Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search
Journal : JTM

PERENCANAAN MESIN PERAJANG SINGKONG KENTANG DAN PISANG DENGAN MENGGUNAKAN EMPAT PISAU Solihin, Moh; Lesmanah, Unung; Margianto, Margianto
Jurnal Teknik Mesin Vol 11, No 01 (2018): Jurnal Teknk Mesin
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keripik biasanya terbuat dari singkong, pisang, kentang yang diiris sangat tipis dan digoreng menggunakan minyak. Material atau bahan baku dicuci secara bersih, kemudian dipotong setipis mungkin. Hasil irisan kemudian dumasukkan kedalam larutan sodium klorida atau sodium bisulfit selama 5 sampai 10 menit, kemudian ditiriskan, dicuci dengan air dan dikeringkan kembali. Tahapan penting dalam proses produksi kripik singkong adalah perajangan singkong menjadi potongan tipis, sebelum penggorengan (Lutfi, dkk, 2010).Konsep perancangan mesin perajang singkong ini mengacu pada konsep perancangan Darmawan yaitu dengan beberapa tahapan, antara lain kebutuhan, definisi proyek, proyek dan penyusunan spesifikasi teknis produk, perencanaan konsep produk, perancangan produk, hingga dokumen untuk pembuatan produk. Proses selanjutnya yaitu menganalisis kebutuhan, memperhatikan pe rtimbangan perencanaan, dan memperhatikan pula tuntutan perencanaan.Hasil dari perancangan mesin perajang singkong yang dilakukan yaitu didapatkan hasil: (1) Rancangan dari mesin perajang singkong yang efisien; (2) Sistem transmisi mesin perajang singkong ini mengubah putaran motor listrik dari 1400 rpm menjadi 900 rpm, dengan komponen berupa 2 pulley dihubungkan oleh v-belt A-37. Poros yang digunakan berdiameter 23 mm dengan bahan ST 50; (3) Desain mesin perajang singkong ini membutuhkan daya dari motor listrik sebesar 1/2 HP; (4) uji kinerja dari mesin perajang singkong mampu menghasilkan rajangan siingkong 66,774 kg/jam;Kata kunci : perancangan, mesin perajang singkong kentang dan pisang, Putran motor listrik
PENGARUH PENAMBAHAN MAGNET PADA PIRINGAN POROS PENGGERAK TURBIN ANGIN MODEL SAVONIUS Putra, Mega Ari; Hartono, Priyagung; Lesmanah, Unung
Jurnal Teknik Mesin Vol 11, No 01 (2018): Jurnal Teknk Mesin
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebutuhan energi listrik terus bertambah seiring dengan pemenuhan kebutuhan hidup. Penyedian sumber energi listrik yang ada di Indonesia pada saat ini sudah mulai mengalami keterbatasan. Pada saat-saat tertentu pembangkit listrik yang ada tidak lagi mampu mensupplay energi listrik. Oleh karena itu saat ini sangat banyak penelitian dilakukan tentang energi terbarukan agar mendapatkan  sumber energi baru yang memiliki dampak positif bagi lingkungan   dan bersifat renewable. Salah satu sumber energi terbarukan yang ramah lingkungan dan mudah untuk didapat adalah energi angin. Penelitian ini membahas tentang pemanfaatan energi angin sebagai penghasil listrik dengan menggunakan turbin angin savonius dengan penambahan magnet pada piringan poros penggerak. Penelitian ini dilakukan dengan jalan eksperimental yaitu melihat secara langsung bagai mana pengaruh penambahan magnet pada priringan poros penggerak turbin angin savonius terhadap daya listriknya. Hasil dari penelitian tersebut didapatkan daya listrik tertinggi sebesar 2,07 watt dengan efisiensi turbin 1,12% pada tambahan magnet pada pirirngan poros penggerak turbin angin akan tetapi pada penambahan magnet terjadi efisiensi tertinggi yaitu 1,7 % dengan daya listrik sebesar 2,45 watt. Kesimpulan dari penelitian ini adalah dengan penambahan magnet pada piringan poros penggerak turbin angin daya listrik yang dihasilkan semakin besar juga. Kata kunci: Turbin Angin Savonius, Poros Magnet, Optimalisasi Daya Listrik
ANALISA GETARAN UNTUK MENGETAHUI TINGKAT KERUSAKAN BEARING MESIN GERINDA DUDUK Syahrul, Mochammad; Margianto, Margianto; Lesmanah, Unung
Jurnal Teknik Mesin Vol 2, No 02 (2013): Jurnal Teknik Mesin
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (517.809 KB)

Abstract

Maintenance management that most widely used in large companies are predictive maintenance. Predictive maintenance that most dominant in the machine vibration analysis is to detect bearing defect of the engine. However, vibration analysis is often dominated by an engineer to measure the vibration characteristics in the time domain and frequency domain which occurs in the radial direction. Simplification method by looking at the value of displacement, velocity, and acceleration between the bearing vibration standards with reduced bearing clearance will be able to facilitate all the mechanics to determine the level of bearing defect. Reducing bearing clearance at the time of testing is done by reducing the diameter of the bearing of 0.05 mm, 0.1 mm, 0.15 mm, and 0.2 mm with turner machine. Then measured vibration at each bearing left and right of each of these variables. The results of these tests can generally be concluded that there is no relationship between bearing clearance with displacement bearing vibration, and there is a significan relationship between bearing clearance with the speed and acceleration of vibration that can be used as a reference to determine the level of the bearing defect. The higher value of vibration velocity and acceleration, then the level of bearing damage will higher.
ANALISIS PENYIMPANGAN BATAS TOLERANSI ALIGNMENT POROS MOTOR LISTRIK DAN POSITIVE PUMP DI PT. INDOLAKTO PURWOSARI Lesmanah, Unung; Syukri, Shofan; Margianto, Margianto
Jurnal Teknik Mesin Vol 5, No 01 (2015): Jurnal Teknik Mesin
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (253.776 KB)

Abstract

Motor adalah salah satu komponen yang banyak digunakan dalam berbagai industri dan biasanya akan dihubungkan dengan peralatan lain seperti blower, pompa atau peralatan lainnya. Pemasangan pompa dengan peralatan lain memerlukan ketelitian sehingga poros diantara keduanya betul-betul satu sumbu atau concentric. Hal ini dilakukan untuk mengurangi getaran yang akan ditimbulkan sehingga mengurangi kemampuan kerja motor dan juga akan berkibat tinginya biaya perawatan. Tugas akhir ini adalah bertujuan untuk merancang sebuah alat bantu yang bisa digunakan untuk menyumbukan dua poros atau mengatur dua poros satu sumbu dengan sistem dial indikator. Metode ini dilakukan dengan pengumpulan data pada motor dan pompa yang digunakan sebagai media serta data misalignment yang terjadi pada poros motor dengan pompa, kemudian dilakukan perhitungan untuk menentukan dalam batas toleransi misalignment. Grafik yang muncul menunjukkan pompa 1 sebesar 0,63 1,12 mils, kemudian pada pompa 2 sebesar 0,7 1,22 mils dan 0,52 0,95 mils pada pompa 3. Sebagai acuan pompa yang statis maka motor penggerak dijadikan sebagai adjustment yaitu koreksi kaki depan motor penggerak 1 perlu digeser 230 mils, Kaki belakang sebesar1510 mils. Kaki depan motor penggerak 2 perlu digeser 582 mils, kaki belakang sebesar 2168 mils. Kaki motor penggerak 3 degeser 355 mils, kaki belakang sebesar 1590 mils. Setelah dilakukan adjustment penyimpangan poros mendekati angka nol, yaitu pompa 1 sebesar 0.08 mils, pompa 2 sebesar 0,09 mils dan pompa 3 sebesar 0,05 mils. Maka semakin cepat putaran dari motor semakin cepat waktu untuk melakukan perawatan.
PENGARUH PERUBAHAN DURASI CAMSHAFT TERHADAP PERFORMANCE MESIN FD 110CC Kristianto, Dwi; Margianto, Margianto; Lesmanah, Unung
Jurnal Teknik Mesin Vol 3, No 02 (2014): Jurnal Teknik Mesin
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (113.368 KB)

Abstract

Mesin bensin merupakan salah satu mesin pembakaran dalam dimana proses pembakaran bahan bakarnya dilakukan di dalam ruang bakar itu sendiri dengan bantuan percikan bunga api dari busi. Dari hasil pembakaran itulah didapat daya untuk melakukan langkah usaha. Mesin bensin banyak digunakan karena mempunyai banyak keuntunganya itu harganya murah, murah dalam perawatan, dan mudah memodifikasi mesin. Tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian ini ialah untuk menambah wawasan pada dunia otomotif tentang peforma, dan juga untuk mengetahui pengaruh perubahan durasi camshaft pada sepeda motor Suzuki FD 110 cc tahun 2002. Perubahan durasi camshaft yang saat ini sering dilakukan. Dengan variasi perubahan durasi dengan jalan menambah durasi dan menambah tinggi bukaan katup dapat meningkatkan tenaga mesin. Dari penelitian terdapa tpengaruh yang signifikan terhadap unjuk kerja mesin motor bensin 4 langkah satu silinder Suzuki Shogun FD 110 yaitu: pada torsi (T), daya efektif (Ne), daya mekanis (Nm), tekanan efektif (Pe), tekanan mekais (Pm), pemakaian bahan bakar (FC).Dengan durasi 2630didapat hasil yang signifikan pada torsi sebesar 0,8425 kg.m, sedang pada daya efektif sebesar 11,7634 Hp. Pada durasi 2700 terjadi peningkatan pada torsi sebesar 0,9282 kg.m, dan terjadi peningkatan pula pada daya efektif sebesar 12,96005 Hp. Hasil tersebut mengacu pada pengujian durasi standart yaitu pada torsi 0,571 kg.m, dan pada daya efektif sebesar 7,97 Hp. Semua hasil pengujian diatas dilakukan pada putaran mesin 10000 rpm.
ANALISA PENINGKATAN KAPASITAS BUCKET ELEVATOR DARI 500 TON PER JAM MENJADI 800 TON PER JAM DI PELABUHAN KHUSUS PT SEMEN GRESIK - TUBAN Sutikno, Hadi; Margianto, Margianto; Lesmanah, Unung
Jurnal Teknik Mesin Vol 5, No 01 (2015): Jurnal Teknik Mesin
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (300.099 KB)

Abstract

.Nilai rata-rata pertumbuhan konsumsi semen di Indonesia sebesar 6 % per tahun. Dengan adanya pertumbuhan yang cukup besar, PT Semen Gresik pada tahun 2012 telah mengoperasikan penambahan unit pabrik ke-4 di lokasi pabrik Tuban, sehingga terjadi peningkatan volume distribusi semen dari pabrik Tuban hingga sebesar 30 %. Salah satu peralatan penunjang distribusi semen yaitu bucket elevatordi Pelabuhan Khusus di Tuban memiliki kapasitas pengangkutan semen curah sebesar 500 ton per jam. Dengan adanya peningkatan kapasitas produksi, maka pengangkutan di Pelabuhan Khusus pada penggunaan peralatan bucket elevator ditetapkan perlu ditingkatkan sebesar 60%.Rumusan masalah yang diambil adalah apakah kapasitas pengangkutan material semen curah pada bucket elevator terpasang dapat ditingkatkan dari 500 ton per jam menjadi 800 ton per jam dengan merubah desainbucket, kecepatan belt dan besar daya penggerak yang dibutuhkan.Peningkatan kapasitas terutama dilakukan dengan mendesain ulang bucket pada elevator baru, Jarak antar bucket (t) yang awalnya 0,58 meter diubah menjadi 0,44 meter yang akan menambah kapasitas pemindahan material, sehingga mampu membawa lebih banyak material bila dibandingkan dengan desain lama. Perubahan desain lainnya adalah pada peningkatan kecepatan pemindahan material.Dengan kapasitas (Q) 800 ton per jam, jarak bucket (t) 0,404 meter dan berat material per bucket (Pc) 48,74 kg/ bucket,diperoleh kecepatan pemindahan material (?)2,01 meter/detik, dengan tetap menjaga karakteristik pengeluaran material serupa dengan desain elevator terpasang. Penyesuaian desain yang terakhir adalah dengan mengganti motor listrik penggerak menggunakan daya yang lebih besar. Dengan gaya pemindahan (Fa) 3987,76 kg-f dan kecepatan pemindahan material (?) 2,01 meter/detik, diperoleh kebutuhan daya penggerak (Na) dari bucketelevtator baru sebesar 108,8 Kw .
PERANCANGAN MESIN PENGADUK PAKAN TERNAK SAPI kurniawan, randy; Lesmanah, Unung; Margianto, Margianto
Jurnal Teknik Mesin Vol 11, No 01 (2018): Jurnal Teknk Mesin
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dilatar belakangi oleh tuntutan pengadukan pakan ternak yang efisiensi dan efektif dalam pengadukan pakan ternak sapi, penulis membuat ?Perancangan Mesin Pengaduk Pakan Ternak Sapi? yang berfungsi untuk memproses pengadukan dengan waktu yang relatif lebih cepat, dan menghemat tenaga, dengan hasil yang lebih merata. Bahan pakan yang digunakan adalah 200 gr rumput lapang, 200 gr daun jagung dan 20 gr molasses. Mesin pengaduk pakan ternak menggunakan motor dengan bahan bakar bensin sebagai sumber tenaga penggerak, sistem kerja mesin pengaduk rumput pakan ternak sapi yaitu setelah motor bensin dihidupkan, putaran dari motor akan memutar pulley dan ditransmisikan oleh sabuk penghubung ke pulley poros mesin pengaduk, dan secara otomatis mengaduk bahan pakan ternak. Alat ini sangat mudah dalam pengoperasiannya, sehinggga siapapun bisa menggunakan. Dari hasil analisa dan perhitungan perencanaan mesin pengaduk pakan ternak ini diperoleh spesifikasi motor bensin yang digunakan adalah 0,5 HP dengan kecepatan putaran motor 1450 rpm. Jumlah pengaduk 12 buah dengan luas penampang 6 cm2. Jumlah pelontar 2 buah dengan panjang 11 cm dan lebar 7 cm. Pulley poros 250 mm, untuk bahan poros dengan diameter S30C 25 mm. Untuk sabuk menggunakan sabuk V tipe A no.56. Bantalan yang digunakan adalah jenis bantalan gelinding dengan nomor seri FBJP025. Untuk dimensi alat ini adalah panjang 1000 mm, lebar 600 mm, dan tinggi 800 mm. Kata kunci: Pakan Ternak Sapi, Pengaduk, Prinsip Kerja Mesin Pengaduk, Daya 
PERENCANAAN MESIN PEMERAS SANTAN SISTEM SCREW KAPASITAS 10 LITER/MENIT DENGAN SEMI AUTOMATIC LOADER Ficky Ali Murfiqin; Artono Raharjo; Unung Lesmanah
Jurnal Teknik Mesin Vol 2, No 02 (2013): Jurnal Teknik Mesin
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (199.537 KB)

Abstract

Process squeeze coconut milk in food processing especially baking today many use traditional mechanisms is by squeezing the grated coconut by hand. In the process of using coconut milk squeeze mechanism that determines the quality of the milk, squeeze the coconut milk in the traditional way (squeeze by hand) are found to be efficient and hygienic because it takes a long time and the results obtained did not meet health requirements. With the design and manufacture of coconut milk extractor Machine Screw System Capacity 10 liters / min With Semi Automatic Loader is expected to facilitate the process of extortion coconut cake so that the processing time is more hygienic and also achieved more efficiently. For specifications of the machine scew extractor of Santan System Capacity 10 liters / min With Semi Automatic Loader is used as propulsion electric motor with a 1400 rpm spin n1, n2 140 rpm with power 0.186 KW and transmitted using gear type gear straight.
ANALISA PENGARUH LEBAR AYUNAN ELEKTRODA RB-26 DAN RD-260 TERHADAP KETANGGUHAN LAS PADA UJI BENDING POSISI PENGELASAN 1G DENGAN MATERIAL BAJA ST 37 Beni Miftahul Khoir; Priyagung Hartono; Unung Lesmanah
Jurnal Teknik Mesin Vol 11, No 01 (2018): Jurnal Teknk Mesin
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada penelitian ini digunakan anova dua arah (two way anova) yaitu  digunakan untuk menguji hipotesis rata-rata k sampel, bila pada setiap sampel itu hanya terdiri atas dua kategori atau dua perlakuan. Untuk mengetahui perbedaan nilai kekuatan Bending pada pengelasan   SMAW. Pengelasan pola zig-zag dengan variasi lebar ayunan elektroda menggunakan jenis elektroda RB-26 dan RD-260, maka dari data hasil pengujian kemudian dianalisis dengan anova dua arah dan Untuk mengetahui perbedaan variasi kedua kelompok data dianalisis dengan Uji “ Least Significance Difference “ (LSD) untuk mengetahui pasangan nilai mean yang berbedanya significant dengan persentase keyakinan level of significance 0,05. Pada penelitian ini untuk membandingkan nilai kekuatan Bending  pada pengelasan SMAW baja ST 37 yang di variasikan lebar ayunan yaitu 2 kali diameter elektroda, 3 kali diameter elektroda dan 4 kali diameter elektroda  dengan menggunakan jenis elektroda RB-26 dan RD-260. Pada perbedaan jenis elektroda RB-26 dan RD-260. Hasil: Karena Fhitung > Ftabel yaitu 6,808 > 5,14 maka H0 ditolak, artinya bahwa nilai kekuatan Bending  pada pengelasan SMAW dengan menggunakan elektroa RB-26 dan RD-260, bahwa  terdapat perbedaan yang significant nilai kekuatan pada uji bending. Hasil: Karena Fhitung > Ftabel yaitu 57,292 > 5,14 maka H0 ditolak,  artinya bahwa nilai kekuatan Bending  pada pengelasan SMAW dengan menggunakan lebar ayunan 2 kali diameter elektroda, menggunakan lebar ayunan 3 kali diameter elektroda, menggunakan lebar ayunan 4 kali diameter elektroda terdapat perbedaan yang significant nilai kekuatan pada uji bending. Hasil: Karena Fhitung > Ftabel yaitu 12,011 > 4,53 maka H0 ditolak,  artinya bahwa nilai kekuatan Bending pengelasan SMAW pada elektroda RB-26, RD-260  dengan menggunakan lebar ayunan 2 kali diameter elektroda, menggunakan lebar ayunan 3 kali diameter elektroda dan menggunakan lebar ayunan 4 kali diameter elektroda terdapat perbedaan yang significant nilai kekuatan pada uji bending. Kata Kunci: Uji Bending, Elektroda RB-26 dan Elektroda RD-260, Lebar Ayunan Elektroda, Uji Anova Dua Arah dan LSD
MODIFIKASI BAHAN PENGGANTI KARET ROLLER TRACK PADA TANK AMX-13 Supriyono Supriyono; Margianto Margianto; Unung Lesmanah
Jurnal Teknik Mesin Vol 5, No 01 (2015): Jurnal Teknik Mesin
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (502.564 KB)

Abstract

Tank AMX-13 adalah salah satu jenis kendaraan tempur berlapis baja dan beroda rantai yang memiliki daya gerak, daya kejut dan daya tembak yang handal, yang saat ini masih digunakan oleh TNI AD khususnya satuan Kavaleri. Saat ini Tank AMX-13 mengalami kendala terutama pada sistem penerus tenaga dan penggerak, diantaranya adalah roller track yang berfungsi untuk menahan beban rantai bagian atas dan sekaligus untuk meneruskan putaran rantai. Roller track (roda luncur) adalah roda kecil yang terbuat dari karet terletak disamping kiri dan kanan bodi tank yang berfungsi menyangga dan meneruskan putaran rantai, setiap roller track (roda luncur) terdiri dari satu roda dengan karet yang terpasang pada sumbu baja yang dibaut ke badan tank. Dari seluruh Tank AMX-13 yang ada roller track yang digunakan sebagian besar dalam kondisi rusak, bahkan hingga hancur akibat kurangnya suku cadang, karena komponen roller track tersebut sudah tidak diproduksi lagi oleh pabrik pembuatnya.Dalam penelitian ini bahan dan pengujian yang digunakan antara lain NR, karbon black (N330), 6PPD, Mineral B, STA, CBS, ZnO, TMTD, Sulfur, TMQ dan Chamlook. Pengujian antara lain Kekerasan, kuat tarik, ketahanan kikis dan kekuatan rekat. Hasil pengujian fisika karet roller track adalah nilai kekerasan 81,33, nilai Kuat tarik 229,49 Kg/cm2, nilai ketahanan kikis 126,32 mm3 dan nilai kuat rekat adalah 5,35 Kg/cm2. Dari semua pengujian yang dilakukan, bahan yang baik untuk mengganti roller track yang asli adalah bahan modifikasi C
Co-Authors Abdul Wafi Abdul Wafi, Abdul Abdul Wahab Abdurrahman Baihaqy Adnan Abdul Kholik Afian Nur Agus Tri Al-Hadist, Vidia Anshori, Mohammad Arief Budi Laksono Artono Rahardjo Artono Raharjo Aulia Febryan Aunur Rofiq Azizah, Kholidatul Bambang Hariyanto Bayu Priambodo Beni Miftahul Khoir Dharmawan, Yawan Fauzy Diki Candra Prastiyo Eko Marsyahyo Eko Noerhayati Ela Mufarrokhah Fadila Ficky Ali Murfiqin Fitra Ainur Rosyid Habibul Halim Harada Purwanto Hardianti, Winda Hari Surijanto Hari, Mat Hayat Hayat Ilham Dwi Prastio Irawan Irawan Irawan Irawan Irisianur Indahsari Khalim, M. Nur Khumaira, Sabikah Zaura Kristianto, Dwi Kurnia Wahyudi kurniawan, randy Laila, Maria Ulfa Nur Linia, Khofifah Putri Lutfi M. Nur Khalim M.Rizqi Al Fajar Margianto Margianto Misbahudin Misbahudin Moch. Habib Zain Moh Shadeki Roiyan Moh. Hidayatur Rohman Mohammad Jasa Afroni Muhammad Aditya Yanuar Muhammad Al Rizki Muhammad Rafli Nabilah Ilmi Hakimah Nasoikhul Ibad Norma Iswati Trie Wulandari Nur Robbi Nurul Humaidah Prastio, Ilham Dwi Prastiyo, Diki Candra Prima Vitasari Priyagung Hartono Purwanto, Harada Putra, Mega Ari Rafli, Muhammad Rizki, Muhammad Al Rohman, Moh. Hidayatur Rosyid, Fitra Ainur Salman Alfarisi Sofia Datun Hikmah Solihin, Moh Sudiyono Sudiyono Sugiono Sugiono Sugiono Sugiono Sugiono Sugiono Supriyono Supriyono Sutikno, Hadi Syahrul, Mochammad Syukri, Shofan Tri, Agus Wahfuddin Nur Arif Yanuar, Muhammad Aditya Yawan Fauzy Dharmawan Yazirin, Cepi Zain, Moch. Habib Zerlinda, Fidela Clarissa