Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Lentera Pustaka

Implementasi Visi dan Misi Organisasi Induk ke dalam Moto Perpustakaan Kementerian “Artha” Hasyim, Churin ‘Ain; Wijayanti, Luki
Lentera Pustaka: Jurnal Kajian Ilmu Perpustakaan, Informasi dan Kearsipan Vol 5, No 1 (2019): June
Publisher : Library and Information Science Study Program, Faculty of Humanities, Univ. Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (400.619 KB) | DOI: 10.14710/lenpust.v5i1.24763

Abstract

Penelitian ini membahas implementasi visi dan misi Perpustakaan Kementerian “Artha” dalam moto perpustakaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi penerapan visi dan misi Kementerian “Artha” pada moto Perpustakaan Kementerian Artha. Identifikasi penerapan moto ini akan dilihat dari koleksi perpustakaan, layanan yang diberikan, dan kegiatan yang diselenggarakan oleh Perpustakaan Kementerian “Artha”. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode studi kasus. Hasil dari penelitian ini menunjukkan kecenderungan bahwa perpustakaan Kementerian “Artha” hanya mengimplementasikan misi nomor 5 (lima) Kementerian Artha yang berkaitan dengan pengembangan diri pegawai. Hal ini merupakan suatu strategi awal perpustakaan untuk menunjukkan kebetradaannya sebelum mereka mampu memenuhi 4 (empat) misi lainnya agar perpustakaan dapat bertahan di lingkungan Kementerian Artha.
Propaganda dalam Penyelenggaraan American Corner di Perpustakaan Universitas Bintang Amany, Adisty Rifqah; Wijayanti, Luki
Lentera Pustaka: Jurnal Kajian Ilmu Perpustakaan, Informasi dan Kearsipan Vol 7, No 1 (2021): June
Publisher : Library and Information Science Study Program, Faculty of Humanities, Univ. Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/lenpust.v7i1.32107

Abstract

American Corner (Amcor) Perpustakaan Universitas Bintang adalah salah satu lembaga informasi mengenai Amerika Serikat (AS) yang berada di Indonesia. Dalam penyelenggaraannya sejak tahun 2004, pojok tersebut memiliki latar belakang sejarah yang cukup kompleks dan sarat akan kepentingan politik dengan menggunakan istilah ‘diplomasi publik’. Penelitian ini membahas propaganda berbentuk diplomasi publik yang dilakukan oleh Amcor Perpustakaan Universitas Bintang, dimulai dari latar belakang pengadaan program Amcor itu sendiri, kegiatan yang ditawarkan, serta analisis isi media sosial yang digunakan pojok tersebut dalam mempromosikan sekaligus membangun citranya pada masyarakat luas, khususnya generasi muda. Penelitian ini menggunakan studi literatur dan analisis isi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Amcor Perpustakaan Universitas Bintang sebagai salah satu media propaganda AS belum dapat mencapai tujuan yang diinginkannya, terlepas dari begitu ambisiusnya pengadaan program ini. Diplomasi publik atau propaganda yang dilakukan tidak dapat meyakinkan pengguna perpustakaan, terutama karena masih kurangnya keterikatan antara pojok tersebut dengan pengguna perpustakaan. Meskipun kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan oleh Amcor Perpustakaan Universitas Bintang sudah diusahakan untuk dapat dicapai oleh pengguna perpustakaan yang ditargetkan, namun usaha ini tidak diiringi dengan publikasi yang matang. Penelitian ini diharapkan dapat membuka ruang diskusi ilmiah baru yang lebih luas mengenai isu politik dalam kajian perpustakaan di waktu mendatang.
Penerapan Crowdsourcing dalam Interaksi Komunitas Informasi di Indonesia: Systematic Literature Review Harahap, Aisyah Romauli; Wijayanti, Luki
Lentera Pustaka: Jurnal Kajian Ilmu Perpustakaan, Informasi dan Kearsipan Vol 8, No 2 (2022): December
Publisher : Library and Information Science Study Program, Faculty of Humanities, Univ. Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/lenpust.v8i2.46649

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan metode, konsep, dan manfaat crowdsourcing dalam interaksi komunitas informasi di Indonesia. Mengetahui bagaimana penerapan metode, konsep, dan manfaat dari crowdsourcing jika diterapkan di Indonesia dalam era lingkungan digital. Metode yang digunakan yaitu tinjuan literature review dengan pendekatan kualitatif, dan artikel-artikel terseleksi yang bersumber dari Google Scholar dan Portal GARUDA. Proses analisis terdiri dari 6 (enam) tahap yaitu 1) mapping the field through scoping review (pemetaan bidang melalui tinjauan lingkup); 2) comprehensive search (pencarian komprehensif); 3) quality assessment (penilaian kualitas); 4) data extraction (ekstraksi data); 5) synthesis (sintesis); dan 6)write up (penulisan). Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa terdapat 30 literatur (8%) dari total hasil pencarian sebanyak 260 literatur yang relevan membahas mengenai penerapan crowdsourcing dalam komunitas informasi di Indonesia, konsep, metode dan manfaat penggunaannya. crowdsourcing dapat disimpulkan sebagai suatu jenis aktivitas online partisipasi, dimana individu, komunitas, lembaga, organisasi, maupun perusahaan dapat mengusulkan ide dan informasi dengan beragam pengetahuan bertemu di dalam medium yang disediakan menggunakan jaringan. Temuan menunjukkan bahwa penerapan crowdsourcing dalam interaksi komunitas informasi di Indonesia yaitu memudahkan masyarakat dalam memperoleh dan mengakses informasi yang dibutuhkan; tersedianya ruang publik online untuk berdiskusi secara bebas dan menangkal isu hoaks; konten, tanggapan dan penilaian diberikan langsung oleh masyarakat; sebagai media mempromosikan event, budaya, iklan, informasi lowongan kerja, dan sebagainya.
Implementasi Makerspace dalam Layanan Perpustakaan Nihayati, Nihayati; Wijayanti, Luki
Lentera Pustaka: Jurnal Kajian Ilmu Perpustakaan, Informasi dan Kearsipan Vol 5, No 2 (2019): December
Publisher : Library and Information Science Study Program, Faculty of Humanities, Univ. Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/lenpust.v5i2.26565

Abstract

Perpustakaan saat ini masuk di era disrupsi, dimana banyak tugas perpustakaan sudah bisa dikerjakan oleh mesin atau teknologi. Pengguna potensial dan perilaku pengguna perpustakaan pun juga berubah menjadi generasi millennial berbasis digital dan sangat dinamis. Oleh karena itu, perpustakaan dituntut mengembangkan inovasi layanan baru yang mengakomodir kebutuhan pengguna dan perkembangan teknologi. Salah satu perkembangan teknologi yang diadopsi menjadi layanan perpustakaan adalah makerspace. Penelitian ini membahas desain dan implementasi makerspace dalam layanan perpustakaan. Manfaat penelitian ini untuk menjelaskan apa saja yang perlu diperhatikan dalam mengembangkan makerspace dan menggambarkan jenis layanan makerspace perpustakaan. Jenis penelitian merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan metode pengumpulan data melalui studi literatur dan observasi elektronik. Analisis data terdiri dari reduksi data, representasi data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam mendesain layanan makerspace perlu memperhatikan kebutuhan potensial pengguna, prasyarat hukum, struktur organisasi, konten koleksi,infrastruktur, interaksi dan kolaborasi, kompetensi pustakawan dan staff ahli IT serta kerjasama dengan pihak ketiga. Implementasi makerspace di Amerika sangat bervareasi, mulai dari 3D printing, I-Space, platform virtual space dan virtual reality (VR).  Di UK, sebagian besar layanan makerspace masih diimplementasikan dalam bentuk FabLab. Makerspace perpustakaan Curtin Australia juga sudah mengembangkan  pencetakan 3D dan virtual reality. Makerspace di beberapa perpustakaan di Afrika berupa 3D Printing, sementara di beberapa perpustakaan Indonesia sudah berkembang menjadi layanan dalam bentuk space tetapi belum mencapai virtual makerspace.