Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

HUBUNGAN POLA ASUH ORANG TUA DENGAN STATUS GIZI BALITA DI WILAYAH KERJA KLINIK KHODIJAH Anita Yasmin; Tika Ayu Pratiwi; Febri Yusnanda
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol. 12 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perilaku makan pada anak merupakan cerminan dari pola pengasuhan dari orang tua. Ibu mempunyai peran dalam gizi balita, pola asuhnya juga sangat berperan untuk terjadinya gangguan pertumbuhan. Stunting menjadi salah satu masalah gizi yang dapat timbul akibat buruknya pemenuhan zat gizi di awal kehidupan. Kejadian stunting pada anak akan memberikan dampak cepat atau lambat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pola asuh orang tua dengan status gizi balita. Desain analitik menggunakan pendekatan cross sectinonal. Populasinya adalah semua ibu dari balita di wilayah kerja Di Klinik Khodijah. Teknik sampling yang digunakan adalah accidental sampling, dengan jumlah sampel adalah 35 responden. Analisis data berupa analisis univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian didapatkan mayoritas pola asuh orang tua dalam kategori demokratis (91,4%), status gizi anak mayoritas normal sebanyak 27 balita (77,1%) dan status gizi dengan kategori stunting sebanyak 8 balita (22,9%). Nilai signifikansi (2-tailed) adalah 0,324 (p>0,05). Tidak terdapat hubungan pola asuh orang tua dengan status gizi balita.
EDUKASI KESEHATAN TENTANG MANFAAT TANAMAN HERBAL UNTUK PENYEMBUHAN LUKA PADA IBU PASCA BERSALIN Eva Rosdiana; Mutiawati Mutiawati; Rulia Meilina; Fauziah Andika; Finaul Asyura; Febri Yusnanda
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol. 7 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakMasa nifas merupakan masa pemulihan pada ibu pasca persalinan. Masa nifas merupakan masa yang rentan karena organ reproduksi mengalami luka saat proses persalinan, sehingga dibutuhkan perawatan yang khusus agar luka persalinan dapat kembali pulih secara optimal. Salah satu perawatan  luka pasca bersalin yang menjadi tradisi di Aceh adalah penggunaan obat herbal sebagai jamu yang dikonsumsi pada masa nifas.  Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah memberikan pengetahuan ke pada ibu nifas tentang pemanfaatan tanaman herbal untuk penyembuhan luka pada ibu pasca bersalin. Kegiatan ini di laksanakan pada tanggal 03 Desember 2025 dengan jumlah peserta sebanyak 30 orang yang terdiri dari perangkat desa, kader posyandu, dan ibu nifas. Kegiatan pengabdian ini berjalan dengan sukses dan mendapatkan perhatian yang baik dari seluruh peserta sekaligus mendapatkan apresiasi dari perangkat desa. Kesimpulannya pelaksanaan edukasi kesehatan ini dapat memberikan tambahan pengetahuan ke pada peserta dan meningkatkan minat peserta untuk menggunakan bahan-bahan herbal sebagai obat tradisional untuk penyembuhan luka pasca persalinan.  
EDUKASI KESEHATAN TENTANG BAHAYA MEROKOK PADA REMAJA DI SMAN 1 BAITUSSALAM Eva Rosdiana; Alfitri Wahyuni; Mira Abdullah; Febri Yusnanda; Ratna Willis; Ismail Ismail
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol. 7 No. 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perilaku merokok pada remaja merupakan masalah kesehatan masyarakat yang semakin mengkhawatirkan. Aktivitas yang dahulu identik dengan orang dewasa kini telah merambah ke kalangan pelajar, bahkan pada usia sekolah dasar. Data global menunjukkan sekitar 38 juta remaja berusia 13–15 tahun merupakan perokok aktif, dengan tren peningkatan dari tahun ke tahun (Wijayanti & Ronoatmodjo, 2025). Di Indonesia, prevalensi perokok remaja mencapai lebih dari 20% dan menempatkan negara ini sebagai peringkat ketiga tertinggi di dunia (Fauziah et al., 2020; Vivy Maharani et al., 2021). Sebagian besar remaja mulai merokok pada usia sangat muda, yaitu 12–15 tahun (Rahayuwati & Castillo, 2020), yang meningkatkan risiko penyakit kronis di usia dewasa (Winelis, 2021). Melihat tingginya angka tersebut, diperlukan upaya promotif dan preventif melalui edukasi kesehatan tentang bahaya merokok. Kegiatan edukasi ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa mengenai dampak negatif merokok terhadap kesehatan fisik, mental, dan masa depan mereka. Dengan pelaksanaan edukasi di SMA Negeri 1 Baitussalam Kabupaten Besar, diharapkan siswa mampu memahami risiko merokok serta menumbuhkan sikap menolak terhadap perilaku merokok sejak dini. Tujuan pelaksanaan pengabdian ini adalah untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman yang lebih luas kepada para siswa-siswi tentang merokok dan dampak negative yang dapat muncul akibat merokok sehingga siswa/i SMAN 1 Baitussalam terhindar dari perilaku merokok. Pelaksanaan pengabdian dilakukan dengan cara memberikan edukasi kesehatan secara langsung ke pada siswa-siswi SMAN 1 Baitussalam pada tanggal 22 Februari 2025. Jumlah siswa yang mengikuti kegiatan ini adalah sebanyak 30 siswa/i. Hasil pelaksanaan kegiatan terlihat bahwa siswa/i menjadi paham tentang bahaya merokok dan dampaknya bagi kesehatan. Hal ini terlihat dari hasil nilai pretes dan postes yaitu 78% remaja mengetahui tentang bahaya merokok saat pretes dan meningkat menjadi 98% pada saat dilakukan postest. Kesimpulan dari pelaksanaan pengabdian ini siswa/i terlihat antusias mendengarkan edukasi kesehatan yang disampaikan, dan mereka yang sudah terlanjur merokok menyatakan menyesal sudah mengenal rokok dan akan berusaha untuk berhenti merokok. Kata Kunci : Bahaya Merokok, Edukasi Kesehatan, Remaja
EDUKASI KESEHATAN TENTANG ANEMIA PADA REMAJA DI SMAN 1 BAITUSSALAM Eva Rosdiana; Alfitri Wahyuni; Mira Abdullah; Febri Yusnanda
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol. 8 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anemia merupakan salah satu masalah kesehatan yang masih banyak terjadi pada remaja, khususnya remaja putri, yang disebabkan oleh kurangnya asupan zat besi, pola makan yang tidak seimbang, serta rendahnya pengetahuan tentang kesehatan. Kondisi ini dapat menimbulkan dampak seperti kelelahan, menurunnya konsentrasi belajar, serta penurunan produktivitas sehari-hari. Selain itu, anemia pada remaja juga dapat berdampak pada kesehatan jangka panjang apabila tidak ditangani dengan baik. Oleh karena itu, diperlukan upaya pencegahan melalui peningkatan pengetahuan dan kesadaran remaja. Edukasi kesehatan merupakan salah satu strategi yang efektif dalam meningkatkan pemahaman remaja mengenai anemia dan cara pencegahannya. Melalui edukasi, remaja diharapkan mampu memahami pentingnya konsumsi makanan bergizi serta perilaku hidup sehat. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemberdayaan remaja dalam pencegahan anemia melalui edukasi kesehatan. Tujuan pelaksanaan pengabdian ini adalah untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman yang lebih luas kepada para siswa-siswi tentang anemia dan pencegahannya pada remaja.Pelaksanaan pengabdian dilakukan dengan cara memberikan edukasi kesehatan secara langsung ke pada siswa-siswi SMAN 1 Baitussalam pada tanggal 02 Februari 2026. Jumlah siswa yang mengikuti kegiatan ini adalah sebanyak 30 siswa/i. Hasil pelaksanaan kegiatan terlihat bahwa siswa/i menjadi paham tentang anemia dan pencegahannya. Hal ini terlihat dari hasil nilai pretes dan postes yaitu 70% remaja mengetahui tentang bahaya merokok saat pretes dan meningkat menjadi 95% pada saat dilakukan postest. Kesimpulan dari pelaksanaan pengabdian ini siswa/i terlihat antusias mendengarkan edukasi kesehatan yang disampaikan, dan mereka menyatakan mau dan mampu melakukan pencegahan anemia untuk kehidupan yang lebih sehat.