Claim Missing Document
Check
Articles

The Gambaran Tingkat Distress Dan Faktor-Faktor Yang Memengaruhi Pada Perawat Di RSUD X Tembilahan Tahun 2022: Validasi Dan Reliabilitas Copenhagen Psychosocial Questionnaire Version III: The Description And Factors Associated With Distress Level Among Nurse In RSUD X Tembilahan Year 2022: Validation And Reliability Of Copenhagen Psychosocial Questionnaire Version III Yussy Rha, Warda; Tejamaya, Mila
Promotif : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 12 No. 1: JUNE 2022
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/pjkm.v12i1.2552

Abstract

Nursing is one of the stressful professions. Stress emerged on nurses due to various factors, They have affected nurses in the form of tiredness, harsh behavior, anxiety, increase of blood pressure, lack of self-confidence, lack of job satisfaction, decrease in efficiency, etc. The Copenhagen Psychosocial Questionnaire (COPSOQ) is one of a few research-based instruments that have been developed for use at workplaces as well as for research purposes. The instrument is internationally recognized as a risk assessment tool by both the International Labour Organization and the World Health Organization and is used in workplace surveys worldwide for work environment development and follow-up of organizational changes. This study aims to analyze the validity and reliability of the Copenhagen Psychosocial Questionnaire (COPSOQ III) on Nurse at RSUD X. The study design is cross-sectional. Determination of the sample of this study using simple random sampling method of Nurse in RSUD X, The questionnaire was based on COPSOQ III scales, Validity and Reliability tests using Pearson Product Moment and Cronbach's alpha.
Chemical Dermal Exposure Risk Assessment in the Water Treatment Plant of Fertilizer Industry Rahmawati, Rizki; Tejamaya, Mila
The Indonesian Journal of Occupational Safety and Health Vol. 13 No. 2 (2024): The Indonesian Journal of Occupational Safety and Health
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/ijosh.v13i2.2024.241-251

Abstract

Introduction:In water treatment plants (WTP), chemicals play a crucial role. However, some of these chemicals are hazardous. This study aims to conduct a dermal risk assessment in the WTP of an ammonia and urea production facility. Methods: The study was performed in August 2023 and assessed dermal exposure risk for four hazardous chemicals: NaOCl (30%), HCl (60%), H2SO4 (98%), and NaOH (48%), utilizing the Tier 2 RISKOFDERM model. Intrinsic toxicity was evaluated using risk phrases and toxicity information. Potential dermal exposure rates (PERBODY and PERHANDS) were determined based on task group and exposure modifier, while actual dermal exposure rates (AERBODY and AERHANDS) were determined based on clothing type and activity time. Health risk was assessed using actual exposure scores and intrinsic toxicity levels, which were categorized into 10 different levels ranging from 1 to 10. Results: The risk phrases indicated that four chemicals possessed a high level of intrinsic toxicity in terms of local effect but no systemic effect. PERBODY and PERHANDS were high (NaOCl, HCl) and low (H2SO4, NaOH). The actual exposure scores were determined to be 1 (high) for NaOCl and HCI, 0.01 (low) for H2SO4, and 0.03 (medium) for NaOH. Health risk values were 8 for NaOCl and HCI, 5 for H2SO4, and 6 for NaOH. Conclusion: Health risks in NaOCl and HCl were assigned action priority (AP) 1, followed by NaOH at AP-2, and H2SO4 at AP-3. The study recommends the implementation of control measures encompassing engineering solutions, administration, and personal protective equipment.
Analisis Risiko Kebakaran dan Ledakan Kegiatan Unloading Bahan Bakar Minyak di SPBU dengan menggunakan Dow's Fire & Explosion Index, ALOHA dan MARPLOT Budi Yulianto; Mila Tejamaya
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 11 No 04 (2022): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v11i04.2016

Abstract

Proses kegiatan pengiriman BBM ke SPBU dengan proses unloading memiliki potensi bahaya yang tinggi karena hubungannya dengan bahan bakar jenis bensin dan solar. Oleh karenanya perlu dilakukan analisis perhitungan level risiko dan permodelan skenario untuk menggambarkan dampak kebakaran dan ledakan, agar dampak yang ditimbulkan dapat diminimalkan dengan melakukan pengendalian dan pencegahan. Tujuan penelitian ini adalah untuk melakukan analisis risiko kebakaran dan ledakan kegiatan unloading bahan bakar minyak di SPBU dengan menggunakan Dow's Fire & Explosion Index, ALOHA dan MARPLOT. Dalam penelitian ini menggunakan metode semi kuantitatif, dimana penilaian risiko dapat menggunakan metode kuantitatif, kualitatif dan semi kuantitatif. Sampel pada penelitian ini adalah mobil tangki kapasitas 24.000 liter melakukan proses pembongkaran (unloading) BBM dengan produk yang diangkut jenis premium di 3 SPBU wilayah Jawa Bagian Barat yang pernah mengalami insiden kebakaran. Instrumen dan analisa risiko bahaya kebakaran dan ledakan menggunakan Dow’s Fire and Explosion Index. Dari hasil perhitungan Dow’s Fire and Explosion Index dengan menggunakan software ALOHA versi 5.4.7 dan MARPLOT dapat diketahui klasifikasi risiko dari kejadian kebakaran dan ledakan serta area dampak dari kejadian tersebut. Hasil penelitian ini diketahui bahwa Tingkat risiko kebakaran dan ledakan dari proses unloading bahan bakar minyak dari mobil tangki ke SPBU menurut klasifikasi tingkat risiko dengan nilai 122,56 berada pada kategori Intermediate.
Analysis of Demographic Factors Affecting Mental Health Among Workers at PT X Mining Company in 2023 Eko Susanto; Mila Tejamaya
Jurnal Indonesia Sosial Sains Vol. 5 No. 06 (2024): Jurnal Indonesia Sosial Sains
Publisher : CV. Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/jiss.v5i06.1159

Abstract

The mining industry is closely related to high-risk health and safety, including mental health. This study aims to investigate the association of demographic variables (age, length of service, gender, education level, employment status, and work location), on mental health symptoms in workers in mining companies PT X. The DASS-21 instrumentation was used to determine mental health symptoms based on levels of depression, anxiety, and stress. The number of respondents in this study was 764 employees were participated and it was found that 71.2% of respondents did not experience mental health problems, 15.3% experienced mild mental health symptoms, 10.4% moderate, and 3.1% severe mental health symptoms. There is a significant relationship between the age variable and the level of depression (p-value 0.04), the significant relationship between age, education level, length of service, gender, and the level of anxiety (p-value 0.04; 0.005; 0.000; dan 0.007), as well as the relationship between age and level of education and stress in workers (p-value 0.000; dan 0.016). From the research, it can be concluded that the older the worker, the lower the level of depression, anxiety, and work stress. Male employees have lower levels of anxiety and stress than women, and a higher level of education plays a role in increasing anxiety and stress in workers.
ANALISIS TINGKAT PAJANAN DERMAL INSEKTISIDA TEKNISI WANITA TERKAIT PEKERJAAN SPRAYING DI PT Y Saifulloh, Kholid; Tejamaya, Mila
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.44939

Abstract

Pajanan insektisida di tempat kerja dapat menimbulkan risiko kesehatan serius, mulai dari iritasi lokal hingga rasa terbakar pada kulit. Di Indonesia, sekitar 66% atau 54.5 juta pekerja wanita di sektor informal seperti pertanian, peternakan, pengendalian hama, dan kehutanan berpotensi terpapar insektisida melalui jalur dermal. Insektisida yang terserap melalui kulit dapat menimbulkan dampak akut maupun kronis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pajanan dermal insektisida pada empat teknisi wanita pengendali hama yang melakukan pekerjaan penyemprotan di lokasi pelanggan. Penelitian menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan semi-kuantitatif menggunakan metode DREAM (Dermal Exposure Assessment Method). Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai total pajanan dermal pekerjaan penyemprotan adalah 10.44 yang terdiri dari kegiatan menuangkan insektisida dari botol konsentrat ke dalam gelas ukur sebesar 1.31 (sangat rendah), mencampur insektisida dengan air sebesar 1.98 (sangat rendah), menuangkan campuran insektisida ke dalam tabung sebesar 1.82 (sangat rendah), melakukan penyemprotan sebesar 2.11  (sangat rendah), dan mencuci gelas ukur sebesar 3.22 (sangat rendah). Seluruh aktivitas dikategorikan dalam tingkat pajanan sangat rendah, namun pencucian gelas ukur menunjukkan skor tertinggi. Meskipun APD telah digunakan, kontak langsung masih terjadi, khususnya karena ketidaksesuaian jenis APD yang dipakai dan kepatuhan penggunaan yang belum optimal. Diperlukan peningkatan pelatihan K3, pengawasan serta penggunaan APD untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman dan responsif terhadap kebutuhan pekerja wanita.
GAMBARAN FAKTOR PSIKOSOSIAL DI PT X TAHUN 2023 Rosydiwo, Nasywa Salwa; Wirawan, Mufti; Tejamaya, Mila; Ratnaningsih, Wina Indah; Nabila, Alaitanisa; Peramarani, Ni Putu Indriati
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.46465

Abstract

Penelitian ini membahas gambaran faktor psikososial pada pekerja di PT X tahun 2023 yang bertujuan untuk memperoleh gambaran mengenai faktor psikososial yang mencakup konten dan konteks pekerjaan, mengingat belum adanya upaya manajemen risiko psikososial di PT X sebagai perusahaan konsultan. Penelitian ini dilakukan pada 39 pekerja di PT X selama bulan Juni 2023.  Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi deskriptif dengan metode campuran (mix method) yang mencakup pengisian kuesioner dan pelaksanaan wawancara mendalam yang selanjutnya dianalisis menggunakan analisis univariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 10 variabel karakteristik yang diteliti, seluruhnya berada pada kateogori baik yang dibuktikan dengan nilai mean >3,50. Karakteristik yang dipersepsikan paling baik adalah hubungan interpersonal di tempat kerja, sedangkan karakteristik yang memerlukan perhatian khusus—meskipun masih ada pada kategori baik—yaitu pengembangan karir, beban dan kecepatan kerja, dan jadwal kerja. Berbagai upaya pengendalian psikososial juga sudah terimplementasi di PT X, tetapi perlu dikembangkan lebih lanjut agar bisa lebih sistematis sesuai dengan model manajemen risiko psikososial di tempat kerja.   
Relationship of Vehicle Factors as Causing Factors of Severity of Tanker Car Accidents at PT XYZ in 2022-2023 Renaldi, Josua Readus; Tejamaya, Mila
JISIP: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 9, No 3 (2025): JISIP (Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan) (Juli)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan (LPP) Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58258/jisip.v9i3.8937

Abstract

The three main risk factors causing traffic accidents are categorized into human factors, vehicle factors and environmental factors (Haddon, 1972). This study aims to analyze vehicle factors as the cause of fuel tanker car accidents at PTXYZ during the period 2022–2023 and their relationship to severity. The unit of analysis for this study was 33 investigation reports as secondary data. Univariate analysis was carried out on the description of vehicle factors including: car age, preventive maintenance, pre-trip inspection, braking system, tire condition, electricity, lighting/visibility, and modification, as well as multivariate analysis of ordinal logistic regression to determine the relationship between vehicle factors and vehicle severity (Category N–A), humans (fatal, serious injury, minor injury), and the environment (fuel spill). This study found that the dominant vehicle risk factors and severity were braking system failure (60%), accident severity without injury dominated (81.8%). Most incidents did not result in spills, but 6.1% were fatal. The results of the multivariate analysis indicate that although no vehicle factors are statistically significant at the 95% confidence level, factors such as braking system, steering, tires, engine, and visibility have high positive estimates indicating a tendency to increase crash severity. The findings highlight the need to focus on brake system inspection and maintenance, as well as improve training programs and telemetry monitoring. Recommendations include strengthening preventive maintenance, sharpening pre-trip inspection, and conducting further research with a larger sample to validate the results.
Occupational Health & Safety Cost Analysis in Civil Construction Projects Hana Fajrianti; Mila Tejamaya
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 7 No. 7 (2024): July 2024
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v7i7.5243

Abstract

Introduction: Occupational Health and Safety (OHS) costs are crucial for implementing safety management systems in the construction sector, particularly in Indonesia. Previous studies emphasize the potential benefits of effective OHS cost planning in reducing workplace accidents and associated costs. Objective: This study aims to analyze the allocation of OHS costs and its correlation with workplace accidents across various construction projects in Indonesia. Method: A descriptive analysis approach was employed to examine OHS cost allocation and incident rates in ten construction projects conducted by a state-owned company across multiple regions in Indonesia. Data analysis utilized Microsoft Excel and SPSS, with Pearson correlation tests conducted to assess relationships between variables. Result: The study found significant variation in OHS cost allocation, ranging from 0.20% to 1.23% of project value across different projects. Larger projects tended to allocate a lower percentage of their budget to OHS compared to smaller ones. Conclusion: Effective planning of OHS costs is essential not only in terms of percentage allocation but also considering project size, duration, workforce size, and technological aspects. The study underscores the importance of comprehensive cost-benefit analyses to further understand the impact of OHS provision on accident prevention in construction projects.
Tinjauan Literatur : Dampak Kelelahan Kerja pada Kinerja dan Kesehatan Pekerja di Industri Pertambangan Wardhana, Dimas Kusuma; Tejamaya, Mila
Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO) Vol. 6 No. 02 (2024): Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO)
Publisher : CV. Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/jsi.v6i02.148

Abstract

Industri pertambangan sering kali melibatkan pekerjaan fisik yang berat dan lingkungan kerja yang keras. Akibatnya, pekerja sering mengalami tingkat kelelahan yang tinggi. Tujuan penelitian ini adalah untuk melakukan tinjauan sistematis dan meta-analisis terhadap literatur yang ada untuk mengidentifikasi dan menganalisis dampak kelelahan kerja pada kinerja dan kesehatan pekerja di industri pertambangan. Penelitian ini menggunakan metode Narrative Literature Review dengan pengumpulan data dilakukan melalui pencarian literatur menggunakan basis data akademik seperti Scopus dan Google Scholar, menggunakan kata kunci yang relevan, dalam rentang waktu antara tahun 2014 hingga 2024. Data yang telah terkumpul kemudian dianalisis dalam tiga tahapan yakni reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa dampak kelelahan kerja pada kinerja dan kesehatan pekerja di industri pertambangan sangat signifikan. Secara kinerja, kelelahan kerja dapat mengakibatkan penurunan efisiensi, produktivitas, dan keselamatan kerja. Sedangkan dari segi kesehatan, kelelahan kerja dapat menyebabkan berbagai masalah fisik dan mental pada pekerja. Sementara itu, dampak mental termasuk stres, kecemasan, depresi, dan gangguan tidur, yang semuanya dapat mempengaruhi kesejahteraan psikologis dan emosional pekerja.
PREVALENSI CARPAL TUNNEL SYNDROME (CTS) PADA DOKTER GIGI DI PUSKESMAS WILAYAH DKI JAKARTA TAHUN 2023 Sugiantini, Nyoman Selvi; Tejamaya, Mila
Jurnal Cahaya Mandalika ISSN 2721-4796 (online) Vol. 3 No. 2 (2022)
Publisher : Institut Penelitian Dan Pengambangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jcm.v3i2.1920

Abstract

Pendahuluan : MSDs termasuk Carpal Tunnel Syndrome (CTS), merupakan penyakit yang paling banyak diakui oleh Badan Statistik Penyakit Akibat Kerja Eropa tahun 2005 dengan presentase 59%. Bila tidak diobati, dapat menyebabkan kerusakan permanen pada saraf. Dokter gigi mungkin sekali mengalami pajanan fisik dan psikososial di tempat kerja. Penelitian bertujuan menganalisis prevalensi gejala CTS Metode : cross sectional. Kuesioner online dilakukan 5 Mei -19 Juni 2023, data yang diperoleh diseleksi sesuai kriteria inklusi dan eklusi. Sample merupakan 126 dokter gigi di puskesmas wilayah DKI Jakarta. Hasil : Prevalensi gejala terkait skala keparahan gejala CTS adalah 45,2% dengan rincian 41,2% gejala CTS ringan, 3,2% dengan gejala sedang, dan 0,8% dengan gejala berat. Untuk skala status fungsional diperoleh 11.1% dokter gigi mengalami kesulitan ringan, 0,8% mengalami kesulitan sedang, 1,6 % mengalami kesulitan berat.. Kesimpulan:Terdapat Empat puluh lima persen dokter gigi yang bekerja di puskesmas mengalami gejala CTS dengan sepertiganya sudah mengalami kesulitan fungsional untuk aktivitas sehari-hari. Konsultasi dan terapi pada dokter gigi yang memiliki gejala CTS dan pemindahan pegawai terdiagnosa CTS ketempat lain yang kurang berisiko untuk mengurangi keparahan penyakit juga menjadi penting. Self assessment dokter gigi terhadap risiko CTS, istirahat yang cukup, peregangan juga membantu pemulihan jaringan