Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

EDUKASI KESEHATAN TENTANG ANEMIA PADA REMAJA DI SMAN 1 BAITUSSALAM Eva Rosdiana; Alfitri Wahyuni; Mira Abdullah; Febri Yusnanda
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 8, No 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anemia merupakan salah satu masalah kesehatan yang masih banyak terjadi pada remaja, khususnya remaja putri, yang disebabkan oleh kurangnya asupan zat besi, pola makan yang tidak seimbang, serta rendahnya pengetahuan tentang kesehatan. Kondisi ini dapat menimbulkan dampak seperti kelelahan, menurunnya konsentrasi belajar, serta penurunan produktivitas sehari-hari. Selain itu, anemia pada remaja juga dapat berdampak pada kesehatan jangka panjang apabila tidak ditangani dengan baik. Oleh karena itu, diperlukan upaya pencegahan melalui peningkatan pengetahuan dan kesadaran remaja. Edukasi kesehatan merupakan salah satu strategi yang efektif dalam meningkatkan pemahaman remaja mengenai anemia dan cara pencegahannya. Melalui edukasi, remaja diharapkan mampu memahami pentingnya konsumsi makanan bergizi serta perilaku hidup sehat. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemberdayaan remaja dalam pencegahan anemia melalui edukasi kesehatan. Tujuan pelaksanaan pengabdian ini adalah untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman yang lebih luas kepada para siswa-siswi tentang anemia dan pencegahannya pada remaja.Pelaksanaan pengabdian dilakukan dengan cara memberikan edukasi kesehatan secara langsung ke pada siswa-siswi SMAN 1 Baitussalam pada tanggal 02 Februari 2026. Jumlah siswa yang mengikuti kegiatan ini adalah sebanyak 30 siswa/i. Hasil pelaksanaan kegiatan terlihat bahwa siswa/i menjadi paham tentang anemia dan pencegahannya. Hal ini terlihat dari hasil nilai pretes dan postes yaitu 70% remaja mengetahui tentang bahaya merokok saat pretes dan meningkat menjadi 95% pada saat dilakukan postest. Kesimpulan dari pelaksanaan pengabdian ini siswa/i terlihat antusias mendengarkan edukasi kesehatan yang disampaikan, dan mereka menyatakan mau dan mampu melakukan pencegahan anemia untuk kehidupan yang lebih sehat.
HUBUNGAN POLA ASUH ORANG TUA DENGAN STATUS GIZI BALITA DI WILAYAH KERJA KLINIK KHODIJAH Anita Yasmin; Tika Ayu Pratiwi; Febri Yusnanda
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 12, No 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perilaku makan pada anak merupakan cerminan dari pola pengasuhan dari orang tua. Ibu mempunyai peran dalam gizi balita, pola asuhnya juga sangat berperan untuk terjadinya gangguan pertumbuhan. Stunting menjadi salah satu masalah gizi yang dapat timbul akibat buruknya pemenuhan zat gizi di awal kehidupan. Kejadian stunting pada anak akan memberikan dampak cepat atau lambat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pola asuh orang tua dengan status gizi balita. Desain analitik menggunakan pendekatan cross sectinonal. Populasinya adalah semua ibu dari balita di wilayah kerja Di Klinik Khodijah. Teknik sampling yang digunakan adalah accidental sampling, dengan jumlah sampel adalah 35 responden. Analisis data berupa analisis univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian didapatkan mayoritas pola asuh orang tua dalam kategori demokratis (91,4%), status gizi anak mayoritas normal sebanyak 27 balita (77,1%) dan status gizi dengan kategori stunting sebanyak 8 balita (22,9%). Nilai signifikansi (2-tailed) adalah 0,324 (p>0,05). Tidak terdapat hubungan pola asuh orang tua dengan status gizi balita.
PENGARUH EDUKASI GIZI MELALUI MEDIA VIDEO TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN TENTANG OBESITAS PADA SISWA KELAS V SD NEGERI 50 BANDA ACEH Erliza Erliza; Citra Juniarsi; Eva Rosdiana; Marniati Marniati; Febri Yusnanda
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 11, No 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v11i1.5237

Abstract

AbstrakLatar Belakang : Obesitas anak merupakan permasalahan kesehatan yang terus mengalami peningkatan di Indonesia dan berdampak serius terhadap kondisi fisik maupun psikososial. Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia tahun 2023, prevalensi obesitas anak mencapai 11,9%, dengan angka kejadian lebih tinggi pada anak laki-laki. Di Kota Banda Aceh sendiri, tercatat sebanyak 134 anak berusia 5–12 tahun mengalami obesitas, di mana SD Negeri 50 Banda Aceh termasuk salah satu sekolah dengan jumlah kasus terbanyak. Minimnya pengetahuan dan sikap siswa terkait obesitas menjadi landasan penting untuk memberikan edukasi gizi melalui pendekatan yang menarik serta mudah dipahami, salah satunya dengan memanfaatkan media video. Tujuan : Mengetahui pengaruh edukasi gizi melalui media video terhadap peningkatan pengetahuan tentang obesitas pada siswa kelas V SD Negeri 50 Banda Aceh. Metode Penelitian : Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain pre-experimental (one group pretest-posttest). Sampel adalah siswa kelas V yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Penelitian dilaksanakan di SD Negeri 50 Banda Aceh. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner untuk mengukur pengetahuan dan sikap sebelum dan sesudah intervensi berupa video edukasi. Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test untuk melihat perubahan pengetahuan dan sikap siswa sebelum dan sesudah diberikan edukasi gizi melalui media video. Hasil Penelitian : Sebelum diberikan intervensi, sebanyak 36,7% siswa memiliki tingkat pengetahuan yang tinggi, dan angka ini meningkat menjadi 90% setelah intervensi. Uji Wilcoxon menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan pada pengetahuan siswa setelah diberikan edukasi gizi melalui media video, dengan nilai p = 0,008 (p < 0,05). Kesimpulan dan Saran: Pemberian edukasi gizi melalui media video terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan siswa tentang obesitas. Oleh karena itu, pihak sekolah dianjurkan untuk mengintegrasikan penggunaan media video sebagai salah satu sarana pendukung dalam kegiatan pendidikan kesehatan di lingkungan sekolah. Selain itu, penelitian selanjutnya disarankan untuk melakukan perbandingan efektivitas berbagai jenis media edukasi lainnya, sehingga dapat ditemukan metode yang paling optimal dalam meningkatkan pemahaman dan sikap siswa terkait kesehatan gizi.  
PENGARUH USIA PERTAMA PEMBERIAN MP-ASI DAN RIWAYAT BBLR DENGAN KEJADIAN STUNTING DI PUSKESMAS MATANG PUDENG KECAMATAN PANTEE BIDARI KABUPATEN ACEH TIMUR Eva Rosdiana; Charanisa Anwar; Finaul Asyura; Fauziah Andika; Febri Yusnanda; Ratna Willis
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 11, No 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v11i1.4850

Abstract

Latar Belakang : Salah satu gangguan gizi yang sering ditemukan adalah kejadian Stunting. Stunting adalah gangguan tumbuh kembang yang dialami anak akibat gizi buruk, stunting juga merupakan gangguan pertumbuhan dan perkembangan pada anak balita yang bersifat kronis yang berdampak pada kognitif lemah dan psikomotorik terhambat. Jumlah balita yang menderita stunting di Puskesmas Matang Pudeng sebanyak 41 orang. Hasil wawancara dengan 7 orang ibu yang menderita stunting mengatakan bahwa 1 diantaranya memiliki Riwayat BBLR dan 6 diantaranya memberikan MP-ASI pada anak saat usia kurang dari 6 bulan.Tujuan Penelitian : untuk mengetahui pengaruh usia pertama pemberian MP-ASI dan riwayat BBLR dengan kejadian stunting di Puskesmas Matang Pudeng Kecamatan Pantee Bidari Kabupaten Aceh TimurMetodelogi Penelitian : Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah  case control. Jumlah sampel diambil dengan perbandingan 1:1 yaitu 41 kasus dan 41 kontrol dengan total 82 sampel.. Penelitian ini di laksanakan di Puskesmas Matang Pudeng Kecamatan Pantee Bidari Kabupaten Aceh Timur. Analisa data menggunakan uji chi square test.Hasil Penelitian : variabel usia pertama pemberian MP-ASI memperoleh nilai p=0.014, BBLR dan riwayat BBLR memperoleh nilai p=0,055.Kesimpulan : variabel yang mempengaruhi kejadian stunting adalah usia pertama pemberian MP-ASI dan Variabel yang tidak mempengaruhi kejadian stunting adalah BBLR.Saran : Petugas kesehatan diharapkan agar meningkatkan promosi Kesehatan ke pada orang tua agar dapat memberikann ASI secara eksklusif ke pada bayinya untuk mencegah terjadinya stunting. Kata Kunci : Stunting, Usia Pertama Pemberian MP-ASI, BBL
PENGARUH USIA PERTAMA PEMBERIAN MP-ASI DAN RIWAYAT BBLR DENGAN KEJADIAN STUNTING DI PUSKESMAS MATANG PUDENG KECAMATAN PANTEE BIDARI KABUPATEN ACEH TIMUR Eva Rosdiana; Charanisa Anwar; Finaul Asyura; Fauziah Andika; Febri Yusnanda; Ratna Willis
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol. 11 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v11i1.4850

Abstract

Latar Belakang : Salah satu gangguan gizi yang sering ditemukan adalah kejadian Stunting. Stunting adalah gangguan tumbuh kembang yang dialami anak akibat gizi buruk, stunting juga merupakan gangguan pertumbuhan dan perkembangan pada anak balita yang bersifat kronis yang berdampak pada kognitif lemah dan psikomotorik terhambat. Jumlah balita yang menderita stunting di Puskesmas Matang Pudeng sebanyak 41 orang. Hasil wawancara dengan 7 orang ibu yang menderita stunting mengatakan bahwa 1 diantaranya memiliki Riwayat BBLR dan 6 diantaranya memberikan MP-ASI pada anak saat usia kurang dari 6 bulan.Tujuan Penelitian : untuk mengetahui pengaruh usia pertama pemberian MP-ASI dan riwayat BBLR dengan kejadian stunting di Puskesmas Matang Pudeng Kecamatan Pantee Bidari Kabupaten Aceh TimurMetodelogi Penelitian : Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah  case control. Jumlah sampel diambil dengan perbandingan 1:1 yaitu 41 kasus dan 41 kontrol dengan total 82 sampel.. Penelitian ini di laksanakan di Puskesmas Matang Pudeng Kecamatan Pantee Bidari Kabupaten Aceh Timur. Analisa data menggunakan uji chi square test.Hasil Penelitian : variabel usia pertama pemberian MP-ASI memperoleh nilai p=0.014, BBLR dan riwayat BBLR memperoleh nilai p=0,055.Kesimpulan : variabel yang mempengaruhi kejadian stunting adalah usia pertama pemberian MP-ASI dan Variabel yang tidak mempengaruhi kejadian stunting adalah BBLR.Saran : Petugas kesehatan diharapkan agar meningkatkan promosi Kesehatan ke pada orang tua agar dapat memberikann ASI secara eksklusif ke pada bayinya untuk mencegah terjadinya stunting. Kata Kunci : Stunting, Usia Pertama Pemberian MP-ASI, BBL
PENGARUH EDUKASI GIZI MELALUI MEDIA VIDEO TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN TENTANG OBESITAS PADA SISWA KELAS V SD NEGERI 50 BANDA ACEH Erliza Erliza; Citra Juniarsi; Eva Rosdiana; Marniati Marniati; Febri Yusnanda
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol. 11 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v11i1.5237

Abstract

AbstrakLatar Belakang : Obesitas anak merupakan permasalahan kesehatan yang terus mengalami peningkatan di Indonesia dan berdampak serius terhadap kondisi fisik maupun psikososial. Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia tahun 2023, prevalensi obesitas anak mencapai 11,9%, dengan angka kejadian lebih tinggi pada anak laki-laki. Di Kota Banda Aceh sendiri, tercatat sebanyak 134 anak berusia 5–12 tahun mengalami obesitas, di mana SD Negeri 50 Banda Aceh termasuk salah satu sekolah dengan jumlah kasus terbanyak. Minimnya pengetahuan dan sikap siswa terkait obesitas menjadi landasan penting untuk memberikan edukasi gizi melalui pendekatan yang menarik serta mudah dipahami, salah satunya dengan memanfaatkan media video. Tujuan : Mengetahui pengaruh edukasi gizi melalui media video terhadap peningkatan pengetahuan tentang obesitas pada siswa kelas V SD Negeri 50 Banda Aceh. Metode Penelitian : Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain pre-experimental (one group pretest-posttest). Sampel adalah siswa kelas V yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Penelitian dilaksanakan di SD Negeri 50 Banda Aceh. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner untuk mengukur pengetahuan dan sikap sebelum dan sesudah intervensi berupa video edukasi. Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test untuk melihat perubahan pengetahuan dan sikap siswa sebelum dan sesudah diberikan edukasi gizi melalui media video. Hasil Penelitian : Sebelum diberikan intervensi, sebanyak 36,7% siswa memiliki tingkat pengetahuan yang tinggi, dan angka ini meningkat menjadi 90% setelah intervensi. Uji Wilcoxon menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan pada pengetahuan siswa setelah diberikan edukasi gizi melalui media video, dengan nilai p = 0,008 (p < 0,05). Kesimpulan dan Saran: Pemberian edukasi gizi melalui media video terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan siswa tentang obesitas. Oleh karena itu, pihak sekolah dianjurkan untuk mengintegrasikan penggunaan media video sebagai salah satu sarana pendukung dalam kegiatan pendidikan kesehatan di lingkungan sekolah. Selain itu, penelitian selanjutnya disarankan untuk melakukan perbandingan efektivitas berbagai jenis media edukasi lainnya, sehingga dapat ditemukan metode yang paling optimal dalam meningkatkan pemahaman dan sikap siswa terkait kesehatan gizi.  
HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU HAMIL TRIMESTER III TENTANG HYPNOBIRTHING TERHADAP KEPERCAYAAN DIRI IBU DALAM MENGHADAPI PROSES PERSALINAN DI KLINIK PRATAMA ANUGRAH CENGKEH TURI KOTA BINJAI 2025 Febri Yusnanda; Tika Ayu Pratiwi
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol. 11 No. 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v11i2.5644

Abstract

Latar Belakang : Hypnobirthing merupakan metode melahirkan unik yang menggabungkan teknik melahirkan santai alami dengan hypnosis- diri (self-hypnosis). Hypnobirthing merupakan upaya alami menanamkan niat ke pikiran bawah sadar untuk menghadapi persalinan dengan tenang dan sadar. Tujuan Penelitian : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengetahuan ibu hamil trimester III tentang Hypnobirthing terhadap kepercayaan diri ibu dalam menghadapi proses persalinan. Metode Penelitian : Dalam penelitian ini digunakan metode penelitian korelasi dengan pendekatakan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 40 orang. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan menggunakan uji statistik (uji chi-square) pada tingkat kepercayaan 95% (p
PENGARUH EDUKASI KESEHATAN MELALUI MEDIA LEAFLET TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN IBU TENTANG GIZI Nani Evila; Eva Rosdiana; Febri Yusnanda; Marniati Marniati
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol. 12 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v12i1.5755

Abstract

Latar Belakang: Malnutrisi masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang signifikan secara global dan nasional, khususnya pada kelompok ibu dan balita. Tingginya prevalensi stunting dan masalah gizi lainnya menunjukkan bahwa pengetahuan gizi ibu memiliki peran penting dalam pencegahan malnutrisi. Edukasi gizi merupakan salah satu upaya promotif yang efektif untuk meningkatkan pemahaman ibu tentang kebutuhan gizi balita. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi kesehatan melalui media leaflet terhadap peningkatan pengetahuan ibu tentang gizi balita. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan quasi-experimental melalui rancangan one group pretest–posttest. Penelitian dilaksanakan di Puskesmas Uteun Pulo Kabupaten Nagan Raya pada tanggal 20 Desember 2025. Sampel penelitian berjumlah 30 ibu yang memiliki balita usia 1–5 tahun, yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data pengetahuan ibu dikumpulkan melalui kuesioner sebelum dan sesudah pemberian edukasi gizi menggunakan media leaflet. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan rata-rata skor pengetahuan ibu dari 12,13 pada pretest menjadi 14,87 pada posttest. Uji Wilcoxon menunjukkan nilai p = 0,000 (p < 0,05), yang menandakan adanya pengaruh signifikan edukasi gizi melalui media leaflet terhadap peningkatan pengetahuan ibu tentang gizi. Kesimpulan dan Saran: Edukasi kesehatan melalui media leaflet terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan ibu tentang gizi balita. Oleh karena itu, media leaflet disarankan untuk digunakan secara berkelanjutan sebagai salah satu strategi promosi kesehatan di puskesmas guna mendukung pencegahan masalah gizi pada balita. Kata Kunci : Edukasi gizi, pengetahuan, Status Gizi
PENGARUH PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU TERHADAP STATUS GIZI PADA BALITA DI PUSKESMAS JEURAM KABUPATEN NAGAN RAYA Alamsyah Alamsyah; Eva Rosdiana; Rahmat Akbar; Febri Yusnanda; Mira Abdullah
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol. 12 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v12i1.5949

Abstract

Latar Belakang : Masalah gizi pada balita masih menjadi persoalan kesehatan masyarakat yang serius baik secara global maupun nasional. Gizi buruk berkontribusi besar terhadap angka kematian anak, dan kekurangan gizi pada usia di bawah lima tahun berdampak pada wasting, underweight, dan stunting. Di Indonesia, meskipun prevalensi stunting mengalami penurunan, angkanya masih berada di atas target nasional. Provinsi Aceh, termasuk Kabupaten Nagan Raya, masih mencatat adanya kasus gizi buruk balita yang menunjukkan perlunya upaya penanganan berkelanjutan. Peran ibu sebagai pengasuh utama anak, khususnya terkait pengetahuan dan sikap terhadap pemenuhan gizi, sering dianggap sebagai faktor penting dalam menentukan status gizi balita. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengetahuan dan sikap ibu terhadap status gizi balita di Puskesmas Jeuram Kabupaten Nagan Raya tahun 2026. Metode Penelitian : penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh ibu yang memiliki balita usia 1–5 tahun, dengan jumlah sampel sebanyak 57 responden yang ditentukan menggunakan rumus Slovin. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, sedangkan analisis data meliputi analisis univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian : menunjukkan bahwa tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara pengetahuan ibu dengan status gizi balita (p = 0,752) maupun antara sikap ibu dengan status gizi balita (p = 0,313). Mayoritas balita berada pada kategori gizi kurang, baik pada ibu dengan pengetahuan dan sikap yang rendah maupun tinggi. Kesimpulan dan Saran : Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pengetahuan dan sikap ibu bukan merupakan faktor determinan langsung terhadap status gizi balita. Diperlukan pendekatan intervensi yang lebih komprehensif dengan mempertimbangkan faktor pola asuh makan, sosial ekonomi, penyakit infeksi, dan lingkungan.
PENINGKATAN LITERASI KESEHATAN IBU TENTANG ISPA MELALUI EDUKASI BERBASIS LEAFLET: STUDI PRETEST–POSTTEST DI POSYANDU GAROT KECAMATAN DARUL IMARAH ACEH BESAR Eva Rosdiana; Hartati Hartati; Ismail Ismail; Mira Abdullah; Febri Yusnanda
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol. 12 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v12i1.5951

Abstract

Latar Belakang: Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas pada balita di Indonesia. Rendahnya pengetahuan dan pemahaman ibu mengenai pencegahan ISPA dapat meningkatkan risiko terjadinya penyakit tersebut pada anak. Upaya promotif melalui edukasi kesehatan menjadi strategi penting untuk meningkatkan literasi kesehatan ibu sehingga mampu menerapkan tindakan pencegahan ISPA secara optimal. Salah satu media edukasi yang mudah digunakan dan efektif adalah leaflet. Tujuan: Mengetahui efektivitas edukasi berbasis leaflet dalam memperkuat literasi kesehatan ibu tentang pencegahan ISPA pada balita. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuasi eksperimen dengan pendekatan one-group pretest-posttest. Penelitian dilaksanakan di Posyandu Garot, Gampong Garot, Kecamatan Darul Imarah, Kabupaten Aceh Besar. Sampel penelitian adalah ibu yang memiliki balita dan berkunjung ke Posyandu Garot, yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Intervensi berupa edukasi kesehatan menggunakan media leaflet mengenai pencegahan ISPA pada balita. Pengukuran literasi kesehatan dilakukan menggunakan kuesioner sebelum dan sesudah pemberian edukasi. Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon untuk mengetahui perbedaan skor sebelum dan sesudah intervensi. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan skor literasi kesehatan ibu setelah diberikan edukasi berbasis leaflet. Analisis statistik menunjukkan perbedaan yang signifikan antara skor pretest dan posttest (p < 0,05), yang mengindikasikan bahwa edukasi menggunakan leaflet efektif dalam meningkatkan pemahaman ibu mengenai faktor risiko, gejala, serta upaya pencegahan ISPA pada balita. Kesimpulan: Edukasi kesehatan berbasis leaflet efektif dalam memperkuat literasi kesehatan ibu tentang pencegahan ISPA pada balita. Pemanfaatan leaflet sebagai media promosi kesehatan dapat menjadi alternatif yang mudah, praktis, dan ekonomis dalam mendukung program pencegahan ISPA di tingkat posyandu dan masyarakat.