Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : Jurnal Citrakara

PERANCANGAN APLIKASI PERPUSTAKAAN ANAK “SOLIT” BERBASIS ANDROID SEBAGAI MEDIA LITERASI DIGITAL Aura Ramadhani; Godham Eko Saputro
CITRAKARA Vol 3, No 2 (2021): September 2021
Publisher : CITRAKARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (562.93 KB)

Abstract

Tingkat literasi anak di Indonesia masih berada di tingkat yang rendah, sehingga pemerintah menciptakan Gerakan Literasi Nasional (GLN). Perpustakaan menjadi salah satu sarana yang di unggulkan pemerintah dalam mendukung gerakan, namun terdapat beberapa faktor yang menghambat akses terhadap perpustakaan. Oleh karena itu, perpustakaan membutuhkan perancangan yang dapat menumbuhkan minat literasi terhadap anak dan mudah diakses oleh masyarakat. Penelitian untuk perancangan menggunakan metode kualitatif dan kuantitatif, yang diperoleh melalui observasi, wawancara, dokumentasi, studi pustaka, dan kuisioner. Analisis data menggunakan metode 5W+1H dan kebutuhan, kemudian pengembangan media menggunakan metode MDLC (Multimedia Development Life Cycle). Perancangan ini menghasilkan aplikasi perpustakaan anak berbasis android ‘SOLIT’ untuk meningkatkan minat literasi anak dan mudah diakses masyarakat.
Perancangan Transformasi Komik Digital “Sing Bahu Rekso” ke dalam Format Cetak Deny Setiawan Tanoko; Godham Eko Saputro
CITRAKARA Vol 1, No 01 (2019): April 2019
Publisher : CITRAKARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (605.795 KB)

Abstract

AbstrakIndustri kreatif di Indonesia mulai berkembang. Salah satu industri kreatif yang berkembang di Indonesia adalah komik. Saat ini, banyak komik lokal yang mulai bermunculan dengan berbagai macam genre, seperti komedi, aksi, romansa, dan lain-lain. Papillon Studio merupakan salah satu studio komik yang masih aktif di Indonesia hingga saat ini. Sejak tahun 2002, Papillon Studio telah banyak menelurkan karya-karya mereka, salah satunya adalah komik digital Sing Bahu Rekso (2017). Pada pertengahan tahun 2018, Papillon Studio mendapatkan sebuah tawaran bekerjasama dengan Pionicon {Intellectual Property (IP) Management} untuk membuat komik thriller dari LINE Webtoon tersebut menjadi komik cetak/buku. Namun, dalam merancang komik cetak yang berbasis dari komik digital sebelumnya, format komik perlu ditransformasi ulang mengikuti media yang digunakan, karena komik digital memiliki format yang berbeda dengan format komik cetak. Dalam perancangan ini, metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode kualitatif, yang mana pengumpulan data yang hendak digunakan dalam perancangan diperoleh dari wawancara, observasi, dan studi pustaka. Sedangkan untuk metode analisa data menggunakan analisa 5W+1H dan analisis kebutuhan. Untuk metode perancangan yang digunakan berbasis pada metode waterfall. Dari hasil analisis tersebut menghasilkan bahwa dalam perancangan komik cetak Sing Bahu Rekso penyuntingan layout komik perlu memperhatikan kaidah susunan dan cara baca komik cetak untuk setiap unsurnya agar tidak menimbulkan kesalahan penafsiran cerita. Kata kunci: Komik, Papillon Studio, Sing Bahu Rekso, Transformasi AbstractThe creative industry in Indonesia was started to develop. One of the creative industries that developed in Indonesia is comics. Many local comics have started to emerge later with a variety of genres, such as comedy, action, romance, and others. Papillon Studio is one of the comic studios that are still active in Indonesia until today. Since 2002, Papillon Studio has produced many of their works, and one of them is Sing Bahu Rekso (2017). In mid-2018, Papillon Studio received an offer in collaboration with Pionicon {an Intellectual Property (IP) Management} to make that thriller comics from LINE Webtoon into printed comics/books. However, in designing printed comics based on previous digital comics, the comic format needs to be re-transformed following the media used, because digital comics have a different format than the printed comics format. The data collection method which used in this design is a qualitative method, where data collection that is intended to be used in the design is obtained from interviews, observation, and literature. For data analysis, these designs were using 5W + 1H analysis and requirements analysis. For the design method used based on the waterfall method. From those analyses, it was found that in designing Sing Bahu Rekso comic books, editing comic layouts needed to pay attention to the rules of arrangement and how to read printed comics for each element so it would not cause any misinterpretation. Keywords: Comic, Papillon Studio, Sing Bahu Rekso, Transformation
PERANCANGAN BUKU ILUSTRASI REPTIL ENDEMIK NUSANTARA SEBAGAI MEDIA EDUKASI BAGI MASYARAKAT Aslam Ardi Pratama; Godham Eko Saputro
CITRAKARA Vol 3, No 1 (2021): April 2021
Publisher : CITRAKARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (272.035 KB)

Abstract

Perburuan liar, rusaknya ekosistem reptil di Indonesia akibat penggundulan hutan, serta maraknya perdagangan dan penyelundupan satwa di Indonesia menjadi beberapa faktor penyebab punahnya kura-kura dari Pulau Rote Perancangan ini diharapkan dapat membantu pihak BKSDA dalam mengedukasi masyarakat agar lebih menjaga dan melestarikan reptil endemik Indonesia. Metode pengumpulan data menggunakan data kualitatif berdasarkan studi pustaka dan wawancara. Dengan adanya perancangan buku ilustrasi ini diharapkan masyarakat lebih teredukasi dan lebih peduli dengan reptil endemik Indonesia.
PERANCANGAN VISUAL BRAND MANISAN SIMANIS OLEH-OLEH KHAS MOGA DALAM UPAYA MEMPERKENALKAN PRODUK Palupi Argani; Godham Eko Saputro
CITRAKARA Vol 1, No 01 (2019): April 2019
Publisher : CITRAKARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakManisan Simanis adalah salah satu merek oleh-oleh yang ada dari beberapa Merek olahan manisan di desa Moga-Pemalang, Jawa Tengah, oleh-oleh ini menjadi salah satu ragam kuliner yang ada di sana, namun sayangnya merek manisan Simanis belum banyak dikenal oleh masyarakat sebagai oleh-oleh khas yang ada di Kabupaten Pemalang, oleh karena itu upaya untuk melakukan perancangan visual brand dilakukan agar Manisan Simanis dapat lebih dikenal sebagai salah satu oleh-oleh khas Moga-Pemalang. Strategi dalam perancangan ini menggunakan metode penelitian kualitatif dan kuantitatif. Metode kualitatif dilakukan dengan cara survei lokasi, pengamatan di lapangan, serta wawancara. Sementara Metode kuantitatif dilakukan dengan cara pembagian angket. Setelah data-data diperoleh selanjutnya akan dianalisa dengan menggunakan analisis SWOT sehingga dihasilkan visual brand yang tepat namun juga menarik, serta dapat lebih memperekenalkan manisan Simanis sebagai salah satu oleh-oleh khas Moga-Pemalang. Kata kunci —Identitas Visual, Manisan, Moga , Oleh-oleh, Visual Branding  AbstractSimanis candied fruit is one brand of candied fruit brands in Moga-Pemalang, Central Java. This candied  fruit becomes one of Moga’s special culinary, unfortunately brand of Simanis candied has not been known widely as special dish from Pemalang Regency. Hence, an effort to design a visual brand is done in order to Simanis candied fruit can be better known as one of Moga-Pemalang special dish. This research used mixed method namely qualitative and quantitative design. Qualitative method was conducted by survey, observation, and interview. Meanwhile, quantitative method was conducted by questionnaire. Then data of this research was analyzed by using SWOT analysis so that was expected be able to produce the appropriate and attractive visual brand, and can introduce Simanis fruit candied as one of Moga-Pemalang special dish. Keywords —Visual Identity, Candied Fruit, Moga , Gift, Visual Branding
PERANCANGAN BUKU ILUSTRASI CERITA RAKYAT BERDIRINYA KABUPATEN BATANG Rifkhatul Khasif; Godham Eko Saputro
CITRAKARA Vol 1, No 03 (2019): Desember 2019
Publisher : CITRAKARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1524.994 KB)

Abstract

Cerita rakyat ini merupakan suatu cerita legenda yang diangkat dari cerita daerah kabupaten Batang. Cerita ini merupakan hal penting bagi masyarakat kabupaten Batang sendiri sebagai bentuk rasa peduli dalam melestarikan cerita daerah yang kelak berguna untuk generasi penerusnya. Namun sayangnya kurang banyaknya minat masyarakat atau anak muda sekarang, bahwa betapa pentingnya hal tersebut untuk menambah wawasan sejarah. Pemerintah juga prihatin sekali akan hal tersebut, maka upaya yang akan dilakukan adalah mengemas cerita rakyat tersebut menjadi sebuah cerita bergambar yang menarik, komunikatif dan inovatif, sebagai menarik perhatian anak remaja dan pelajar dari umur ( 12-15 tahun ) untuk lebih memahami tentang sejarah cerita daerah. Karena itu merupakan awal dimana kita bisa mengajarkan rasa peduli dan menghargai suatu warisan budaya melalui cerita rakyat daerah yang harus terus dilestarikan.