Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

KONSTRUKSI SOSIAL PETANI TEBU TENTANG DIRI DAN PEKERJAANNYA (STUDI DI DESA NGANCAR KECAMATAN PITU KABUPATEN NGAWI) Imbar Pambudi, Henggi; LEGOWO, MARTINUS
Paradigma Vol 8, No 2 (2020)
Publisher : Paradigma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini tentang ?Konstruksi Sosial Petani Tentang Diri Dan Pekerjaannya? maksud dari adanya konstruksi sosial petani tentang diri dan pekerjaannya adalah agar lebih untuk mengetahui bagaimana konstruksi sosial petani tentang diri dan pekerjaannya di Desa Ngancar Kecamatan Pitu Kabupaten Ngawi. Penelitian ini memiliki tujuan yaitu untuk menggambarkan Kondisi Sosial Ekonomi Petani Tebu secara objektif serta menganalisis tentang Diri dan Pekerjaan Petani Tebu di Desa Ngancar Kecamatan Pitu Kabupaten Ngawi. Teori yang dipakai dalam penelitian ini adalah teori Peter L.Berger dan Luckmann tentang Kondisi Sosial Ekonomi, Terbentuknya Konstruksi Sosial Petani dan Konstruksi Sosial Petani dalam perspektif Peter L.Berger. Proses konstruksi sosial terdapat 3 proses yaitu Internalisasi, Objektifitas, Eksternalisasi. Penelitian ini bersifat kualitatif dengan perspektif konstruksi sosial. Pengumpulan data menggunakan cara observasi dan wawancara mendalam. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Konstruksi Sosial Petani Tebu Tentang Diri dan Pekerjaannya sebagai pandangan atau pilihan dalam memilih pekerjaan. Kedua, sebagai investasi masa depan. Ketiga, sebagai ekonomi. Keempat, sebagai interaksi sosial masyarakat. Temuan data yang ditemukan yaitu Konstruksi Petani di Desa Ngancar Kecamatan Pitu Kabupaten Ngawi. Mengkonstruksikan apa yang telah menjadi pilihannya, sebelum mereka bertindak, setiap individu melalui beberapa tahapan proses dialektika. Konstruksi sosial yang diciptakan oleh individu, yang merupakan manusia bebas. Individu menjadi penentu dalam dunia sosial yang dikonstruksikan berdasarkan atas kehendaknya yang memiliki kebebasan untuk bertindak diluar batas kontrol struktur dan pranata sosialnya biasanya dihubungkan dalam pengalaman hidup.
RESISTENSI MASYARAKAT UJUNGNEGORO PASCA PEMBANGUNAN PLTU DIBATANG JAWA TENGAH PURNOMO AJI, MUHAMMAD; LEGOWO, MARTINUS
Paradigma Vol 8, No 2 (2020)
Publisher : Paradigma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini tentang pembangunan pembangkit listrik tanaga uap untuk memajukan suatu negara, dengan pembangunan sendiri merupakan sesuatu yang sangat penting bagi pertumbuhan ekonomi di dalam masyarakat maupun untuk perkembangan suatu negara, pembangunan sendiri dapat mengentaskan masyarakat dalam masalah pengangguran yang ada. Pembangunan pembangkit listrik tenaga uap ini dapat menciptakan perubahan. Perubahan tersebut baik dibidangekonomi,kondisi sosial masyarakat yang ada, dengan konsekuensi dampak yang akan terjadi baiksecara positif maupun dampak secara negatif, namun di dalam pembangunan akan terdapat masyarakat yang setuju maupun tidak terhadap pembangunan tersebut, seperti halnya di desa Ujungnegoro dimana dalam pembangunan pembangkit listrik tenaga uap ini dilakukan maka terdapat penolakan oleh masyarakat,mulai dari awal pembnagunan sampai pembangunan PLTU ini hampir mencapai titik ahir masyarakat masih saja melakukan penolakan baik penolakan tersebut berpentuk tuntutan tuntutan yang ditujukan oleh pihak pemerintah akan apa yang di inginkan masyarakat karen dampak yang di timbulkan oleh pembangunan ini, seperti ganti rugi tanah yang tak kunjungselesai,masalah penterapan tenaga kerja yang semakin lama semakin tidak terkondisi karena kebanyakan menyerap tenaga kerja asing,bahkan dampak untuk lingkungan, didalam menyampaikan tuntutan ini masyarakat banyak melakukannya dengan berbagai macam cara seperti misalnya demo, membuat forum yang ada di dalam masyarakat.Kata Kunci: Pembangunan,resistensi,perubahan sosial
PILIHAN RASIONAL DALAM PROSES PEMBEBASAN LAHAN PERTANIAN/ SAWAH UNTUK PEMBANGUNAN PERUMAHAN DI DESA LEBO SIDOARJO JUNAIDATUL ISLAMIYAH, ADIK; LEGOWO, MARTINUS
Paradigma Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Paradigma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tahun 2016 Sidoarjo memberikan ijin kepada PT Bumi Mitra Sekawan melakukan pembebasan lahan untuk pembangunan perumahan di desa Lebo Kecamatan Sidoarjo. Desa ini menjadi lokasi penelitian. Penelitian ini berfokus pada pilihan rasional dalam pembebasan lahan. Proses pembebasan lahan terjadi mulai tahun 2016 hingga tahun 2020. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi sosial ekonomi masyarakat pemilik lahan, proses pembebasan lahan dan pilihan rasional pihak/aktor yang terlibat dalam proses pembebasan lahan. Penelitian bersifat kualitatif dengan menggunakan perspektif teori pilihan rasional James Samuel Coleman sebagai pisau analisis. Penelitian ini menggunakan teknik purposive. Pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pembebasan lahan berjalan sesuai dengan pilihan rasional para aktor yang bertujuan mencari keuntungan maksimal. Aktor panitia pembebasan lahan merasa mendapatkan keuntungan maksimal ketika berpihak pada PT. Aktor perangkat desa memilih menyetujui pembebasan lahan karena mengincar kompensasi penjualan. Aktor pemilik yang menjual memilih tindakan dengan pertimbangan keadaan ekonomi dan kepemilikan lahan yang sempit dinilai tidak bermanfaat. Aktor yang tidak menjual masih menginginkan bertani. Aktor yang Menjual sebagian dan mempertahankan sebagian mempertimbangkan keadaan ekonomi dan keinginan tetap menjaga warisan sebagai dasar tindakannya. Terdapat perilaku kolektif dan norma-norma. Perilaku kolektif dilakukan oleh aktor pemilik lahan bersertifikat. Norma-norma disebarkan oleh panitia pembebasan. Norma tersebut adalah hilangnya SK yang beresiko menghilangkan lahan kepemilikan. Kata Kunci: pilihan rasional, pembebasan lahan, pertanian/sawah
Managing Diversity in Indonesia the Role of Local Elites in a Plural Society in Religion Legowo, Martinus; Sadewo, Fransiscus Xaverius Sri; Maliki, Zainuddin
KOMUNITAS: International Journal of Indonesian Society and Culture Vol 11, No 2 (2019): September
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/komunitas.v11i2.20158

Abstract

Diversity is a condition that is so in new countries after the second world wars. Therefore, they develop strategies to integrate and minimize differences, from the use of repressive means to the means of hegemony. In a situation of globalization, it is not entirely successful. By taking three local communities in East Java, this study shows that local communities have different strategies from the state. Local elites develop strategies by mixing mythology, developing rules of play in public spaces to superstructure networks.
The Influence of Muslim Batik Entrepreneurs' Financial Literacy of The Banking Sector on Productivity Sakti, Norida Canda; Legowo, Martinus; Rinawati, Herrukmi Septa; Sadewo, FX Sri; Harianto, Sugeng; Utami, Diyah
al-Uqud : Journal of Islamic Economics Vol 5, No 1 (2021): January
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (7.042 KB) | DOI: 10.26740/al-uqud.v5n1.p60-75

Abstract

The batik business in the Islamic community of the North coast of East Java is categorized as a micro and small business. One of the main problems of the business is capital adequacy. Capital adequacy is one instrument to run and increase productivity. Although the government has provided soft capital loans through banking instruments and rural development program, not all micro and small businesses are willing and able to access it. It is heavily relied on the entrepreneurs' financial literacy on banking sector and their willingness to use banking access. The survey results show that there are variations of the financial literacy level of batik entrepreneurs on banking sector. Batik entrepreneur who have high financial literacy were motivated to access the bank financiang service and improve its productivity.Education and location play a significant role to financial literacy on banking sector.
Partisipasi Politik Pemilih Pemula Etnis Minoritas Pasca Reformasi Fauzi, Agus Machfud; Legowo, Martinus; Maliha, Novi Fitia; Mudzakkir, Moh; Harianto, Sugeng; Raditya, Ardhie; Sudrajat, Arif
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 11, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jish.v11i1.41030

Abstract

Muda-Mudi Budhayana Surabaya merupakan pemilih pemula yang mempunyai perhatian dan berpartisipasi terhadap Pemilu, biasanya kelompok minoritas tidak mempunyai kepedulian terhadap agenda politik. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap partisipasi kelompok minoritas dalam agenda pemilu paska era reformasi, ini juga untuk membuktikan bahwa mereka tidak hanya peduli terhadap dunia bisnis dan ekonomi, namun juga mempunyai perhatian dan berpartisipasi terhadap pemilu. Metode penelitian yang digunakan adalah dengan metode campuran antara kuantitaf dan kualitatif, supaya lebih menghasilkan penelitian yang mendalam. Peneliti menggunakan teori voting behavior untuk menganalisis perilaku pemilih Muda-Mudi Budhayana, yaitu seperti apa saja perilaku mereka dalam dunia politik. Hasil penelitian menggambarkan bahwa perilaku politik mereka berpartisipasi aktif dalam pemilu dengan wawasan politik terbuka setelah dicabutnya Instruksi Presiden No. 14 tahun 1967. Implikasi penelitian ini dalam dunia bisnis maka berpengaruh lebih bagus dalam menjalankan roda bisnis sebab ada kebebasan dalam menjalankan.
Ketupat Tradition in Sustainable Development Goals (SDGs) : Local Wisdom for Improvement of Infant’s and Maternal Health Quality on Mataraman Javanese Peoples at Surabaya FX. Sri Sadewo; Martinus Legowo; Refti Handini Listyani; Diyah Utami
Metafora: Education, Social Sciences and Humanities Journal Vol. 6 No. 1 (2022)
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum, Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rituals about death can be seen as a family's willingness to lose a member, but also as an attempt to provide confidence in the transition from the world of the living to the world of the dead. These rituals are often only carried out at certain times and become important for adults. Meanwhile, the death of a child under five, especially when a miscarriage occurs, is often not remembered. In fact, this is not entirely true for the Javanese Mataraman community. Through this research, the presence of children under five and/or fetuses in the womb that died has taken an important position in the kupatan tradition. These memories should be suspected of helping to minimize infant deaths and miscarriages. This can be known by using a qualitative approach with a phenomenological perspective of E. Husserl on the Kupatan tradition of Javanese society. This tradition is not only carried out in rural areas, but in urban areas. Through the illness narrative, the Kupatan tradition has socialized the importance of care during pregnancy. In the kupatan tradition, narratives of success and failure in pregnancy care are well recorded. From the narrative of failure, a mother and her husband develop a business for their success.
Stereotip Gender Dalam Profesi Tukang Ojek Online Putri Cahya Sufiyah; Martinus Legowo
JURNAL SOSIAL Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial Vol. 24 No. 1 (2023): JURNAL SOSIAL
Publisher : Universitas Merdeka Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33319/sos.v24i1.122

Abstract

In the world of work, the physical differences between men and women make the roles accepted by both of them are not the same. In society, this will always be associated with the phenomenon of gender stereotypes. Online motorcycle taxi drivers are one of the professions that are often used by most people. The ojol profession has a strong impression on men and is even considered unsuitable for women. This study aims to reveal how gender stereotypes are in the online motorcycle taxi driver profession. This method emphasizes more on descriptive research and more emphasis on detailed information analysis. The data analysis technique used is Miles and Huberman's data analysis. The data used is secondary data. Secondary data comes from literature sources such as journals, articles, theses, books, websites and other supporting sources. The results of the study show that in the online motorcycle taxi driver profession, gender stereotypes are found which have three forms, namely: first, the presence of a masculine identity and the distance from a feminine impression makes most women reluctant to become motorcycle taxi drivers. Second, online motorcycle taxi drivers are field work so they are considered difficult for women. Third, the ojol profession is seen as a high-risk job because of the many challenges that must be faced so that it is suitable for men. First, the existence of a masculine identity and distance from the feminine impression makes most women reluctant to become motorcycle taxi drivers. Second, online motorcycle taxi drivers are field work so they are considered difficult for women. Third, the ojol profession is seen as a high-risk job because of the many challenges that must be faced so that it is suitable for men. First, the existence of a masculine identity and distance from the feminine impression makes most women reluctant to become motorcycle taxi drivers. Second, online motorcycle taxi drivers are field work so they are considered difficult for women. Third, the ojol profession is seen as a high-risk job because of the many challenges that must be faced so that it is suitable for men.
Pola Pengurangan Sampah Dalam Angkutan Suroboyo Bus Putri Cahya Sufiyah; Martinus Legowo
JURNAL SOSIAL Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial Vol. 24 No. 1 (2023): JURNAL SOSIAL
Publisher : Universitas Merdeka Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33319/sos.v24i1.126

Abstract

Currently, online transportation has started to appear so that the many modes of transportation that exist at some point are able to make the problem of congestion unresolved. Usually traffic jams often occur on the main roads. This phenomenon finally made the Surabaya City Government issue a new policy, namely by providing public transportation services in the form of Suroboyo Bus. The existence of the Suroboyo Bus is also considered to have other positive impacts such as reducing the quantity of waste waste. Based on the illustration above, this study aims to reveal the pattern of waste reduction in the Suroboyo Bus transportation. This study used qualitative research methods. In addition, the data analysis technique in this study uses Miles and Huberman's data analysis. The data used is secondary data. Secondary data can be sourced from literary sources such as journals, articles, theses, books, websites or other supporting sources. The results show that the pattern of waste reduction is formulated through a payment system that uses waste such as bottles and plastic cups.
Memahami Simularcm: Menyingkapi Dunia Ilusi di Balik Simulasi Maharani, Wulan Azizah Puja; Legowo, Martinus
JSSH (Jurnal Sains Sosial dan Humaniora) JSSH (Jurnal Sains Sosial dan Humaniora) Vol. 8 No. 1 Maret 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/jssh.v8i1.15232

Abstract

Ilusi kenikmatan media sosial menjerat masyarakat ke dalam dunia fantasi yang tiada henti. Dari data tersebut yang diperoleh Indonesia menjadi negara dengan pengguna internet yang cukup tinggi, yakni 73.3% dari total populasi Indonesia dengan rata-rata penggunaan selama 8 jam 52 menit. Kondisi ini membuat dunia sosial yang asli semakin pudar, buram, dan samar. Relasi batiniah manusia menjadi hilang, digantikan sebatas relasi badaniah yang kosong. Mereka berada dalam keramaian yang sepi, karena hubungan antar individu tidak lagi melibatkan faktor afeksi, melainkan faktor transaksi. Penelitian ini kualitatif dengan menggunakan analisis fenomena Citayem Fashion Week. Media sosial menjerat manusia melalui simbol-simbol yang didramatisir, sehingga mereka mudah terbius ke dalam dunia simulasi. Akibatnya, banyak pengguna media sosial masuk ke dalam dunia ilusi dan saling bertarung, yakni menjadi penjerat untuk memainkan simulasi atau terjerat yang menikmati ilusi, padahal mereka berada dalam kondisi yang sama, yakni terjerat oleh ilusi kenikmatan yang disimulasi.