Claim Missing Document
Check
Articles

Respon Stomata Tanaman Jagung (Zea mays) terhadap Lokasi Tanam Fatimatuz Zuhro; Meri Nur Agustin; Ismul Mauludin Al Habib
BIO-CONS : Jurnal Biologi dan Konservasi Vol. 5 No. 2 (2023): Jurnal Biologi dan Konservasi
Publisher : PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31537/biocons.v5i2.1280

Abstract

Lokasi tanam suatu komoditas akan berpengaruh terhadap tingkat pertumbuhan dan perkembangannya. Lokasi tanam akan berkaitan dengan kondisi suhu udara, sinar matahari, kelembapan udara, dan angin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon stomata tanaman jagung terhadap tiga lokasi tanam jagung di Kabupaten Jember, yaitu lokasi perdesaan, lokasi sub-urban, dan lokasi perkotaan. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa jumlah persentase stomata terbuka pada lokasi perdesaan sebesar 34,5% dan stomata tertutup sebesar 65,5%, pada lokasi perkotaan jumlah stomata terbuka sebesar 7,3% dan stomata tertutup sebesar 92,7%, sedangkan pada lokasi urban jumlah stomata terbuka sebesar 69,5% dan stomata tertutup sebesar 30,5%. Hal ini menunjukkan bahwa lokasi tanam dapat menghasilkan respon stomata yang berbeda pada tanaman jagung.
POTENSI PENAMBAHAN EKSTRAK DAUN BELUNTAS DAN KULIT MANGGIS TERHADAP KUALITAS FISIK TELUR ITIK ASIN Sari Wiji Utami; Rindu Ayu Agustin; Fatimatuz Zuhro
BIO-CONS : Jurnal Biologi dan Konservasi Vol. 1 No. 1 (2019): BIO-CONS: Jurnal Biologi dan Konservasi
Publisher : PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31537/biocons.v1i1.226

Abstract

Telur itik asin yang diperkaya  dengan ekstrak daun beluntas dan kulit manggis merupakan salah satu produk diversifikasi pangan dengan tujuan utama untuk meningkatkan kualitas gizi bahan pangan. Hasil penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa penambahan ekstrak daun beluntas dan kulit manggis pada produksi telur itik asin dapat meningkatkan beberapa kualitas fisik telur itik asin. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui preferensi konsumen terhadap produk telur itik asin yang diperkaya dengan ekstrak daun beluntas dan kulit manggis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penambahan ekstrak daun beluntas dan kulit manggis pada produksi telur itik asin berpengaruh nyata terhadap preferensi konsumen pada parameter warna kuning telur, aroma, rasa, dan tingkat kesukaan (hedonik), tetapi tidak berpengaruh nyata pada parameter kemasiran.  
DAMPAK SOSIALISASI APLIKASI ASAP CAIR ORGANIK TERHADAP PENGENDALIAN BULAI TANAMAN JAGUNG PADA KELOMPOK TANI KARANG ASEM INDAH KABUPATEN SITUBONDO Ika Kusumawati; Fatimatuz Zuhro
BIO-CONS : Jurnal Biologi dan Konservasi Vol. 1 No. 1 (2019): BIO-CONS: Jurnal Biologi dan Konservasi
Publisher : PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31537/biocons.v1i1.228

Abstract

Asap cair organik adalah hasil kondensasi uap dari bahan organik yang dibakar yang mengandung senyawa lignin, selulosa, hemiselulosa, serta senyawa karbon lainnya seperti; kayu, bongkol kelapa sawit, tempurung kelapa, sekam, serbuk gergaji, dan sebagainya. Kandungan senyawa dalam asap cair terbukti efektif dalam mengendalikan berbagai serangan hama dan penyakit tanaman, salah satunya penyakit bulai pada tanaman jagung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak sosialisasi aplikasi asap cair organik terhadap pengendalian bulai tanaman jagung pada Kelompok Tani Karang Asem Indah Kabupaten Situbondo. Data hasil penelitian dianalisis dengan uji paired sample t-test, yaitu membandingkan pengetahuan petani sebelum sosialisasi (pre-test) dan setelah sosialisasi (post test). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sosialisasi memberikan dampak positif (berbeda nyata) terhadap peningkatan pengetahuan petani tentang aplikasi asap cair organik pada pengendalian bulai tanaman jagung.
Preferensi Konsumen terhadap Telur Itik Asin yang Diperkaya dengan Ekstrak Daun Beluntas dan Kulit Manggis Sari Wiji Utami; Rindu Ayu Agustin; Fatimatuz Zuhro
BIO-CONS : Jurnal Biologi dan Konservasi Vol. 1 No. 2 (2019): BIO-CONS: Jurnal Biologi dan Konservasi
Publisher : PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31537/biocons.v1i2.253

Abstract

Telur itik asin yang diperkaya dengan ekstrak daun beluntas dan kulit manggis merupakan salah satu produk diversifikasi pangan dengan tujuan utama untuk meningkatkan kualitas gizi bahan pangan. Hasil penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa penambahan ekstrak daun beluntas dan kulit manggis pada produksi telur itik asin dapat meningkatkan beberapa kualitas fisik telur itik asin. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui preferensi konsumen terhadap produk telur itik asin yang diperkaya dengan ekstrak daun beluntas dan kulit manggis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penambahan ekstrak daun beluntas dan kulit manggis pada produksi telur itik asin berpengaruh nyata terhadap preferensi konsumen pada parameter warna kuning telur, aroma, rasa, dan tingkat kesukaan (hedonik), tetapi tidak berpengaruh nyata pada parameter kemasiran.
Efek Persentase Genangan Air terhadap Waktu pada Hipoksia Beberapa Aksesi Tembakau (Nicotiana tabacum L.) Ismul Mauludin Al Habib; Fatimatuz Zuhro; Uus Tamala
BIO-CONS : Jurnal Biologi dan Konservasi Vol. 1 No. 2 (2019): BIO-CONS: Jurnal Biologi dan Konservasi
Publisher : PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31537/biocons.v1i2.256

Abstract

Penggunaan aksesi yang toleran terhadap genangan sangat dibutuhkan dalam rangka menekan kerugian dalam budidaya tembakau. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah presentase genangan air memiliki efek terhadap waktu pada hipoksia tanaman tembakau . Penelitian ini dilaksanakan di Green House UPT Pengujian Sertifikasi Mutu Barang  Lembaga  Tembakau Jember.. Penelitian dilaksanakan mengikuti Rancangan Acak Kelompok Faktorial (RAKF) dengan 3 ulangan. Penelitian ini dilakukan menggunakan kombinasi 2 perlakuan: presentase genangan air (0%, 20%, 40%, 60%) dan aksesi tembakau (33 aksesi ). Hasil penelitian  menunjukkan  bahwa secara umum perlakuan dengan genangan air pada varietas yang berbeda-beda memberikan pengaruh terhadap waktu bertahan aksesi tembakau dalam kondisi hipoksia. Semakin besar presentase genangan air, maka waktu bertahan aksesi tembakau dalam kondisi hipoksia semakin kecil. Hasil rerata waktu bertahan aksesi tembakau terhadap genangan air secara berurutan menunjukkan rerata waktu 75,37, 82,93, 91,29. dan 175 jam.
Aplikasi Limbah Cair Tahu pada Budidaya Tomat Cherry (Lycopersicum cerasiforme Mill.) Evi Hanizar; Fatimatuz Zuhro; Winda Safitri Eka Apriandani
BIO-CONS : Jurnal Biologi dan Konservasi Vol. 5 No. 2 (2023): Jurnal Biologi dan Konservasi
Publisher : PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31537/biocons.v5i2.1517

Abstract

Limbah cair tahu dapat menyebabkan pencemaran lingkungan yang dapat dicegah dengan memanfaatkannya menjadi Pupuk Organik Cair (POC) untuk tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian POC limbah cair tahu terhadap pertumbuhan dan produktivitas tanaman tomat cherry (Lycopersicum cerasiforme Mill.). Jenis penelitian berupa eksperimental yang menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Perlakuan konsentrasi POC limbah cair tahu yang digunakan adalah 0%, 20%, 40%, dan 60%. Parameter pengamatan dalam penelitian ini, antara lain:  tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang, usia berbunga, jumlah buah, dan berat buah. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan Anova dan uji lanjut Duncan dengan aplikasi SPSS. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa aplikasi POC Limbah tahu berpengaruh nyata terhadap parameter pengamatan, dengan nilai signifikansi sebesar 0.000. Hasil uji lanjut Duncan menunjukkan bahwa nilai tertinggi terdapat pada aplikasi konsentarsi POC 60% dengan hasil tertinggi berturut-turut yaitu tinggi tanaman (115.83 d), jumlah daun (459.17 d), diameter batang (1.89 d), umur berbunga (21.33 a), jumlah buah (27.33 d), dan berat buah (454.17d).
Pembuatan Pupuk Organik Cair Ekoenzim Berbahan Dasar Kulit Kopi Hanif Rafika Putri; Fatimatuz Zuhro; Dodik Adi Setiawan
BIO-CONS : Jurnal Biologi dan Konservasi Vol. 5 No. 2 (2023): Jurnal Biologi dan Konservasi
Publisher : PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31537/biocons.v5i2.1533

Abstract

Ekoenzim adalah larutan zat organik kompleks yang diproduksi dengan proses fermentasi sampah organik, air dan molase, sehingga menghasilkan  produk yang ramah lingkungan. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hasil Pupuk Organik Cair (POC) ekoenzim berbahan dasar kulit kopi dengan ukuran yang berbeda. Metode penelitian yang dipakai adalah metode jenis deskriptif dengan teknik analisis data menggunakan uji organoleptik. Pembuatan POC ekoenzim menggunakan bahan berupa:  kulit kopi digiling (180gr) dan kulit kopi dicacah (180gr). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa larutan eko-enzim berbahan dasar kopi yang digiling dan dicacah memiliki kriteria kualiatas yang bagus, sehingga dapat dimanfaatkan sebagai POC. Ekoenzim dari kulit kopi digiling menghasilkan warna coklat merah dan kulit kopi dicacah menghasilkan warna coklat kastanye. Kulit kopi digiling memiliki aroma segar khas fermentasi sedangkan aroma kulit kopi dicacah memiliki aroma asam ringan tidak menyengat. Larutan ekoenzim bersifat encer, terdapat jamur putih pada permukaan dan memiliki pH cenderung asam, yaitu 3,61 untuk kulit kopi digiling dan 3,68 untuk kulit kopi yang dicacah.
RESPON PERTUMBUHAN DAN PEMBUNGAAN ANGGREK DENDROBIUM SALAYA PINK TERHADAP BEBERAPA JENIS PUPUK Fatimatuz Zuhro; Lila Maharani; Hasni Ummul Hasanah
Jurnal Agrotek Tropika Vol 12, No 2 (2024): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 12, Mei 2024
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v12i2.6509

Abstract

Anggrek dendrobium merupakan salah satu jenis tanaman hias yang terkenal dengan keanekaragaman jenis dan keindahan bunganya. Pembungaan merupakan hal terpenting yang diharapkan dalam proses budidaya anggrek. Ada beberapa faktor yang berpengaruh terhadap proses pembungaan pada anggrek, di antaranya adalah jenis pupuk yang diberikan selama perawatan anggrek. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh beberapa jenis pupuk terhadap pertumbuhan dan pembungaan anggrek dendrobium Salaya Pink. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK), dengan 4 perlakuan jenis pupuk dan 8 ulangan. Beberapa perlakuan dalam penelitian ini antara lain; (1) Kontrol (tanpa pemupukan),  (2). Pupuk Kimia (Osmocote Dekastar), (3). Pupuk Organik Pabrikan (Nutrigan), dan (4). Pupuk Ekoenzim. Parameter penelitian yang diamati, antara lain; jumlah daun, jumlah bulb, dan jumlah tanaman berbunga. Data hasil penelitian dianalisis Anova dengan uji lanjut Duncan menggunakan aplikasi SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan jenis pupuk berpengaruh nyata terhadap semua parameter pengamatan. Pupuk organik pabrikan (Nutrigan) dan pupuk Ekoenzim memberikan pengaruh terbaik terhadap jumlah daun, sedangkan pupuk Ekoenzim memberikan pengaruh terbaik terhadap jumlah bulb dan jumlah tanaman berbunga.
Keragaman Genetik dan Heritabilitas Sifat Kuantitatif pada Tanaman Jagung (Zea mays) Zuhro, Fatimatuz; Yanik, Carri Noer Fida
BIO-CONS : Jurnal Biologi dan Konservasi Vol. 7 No. 1 (2025): BIO-CONS: Jurnal Biologi dan Konservasi
Publisher : PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31537/biocons.v7i1.2353

Abstract

Artikel ini merupakan hasil review dari beberapa artikel penelitian terdahulu. Tulisan ini bertujuan untuk memetakkan beberapa sifat kuantitatif berupa keragaman genetik, keragaman fenotipe, hereditas, dan tingkat kemajuan genetik berdasarkan beberapa hasil penelitian sebelumnya. Artikel ini dibuat melalui studi referensi, dengan menganalisis dan membandingkan beberapa hasil penelitian jagung dengan varietas yang berbeda dan ditanam di beberapa lokasi yang berbeda. Hasil studi ini memberikan informasi, yaitu pada sebagian besar hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase keragaman fenotipe tanaman jagung lebih besar daripada keragaman genotipenya. Beberapa karakter yang seringkali memiliki heritabilitas tinggi, antara lain: tinggi tanaman, panjang tongkol, jumlah baris per tongkol, berat  biji,  bobot tongkol, dan hasil biji per hektar. Faktor lingkungan memiliki pengaruh terhadap semua karakter atau variabel pengamatan, namun kisaran nilainya berbeda-beda antar karakter.
The effect of disinfectants on fertility of male mice (Mus musculus l.) Khofifah, Nur; Hanizar, Evi; Zuhro, Fatimatuz
Edubiotik : Jurnal Pendidikan, Biologi dan Terapan Vol. 10 No. 01 (2025): Edubiotik : Jurnal Pendidikan, Biologi dan Terapan
Publisher : Biology Education Department, Universitas Insan Budi Utomo, Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/ebio.v10i01.987

Abstract

Since the outbreak of COVID-19, disinfectants have not only been used in health facilities, but they have also spread to households. The problem was that people often use disinfectant formulas that did not complied with health institutions guidelines. This study aims was to evaluate the effects of two types of disinfectants on the fertility, parameters of male mice, namely sperm concentration, motility and morphology. This was a true experimental study, with three treatment groups, namely the disinfectant type Alkyl Dimethyl Benzyl Ammonium Chloride (ADBAC) with a concentration of 10 mL/L, pine oil with a concentration of 30 mL/L, and control. The dose of each disinfectant was determined from the initial LD50 study. 20 mL of each disinfectant was sprayed on the cage twice a day in the absence of animals. The animals used were four week old male Mus musculus and were treated for 5 weeks. The parameters observed consisted of sperm concentration, motility, and morphology. All data were analyzed by one way Anova and Duncan's advanced test. The analysis results showed that the disinfectant had no effect on sperm concentration but instead had a negative effect on sperm motility and morphology. Both types of disinfectants reduced the progressive motility of sperm, while ADBAC produced more abnormal sperm morphology than pine oil. This condition is in accordance with other research that sperm motility is closely related to sperm morphology. The results of this study add to the evidence that disinfectants have a negative effect on male fertility parameters, namely sperm quality. The use of disinfectants for long periods also requires attention.