Gazali Lembah
Faculty Of Education And Teacher Training, Tadulako University, Jalan Soekarno Hatta Km.9 Palu, Central Sulawesi, Indonesia.

Published : 35 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Sawerigading

REPRESENTASI NILAI DALAM RITUAL BALIA TAMPILANGI ETNIK KAILI: KAJIAN HERMENEUTIK (Representation of Value in Balia tampilangi Rituals of Kaili Ethnic: Hermeneutic Study) Gazali Gazali; Ulinsa Ulinsa; Yunidar Yunidar; Indra Indra
SAWERIGADING Vol 29, No 1 (2023): Sawerigading, Edisi Juni 2023
Publisher : Balai Bahasa Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/sawer.v29i1.1172

Abstract

The tradition of treating diseases of the Kaili tribe, commonly called balia, is a traditional treatment that is believed to cure diseases brought by spirits. This study is expected to reveal the values contained in the balia tampilangi custom through hermeneutic studies. Hermeneutics is one of the approaches used to analyze a text. Currently, hermeneutics is widely used in text studies in almost all scientific fields. In this study, the hermeneutic model of Richard E Palmer (2016) is used to interpret the representation of values contained in traditional Kaili medicine. This research focused on analyzing the values contained in the Balia tampilangi ritual. The purpose of this research is to describe the form of value, meaning of value and function in the Kaili ethnic balia tampilangi ritual. The method used in this research is descriptive method with qualitative research form. The research data sources consist of interviews with sando, recordings, literature studies, field recordings and documentation. Based on the results of the research, it was found that there are three values contained in the Kaili ethnic balia performangi ritual, namely: religious value, philosophical value and ethical value. The form of religious values consists of faith and social values. While the philosophical value consists of humans as creatures of God, sustaining life and praying to God. The ethical value is as a unifier of society, especially people who are afflicted with disease, instilling a sense of loyalty and submission to applicable rules, and maintaining norms in society so that they are always obeyed by the community. AbstrakTradisi mengobati penyakit suku Kaili yang biasa disebut balia ini merupakan pengobatan tradisional yang dipercaya dapat menyembuhkan sakit yang dibawa oleh mahluk halus. Kajian ini diharapkan dapat mengungkap nilai-nilai yang terkandung dalam adat balia tampilangi melalui kajian hermeneutika. Hermeneutika merupakan salah satu pendekatan yang digunakan untuk menganalisis suatu teks. Saat ini hermeneutika banyak digunakan dalam kajian teks hampir segala bidang keilmuan. Pada kajian ini digunakan hermeneutika model Richard E Palmer (2016) untuk menafsirkan representasi nilai-nilai yang terkandung dalam pengobatan tradisional suku Kaili. Penelitian ini difokuskan pada analisis nilai-nilai yang terkandung dalam ritual balia tampilangi. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan bentuk nilai, makna nilai, dan fungsi dalam ritual Balia tampilangi etnis Kaili. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan bentuk penelitian kualitatif. Sumber data penelitian terdiri atas wawancara dengan sando, hasil rekaman, studi literatur, hasil rekaman lapangan, dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan bahwa terdapat tiga nilai-nilai yang terkandung dalam ritual balia tampilangi etnik Kaili, yaitu: nilai religi, nilai filosofis dan nilai etika. Bentuk nilai nilai religi terdiri atas nilai keimantauhidan dan nilai sosial, sedangkan nilai filosofis manusia sebagai mahkluk tuhan, melangsungkan hidup, dan berdoa kepada tuhan. Adapun nilai etika sebagai pemersatu masyarakat, terutama masyarakat yang ditimpa penyakit, menanamkan rasa setia dan tunduk kepada aturan yang berlaku, dan menajaga norma di masyarakat agar selalu dipatuhi oleh masyarakat.
Penguatan Wawasan Lokal Masyarakat Bali di Daerah Perantauan (Studi Kasus Nilai Pendidikan Karakter dalam Gending Rare): Kajian Hermeneutika Gazali Gazali; Juniati Juniati; Moh. Tahir; Gusti Ketut Alit Suputra; Kadek Adi Mahera
SAWERIGADING Vol 31, No 1 (2025): Sawerigading, Edisi Juni 2025
Publisher : Balai Bahasa Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/sawer.v31i1.1552

Abstract

This study aims to identify the character education values contained in Gending Rare as well as to understand the meanings embedded within them. A qualitative method was used, with data collected through observation, interviews, and documentation. The data were analyzed using Palmer’s hermeneutic approach to interpret the meanings found in the lyrics of Gending Rare, which include the songs Putri Cening Ayu, Juru Pencar, Meong-Meong, and Dadong Dauh. The findings indicate that the song Putri Cening Ayu contains six character education values, namely religiosity, discipline, hard work, curiosity, appreciation of achievement, and responsibility. This song conveys the values of Balinese family life, particularly the relationship between mother and child. The mother’s instruction to her child to take care of the house reflects emotional closeness and the teaching of responsibility. The song Juru Pencar presents seven character education values, including religiosity, discipline, hard work, appreciation of achievement, friendliness/communication, social care, and responsibility. It reflects the life of coastal communities in Bali who rely on fishing. Through its simple lyrics, the song conveys values of perseverance, cooperation, and environmental awareness. Meanwhile, the song Meong-Meong contains five character education values: religiosity, hard work, independence, environmental care, and responsibility. It conveys life lessons through the story of a cat trying to catch a mouse. Animal characters are used as metaphors to instill careful, reflective, and responsible thinking in children. The song Dadong Dauh contains six character education values, including religiosity, discipline, hard work, independence, environmental care, and responsibility. Its meaning portrays an elderly woman patiently caring for chickens as part of Balinese daily life. Through its simple narrative, the song conveys values of perseverance, attentiveness, and respect for the role of elders.AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi nilai-nilai pendidikan karakter yang terdapat dalam Gending Rare serta memahami makna yang terdapat di dalamnya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data yang diperoleh dianalisis dengan pendekatan hermeneutika Palmer guna menafsirkan makna dalam syair Gending Rare, yang meliputi lagu Putri Cening Ayu, Juru Pencar, Meong-Meong, dan Dadong Dauh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lagu Putri Cening Ayu mengandung 6 nilai pendidikan karakter, di antaranya religius, disiplin, kerja keras, rasa ingin tahu, menghargai prestasi, dan tanggung jawab. Lagu ini mengandung makna kehidupan keluarga Bali yang sarat nilai, khususnya dalam hubungan antara ibu dan anak. Amanah ibu kepada anak untuk menjaga rumah mencerminkan kedekatan emosional sekaligus pembelajaran tanggung jawab. Lagu Juru Pencar memuat 7 nilai pendidikan karakter, termasuk religius, disiplin, kerja keras, menghargai prestasi, bersahabat/komunikatif, peduli sosial, dan tanggung jawab. Lagu ini mempunyai makna kehidupan masyarakat pesisir Bali yang menggantungkan hidup pada aktivitas menjala ikan. Melalui syair sederhana, lagu ini menyampaikan nilai perjuangan, kebersamaan, dan kesadaran lingkungan. Sementara itu, lagu Meong-Meong mengandung 5 nilai pendidikan karakter, yakni religius, kerja keras, mandiri, peduli lingkungan, dan tanggung jawab. Lagu ini mempunyai makna menyampaikan ajaran hidup melalui kisah seekor kucing yang berusaha menangkap tikus. Tokoh binatang digunakan sebagai metafora untuk menanamkan cara berpikir yang cermat, reflektif, dan bertanggung jawab. Lagu Dadong Dauh mengandung 6 nilai-nilai pendidikan karakter seperti religius, disiplin, kerja keras, mandiri, peduli lingkungan, dan tanggung jawab. Makna dalam lagu ini menggambarkan sosok nenek yang dengan sabar merawat ayam sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat Bali. Melalui kisah sederhana, lagu ini menyampaikan nilai ketekunan, perhatian, dan penghormatan terhadap peran orang tua.