Pemanfaatan teknologi kesehatan seluler (mobile health/mHealth) melalui aplikasi kehamilan memiliki potensi besar dalam meningkatkan efektivitas deteksi dini risiko kehamilan, namun tingkat adopsinya dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk karakteristik obstetri seperti paritas. Penelitian ini memiliki kebaruan dalam menyoroti peran paritas sebagai determinan utama dalam adopsi mHealth, khususnya perbedaan perilaku antara ibu dengan pengalaman reproduksi rendah dan tinggi yang masih terbatas dibahas pada studi sebelumnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh paritas terhadap adopsi mHealth sebagai sarana deteksi dini risiko kehamilan. Metode yang digunakan adalah studi kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional pada 254 ibu hamil, dengan pengumpulan data melalui kuesioner terkait karakteristik obstetri dan perilaku penggunaan aplikasi, serta analisis menggunakan uji Chi-Square dan Odds Ratio (OR). Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang sangat signifikan antara paritas dan penggunaan aplikasi kehamilan (P-value 0,001), di mana ibu dengan paritas rendah (nulipara dan primipara) memiliki peluang 7,071 kali lebih besar untuk menggunakan aplikasi dibandingkan ibu multipara (OR = 7,071; 95% CI = 3,157–15,841). Kesimpulannya, paritas merupakan prediktor signifikan dalam adopsi mHealth selama kehamilan, di mana ibu dengan paritas rendah cenderung lebih bergantung pada informasi digital, sementara rendahnya adopsi pada ibu multipara menunjukkan perlunya pendekatan edukasi digital yang lebih inovatif untuk meningkatkan keterlibatan mereka dalam pemantauan risiko kehamilan secara mandiri.