Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

PELATIHAN COPYWRITING DAN DIGITAL MARKETING PADA PELAKU UMKM SENTRA USAHA DI KELURAHAN BUAH BATU KOTA BANDUNG Yusuf, Yogi Muhammad; Rahiem, Vikry Abdullah; Fitrananda, Charisma Asri
ABDI KAMI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5 No 2 (2022): (Oktober 2022)
Publisher : LPPM Institut Agama Islam (IAI) Ibrahimy Genteng Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69552/abdi_kami.v5i2.1568

Abstract

Micro, Small and Medium Enterprises or commonly called UMKM are business activities or businesses run by individuals, households or small business entities. Based on a Bank Indonesia survey, 87.5 percent of UMKM were affected by the Covid-19 pandemic. Of this amount, around 93.2 percent of them were negatively affected on the sales side. With this background, the team conducted copywriting training and training related to digital marketing at one of the UMKM Business Centers in Bojongsoang District, Buah Batu Village, Bandung City. This service is carried out to increase sales by utilizing digital platforms. The ability to write in the media market place is very important to create a brand awareness effect on potential consumers. The problem is that partners have not been able to create captions, taglines, descriptions for products that will be stored in the marketplace storefront. In addition, related to digital marketing planning, the service team brought students to provide material according to what was learned in lectures. This service activity uses a contextual approach method, namely providing theoretical material first and followed by guidance and assistance to partners in making copywriting and digital marketing planning techniques. Then proceed with the facilitation method in creating content that can be uploaded directly on the marketplace or on their social media
MEDIA SOSIAL SEBAGAI MEDIA PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Yusuf, Yogi Muhammad; Rahiem, Vikry Abdullah; Fitrananda, Charisma Asri
Judika: Jurnal Diseminasi Kajian Ilmu Komunikasi Vol 2, No 1 (2024): Judika: Jurnal Diseminasi Kajian Ilmu Komunikasi
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/jdkik.v2i1.8521

Abstract

Media Sosial Sebagai Media Pendidikan Islam. Kecerdasan emosional dan kecerdasan spiritual didapatkan dari pendidikan agama yang baik, ditambah dengan pendidikan agama yang terbuka dan menerima perkembangan jaman yang semakin mengglobal ini. Perkembangan teknologi internet dalam dunia pendidikan pun makin ramah dengan situs jejaring youtube Pesan_Trend. Metode penelitian ini menggunakan etnografi virtual yang mengamati komunikasi media pembelajaran siswa di youtube channel Pesan_Trend berkaitan dengan perilaku komunikasi dalam tema kebudayaan tertentu. Pemanfaatan media sosial sebagai media pembelajaran Pesan_Trend dapat meningkatkan kualitas pembelajaran pendidikan agama Islam itu sendiri,  dimana pembelajaran pendidikan agama Islam dapat berorientasi pada media pembelajaran berbasis online yang inovatif seperti platform Youtube. Tersedianya media pembelajaran pendidikan agama Islam alternatif yang berbasis pada media sosial (online) untuk pengajaran pendidikan agama Islam dapat memberikan kemudahan kepada  guru pendidikan agama Islam dalam melaksakan proses pembelajaran dengan menerapkan media pembelajaran berbasis online yakni media sosial. Pemanfaatan media sosial sebagai media pendidikan agama Islam adalah memberi imbas dengan landasan yang mendasar bagi guru pendidikan agama Islam untuk memilih metode serta media pembelajaran yang inovatif yang sesuai dengan tuntutan pendidikan saat ini. 
Pengembangan Kemampuan Kreatif Siswa dalam Produksi Konten Edukatif Rabathy, Qisthy; Komala, Elly; Fitrananda, Charisma Asri; Purnama, Astri Aulia Nanda; Maulida, Nazwa Latifa
JE (Journal of Empowerment) Vol 5, No 1 (2024): JUNI
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/je.v5i1.4284

Abstract

AbstrakDi era digital saat ini, kemampuan untuk memproduksi konten edukatif yang menarik dan informatif menjadi semakin penting, terutama bagi siswa sekolah menengah. Penelitian ini berfokus pada pengembangan kemampuan kreatif siswa dalam produksi konten edukatif di SMAN 1 Sumedang. Kecakapan komunikasi, baik verbal maupun non-verbal, menjadi fokus utama dalam peningkatan keterampilan siswa melalui produksi konten edukatif. Metode pelaksanaan yang digunakan meliputi pelatihan, pendampingan, dan simulasi produksi konten, yang mencakup pembuatan naskah, pengambilan gambar, dan penyuntingan video. Hasil kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam kreativitas dan kemampuan komunikasi siswa setelah mengikuti program ini. Melalui pengembangan konten edukatif, siswa tidak hanya belajar menyampaikan informasi secara efektif, tetapi juga meningkatkan kepercayaan diri dan keterampilan interpersonal mereka. Kegiatan ini juga mendorong kolaborasi antara siswa dan memberikan mereka pengalaman praktis dalam penggunaan teknologi media. AbstractIn today's digital era, the ability to produce interesting and informative educational content is becoming increasingly important, especially for high school students. This research focuses on developing students' creative skills in educational content production at SMAN 1 Sumedang. Communication skills, both verbal and non-verbal, are the main focus in improving students' skills through educational content production. The implementation methods used include training, mentoring, and simulation of content production, which includes script creation, shooting, and video editing. The results of the Community Service activities show a significant increase in students' creativity and communication skills after participating in this program. Through the development of educational content, students not only learn to convey information effectively, but also improve their self-confidence and interpersonal skills. This activity also encourages collaboration between students and gives them practical experience in the use of media technology.
Representasi Gender dalam Berita Kriminal di Tribun.com Charisma Asri Fitrananda
ArtComm Vol 1 No 2 (2018): ArtComm
Publisher : Universitas Informatika dan Bisnis Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (203.569 KB) | DOI: 10.37278/artcomm.v1i2.116

Abstract

Tingginya nilai berita di media massa mengenai isu seks, gender, naluri, kebutuhan, keinginan,ambisi terhadap lawan jenis, sehingga muatan beritanya terlihat merendahkan perempuan. Banyakfaktor yang dapat digunakan untuk menjelaskan media yang bias gender, dalam artian ada hal yangtidak terlihat oleh kasat mata bagaimana media merepresentasikan korban perempuan dalamkekerasan seksual. Hal ini karena media merupakan ruang bagi pihak dominan, dalam hal ini lakilaki,untukmenyebutkaneksistensimereka.Dalamupayamenelitibiasgenderdalampemberitaanmedia massa, menurut Subono (2003), jurnalisme yang berperspektif gender diartikan sebagaikegiatan atau praktik jurnalistik yang selalu mempermasalahkan ketimpangan antara laki-laki danperempuan. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode penelitian kualitatif dalamproses analisis wacana kritis Sara Mills. Gagasan Sara Mills dalam teori analisis wacana kritismemusatkan perhatian pada bagaimana posisi-posisi aktor dalam teks. Metode ini bersifatdeskriptif dengan mengumpulkan data yang menggunakan primer dan wawancara. Dalam beritakekerasan seksual yang dipublikasikan oleh Tribun.com, tampak bahwa realitas simbolismemungkinkan dunia yang korbannya selalu perempuan. Dan dalam posisi itu, perempuan semakinterpinggirkan oleh ketidaksetaraan gender. Hal tersebut dapat terlihat dari penggunaan kata-kataseperti; nama samaran "bunga", kata tentang profesi bidan, penggunaan kata "digagahi" dan "mintadilayani", dan juga pelanggaran kode etik jurnalistik.
Strategi Komunikasi Humas Polda Jabar Dalam Menjalankan Aktivitas External Public Relations Fitrananda, Charisma Asri; Santika, Muhammad Adhi
AGUNA: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 4, No 1: Januari (2023)
Publisher : AGUNA: Jurnal Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35671/aguna.v4i1.2187

Abstract

Penelitian ini berjudul “STRATEGI HUMAS POLDA JABAR DALAM MENJALAKAN AKTIVITAS EXTERNAL PUBLIC RELATIONS”. Tujuan dan kegunaan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana aktivitas external public relations di Humas Polda Jawa Barat.Penelitian ini menggunakan excellence theory dari Grunig, dkk. Excellence theory membahas tentang peran dan fungsi ideal humas yang harus dijalankan dalam sebuah organisasi melalui excellence communications. Excellence communications terdiri dari tiga aspek yang saling terkait, yaitu pengetahuan dasar, harapan bersama dan budaya partisipasi organisasi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan melakukan observasi dan tidak ada pengujian teori. Paradigma penelitian post-positivisme mengutamakan data verbal untuk diolah. Prosedur pengumpulan data yang digunakan adalah observasi lapangan, wawancara mendalam dan studi pustaka. Hasil dari penelitian ini, ketiga aspek dari excellence communication sudah diterapkan dengan baik pada aktivitas external public relations di Humas Polda Jawa Barat. Humas mampu mengelola arus informasi baik internal maupun eksternal, melakukan komunikasi dua arah antara Polda Jabar dengan masyarakat. Adanya harapan bersama antara humas dan pimpinan agar tidak sulit mendapatkan persetujuan dalam setiap perencanaan kegiatan kehumasan. Budaya komunikasi yang diterapkan dalam kegiatan external public relations adalah komunikasi terbuka yang meningkatkan partisipasi semua pihak terkait.
Fashion Sebagai Media Komunikasi Non-Verbal: Studi Kasus Anak Muda di Kota Jakarta Bachtiar, Myra Aprillia; Fitrananda, Charisma Asri
Marcommers : Jurnal Marketing Communication and Advertising Vol 13, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/marcommers.v13i1.17470

Abstract

Penelitian yang berjudul Fashion sebagai Media Komunikasi Non-Verbal melalui analisis yang mengacu pada teori interaksi simbolik yang digagas oleh George Herbert Mead (1932) pada awal abad 20 yang dikembangkan oleh Herbert Blummer (1969). Tujuannya adalah untuk menganalisis penggunaan fashion di kalangan anak muda di Kota Jakarta. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah studi kasus dengan teknik pengumpulan data melalui teknik observasi dan wawancara. Informasi dan data dianalisis dan dideskripsikan dengan teknik triangulasi data. Hasil penelitian dan pengamatan mendapatkan bahwa dalam penggunaan fashion sebagai komunikasi dalam kalangan anak muda oleh laki-laki dan perempuan serta yang bekerja dan kuliah di daerah Kota Jakarta, terutama pada orang-orang yang memiliki ketertarikan tersendiri terhadap fashion, terdapat faktor psikologis yang mendorong individu untuk memperkuat karakter dan identitasnya pada saat berinteraksi. Setiap individu memiliki keberagaman latar belakang atas makna yang akan disampaikan, simbol dan pesan tersebut berdasarkan pengalaman yang didapatkan ketika berinteraksi dengan individu lain. Untuk meningkatkan kesadaran dari masing-masing individu atas pesan yang disampaikan secara non-verbal, perlu disadari bahwa setiap proses interaksi memiliki komunikasi verbal tambahan untuk memudahkan pertukaran makna.
Media Audio Visual Sebagai Alternatif Media Kampanye dan Penyebaran Pengetahuan Disability Awareness Swastikawara, Sinta; Illahi, Azizun Kurnia; Fitrananda, Charisma Asri; Prasetyo, Muhammad Elga Johan; Syamsuddin, Fitri; Irfayani, Adinda; Hidayah, Syafina
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 3 No. 5 (2025): Juli
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v3i5.2573

Abstract

Pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan disability awareness melalui produksi media yang inklusif dan partisipatif. Bersama Komunitas Peduli Inklusi Nusantara (KOPINUS), kegiatan ini merancang dan memproduksi film dokumenter berjudul Sudut Pandangku: Suar Untuk Kesetaraan sebagai media kampanye inklusi. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatori, yang melibatkan anggota komunitas difabel dan non-difabel dalam seluruh proses produksi, mulai dari perencanaan hingga penyebarluasan konten. Hasil kegiatan ini tidak hanya menghasilkan media audio-visual yang aksesibel, tetapi juga memperkuat keterlibatan masyarakat dalam memahami konstruksi sosial disabilitas yang selama ini membatasi ruang gerak difabel. Dokumenter ini telah dipublikasikan melalui kanal media sosial KOPINUS (Instagram dan YouTube) dan digunakan sebagai sarana edukasi publik. Kegiatan ini membuktikan bahwa media inklusif berbasis partisipasi dapat menjadi alat pemberdayaan sekaligus strategi advokasi yang efektif dalam memperluas perspektif kesetaraan dan hak difabel di masyarakat.
MEDIA SOSIAL SEBAGAI MEDIA PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Yusuf, Yogi Muhammad; Rahiem, Vikry Abdullah; Fitrananda, Charisma Asri
Jurnal Diseminasi Kajian Ilmu Komunikasi Vol 2, No 1 (2024): Jurnal Diseminasi Kajian Ilmu Komunikasi
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/jdkik.v2i1.8521

Abstract

Media Sosial Sebagai Media Pendidikan Islam. Kecerdasan emosional dan kecerdasan spiritual didapatkan dari pendidikan agama yang baik, ditambah dengan pendidikan agama yang terbuka dan menerima perkembangan jaman yang semakin mengglobal ini. Perkembangan teknologi internet dalam dunia pendidikan pun makin ramah dengan situs jejaring youtube Pesan_Trend. Metode penelitian ini menggunakan etnografi virtual yang mengamati komunikasi media pembelajaran siswa di youtube channel Pesan_Trend berkaitan dengan perilaku komunikasi dalam tema kebudayaan tertentu. Pemanfaatan media sosial sebagai media pembelajaran Pesan_Trend dapat meningkatkan kualitas pembelajaran pendidikan agama Islam itu sendiri,  dimana pembelajaran pendidikan agama Islam dapat berorientasi pada media pembelajaran berbasis online yang inovatif seperti platform Youtube. Tersedianya media pembelajaran pendidikan agama Islam alternatif yang berbasis pada media sosial (online) untuk pengajaran pendidikan agama Islam dapat memberikan kemudahan kepada  guru pendidikan agama Islam dalam melaksakan proses pembelajaran dengan menerapkan media pembelajaran berbasis online yakni media sosial. Pemanfaatan media sosial sebagai media pendidikan agama Islam adalah memberi imbas dengan landasan yang mendasar bagi guru pendidikan agama Islam untuk memilih metode serta media pembelajaran yang inovatif yang sesuai dengan tuntutan pendidikan saat ini. 
REPRESENTASI NILAI-NILAI TOLERANSI TERHADAP PERBEDAAN RAS PADA FILM GREEN BOOK Suherman, Reyhan Alzhilansyah; Yusuf, Yogi Muhamad; Fitrananda, Charisma Asri
Jurnal Diseminasi Kajian Ilmu Komunikasi Vol 1, No 1 (2023): Jurnal Diseminasi Kajian Ilmu Komunikasi
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/jdkik.v1i1.6440

Abstract

Penelitian berjudul representasi nilai-nilai toleransi terhadap perbedaan ras pada film Green Book ini bertujuan untukmengetahui bagaimana makna denotasi, konotasi, mitos dan pesan yang ingin disampaikan dalam Film Green Book. Peneliti menggunakan analisis semiotika yang dikembangkan oleh Roland Barthes dengan menggunakan metode penelitian kualitatif yang dilakukan dengan cara studi Pustaka, observasi, serta wawancara sehingga makna denotasi, konotasi, mitos serta pesan yang ingin disampaikan dalam Film Green Book. Hasil penelitian, ditemukan makna denotasi, konotasi serta mitos dalam Film GreenBook. Melalui teori semiotika Roland Barthes, peneliti dapat memahami pesan atau simbol-simbol baik tersurat maupun tersirat melalui adegan dalam film dan dialog antar karakter dalam film Green Book. Sehingga pesan dan kritik terhadaptindakan rasisme, prasangka buruk terhadap perbedaan ras, serta pentingnya menumbuhkan nilai-nilai toleransi dalam kehidupan sosial dapat tersampaikan secara baik kepada penonton menggunakan film sebagai salah satu media komunikasi visual.
People Living with HIV Became Influencers on Social Media: Breaking the Stigma Fitrananda, Charisma Asri; Yusuf, Yogi Muhammad; Rabathy, Qisthy; Bahtiar, Yusuf
JURNAL KOMUNIKASI INDONESIA Vol. 14, No. 2
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study examines the differences in stigma experienced by people living with human immunodeficiency virus (PLHIV) on social media and in broader Indonesian society. When PLHIV disclose their HIV-positive status on social media and attempt to break the stigma by becoming social media influencers, they receive both supportive and critical responses. Negative reactions arise when they are perceived as promoting risky activities, as burdens to the state, or when they face challenges securing sponsorship for their initiatives. This research employs a case study approach to explore the experiences of PLHIV use social media influence as a means to counter HIV-related stigma. Data were collected as part of an HIV-related influencer-centered community. The data were obtained through online observations of the activities of PLHIV influencers on social media and through in-depth interviews with PLHIV influencers. The findings reveal that PLHIV influencers utilize to share knowledge, conduct outreach, and provide consultation about HIV issues to millennials. The result shows that social media platforms help bring personal experiences into the public sphere, shaping public attitudes aligned with the platform characteristics: Twitter serves as an open discussion forum; Instagram functions as a promotional channel for healthy life content; and YouTube podcasts enhance message virality. This research contributes new insights into how HIV stigma is constructed and contested on social media and how influencers act as mediators in creating inclusive, accessible spaces for dialogue. These platforms enable interaction and engagement among professionals, policymakers, PLHIV, and the general public, fostering more participatory health communication ecosystem.