Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

The effect of intervention using audio-visual media and demonstration on changes in feeding behavior and nutritional status of children under five Eny Retna Ambarwati; Reni Tri Lestari; Ivanna Beru Brahmana; Widyastuti Andriyani; Murgi Handari; Istichomah Istichomah; Agnes Erida Wijayanti; Riadinata Riadinata; Fika Pratiwi
THE JOURNAL OF Mother and Child Health  Concerns Vol. 5 No. 1 (2026): April Edition 2026
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/mchc.v5i1.2700

Abstract

Background: Childhood malnutrition remains a significant public health concern in Indonesia, with maternal knowledge and feeding practices playing a crucial role in determining children's nutritional outcomes.Purpose: to evaluate the effectiveness of a health promotion intervention combining audio-visual media and practical demonstrations in improving maternal feeding practices and the nutritional status of children under five. Method: A quasi-experimental one-group pretest–posttest design was conducted among 42 mothers and their under-five children at Tapak Dara Integrated Health Post, Bantul, Yogyakarta. Maternal knowledge and feeding practices were assessed using structured questionnaires, while children's nutritional status was measured through weight-for-age Z-scores. The intervention included educational video sessions followed by hands-on demonstrations. Data were analyzed using paired t-tests or Wilcoxon signed-rank tests and chi-square tests.Results: Most participants were of reproductive age (54.8%), had secondary education (59.5%), and were employed (76.2%). Post-intervention findings showed significant increases in knowledge scores (17.2 to 18.9; p<0.001) and practice scores (18.3 to 19.4; p<0.001). The proportion of children with good nutritional status improved from 61.9% to 73.8%. Significant associations were found between knowledge and feeding practices (p=0.012) and between feeding practices and nutritional status (p=0.008). Conclusion: Audio-visual and demonstration-based interventions effectively enhance maternal feeding practices and child nutritional status.
PARITAS SEBAGAI PREDIKTOR ADOPSI MHEALTH PADA IBU HAMIL DALAM DETEKSI DINI RISIKO KEHAMILAN Sunarti, Nining Tunggal Sri; Agustina, Silvia Ari; Lestari, Reni Tri; Ambarwati, Eny Retna
Jambura Journal of Health Sciences and Research Vol 8, No 2 (2026): APRIL: JAMBURA JOURNAL OF HEALTH SCIENCES AND RESEARCH
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35971/jjhsr.v8i2.38319

Abstract

Pemanfaatan teknologi kesehatan seluler (mobile health/mHealth) melalui aplikasi kehamilan memiliki potensi besar dalam meningkatkan efektivitas deteksi dini risiko kehamilan, namun tingkat adopsinya dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk karakteristik obstetri seperti paritas. Penelitian ini memiliki kebaruan dalam menyoroti peran paritas sebagai determinan utama dalam adopsi mHealth, khususnya perbedaan perilaku antara ibu dengan pengalaman reproduksi rendah dan tinggi yang masih terbatas dibahas pada studi sebelumnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh paritas terhadap adopsi mHealth sebagai sarana deteksi dini risiko kehamilan. Metode yang digunakan adalah studi kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional pada 254 ibu hamil, dengan pengumpulan data melalui kuesioner terkait karakteristik obstetri dan perilaku penggunaan aplikasi, serta analisis menggunakan uji Chi-Square dan Odds Ratio (OR). Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang sangat signifikan antara paritas dan penggunaan aplikasi kehamilan (P-value 0,001), di mana ibu dengan paritas rendah (nulipara dan primipara) memiliki peluang 7,071 kali lebih besar untuk menggunakan aplikasi dibandingkan ibu multipara (OR = 7,071; 95% CI = 3,157–15,841). Kesimpulannya, paritas merupakan prediktor signifikan dalam adopsi mHealth selama kehamilan, di mana ibu dengan paritas rendah cenderung lebih bergantung pada informasi digital, sementara rendahnya adopsi pada ibu multipara menunjukkan perlunya pendekatan edukasi digital yang lebih inovatif untuk meningkatkan keterlibatan mereka dalam pemantauan risiko kehamilan secara mandiri.