Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

VARIATIONS IN LEARNING INTEREST AMONG ELEMENTARY SCHOOL STUDENTS WHO PLAY ONLINE GAMES: A QUALITATIVE CASE STUDY Isti Windi Astuti; Ana Andriani; Y. Suyitno; Wakhudin
SOSIOEDUKASI Vol 14 No 4 (2025): SOSIOEDUKASI : JURNAL ILMIAH ILMU PENDIDIKAN DAN SOSIAL
Publisher : Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universaitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/sosioedukasi.v14i4.6575

Abstract

The learning interests of students who enjoy playing online games are an important aspect in improving the effectiveness of learning in elementary schools, especially in phase C (grades V and VI), who are experiencing cognitive and social development. This study aims to analyze the learning interests of phase C students who use online games. The qualitative research approach uses a case study design with subjects of phase C elementary school students, teachers, and parents in the Maos Cilacap cluster. Data collection was conducted through observation, interviews, and documentation studies. Data were analyzed using an interactive model that includes data condensation, data presentation, and drawing conclusions. Data validity was guaranteed through triangulation of sources and techniques. The results of the study show variations in the learning interests of students who use online games based on seven indicators: desire to learn, enjoyment, attention, interest, enthusiasm for learning, task completion, and adherence to rules. Some students have high interest, characterized by the ability to manage study and play time, consistent focus, interest in the material, active participation, diligent completion of tasks, and compliance with rules. The group with moderate interest shows sufficient motivation and attention; participation and task completion require direction, and compliance with rules varies. Some students exhibited low interest, as evidenced by inconsistent motivation, easy distraction from games, impaired focus, minimal participation, and low compliance. These findings underscore the importance of teachers and parents in guiding and creating a supportive learning environment, enabling online gaming activities to promote enjoyable, effective, and meaningful learning for students' cognitive, social, and emotional development.
THE POLITENESS CHARACTERISTICS OF ELEMENTARY SCHOOL STUDENTS WITH MIGRANT PARENTS: A CRITICAL ANALYSIS Agus Setyabudi; Ana Andriani; Y. Suyitno; Wakhudin
SOSIOEDUKASI Vol 14 No 4 (2025): SOSIOEDUKASI : JURNAL ILMIAH ILMU PENDIDIKAN DAN SOSIAL
Publisher : Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universaitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/sosioedukasi.v14i4.6576

Abstract

Students who grow up without direct parental guidance often experience changes in their social and emotional behavior. This study analyzes how polite character is formed in elementary school students in the Punggelan cluster whose parents have migrated. The research method was qualitative with a case study design. The subjects were students, teachers, and substitute guardians or family members living with the students. Data were collected through observation, interviews, and documentation, then analyzed through data condensation, data presentation, and conclusion drawing. Data validity was verified using source and method triangulation techniques. The results showed that the polite character of elementary school students whose parents have migrated showed behavioral variations across all indicators of politeness. Students who received regular communication and emotional guidance from their parents were able to apply politeness more consistently, such as respecting the rights of others, using polite language, demonstrating non-verbal politeness, and respecting teachers and peers. In contrast, students who were cared for by substitute guardians tended to exhibit less consistent behavior, such as interrupting, difficulty maintaining attention, using impolite language, avoiding eye contact, or joking excessively. This variation is influenced by parental presence, parenting styles, teacher training and guidance at school, and the influence of the social environment. Research confirms that the development of good manners in children from migrant families is a result of interactions between family, school, and the environment. Therefore, consistent training and support across contexts are key to fostering stable polite behavior.
Mengimplementasikan Pembelajaran Diferensiasi Kurikulum Merdeka Kelas V SD Negeri Cinyawang 4 Cilacap Ririn Arlina; Wakhudin
Jurnal Ragam Pengabdian Vol. 3 No. 1 (Spesial Issue) (2026): "Dharma Samudera"
Publisher : Lembaga Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/dkeh7z78

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan implementasi pembelajaran diferensiasi dalam Kurikulum Merdeka di kelas V SD Negeri Cinyawang 4 Cilacap serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambatnya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus. Subjek penelitian meliputi guru kelas V, peserta didik sebanyak 32 orang, dan kepala sekolah. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan reduksi data, penyajian data, dan triangulasi sumber serta metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi pembelajaran diferensiasi telah dilaksanakan melalui empat aspek utama, yaitu diferensiasi konten, proses, produk, dan lingkungan belajar. Guru melakukan asesmen diagnostik untuk memetakan kesiapan belajar peserta didik, menerapkan variasi metode pembelajaran, memberikan pilihan produk belajar, serta menciptakan lingkungan kelas yang fleksibel dan kondusif. Faktor pendukung meliputi kesiapan dan kreativitas guru, lingkungan belajar yang positif, ketersediaan bahan ajar, serta hubungan harmonis antara guru dan peserta didik. Adapun faktor penghambat meliputi jumlah peserta didik yang relatif banyak, keterbatasan waktu pembelajaran, serta keberagaman kemampuan dalam satu kelas. Secara umum, pembelajaran diferensiasi berdampak positif terhadap motivasi, partisipasi, dan rasa percaya diri peserta didik dalam proses pembelajaran.
Membentuk Karakter Beriman, Bertakwa Kepada Tuhan YME, dan Berakhlak Mulia dengan Membiasakan 5S Listia Miranti; Wakhudin Wakhudin
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 10 No. 3 (2025): Agustus
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v10i3.3786

Abstract

Pembiasaan budaya 5S di lingkungan sekolah menjadi salah satu upaya pendidikan karakter paling dasar yang dapat menumbuhkan perilaku baik dan membantu siswa dalam membentuk karakter beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, serta berakhlak mulia. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan penerapan pembiasaan 5S dalam membentuk karakter beriman, bertakwa kepada Tuhan YME dan berakhlak mulia serta mendeskripsikan faktor pendukung dan penghambat pelaksanaannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus. Melalui pendekatan ini, memungkinkan peneliti untuk mengkaji secara mendalam terhadap fenomena yang muncul dalam bentuk program atau kegiatan di lingkungan sekolah. Hasil penelitian menunjukkan, SD Negeri Rejodadi 05 melaksanakan pembiasaan 5S dalam upaya membentuk karakter beriman, bertakwa kepada Tuhan YME, dan berakhlak mulia yang dilakukan secara konsisten melalui kegiatan rutin, kegiatan spontan, keteladanan dan pengondisian. Siswa yang terbiasa membiasakan 5S terlihat menunjukkan perilaku baik yang menanamkan akhlak agama, akhlak pribadi, serta akhlak sesama manusia yang dapat membentuk karakter beriman, bertakwa kepada Tuhan YME, dan berakhlak mulia. Terdapat beberapa faktor yang mendukung dan menghambat pelaksanaan pembiasaan 5S. Oleh karena itu, guru perlu membimbing dan membiasakan 5S secara konsisten kepada siswa serta menjalin kerjasama dengan orang tua agar pembiasaan tersebut tertanam dalam diri siswa.
MEMPERKOKOH EKONOMI PADA SATUAN PENDIDIKAN DENGAN MENGEMBANGKAN BADAN USAHA MILIK SEKOLAH Wakhudin Wakhudin; Cahyono Purbomartono; Raden Beny Wijarnako
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): Volume 6 No. 1 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i1.42157

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pentingnya membangun Badan Usaha Milik Sekolah (BUMS) di Sekolah Dasar sebagai sumber pendanaan alternatif dalam pembiayaan sekolah. Artikel ini merupakan bahan sosialisasi dalam pelaksanaan Iptek bagi Masyarakat (IbM) yang dilaksanakan di SD 1 Muhammadiyah Gentasari, Kroya Cilacap, Jawa Tengah. Selain melakukan sosialisasi, pengabdi juga melakukan pendampingan dan monitoring pembangunan BUMS. Hasil sosialisasi dan analisis menggambarkan, jika negara memiliki Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Pemerintah Daerah memiliki (BUMD), dan Pemerintah Desa memiliki Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Bumdes, mengapa sekolah tidak memiliki Badan Usaha Milik Sekolah (BUMS)? BUMS dibangun tak harus dengan modal besar, melainkan bertolak dari keadaan sekolah seadanya. Dimulai dari mengelola makan peserta didik, mengelola seragam sekolah, simpan pinjam warga sekolah, pada akhirnya BUMS bisa membangun toko, pabrik tekstil dan produk tekstil, bahkan tidak mungkin membangun perbankan. Dengan memiliki BUMS, memungkinkan sekolah memiliki sumber pendanaan alternatif yang tidak tergantung kepada negara dan orang tua siswa. Mereka memungkinkan menggaji guru lebih besar, membangun laboratorium yang memadai, dan menyiapkan berbagai fasilitas yang diperlukan bagi pendidikan.