Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search
Journal : JTM

ANALISA SIFAT MEKANIS BAJA ASSAB 760 YANG MENGALAMI PROSES TEMPERING DENGAN VARIASI SUHU PEMANASAN Lutfi; Unung Lesmanah; Nur Robbi
Jurnal Teknik Mesin Vol 6, No 01 (2016): Jurnal Teknik Mesin
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (361.696 KB)

Abstract

From machine parts, often found a subtance that required hardness and ductility. 760 ASSAB steel is carbon steel that has a carbon steel around 0,30% - 0,60% as well as classified as medium carbon steel. 760 ASSAB steel widely used as the material production of automotive component, where in steel production are used as tools and utensils, crankshaft, bolt, gear in motor vehicles. To improve the hardness and ductility of the steel through the process of tempering with temperature variation ( 200C, 400C, 600C ) and tempering after hardening ( 950C ) the cooling medium used is water. Test equipment hardness and toughness with vickers and methods charpy. The result obtained from this research that the tempering temperature of 200C with the hardness value 156.7 HVN and toughness 1.586 joule / mm2. Tempering temperature 400C with a hardness value 183.5 HVN and toughness 1.584 joule / mm2. Tempering temperature 600C with a hardness value 182.2 HVN and toughness 1.583 joule / mm2. Hardening after the tempering temperature 950C with a hardness value 175.8 HVN and toughness 1.585 joule / mm2
PERENCANAAN MESIN PENGADUK ADONAN KERUPUK JENIS PADDLE UNTUK HOME INDUSTRI Salman Alfarisi; Priyagung Hartono; Unung Lesmanah
Jurnal Teknik Mesin Vol 11, No 01 (2018): Jurnal Teknk Mesin
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di indonesia merupakan negara yang paling terkenal dengan masakan khas daerahnya, kerupuk merupakan makanan ringan favorit masyarakat di indonesia baik dari kalangan atas maupun bawah. Permasalahan yang timbul saat ini adalah proses pengadukan adonan untuk membuat kerupuk, masih menggunakan pengadukan dengan sistem manual atau dengan menggunakan tangan sambil di remas-remas yang kurang efektif dan memerlukan waktu yang cukup lama. Mesin pengaduk adonan ini menggunakan motor listrik, cara kerja mesin pengaduk yaitu setelah motor listrik dihidupkan maka putaran dari motor akan memutar pulley dan sabuk transmisi, akan memnggerakkan pulley pada gear box yang mengakibatkan poros mesin berputar poros tersebut akan memutar pengaduk yang terpasang pada poros. Dari hasil percobaan mesin didapat kapasitas 80,64 kg/jam. Sedangkan hasil dari analisa dan perhitungan perencanaan mesin maka diperoleh spesifikasi serta masing-masing komponen yang terdapat pada mesin tersebut, seperti motor listri yang digunakan adalah 0,5 hp dengan kecepatan putaran motor 1400 rpm. Pengaduk berdiameter 220 mm, luas tabung adonan 250 mm, tinggi tabung 300 mm dan bervolume maksimal 14 liter, pulley motor 50 mm dan pulley poros 50 mm untuk bahan poros dengan diameter S30C 17 mm, untuk sabuk menggunakan sabuk V type A -19, ratio gear box 1:40 jadi kecepatan yang keluar dari gear box adalah 35 rpm.Kata kunci : Kerupuk, Prinsip kerja pengaduk, Motor listrik
ANALISA PENGARUH PERBEDAAN VARIASI JUMLAH SUDU UNTUK OPTIMALISASI DAYA LISTRIK PADA TURBIN ANGIN SAVONIUS BERTINGKAT Misbahudin Misbahudin; Abdul Wahab; Unung Lesmanah
Jurnal Teknik Mesin Vol 8, No 01 (2017): Jurnal Teknik Mesin
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (230.894 KB)

Abstract

Sejalan dengan peningkatan pertumbungan ekonomi dunia. Maka, pemakaian energi juga akan mengalami peningkatan, terutamanya pada kebutuhan energi listrik. Dengan semakin banyaknya kebutuhan akan energi listrik ini akan berdampak buruk jika tidak adanya sumber energi baru yang bisa dipakai untuk mensuplai energi listrik tersebut. Dalam hal ini energi angin memiliki potensi untuk dijadikan pembangkit listrik. Angin adalah udara yang bergerak karena adanya perbedaan suhu udara. Tenaga angin bisa sangat besar dan keberadaannya terus ada dan bisa menjadi salah satu solusi untuk memenuhi kebutuhan energi listrik. Untuk mengkonversi energi angin menjadi energi listrik kita perlu sebuah alat yang dinamakan turbin angin. Turbin angin sendiri adalah suatu alat yang memanfaatkan daya dorong angin untuk bergerak. Turbin angin sendiri dibagi menjadi 2 yaitu: turbin angin poros horisontal dan turbin angin poros vertikal. Cara kerja dari turbin angin mengkonversi energi angin menjadi energi listrik adalah ketika angin berhembus turbin angin dipasang pada arah aliran angin sehingga angin menabrak sudu - sudu turbin angin sehingga turbin angin berputar, kemudian putaran dari turbin angin diteruskan ke generator untuk diubah menjadi energi listrik. Guna untuk memenuhi kebutuhan energi listrik maka dilakukannya penelitian tentang pengaruh variasi jumlah sudu terhadap optimalisasi daya listrikpada turbin angin savonius bertingkat. Penelitian ini dilakukan dengan jalan eksperimental yaitu melihat secara langsung bagai mana pengaruh variasi jumlah sudu terhadap daya listriknya. Dengan memvariasikan 2 sudu dibawah dan 2,3,4 sudu diatas, 3 sudu dibawah dan 2,3,4 sudu diatas, dan 4 sudu dibawah dan 2,3,4 sudu diatas. Hasil dari penelitian tersebut didapatkan daya listrik tertinggi sebesar 4,19 watt dengan efisiensi turbin 1,1% pada variasi 4 sudu dibawah dan 4 sudu diatas, akan tetapi pada variasi sudu 2 dibawah dan 3 sudu diatas terjadi efisiensi tertinggi yaitu 1,5 % dengan daya listrik sebesar 3,34 watt. Kesimpulan dari penelitian ini adalah semakin banyak jumlah sudu yang dipakai daya listrik yang dihasilkan semakin besar juga, akan tetapi efisiensi dari turbin angin tersebut akan semakin kecil seiring bertambahnya jumlah sudu, ini dikarenakan semakin banyak jumlah sudu semakin besar pula beban yang ditimbulkan oleh turbin angin savonius.
ANALISA PERBANDINGAN MODEL KAMPUH LAS U DAN DOUBLE U PADA PENGELASAN SMAW TERHADAP KEKUATAN TARIK BAJA EB 1730 M.Rizqi Al Fajar; Artono Rahardjo; Unung Lesmanah
Jurnal Teknik Mesin Vol 3, No 02 (2014): Jurnal Teknik Mesin
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (232.559 KB)

Abstract

Salah satu pengujian yang digunakan untuk mengetahui sifat mekanis logam adalah uji tarik (tensile test). Uji tarik adalah suatu metode yang digunakan untuk menguji kekuatan suatu bahanmaterial dengan cara memberikan beban gaya berlawanan arah. Hasil yang didapatkan dari pengujiatarik sangat penting untuk rekayasa teknik dan desain produk karena menghasilkan data kekuatan material. Dan penujian material dilakukkan di Universitas Brawaijaya Malang. Berdasarkan hasil penelitian dari pengujian dan evaluasi data serta pembahasan pada proses pengelasan kampuh terhadap sifat sifat mekanik dapat di ambil kesimpulkan bahwa Bentuk kampuh secara signifikan mempengaruhi sifat mekanik baja karbon EB 1730. Hasil penelitian pada pengujian dengan menggunakan kampuh U adalah 566,4 N/mm2 sedangkan menggunakan kampuh double U adalah 582,4 N/mm2. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan uji t. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa ada hubungan antara bentuk kampuh dengan sifat mekanik yang berarti Kampuh double U memiliki kekuatan tarik lebih tinggi
PENGARUH LAMA WAKTU ANODISASI TERHADAP KEKERASAN ALUMINIUM HASIL ANODIZING Aunur Rofiq; Margianto Margianto; Unung Lesmanah
Jurnal Teknik Mesin Vol 2, No 02 (2013): Jurnal Teknik Mesin
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (65.292 KB)

Abstract

When positioned as a metal anode in an electrolysis process with acid electrolyte will generally be discharged corroded. This corrotion is caused because the metal is oxidized and dissolfes oxidation results in the electrolyte. How ever different if the metal is aluminium, niobium, tantalum, titanium, tungste or zirconium and electrolyt that used when electrolysis is diprotic acid such as sulfuric acid, phospate acid or chromic acid. Metal-metal will still be oxidized but is a result of oxidation of the oxide layer is not soluple in the electrlyt but rather sticks to the surface of the metal logam oxida actually very use full inte engineering bacause the oxide layer will provide protective and decorative properties and the metal. Anodizing aluminium is commonly used for decorative purposes in order to in crease the sale value or attrate anthusiasts at an aluminium produc, but the anodizing machine technique also widely used for the purpose of improving the mecanical properties of aluminium that has a low hardness (abourt 450 Hv). Anodizing process is done through a process of electrolysis which is influenced buy several conditions so that all the conditions of the electrolysis process can affect the out come anodizing.
ANALISA PENGARUH PENGUNAAN ELEKTRODA RB 2.6 DAN RB 3.2 TERHADAP KEKUATAN TARIK DAN KEKERASAN PADA PENGELASAN Bayu Priambodo; Artono Raharjo; Unung Lesmanah
Jurnal Teknik Mesin Vol 3, No 02 (2014): Jurnal Teknik Mesin
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (218.145 KB)

Abstract

Pengelasan adalah suatu proses pengelasan dua logam sejenis yang dilaksanakan dalam keadaan cair.Tujuan Untuk mengetahui suatu hasil pengelasan perlu di lakukan suatu pengujian hasil pengelasan bisa menggunakan metode nondestruktif (tidak merusak) contoh uji kekerasan, uji mikro struktur, dan metode desrtruktif (pengujian merusak) contoh uji tarik, uji bending. perumusan masalah dalam hal ini adalah untuk mengetahui bagaimana sifat mekanik baja ST 60 terhadap kekuatan tarik dan kekerasan dengan menggunakan eletroda RB 3,2 mm dan RB 2,6 mm. Hasil penelitian uji tarik dengan elektroda RB 3.2 mm adalah 680,1273(MPa) dan elektroda RB 2,6 mm adalah 622,0353 (MPa), jadi dapat disimpulkan penggunaan pada pengelasan terhadap nilai kekuatan tarik(MPa) menggunakan elektroda 3,6 lebih besar nilai kekuatan tarik dengan penggunaan elektroda RB 2,6 mm. Pengujian kekerasan(HVN) terhadap baja ST 60 dengan menggunakan elektroda RB 3,2 mm adalah 314,2 (HVN) dan elektroda RB 2,6 mm adalah 233(HVN), jadi dapat disimpulkan penggunaan pada pengelasan terhadap nilai kekerasan(HVN) pada baja ST 60 lebih besar nilai kekerasan dengan penggunaan elektroda RB 3,2 mm.
Perencanaan Mesin Pemotong Pakan Ternak Sapi Kurnia Wahyudi; Unung Lesmanah; Margianto Margianto
Jurnal Teknik Mesin Vol 11, No 01 (2018): Jurnal Teknk Mesin
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di era saat ini perkembangan teknologi telah banyak membantu manusia khususnya memudahkan pekerjaan yang timbul dalam kehidupan dengan adanya penemuan baru di bidang teknologi, Permaslahan yang sering timbul dalam proses pemotongan pakan ternak ialah masih menggunakan system manual atau tenaga manusia, yang kurang efektif dan bisa memakan waktu yang lama selain hal tersebut proses pemotongan pakan ternak kurang lembut. Oleh karena itu penulis membuat “Perencanaan Mesin Pemotong Pakan Ternak Sapi” Yang berfungsi untuk memroses pemotongan dengan waktu yang relatif singkat, Bahan pakan yang di gunakan adalah rumput gajah, Mesin pemotong pakan ternak menggenukan bahan bakar bensin sebagai sumber tenaga penggerak, cara kerja mesin pemotong rumput pakan ternak sapi yaitu setelah motor bensin di hidupkan, maka putaran dari motor akan memutar puli dan sabuk transmisi, akan menggerakan puli pada mesin yang mengakibatkan poros mesin berputar, poros tersebut akan memutar pisau pemotong yang terpasang pada poros. Dari hasil analisa dan perhitungan dari perencanaan mesin dengan kapasitas 250 kg / jam maka diperoleh spesifikasi masing-masing komponen yang terdapat pada mesin tersebut, Seperti motor bensin yang digunakan adalah 5,5 HP dengan kecepatan putaran motor 1800 rpm. Jumlah pisau 2 pisau dengan tebal masing-masing  4 mm, pulli motor 45 mm dan pulli poros 101 mm, untuk bahan poros dengan diameter S30C 25 mm. Untuk sabuk menggunakan sabuk V tipe A. Bantalan yang digunakan adalah jenis bantalan gelinding. Untuk dimensi alat ini adalah panjang 3800 mm, lebar 2900 mm, dan tinggi 4400 mm.             Kata kunci : Pakan Ternak Sapi, Mesin Pemotongan, Kapasitas, Motor Bensin
ANALISA DAN MODIFIKASI UNSUR PADUAN KARET PENGGANTI SEAL PENGEREMAN PADA KENDARAAN TRUK BEDFORD Sudiyono Sudiyono; Margianto Margianto; Unung Lesmanah
Jurnal Teknik Mesin Vol 5, No 01 (2015): Jurnal Teknik Mesin
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (288.45 KB)

Abstract

Truk Bedford adalah salah satu jenis kendaraan satuan bantuan tempur. Pada saat ini kondisi pengereman khususnya di bagian tidak memproduksi (dihentikan oleh pabriknya di inggris pada tahun 1999) permasalahan di atas dilakukan penelitian karet berjenis NBR 80-NR 20, NBR modifikasi, karet modifikasi NBR 80 56,9Shore A, Kekuatan Tarik 89,58 kg/cm 6,97 % Hasil nilai ini sebanding dengan untuk dilaksanakan uji coba.
PENGARUH CATALYTIC CONVERTER ALUMUNIUM TIPE SARANG LEBAH TERHADAP EMISI GAS BUANG MOTOR DIESEL Bambang Hariyanto; Abdul Wahab; Unung Lesmanah
Jurnal Teknik Mesin Vol 11, No 01 (2018): Jurnal Teknk Mesin
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Motor diesel merupakan jenis motor pembakaran dalam yang dimana bahan bakar menyala akibat tekanan kompresi yang tinggi didalam silinder. Perbandingan campuran udara dengan bahan bakar, waktu penginjeksian bahan bakar, dan jumlah oksigen yang terkandung dalam udara kering disekitar, merupakan aspek operasional yang mempengaruhi kerja motor diesel tersebut tuajuan penelitian ini untuk mempelajari karakteristis motor diesel ( Torsi, daya dan emisi gas buang ) penelitian dilakukan dengan uji ekperimental pada mesin diesel, dengan menambahkan catalytic converter pada bagian kenalpot mesin disel tersebut, pada putaran 1500, 2000 dan 3000 rpm. Hasil penelitian menunjukan bahwa tidak ada perubahan torsi dan daya akibat penggunaan catalytic converter pada mesin diesel, torsi awal jika di rata”kan tiap rpm adalah 136,04 Nm torsi setelah menggunakan catalytic converter 136,04. Sedangkan pengurangan kadar kepekatan asap (opacity smoke) sebelum menggunakan catalytic converter 11,08% setelah menggunakan catalytic converter 6,77% (jika di ambil rata-ratanya tiap rpm). pengaruh catalytic converter pada kandungan zat CO, sebelum menggunakan catalytic converter 8,53% setelah menggunakan catalytic converter menjadi 7,7% (diambil dari rata-rata tiap rpm). Pada kandungan zat CO2 sebelum menggunakan catalytic converter 10,8% setelah menggunakan catalytic converter menjadi 10,2% jika di ambil rata-rata tiap rpmnya. Pada kandungan zat O2 sebelum menggunakan catalytic converter 6,63% setelah mennggunakan catalytic converter menjadi 6,8% di ambil dari rata-rata tiap rpm, bisa di simpulkan pemasangan catalytic converter pada mesin diesel tidak menggangu kinerja atau performa mesin diesel tersebut, malahan cukup berpengaruh dalam mengurangi kandungan zat-zat racun yang di hasilkan oleh mesin diesel tersebut. Keywords: Diesel Engine, catalytic converter, emisi gas buang
PERBANDINGAN JENIS ELEKTRODA RB-26 DAN RD-260 TERHADAP KEKUATAN TARIK PADA BAJA KARBON SEDANG ST 42 DENGAN VARIASI KETEBALAN Nasoikhul Ibad; Priyagung Hartono; Unung Lesmanah
Jurnal Teknik Mesin Vol 11, No 01 (2018): Jurnal Teknk Mesin
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengelasan adalah penyambungan dua buah logam baik dengan atau tanpa tekanan dan dengan atau tanpa tambahan bahan. Dari beberapa jenis las ada salah satu jenis yaitu las SMAW yang sering di gunakan pada kegiatan pengelasan. Tujuan di adakan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas penggunaan elektroda pada pengelasan SMAW dengan menggunakan Baja sedang ST 42 dengan menggunakan Variasi elektroda dan ketebalan bahan. Metode yang di pakai dalam penelitian ini adalah dengan pengujian Tarik yang di lakukan di Lab Teknik Mesin POLINEMA, dari hasil data yang di peroleh dan setelah proses pengolahan data di peroleh hasil bahwa terdapat pengaruh yang siknifikan pada variasi ketebalan, dan pada variasi penggunaan elektroda RB-26 dan RD-260 tidak ada pengaruh yang siknifikan serta hasil yang terahir adalah terdapat pengaruh yang siknifikan pada kombinasi penggunaan kedua variasi tersebut.Kata kunci: Uji Tarik, Pengelasan, Elektroda RB-26 dan Elektroda RD-260, ST 42, variasi ketebalan, Anova, Uji F dan Uji t.
Co-Authors Abdul Wafi Abdul Wafi, Abdul Abdul Wahab Abdurrahman Baihaqy Adnan Abdul Kholik Afian Nur Agus Tri Al-Hadist, Vidia Anshori, Mohammad Arief Budi Laksono Artono Rahardjo Artono Raharjo Aulia Febryan Aunur Rofiq Azizah, Kholidatul Bambang Hariyanto Bayu Priambodo Beni Miftahul Khoir Dharmawan, Yawan Fauzy Diki Candra Prastiyo Eko Marsyahyo Eko Noerhayati Ela Mufarrokhah Fadila Ficky Ali Murfiqin Fitra Ainur Rosyid Habibul Halim Harada Purwanto Hardianti, Winda Hari Surijanto Hari, Mat Hayat Hayat Ilham Dwi Prastio Irawan Irawan Irawan Irawan Irisianur Indahsari Khalim, M. Nur Khumaira, Sabikah Zaura Kristianto, Dwi Kurnia Wahyudi kurniawan, randy Laila, Maria Ulfa Nur Linia, Khofifah Putri Lutfi M. Nur Khalim M.Rizqi Al Fajar Margianto Margianto Misbahudin Misbahudin Moch. Habib Zain Moh Shadeki Roiyan Moh. Hidayatur Rohman Mohammad Jasa Afroni Muhammad Aditya Yanuar Muhammad Al Rizki Muhammad Rafli Nabilah Ilmi Hakimah Nasoikhul Ibad Norma Iswati Trie Wulandari Nur Robbi Nurul Humaidah Prastio, Ilham Dwi Prastiyo, Diki Candra Prima Vitasari Priyagung Hartono Purwanto, Harada Putra, Mega Ari Rafli, Muhammad Rizki, Muhammad Al Rohman, Moh. Hidayatur Rosyid, Fitra Ainur Salman Alfarisi Sofia Datun Hikmah Solihin, Moh Sudiyono Sudiyono Sugiono Sugiono Sugiono Sugiono Sugiono Sugiono Supriyono Supriyono Sutikno, Hadi Syahrul, Mochammad Syukri, Shofan Tri, Agus Wahfuddin Nur Arif Yanuar, Muhammad Aditya Yawan Fauzy Dharmawan Yazirin, Cepi Zain, Moch. Habib Zerlinda, Fidela Clarissa