Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Regresi User Generated Content (UGC) dan Brand Image terhadap Keputusan Pembelian Produk Emina pada Generasi Z Winona Michelle Wibawa; Moehammad Gafar Yoedtadi
Prologia Vol. 10 No. 1 (2026): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v10i1.36472

Abstract

The rapid growth of social media has transformed marketing communication by shifting consumers’ roles from passive message recipients to active content creators who influence consumption behavior. In digital marketing contexts, User Generated Content (UGC) is understood as an external stimulus that conveys authentic and experience-based information, shaping consumers’ perceptions and attitudes. Meanwhile, Brand Image represents a set of brand associations stored in consumers’ memory that influences trust and evaluation of a product. This study aims to analyze the effect of UGC and Brand Image on purchasing decisions of Emina cosmetic products among Generation Z in DKI Jakarta. A quantitative descriptive approach was employed using an online survey administered to 100 respondents selected through purposive sampling. The data were analyzed using classical assumption tests and multiple linear regression analysis. The results indicate that UGC and Brand Image have a significant effect on purchasing decisions, both partially and simultaneously. UGC influences purchasing decisions through visual appeal and emotional experience, while Brand Image affects purchasing decisions through positive perceptions and brand reputation. However, the model explains only 25.1% of the variance in purchasing decisions, suggesting the presence of other influencing factors. These findings highlight that the integration of UGC and strong Brand Image can enhance the effectiveness of digital marketing communication strategies for local cosmetic brands in influencing Generation Z’s purchasing decisions.   Perkembangan media sosial telah mendorong perubahan dalam proses komunikasi pemasaran, di mana konsumen tidak hanya berperan sebagai penerima pesan, tetapi juga sebagai produsen konten yang memengaruhi perilaku konsumsi. Dalam konteks pemasaran digital, User Generated Content (UGC) dipandang sebagai stimulus eksternal yang bersifat autentik dan mampu membentuk persepsi serta sikap konsumen, sementara Brand Image merepresentasikan asosiasi merek yang tertanam dalam ingatan konsumen dan memengaruhi tingkat kepercayaan terhadap suatu produk. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh UGC dan Brand Image terhadap keputusan pembelian produk Emina pada Generasi Z di DKI Jakarta. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan metode survei melalui kuesioner online terhadap 100 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dianalisis menggunakan uji asumsi klasik dan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa UGC dan Brand Image berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian, baik secara parsial maupun simultan. UGC berperan dalam membentuk pengalaman emosional dan ketertarikan visual konsumen, sedangkan Brand Image memengaruhi keputusan pembelian melalui persepsi positif dan reputasi merek. Namun, hasil analisis menunjukkan bahwa variabel UGC dan Brand Image hanya mampu menjelaskan 25,1% variasi keputusan pembelian, sehingga mengindikasikan adanya faktor lain yang turut memengaruhi. Temuan ini menegaskan bahwa integrasi UGC dan penguatan Brand Image dapat meningkatkan efektivitas strategi komunikasi pemasaran digital produk kosmetik lokal, khususnya dalam memengaruhi keputusan pembelian Generasi Z.
Strategi Promosi Pariwisata Bawah Air di Biak Papua Melalui Instagram @catalinadivecenter Virya Bhavaniyo Kho Lawari; Moehammad Gafar Yoedtadi
Prologia Vol. 10 No. 1 (2026): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v10i1.37205

Abstract

This research aims to analyze the promotional strategies used by @catalinadivecenter on Instagram to market tourism on Biak Island through the social media platform. This study is grounded in the concepts of digital marketing communication and social media marketing, which emphasize visual storytelling, audience engagement, and interactive communication as key elements in shaping a destination's image. Indonesia is a country with great potential in the tourism sector because it is an archipelago, and Biak is one of the diving destinations for domestic and foreign tourists due to the advantages of Biak Island, such as its rich coral reefs, marine life, and dive spots with historical relics from World War II that attract domestic and foreign tourists. This study employs a qualitative approach and case study method to explore digital marketing communication strategies and their outcomes. Data was collected through in-depth interviews, Instagram content analysis, visual documentation, and Google reviews. The findings indicate that the use of authentic visual content, diving activity videos, storytelling, and digital interaction has proven effective in enhancing brand awareness and tourist interest. Tourists' real experiences also exceeded their initial expectations formed through Instagram content, thereby encouraging positive digital word-of-mouth. The promotional strategies of @catalinadivecenter consistently contribute to shaping the image of Biak Papua as an exclusive and sustainable diving destination, despite challenges such as destination competition and limited human resources. Penelitian ini bertujuan untuk menganalis penggunaan strategi promosi di Instagram yang diterapkan oleh @catalinadivecenter dalam memasarkan pariwisata di pulau Biak. Penelitian ini didasarkan pada konsep komunikasi pemasaran digital dan pemasaran media sosial yang menekankan peran konten visual, storytelling, serta keterlibatan audiens dalam membentuk citra destinasi wisata. melalui platform media sosial yaitu instagram. Indonesia adalah negara yang mempunyai potensi besar dalam sektor pariwisata dikarenakan Indonesia adalah negara kepulauan, dan Biak menjadi salah satu destinasi penyelam bagi para wisatawan nusantara Dan mancanegara dikarenakan keunggulan yang dimiliki di pulau Biak seperti kekayaan terumbu karang, biota lau serta dive spot yang mempunyai peninggalan sejarah Perang Dunia II yang menarik wisatawan domestik Dan mancanegara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan metode studi kasus untuk mengeksplorasi strategi komunikasi pemasaran digital dan hasilnya. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, pengamatan konten Instagram, dokumentasi visual, dan ulasan Google. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan konten visual autentik, video reels aktivitas penyelaman, storytelling, dan interaksi digital terbukti efektif meningkatkan brand awareness dan minat kunjungan wisatawan. Pengalaman nyata wisatawan juga terbukti melampaui ekspektasi awal yang dibentuk melalui konten Instagram, sehingga mendorong word-of-mouth digital yang positif. Strategi promosi @catalinadivecenter secara konsisten berkontribusi dalam pembentukan citra Biak Papua sebagai destinasi diving yang eksklusif Dan berkelanjutan, meskipun masih terdapat Tantangan seperti persaigan destinasi dan keterbatasan sumber data manusia.
Strategi Tim AMB Diskominfotik DKJ dalam Mengidentifikasi Isu Pemberitaan di Media Sylvia Herman; Moehammad Gafar Yoedtadi
Koneksi Vol. 10 No. 1 (2026): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v10i1.33313

Abstract

As a major city with complex activities, DKJ often becomes the focus of various issues. To address this, Diskominfotik DKJ utilizes media monitoring as a tool to identify negative issues emerging in the region. This study focuses on the strategies implemented by the AMB Team of Diskominfotik in detecting negative issues from media coverage. A qualitative approach with a case study method is used in this research, with data collected through observation, interviews, and documentation. The subject of the study is the AMB Team of Diskominfotik DKJ, while the object is the strategies they use to identify negative issues. The findings show that in identifying negative issues, the AMB Team conducts issue management by applying strategies such as media monitoring and sentiment analysis. By monitoring news across various platforms, including print media, television, radio, and online media, they are able to gather data on emerging issues. This strategy is supported by sentiment analysis, which helps classify news as positive, negative, or neutral. Such analysis enables swift issue identification and efficient decision-making to prevent potential crises. Additionally, structured organizational communication, encompassing horizontal, upward, and downward communication, further accelerates the flow of information and ensures appropriate responses to developing issues. Sebagai kota besar dengan aktivitas yang kompleks, DKJ sering kali menjadi sorotan berbagai isu beragam. Untuk mengatasi hal ini, Diskominfotik DKJ memanfaatkan media monitoring sebagai alat untuk mengidentifikasi isu negatif yang berkembang di wilayahnya. Penelitian ini berfokus pada strategi yang diterapkan Tim AMB Diskominfotik dalam mendeteksi isu negatif dari pemberitaan media. Pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus digunakan dalam penelitian ini, dengan data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian adalah Tim AMB Diskominfotik DKJ, sementara objeknya adalah strategi yang mereka gunakan dalam mengidentifikasi isu negatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam mengidentifikasi isu negatif Tim AMB melakukan manajemen isu dengan menerapkan strategi media monitoring dan analisis sentimen. Dengan memantau berita dari berbagai platform, seperti media cetak, televisi, radio, dan online, mereka mampu mengumpulkan data tentang isu yang muncul. Strategi ini didukung oleh analisis sentimen yang membantu mengklasifikasikan pemberitaan sebagai positif, negatif, atau netral. Analisis ini memungkinkan identifikasi isu secara cepat serta pengambilan keputusan yang efisien untuk mencegah krisis. Langkah-langkah tersebut membantu Tim AMB dalam mendeteksi isu negatif di pemberitaan secara real-time. Selain itu, komunikasi organisasi yang terstruktur, meliputi komunikasi horizontal, vertikal, dan diagonal, turut mempercepat penyampaian informasi dan memastikan respons yang tepat terhadap isu yang sedang berkembang.
DAAI TV Memanfaatkan Aplikasi DAAI+ Guna Menjangkau Pemirsa yang Lebih Luas Wynne Chrestella Ho; Moehammad Gafar Yoedtadi
Koneksi Vol. 10 No. 1 (2026): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v10i1.33317

Abstract

Television is one of the most effective media in influencing society, especially as a primary source of information for many people around the world, including in Indonesia. DAAI TV utilizes the DAAI+ application to reach a wider audience in the digital era. Where everyone has turned to gadgets to get information and make things easier. Using a qualitative approach, data was obtained through interviews with management, the digital team, the branding team, and application users. The results of the study show that DAAI+ reflects media convergence by combining traditional television broadcasts and on-demand access, increasing the flexibility and reach of content. However, there are obstacles in using the application because loyal DAAI viewers are from the older generation, and must compete with popular entertainment that is more in demand by the general public. Also, the limited interactive features are a challenge in increasing user engagement. Going forward, DAAI TV plans to strengthen the application through content personalization and interactive features. This study shows how traditional television can transform through new media to remain relevant. It is necessary to develop a stronger internal technical team and improve server stability to ensure the application runs more smoothly and efficiently. Televisi merupakan salah satu media yang paling efektif dalam mempengaruhi masyarakat, terutama sebagai sumber informasi utama bagi banyak orang di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. DAAI TV memanfaatkan aplikasi DAAI+ untuk menjangkau pemirsa yang lebih luas di era digital. Dimana semua orang sudah beralih ke gadget untuk mendapatkan infromasi serta memudahkan dalam hal apapun. Dengan pendekatan kualitatif, data diperoleh melalui wawancara dengan pihak manajemen, tim digital, tim branding, dan pengguna aplikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa DAAI+ mencerminkan konvergensi media dengan menggabungkan siaran televisi tradisional dan akses on-demand, meningkatkan fleksibilitas dan jangkauan konten. Namun, memiliki kendala dalam penggunaan aplikasi dikarenakan penonton loyal DAAI adalah generasi lama, dan harus bersaing dengan hiburan populer yang lebih banyak diminati masyarakat umum, serta keterbatasan fitur interaktif menjadi tantangan dalam meningkatkan keterlibatan pengguna. ke depan, DAAI TV berencana memperkuat aplikasi melalui personalisasi konten dan fitur interaktif. Penelitian ini menunjukkan bagaimana televisi tradisional dapat bertransformasi melalui media baru untuk tetap relevan. Perlu adanya pengembangan tim teknis internal yang lebih kuat dan peningkatan stabilitas server guna memastikan aplikasi berjalan lebih lancar dan efisien.
Pesan Moral Dalam Visual Peringatan Darurat: Analisis Semiotika Charles Sanders Peirce Rahmat Hidayat; Moehammad Gafar Yoedtadi
Koneksi Vol. 10 No. 1 (2026): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v10i1.33320

Abstract

Visual elements such as symbols or images are often used to evoke public emotions and convey moral messages through viral posts on social media. The viral post about the "Emergency Warning" with the Garuda symbol on a blue background is an interesting phenomenon to study, especially in the context of representation and the moral message contained therein. This shows that visualizations that are appropriate to the circumstances that occur around can strengthen the delivery of important information to the public. This study aims to uncover the moral message behind the Garuda symbol on a blue background with the words "Emergency Warning" using Charles Sanders Peirce's semiotic approach. This research method is qualitative with the analysis of signs, objects, and logistical interpretation based on Peirce's semiotic theory. The subject of the study is the visual symbol of Garuda on a blue background with the words "Emergency Warning," while the object of the research is the moral message contained therein. The results show that the color blue reflects stability, the Garuda symbol represents the values ​​of Pancasila, and the text "Emergency Warning" gives a sense of urgency. However, the visual noise in this image affects public understanding, resulting in diverse interpretations. This research emphasizes the importance of visual clarity in conveying moral messages in national symbols. Elemen visual seperti simbol atau gambar, sering digunakan untuk menggugah emosi masyarakat dan menyampaikan pesan moral melalui postingan viral di media sosial. Postingan viral tentang “Peringatan Darurat” dengan simbol Garuda berlatar biru menjadi fenomena menarik untuk dikaji, terutama dalam konteks representasi dan pesan moral yang terkandung di dalamnya. Hal ini menunjukkan bahwa visualisasi yang sesuai dengan keadaan yang terjadi di sekitar dapat memperkuat penyampaian informasi penting kepada publik. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap pesan moral di balik simbol Garuda berlatar biru dengan tulisan "Peringatan Darurat" yang menggunakan pendekatan semiotika Charles Sanders Peirce. Metode penelitian ini adalah kualitatif dengan analisis tanda, objek, dan interpretasi logis berdasarkan teori semiotika Peirce. Subjek penelitian adalah visual simbol Garuda berlatar biru dengan tulisan "Peringatan Darurat," sementara objek penelitian adalah pesan moral yang terkandung di dalamnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa warna biru mencerminkan kestabilan, simbol Garuda merepresentasikan nilai-nilai Pancasila, dan teks "Peringatan Darurat" memberikan kesan urgensi. Namun, noise visual pada gambar ini memengaruhi pemahaman publik, menghasilkan interpretasi yang beragam. Penelitian ini menegaskan pentingnya kejelasan visual dalam menyampaikan pesan moral pada simbol - simbol nasional.
Membangun Kepuasan Kerja melalui Pola Komunikasi Organisasi (Studi Kasus PT. Gorontalo Minerals) Mohammad Hamdallah Ruchban; Moehammad Gafar Yoedtadi
Koneksi Vol. 10 No. 1 (2026): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v10i1.37136

Abstract

This study aims to analyze the organizational communication patterns between leaders and employees in building job satisfaction at PT Gorontalo Minerals. The research employs a qualitative approach using a case study method. Data were collected through in-depth interviews, observations, and documentation with nine informants, including company leaders and staff. Data analysis was conducted through the reduction, presentation, and conclusion-drawing stages, following the Miles and Huberman model, while data validity was strengthened through source and technique triangulation. The findings indicate that the company uses a chain-of-command pattern, reflecting a hierarchical organizational structure. Downward communication occurs through meetings, briefings, and work instructions, while upward communication occurs through performance reports and evaluations. Horizontal and diagonal communication also takes place for interdepartmental coordination, though it remains dominated by formal channels. Supporting factors for effective organizational communication include leadership openness, adequate communication facilities, and a collaborative work culture. Conversely, communication barriers consist of message distortion due to bureaucracy, differences in employees’ cultural backgrounds, and technical obstacles in the field. An open, clear, and participatory communication pattern has been proven to enhance job satisfaction, as reflected in increased motivation, loyalty, and productivity. This study affirms that the effectiveness of organizational communication is a key determinant in establishing a harmonious, productive, and adaptive work environment in the face of organizational change. Penelitian ini menganalisis pola komunikasi organisasi antara pimpinan dan karyawan dalam membangun kepuasan kerja di PT. Gorontalo Minerals. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap sembilan informan yang terdiri dari pimpinan dan staf. Analisis dilakukan dengan teknik reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan secara induktif menggunakan model Miles dan Huberman, serta diuji validitasnya melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perusahaan menerapkan pola komunikasi rantai yang mencerminkan struktur organisasi hierarkis. Komunikasi vertikal dari atas ke bawah dilakukan melalui rapat, briefing, dan instruksi kerja, sedangkan komunikasi dari bawah ke atas berlangsung melalui laporan dan evaluasi kinerja. Komunikasi horizontal dan diagonal juga terjalin untuk koordinasi lintas departemen, meskipun masih bersifat formal. Faktor pendukung utama komunikasi organisasi meliputi keterbukaan pimpinan, fasilitas komunikasi yang memadai, serta budaya kerja kolaboratif. Sebaliknya, hambatan komunikasi mencakup distorsi pesan akibat birokrasi, perbedaan latar belakang karyawan, dan kendala teknis di lapangan. Pola komunikasi yang jelas dan terbuka terbukti meningkatkan kepuasan kerja karyawan, yang ditandai dengan meningkatnya motivasi, loyalitas, dan produktivitas. Penelitian ini menegaskan bahwa efektivitas komunikasi organisasi merupakan determinan penting dalam menciptakan lingkungan kerja yang harmonis dan berorientasi pada kinerja, serta merekomendasikan penguatan komunikasi digital dan forum interaktif untuk meningkatkan responsivitas organisasi.