksi untuk menghindari keterlambatan, pembengkakan biaya, serta kekurangan dan kelebihan material. Penelitian ini menyelidiki optimalisasi pengelolaan persediaan material menggunakan metode Material Requirements Planning (MRP), dengan fokus pada teknik Lot Sizing—Lot for Lot (LFL) dan Part Period Balancing (PPB). Studi kasus dilakukan pada pembangunan Kantor Kementerian Agama di Banda Aceh. Penelitian ini menargetkan material beton bertulang, seperti semen, pasir, dan besi tulangan, yang merupakan bahan penting bagi proyek tersebut. Data primer dikumpulkan melalui observasi lapangan dan wawancara, sementara data sekunder diperoleh dari dokumentasi proyek, termasuk Bill of Materials (BOM), jadwal, dan rincian biaya. Dengan menggunakan MRP, penelitian ini menghitung kebutuhan material, jadwal pengadaan, dan biaya untuk teknik LFL dan PPB. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknik LFL secara signifikan mengurangi biaya dan meningkatkan efisiensi dibandingkan dengan metode PPB. Pada lantai pertama, teknik LFL menghasilkan penghematan biaya sekitar 51,9% dibandingkan dengan metode PPB. Demikian pula, untuk lantai kedua, penghematan biaya sekitar 72,2%. Penelitian ini menyimpulkan bahwa teknik LFL merupakan teknik yang optimal untuk pengelolaan persediaan material dalam proyek konstruksi, memastikan ketersediaan material tepat waktu dan biaya penyimpanan minimal. Temuan ini memberikan kerangka praktis untuk meningkatkan efisiensi pengadaan dan menawarkan wawasan berharga bagi proyek konstruksi di masa depan yang ingin mengurangi biaya dan meningkatkan keandalan penjadwalan.ABSTRACT: Efficient material inventory management is critical in construction projects to avoid delays, cost overruns, and both shortages and surpluses of materials. This study investigates the optimization of material inventory management using the Material Requirements Planning (MRP) method, focusing on Lot Sizing techniques—Lot for Lot (LFL) and Part Period Balancing (PPB). A case study was conducted on the construction of the Ministry of Religious Affairs Office in Banda Aceh. The research targeted reinforced concrete materials, such as cement, sand, and rebar, which are crucial for the project. Primary data was collected through field observations and interviews, while secondary data was obtained from project documentation, including the Bill of Materials (BOM), schedules, and cost breakdowns. Using MRP, the study calculated material requirements, procurement schedules, and costs for both LFL and PPB techniques. The findings revealed that the LFL technique significantly reduces costs and improves efficiency compared to the PPB method. For the first floor, the LFL technique resulted in a cost saving of approximately 51.9% compared to the PPB method. Similarly, for the second floor, the cost savings were around 72.2%. This study concluded that LFL is the optimal technique for material inventory management in construction projects, ensuring timely availability and minimal storage costs. These findings provided a practical framework for improving procurement efficiency and offered valuable insights for future construction projects seeking to reduce costs and enhance scheduling reliability.
THE UTILIZATION OF USED DRUMS AS TRASH CANS IN BUENG VILLAGE, JANTHO ACEH BESAR Syammaun, Tamalkhani; Rani, Hafnidar A.; Diwa, Lukmana Umara; Junaidi, Junaidi; Irawan, Yudi; Perdana, Nazar Iqbal
ABDIMU: Jurnal Pengabdian Muhammadiyah Vol 1, No 2 (2021): Vol 1, No 2, Desember (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37598/abdimu.v1i2.1118

Abstract

Garbage is goods derived from human activities that are no longer used, either unused or discarded. Good waste management not only makes the environment clean and healthy, but can also improve the community's economy. Bueng Village is one of the villages in the Jantho City District, Aceh Besar Regency which is classified as underdeveloped according to the Village Development Index and classified as underdeveloped according to the Village Development Index. The livelihoods of the people in Gampong Bueng are mostly farmers, because this village is located in the mountains and filled with rice fields. The problem that occurs in Bueng Village is that there is no garbage disposal area, so a lot of garbage is thrown carelessly around the location and causes an unpleasant odor. Therefore, there is a need for a garbage disposal site that can make it easier for the surrounding community to dispose of waste in its place. So the potential for used drums is very interesting to function as a high-value trash can both from an aesthetic and economical point of view. In addition to having the advantage of a strong base material, used drums have sufficient volume. The purpose of making this trash can is to minimize waste in Bueng Village. With the trash can, there will be public awareness to collect garbage and dispose of garbage in its place so that the environment is clean and free from disease.Keywords: Used drums, environment, garbage
COMMUNITY-DRIVEN INNOVATION: COCONUT SHELL CHARCOAL AND STYROFOAM IN POROUS ASPHALT MIXTURES. INOVASI BERBASIS MASYARAKAT: ARANG TEMPURUNG KELAPA DAN STYROFOAM DALAM CAMPURAN ASPAL PORUS Syammaun, Tamalkhani; Azzahra, Fatimah; Nasution, Emmi Suryani; Aksal, Ilham; Nurhilani, Siti
ABDIMU: Jurnal Pengabdian Muhammadiyah Vol 3, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37598/abdimu.v3i2.1903

Abstract

The Ingin Jaya District in Aceh Besar Regency has an area of 2,434 hectares. One of the villages in the Ingin Jaya District is Teubang Phui Village, located 11.5 km from the University of Muhammadiyah Aceh. In this village, there is one medium-sized small industry that will be a partner, namely Naturi Alam Semesta, which produces coconut shell charcoal. Coconut shell charcoal powder contains silica as a reinforcement for asphalt mixtures. Porous asphalt is an asphalt mixture with a uniform aggregate gradation, where the percentage of coarse aggregate is higher than fine aggregate. This gradation has large voids that weaken the interlocking of aggregates and make it easily detachable, resulting in a shorter service life compared to conventional asphalt mixtures. The stability of porous asphalt mixtures depends on the quality of asphalt as the binding material for aggregates, so high-quality modified asphalt is required for porous asphalt mixtures. One technology developed to improve the quality of asphalt as a binding material is modifying additional materials using residual or waste materials. Testing of test specimens includes the Marshall parameter, asphalt flow down, Cantabro loss, and permeability, with a total of 75 test specimens carried out in the Civil Engineering Laboratory of the University of Muhammadiyah Aceh. The urgent problem faced by the partner at this time is the lack of human resources and not having a charcoal crushing machine. The aim is to empower the surrounding community as partner human resources and introduce technology to the partner for the processing of coconut shell charcoal into powder that can be used as a filler, thereby increasing productivity and meeting market demand. The stages in implementing technology dissemination activities to partners and the community are identifying coconut production, coconut shell needs, technology for the crushing and mixing processes required. Keywords: Porous asphalt mixture; Coconut shell charcoal powder; Styrofoam.
OPTIMALISASI JUMLAH BUS TRANS KOETARADJA DI KOTA BANDA ACEH: (Studi Kasus Koridor I: Pusat Kota - Darussalam) Syammaun, Tamalkhani; Rachman, Firmansyah; Safriadi, Safriadi
Tameh Vol. 7 No. 1 (2018): JURNAL TEKNIK SIPIL
Publisher : University of Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37598/9537ft94

Abstract

Pada dasarnya, pengguna kendaraan angkutan umum menghendaki adanya tingkat pelayanan yang cukup memadai, baik waktu tempuh, waktu tunggu, maupun keamanan dan kenyamanan yang terjamin selama dalam perjalanan. Tuntutan akan hal tersebut dapat dipenuhi bila penyediaan armada angkutan penumpang umum berada pada garis yang seimbang dengan permintaan jasa angkutan umum. Salah satu tolak ukur keberhasilan pengelolaan perangkutan adalah terpenuhinya kebutuhan kendaraan atau armada yang siap operasi pada saat diperlukan dalam jumlah yang optimal. Jumlah armada yang tepat sesuai dengan kebutuhan sulit dipastikan, yang dapat dilakukan adalah jumlah yang mendekati besarnya kebutuhan. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti seberapa besar kebutuhan perjalanan penumpang pada sebuah koridor angkutan umum, yang koridornya melayani pusat kota- Darussalam. Cara pelaksanaan penelitian di lapangan dilakukan dengan survei yang dilaksanakan didalam kendaraan dengan metode pencatatan jumlah penumpang yang naik dan turun kendaraan yang menempuh suatu trayek, dimana petugas mencatat jumlah penumpang yang naik dan turun dan atau waktu perjalanan pada tiap rute. Pengumpulan data jumlah penumpang naik/turun, jumlah penumpang diatas kendaraan, waktu tempuh kendaraan, waktu sirkulasi kendaraan, waktu henti kendaraan di halte dan waktu antara (headway) yang dilakukan selama 4 (empat) hari yaitu hari senin, rabu, sabtu dan minggu. Pengamatan dilakukan pada jam- sibuk yaitu pukul 06:30 – 09:00; 11:30 – 14:00; dan pukul 16:00 – 18:30 jam. Dari survei lapangan diketahui bahwa jumlah bus yang optimal pada koridor I Pusat Kota-darussalam adalah sebanyak, pagi 3 unit kendaraan, siang 3 unit kendaraan dan sore 3 unit kendaraan yang berangkat dari masing-masing rute (Keudah-Darussalam dan Darussalam-Keudah) dengan nilai headway yang efektif 40 menit. Faktor pembebanan (load factor) angkutan umum Trans Koetaradja terhadap jumlah penumpang per jam pada seksi terpadat pada jam sibuk lebih kecil dari 70% kapasitas bus.
IDENTIFIKASI PENERAPAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA PADA PELAKSANAAN PROYEK FLY OVER SIMPANG SURABAYA KOTA BANDA ACEH Amin, Jurisman; Syammaun, Tamalkhani; Gunawan, Riqi
Tameh Vol. 7 No. 1 (2018): JURNAL TEKNIK SIPIL
Publisher : University of Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37598/nzmzz702

Abstract

Kasus kecelakaan kerja kerap terulang akibat dari permasalahan K3 yang kompleks di Indonesia. Mengingat proyek fly over merupakan salah satu mega proyek di Kota Banda Aceh, maka memiliki resiko kecelakaan kerja yang cukup tinggi, sehingga K3 sangat penting untuk diterapkan. Dengan adanya penerapan K3 pada proyek, maka semua tenaga kerja akan mendapatkan jaminan atas keselamatan dan kesehatan kerja, sehingga tenaga kerja akan lebih giat dan disiplin dalam melaksanakan tugasnya, serta tidak akan terbeban dengan resiko yang akan timbul dalam proyek konstruksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi minat tim pelaksanaan kegiatan dalam penerapan K3 pada proyek fly over Simpang Surabaya Kota Banda Aceh, serta mengidentifikasi penerapan K3 yang dominan pada pelaksanaan proyek tersebut. Pengamatan dilakukan pada tim pelaksanaan konstruksi (stakeholder) pada proyek fly over Kota Banda Aceh, yaitu owner, konsultan supervisi, dan pelaksana. Identifikasi yang dilakukan pada perlengkapan Alat Pelindung Diri (APD), perlengkapan Alat Pengaman Kerja (APK), perlengkapan kesehatan di proyek, lingkungan kerja, dan program umum. Analisa statistika yang digunakan adalah uji reliabilitas, uji validitas dan analisis deskriptif, melalui program Statistical Product and Service Solution (SPSS) versi 22. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan K3 dalam pelaksanaan proyek fly over, yang diminati oleh stakeholder adalah program perlengkapan APD dengan mean 4,609, perlengkapan APK dengan mean 4,600, lingkungan kerja dengan mean 4,559, umum dengan mean 4,585, dan perlengkapan kesehatan di proyek dengan mean 4,423. Penerapan K3 yang paling dominan diminati pada pelaksanaan proyek fly over adalah program perlengkapan APD dengan mean 4,609. Program perlengkapan APD pada proyek fly over sudah diimplementasikan sepenuhnya oleh pelaksana. Dalam hal ini stakeholder yang menjalankan tugasnya pada proyek fly over, sadar akan penggunaan APD dan menunjukkan minat yang besar dalam penerapannya.
PERBANDINGAN KARAKTERISTIK ASPAL BETON MENGGUNAKAN FILLER TANAH DENGAN FILLER ABU BATU BATA Rachman, Firmansyah; Syammaun, Tamalkhani; Saputra, T. R. B.
Tameh Vol. 7 No. 2 (2018): JURNAL TEKNIK SIPIL
Publisher : University of Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37598/b0gkjs27

Abstract

Aspal beton adalah perkerasan yang umum digunakan dalam kontruksi jalan raya. Aspal beton dipakai sebagai lapis permukaan (surface) untuk melayani beban lalu lintas serta melindungi lapisan perkerasaan yang ada di bawahnya. Aspal beton terdiri dari agregat kasar, halus dan filler (bahan pengisi) . Agregat kasar di dalam campuran aspal beton berfungsi sebagai rangka (frames) perkerasan yang memberi kekuatan/stabilitas (stability), sedangkan agregat halus dan filler berfungsi sebagai pengisi rongga antar agregat kasar di dalam campuran yang akan meningkatkan angka stabilitas. Aspal beton yang menjadi objek penelitian ini merupakan aspal beton dengan filler tanah dan abu batu bata. Umumnya filler yang digunakan dalam campuran aspal beton adalah semen. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui mana diantara tanah dan abu batu bata yang lebih baik untuk dapat dijadikan sebagai filler pengganti semen dalam campuran aspal beton. Perbandingan kedua jenis filler tersebut berguna karena apabila penggunaan tanah dan abu batu bata sebagai filler lolos uji spesifikasi teknis maka biaya untuk pembuatan aspal beton akan lebih ekonomis. Berdasarkan hasil yang diperoleh, kedua campuran tidak memiliki perbedaan karakteristik yang signifikan namun berbeda nyata berdasarkan hasil analisa anova single factor. Kedua jenis filler yang digunakan menunjukkan bahwa keduanya dapat digunakan sebagai opsi filler pengganti semen. Kedua campuran mempunyai nilai KAO yang berbeda. Untuk campuran dengan filler tanah diperoleh KAO sebesar 4,8 % dengan nilai setiap karakteristiknya yaitu nilai stabilitas (1938,56 kg), flow (3,78 mm), Density (2,41 gr/cm3), VIM (4,34 %), VMA (16,33%), VFB (68,21%) dan MQ (550,97 kg/mm). Sedangkan untuk campuran dengan filler abu batu bata nilai KAO diperoleh sebesar 5,3 % dengan nilai stabilitas (1966,47 kg), flow (3,21 mm), Density (2,40 gr/cm3), VIM (3,95 %), VMA (17,13%), VFB (72,03%) dan MQ (614,29 kg/mm).
ANALISIS PERBANDINGAN TEBAL PERKERASAN LENTUR DENGAN METODE ANALISA KOMPONEN DAN METODE MANUAL DESAIN PERKERASAN 2013 (STUDI KASUS: RUAS JALAN BANDARA REMBELE KABUPATEN BENER MERIAH – BATAS KABUPATEN ACEH TENGAH Syammaun, Tamalkhani; Rachman, Firmansyah; Wahyuni, Tya
Tameh Vol. 7 No. 2 (2018): JURNAL TEKNIK SIPIL
Publisher : University of Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37598/yegj9k60

Abstract

Perencanaan tebal suatu struktur perkerasan jalan merupakan salah satu bagian dari rekayasa jalan yang bertujuan memberikan pelayanan terhadap arus lalu lintas sehingga memberikan rasa aman dan nyaman terhadap pengguna jalan. Kesesuaian dan ketetapan dalam menentukan parameter pendukung dan metode perencanaan tebal perkerasan yang digunakan, sangat mempengaruhi efesiensi penggunaan biaya konstruksi dan pemeliharaan jalan. Pada proses perencanaan tebal lapis perkerasan jalan raya ada beberapa metode yang dapat digunakan antara lain metode AASHTO 93, metode Asphalt institute, Metode Analisa Komponen (MAK) dan Metode Manual Desain Perkerasan (MDP) 2013. Masing-masing dari metode tersebut telah diaplikasikan dalam perhitungan tebal perkerasan jalan di Indonesia. Dalam penelitian ini akan dilakukan perbandingan untuk menganalisa dua dari metode tersebut agar didapatkan perencanaan tebal perkerasan yang lebih efisien dan ekonomis dan sesuai dengan kondisi lapangan dan lingkungan. Tujuan dari penelitian ini adalah membandingkan tebal perkerasan lentur yang dihitung dengan menggunakan metode MAK dan metode MDP 2013 pada ruas jalan Bandara Rembele Kabupaten Bener Meriah. Dari hasil penelitian didapatkan tebal perkerasan masing-masing metode perhitungan yaitu tebal perkerasan dengan Metode MAK untuk lapis permukaan atas (surface) adalah 8 cm, lapis pondasi atas (base course) 40 cm, pondasi bawah (subbase course) 20 cm, dan untuk tebal timbunan pilihan sebesar 50 cm. Sedangkan tebal perkerasan dengan metode MDP 2013 untuk lapisan AC-WC adalah 4 cm, lapis AC-BC 6 cm, dan lapisan AC-Base 14,5 cm, serta untuk tebal lapisan LPA sebesar 30 cm. Hasil tebal perkerasan lentur dari kedua metode menunjukkan metode MDP 2013 lebih efisien dan ekonomis, dilihat dari segi biaya dan umur rencana yang telah diperhitungkan.
OPTIMALISASI WAKTU DAN BIAYA DENGAN METODE PRECEDENCE DIAGRAM METHOD: (STUDI KASUS: PEMBANGUNAN GEDUNG FISIP UNSYIAH) Syammaun, Tamalkhani; A. Rani, Hafnidar; Rahmat, Fadhil
Tameh Vol. 8 No. 1 (2019): JURNAL TEKNIK SIPIL
Publisher : University of Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37598/rb684r71

Abstract

Waktu dan biaya sangat berpengaruh terhadap keberhasilan dan kegagalan suatu proyek. Tolak ukur keberhasilan proyek biasanya dilihat dari waktu penyelesaian yang singkat dengan biaya yang minimal tanpa meninggalkan mutu hasil pekerjaan. Oleh karena itu, salah satu usaha untuk mengoptimalisasi waktu dan biaya adalah dengan menggunakan metode Precedence Diagram Method (PDM). Pembangunan Gedung Fakultas Ilmu Politik dan Ilmu Sosial Universitas Syiah Kuala ini dibangun III (tiga) lantai dengan anggaran proyek adalah sebesar Rp. 3.607.020.000,00 (Tiga Milyar Enam Ratus Tujuh Juta Dua Puluh Ribu Rupiah) dengan waktu pelaksanaan selama 10 bulan sesuai dengan time schedule dan kurva-S. Permasalahan dalam penelitian ini adalah membandingkan waktu dan biaya antara perencanaan (time schedule dan kurva-S) dengan metode PDM. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui durasi (waktu) optimum, mengetahui biaya yang diperlukan untuk pelaksanaan proyek serta membandingkan waktu dan biaya proyek antara perencanaan (time schedule dan kurva-S) dengan metode PDM. Metode penelitian dalam perencanaan ini dimulai dengan pengumpulan data berupa data sekunder, untuk analisa dan pengolahan data secara manual dimulai dengan perhitungan PDM kemudian dilanjutkan dengan perhitungan float dan jalur kritis. Hasil perhitungan waktu dengan metode PDM diperoleh waktu penyelesaian proyek selama 232 hari lebih cepat 23 hari dari metode kurva-S. Hasil perhitungan biaya secara total dengan menggunakan metode PDM diperoleh biaya sebesar Rp.3.226.282.572 lebih murah dibandingkan dengan menggunakan metode kurva-S dengan selisih biaya Rp.52.829.994,6. Hasil Perhitungan float dan jalur kritis pada penelitian ini dengan metode PDM memperlihatkan bahwa semua kegiatan tidak terdapat float dan semuanya jalur kritis dibandingkan dengan metode kurva-S terdapat float dan tidak semuanya jalur kritis pada semua kegiatan. Dengan demikian, metode PDM dapat mengoptimalkan waktu dan biaya.