Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Strategi Pengembangan Sarana dan Prasarana Objek Wisata di Desa Wisata Kelumpang Kabupaten Ogan Komering Ulu Junarso; Widya Handayani; Jujur Gunawan Manullang; Grace Kharisma Tambunan
Altasia Jurnal Pariwisata Indonesia Vol. 8 No. 2 (2026): Jurnal ALTASIA (Agustus)
Publisher : Program Studi Pariwisata - Universitas Internasional Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37253/altasia.v8i2.12428

Abstract

Desa Wisata Kelumpang, Kabupaten Ogan Komering Ulu, memiliki potensi wisata alam dan budaya yang besar, namun pengembangannya belum optimal karena keterbatasan sarana dan prasarana pendukung. Penelitian terdahulu umumnya berfokus pada identifikasi kondisi fasilitas wisata, sedangkan kajian yang merumuskan strategi pengembangan berbasis potensi lokal dan kearifan budaya masih terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis kondisi sarana dan prasarana, mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat, serta merumuskan strategi pengembangannya. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, kuesioner, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang diperkuat dengan analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sarana dan prasarana wisata secara umum telah tersedia, tetapi sebagian besar masih berada pada kategori cukup. Permasalahan utama meliputi akses jalan, pengelolaan sampah, kualitas toilet, area parkir, serta kebersihan dan kenyamanan fasilitas pendukung, sedangkan ketersediaan air bersih dan jaringan telekomunikasi tergolong baik. Keterbatasan penelitian ini adalah ruang lingkup yang hanya mencakup satu desa wisata. Penelitian selanjutnya disarankan melibatkan lebih banyak destinasi dan menggunakan pendekatan campuran agar menghasilkan strategi pengembangan yang lebih komprehensif.
PEMANFAATAN DESTINASI WISATA KAMBANG IWAK SEBAGAI SARANA DAN PRASARANA PEMBELAJARAN PJOK PADA SISWA SMA TRI DHARMA PALEMBANG Trika Sopi Wulandari; Widya Handayani; Hikmah Lestari
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i3.12623

Abstract

Limited physical education facilities in schools trigger low student participation, requiring the utilization of environment-based open public spaces. This qualitative case study aims to analyze the utilization of the Kambang Iwak tourist destination as a PJOK learning facility for students of SMA Tri Dharma Palembang. Research subjects involved one PJOK teacher, the vice principal, and thirty eleventh-grade students. Data were collected through field observations, in-depth interviews, documentation, and Likert scale questionnaires analyzed using the Miles and Huberman model. The results showed that the 800-meter jogging track, green open areas, and outdoor gym strongly supported physical fitness materials. Major supporting factors included site accessibility and facility completeness, while inhibiting factors included weather fluctuations and limited time allocation. Implicatively, the use of public space is effective as an innovative solution to the limitations of school infrastructure. In conclusion, the utilization of the Kambang Iwak area is proven effective, contextual, and capable of increasing students' motivation and active participation in PJOK learning. ABSTRAK Keterbatasan fasilitas pendidikan jasmani di sekolah memicu rendahnya partisipasi siswa sehingga membutuhkan pemanfaatan ruang publik terbuka berbasis lingkungan. Penelitian kualitatif studi kasus ini bertujuan menganalisis pemanfaatan destinasi wisata Kambang Iwak sebagai sarana pembelajaran PJOK siswa SMA Tri Dharma Palembang. Subjek penelitian melibatkan satu guru PJOK, wakil kepala sekolah, serta tiga puluh siswa kelas XI. Data dikumpulkan melalui observasi lapangan, wawancara mendalam, dokumentasi kegiatan, dan penyebaran angket skala Likert yang dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fasilitas jogging track sepanjang 800 meter, area terbuka asri, dan outdoor gym sangat mendukung materi kebugaran jasmani. Faktor pendukung utama meliputi aksesibilitas lokasi dan kelengkapan fasilitas, sedangkan faktor penghambat mencakup fluktuasi cuaca serta terbatasnya alokasi waktu. Implikasinya, pemanfaatan ruang publik efektif menjadi solusi inovatif atas keterbatasan prasarana sekolah. Kesimpulannya, pemanfaatan kawasan Kambang Iwak terbukti efektif, kontekstual, dan mampu meningkatkan motivasi serta partisipasi aktif siswa dalam pembelajaran PJOK.