Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

PELAYANAN HOME CARE TERHADAP TINGKAT KEMANDIRIAN KELUARGA DALAM MERAWAT ANGGOTA KELUARGA DENGAN DIABETES MELITUS TIPE 2 Meilianingsih, Lia; Setiawan, Ridwan
Jurnal Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI) Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (154.059 KB) | DOI: 10.32419/jppni.v1i1.10

Abstract

ABSTRAKTujuan penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pelayanan home careterhadap tingkat kemandirian keluarga dalam merawat anggota keluarga dengan diabetesmelitus (DM) tipe 2 di Wilayah Kerja Puskesmas Pasirkaliki, Bandung. Metode: Desain penelitianmenggunakan quasi experiment dengan pendekatan pre- post-test control group design. Sampelberjumlah 27 orang untuk kelompok perlakuan dan 27 orang untuk kelompok kontrol. Teknikpengambilan sampel secara purposive sampling. Intervensi pelayanan home care dilakukan enamkali kunjungan. Kemandirian keluarga dalam merawat anggota keluarga dengan DM tipe 2 sebelumdan sesudah diberikan pelayanan home care dilakukan dengan uji statistik T test independent dandependent. Instrumen untuk menilai kemandirian keluarga dengan kuesioner tentang kemandiriankeluarga dari Kementrian Kesehatan. Hasil: Terdapat perbedaan yang bermakna pada tingkatkemandirian keluarga dalam merawat anggota keluarga dengan DM tipe 2 sebelum dan setelahdilakukan pelayanan home care pada kelompok perlakuan (p=0,00), selanjutnya terdapat perbedaanyang bermakna juga antara kelompok kontrol dan kelompok perlakuan (p=0,00). Diskusi: Untukmencapai hasil yang maksimal perlu peningkatan pelayanan keperawatan keluarga dalam bentukHome Care secara berkesinambungan sehingga kemandirian keluarga dalam mengenal danmengatasi masalah kesehatan di keluarganya semakin meningkat. Simpulan: pelayanan homecare dapat meningkatkan kemandirian keluarga dalam merawat anggota keluarga dengan DM tipe2.Kata Kunci: diabetes melitus tipe 2, home care, kemandirian keluargaABSTRACTObjectives: This study aimed to identify the effect of home care services on the levels of independenceof family in taking care of family members with type 2 diabetes mellitus (DM) at Pasirkaliki PublicHealth Centre, Bandung. Method: This study was quasi-experimental with pre-post-test approachcontrol group design. Samples were divided into treatment group and control group, each of whichconsisted of 27 people. They were taken using purposive sampling. Home care services interventioninvolved six visits. The independence of the family in taking care of family members with type 2DM before and after home care services was analyzed using independent and dependent t test.Result: There were signifi cant differences in the levels of independence of the family in taking careof family members with type 2 DM before and after the home care services in the treatment group(p=0.00). There were also signifi cant differences between the control group and the treatment group(p 0.00). Discussion: In order to achieve maximum results, it was necessary to improve familynursing services in the form of Home Care on an ongoing basis so that the independence of thefamily in identifying and addressing family health issues would increase. Conclusion: Home careservices could improve the independence of the family in taking care of family members with type 2DM.Keywords: type 2 diabetes mellitus, home care, independence of family.
Tingkat Kepatuhan Diet dengan Derajat Hipertensi pada Lansia Sapitri, Ade Reffi; Meilianingsih, Lia; Supriadi, Supriadi; Husni, Achmad
Jurnal Keperawatan Indonesia Florence Nightingale Vol. 3 No. 2 (2023)
Publisher : UPPM. Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/jkifn.v3i2.1769

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh hasil data riskesdas yang menyatakan prevalensi hipertensi di Jawa Barat mengalami peningkatan (39,6%) dan Kota Bandung menempati posisi ke empat (696.372 orang). Puskesmas Garuda termasuk lima besar (19.111 kasus) prevalensi hipertensi terbanyak di Kota Bandung. Penelitian bertujuan untuk mengetahui tingkat kepatuhan diet, mengetahui derajat hipertensi, dan hubungan tingkat kepatuhan diet dengan derajat hipertensi pada lansia hipertensi. Desain penelitian menggunakan analitik dengan pendekatan cross-sectional. Jumlah sampel dari populasi 10,82% lansia Indonesia didapatkan 37 orang lansia. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner tingkat kepatuhan dan sphygmomanometer untuk mengukur tekanan darah. Analisis univariat menggunakan distribusi frekuensi, dan analisis bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukan lebih dari setengah (62,2%) responden tidak patuh, lebih dari setengah (67,6%) responden tergolong hipertensi derajat 2, dan terdapat hubungan antara tingkat kepatuhan diet dengan derajat hipertensi pada lansia hipertensi dengan hasil P value (0,000) < α (0,05). Peneliti merekomendasikan pemegang program prolanis dapat mengadakan demontrasi pada saat kegiatan prolanis tentang makanan apa saja yang bisa dikonsumsi. Lansia dapat patuh menjalani diet hipertensi dengan menjaga pola makan, mengurangi konsumsi garam, banyak konsumsi buah dan sayur. Peneliti selanjutnya dapat melakukan penelitian tentang faktor lain yang mempengaruhi derajat hipertensi.  
Hubungan Pengetahuan dengan Kepatuhan Minum Obat Antihipertensi pada Lansia Zahra, Adinda; Suheti, Tati; Rumijati, Tjutju; Meilianingsih, Lia; Husni, Achmad
Jurnal Keperawatan Indonesia Florence Nightingale Vol. 4 No. 1 (2024)
Publisher : UPPM. Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/jkifn.v4i1.2131

Abstract

Lanjut usia adalah individu yang berusia di atas 60 tahun. Jumlah lanjut usia meningkat tiga kali lipat dari 260 juta pada tahun 1980 menjadi 761 juta pada tahun 2021. Umumnya lansia menderita penyakit yang tidak menular atau disebabkan oleh usia, seperti hipertensi. Pravalensi hipertensi di Indonesia pada tahun 2018 mencapai 34,1% dimana mengalami peningkatan dibandingkan dengan tahun 2013 mencapai 25,8%. Hipertensi yang tidak terkendali akan menimbulkan berbagai penyakit pada tubuh. Salah satu upaya untuk mencegah terjadinya komplikasi yaitu dengan meningkatkan pengetahuan dan kepatuhan dalam mengonsumsi obat antihipertensi. Studi ini bermaksud untuk mengetahui hubungan dan kekuatan pengetahuan dengan kepatuhan minum obat antihipertensi. Studi ini menggunakan penelitian kuantitatif melalui pendekatan Cross Sectional. Penarikan data menggunakan proporsional random sampling. Populasi lansia berjumlah 131 lansia dan jumlah sampel yang didapatkan adalah 63 orang lansia. Pengetahuan diukur memakai kuesioner pengetahuan dan kepatuhan mengonsumsi obat antihipertensi diukur menggunakan instrumen 8-item Morisky Medication Adherence Scale. Analisis univariat menggunakan distribusi frekuensi dalam bentuk persentase dan analisis bivariat memakai Rank Spearman. Hasil studi diperoleh bahwa hampir sebagian dari responden 30 (48%) memiliki pengetahuan cukup, sebagian besar dari repsonden 28 (44%) memiliki kepatuhan rendah dan terdapat hubungan yang signifikan anatara pengetahuan dengan kepatuhan minum obat antihipertensi pada lansia dengan nilai p value 0,000 < α 0,05. Diharapkan para pihak puskesmas dapat menerapkan program pemantauan kepatuhan minum obat antihipertensi dengan mengecek Kembali kemasan obat yang sudah habis satu bulan sekali disaat kegiatan posbindu PTM dan Prolanis.
Hubungan Aktivitas Fisik dengan Hipertensi pada Dewasa Umur 26-45 tahun Cayadewi, Nurabilla Maharani; Meilianingsih, Lia; Rumijati, Tjutju; Susanti, Susi
Jurnal Keperawatan Indonesia Florence Nightingale Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : UPPM. Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/jkifn.v4i2.2629

Abstract

Hipertensi termasuk salah satu penyakit tidak menular yang kasus kejadiannya selalu meningkat dari tahun ketahun, khususnya pada usia dewasa. Salah satu faktor yang berkontribusi dalam meningkatkan hipertensi adalah aktivitas fisik. Faktor tersebut merupakan faktor yang bisa diubah. Aktivitas fisik yang dikerjakan secara rutin mampu membantu kemampuan kerja jantung. Namun, kenyataannya orang dengan usia dewasa khususnya di Kota Bandung termasuk ke dalam kategori kurang aktif dalam melakukan aktivitas fisik sehingga banyak yang mengalami hipertensi. Studi ini mempunyai tujuan untuk mengetahui hubungan aktivitas fisik dengan hipertensi pada usia dewasa umur 26-45 tahun di Kelurahan Pajajaran. Desain penelitian menggunakan cross sectional. Penelitian mengikut sertakan 67 responden melalui teknik proporsional random sampling. Instrumen yang gunakan yaitu kuesioner IPAQ dan sphygmomanometer. Data yang didapatkan diuji dengan uji rank spearman. Hasil penelitian didapatkan adanya korelasi aktivitas fisik dengan hipertensi rentang usia dewasa umur 26-45 tahun (p= 0,029 < α (0,05). Direkomendasikan untuk pemegang program Penyakit Tidak Menular di Puskesmas dapat menerapkan aktivitas fisik bagi pasien atau masyarakat dengan hipertensi. Contohnya berjalan kaki selama setengah jam setiap hari, dan naik turun tangga selama 10-15 menit.
Effect of Family-Based Education on Improving Family Health Tasks in Preventing the Transmission of Covid-19 Meilianingsih, Lia; Sari, Citra Windani Mambang
IJNP (Indonesian Journal of Nursing Practices) Vol. 7 No. 1 (2023): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/ijnp.v7i1.17130

Abstract

Background: During the 2020 pandemic, West Java established 4 red zones (where the transmission of Covid-19 was considered high), one of the cities was Cimahi. Based on the data, the accumulation cases was dominated by family clusters, so the government established policies to protect family members from Covid-19 transmission, namely modifying behaviours relating to carrying out activities by implementing health protocols. Consistency in implementing health protocols is way to prevent the transmission of Covid-19. Family-based education also has an important role to socialize and teach family members about health protocols that must be adhered to during the Covid-19 pandemic. The existence of Family-based has been found to improve the implementation of health tasks in the family.Objective: This study aims to determine the effect of family-based education on improving family health tasks in preventing the transmission of Covid-19.Methods: The research design used a quasi-experimental pre- and post-test control group design. The research respondents were 31 families for the intervention group and 31 families for the control group. The sampling technique was proportional random sampling. The educational intervention as provided in 3 meetings. Data analysis used Wilcoxon and Mann-Whitney.Results: The results showed that there family-based education had an effect  on increasing family health tasks relation to the prevention of the transmission of Covid-19 because the p-value was 0.000.Conclusions: Therefore, it was recommended that the head of the Public Health and Disease Control program implement family-based education in order to prevent the transmission of Covid 19 within the family and community.
HUBUNGAN RESILIENSI DENGANTINGKAT KECEMASAN PASIEN KANKER PAYUDARA YANG MENJALANI KEMOTERAPI Fitri, Indri Nuraeni; Agustiyowati, Tri Hapsari Retno; Meilianingsih, Lia; Sukarni, Sukarni; Waluya, Nandang Ahmad
JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES DEPKES BANDUNG, Online ISSN 2579-8103 Vol 17 No 1 (2025): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/juriskesbdg.v17i1.2620

Abstract

Pada tahun 2020, prevalensi kanker payudara di Indonesia mencapai 65.858 kasus (16,6%) dari total 396.914 kasus kanker, dengan 22.430 kematian (9,6%). Pengobatan kanker payudara, seperti kemoterapi, memengaruhi kondisi psikologis pasien, khususnya kecemasan, yang sering kali disebabkan oleh kurangnya kemampuan adaptasi, atau resiliensi, dalam menghadapi kesulitan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan antara resiliensi dan tingkat kecemasan pada pasien kanker payudara yang menjalani kemoterapi di Rumah Sakit Al-Ihsan, Jawa Barat. Metode penelitian ini bersifat deskriptif dan menggunakan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian dipilih menggunakan teknik purposive sampling dengan melibatkan 84 responden. Alat ukur yang digunakan adalah Connor Davidson Resilience Scale (CD-RISC) 25 dan Zung Self-Rating Anxiety Scale (ZSAS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden memiliki tingkat resiliensi sedang dengan rata-rata skor 70,51, dan tingkat kecemasan sedang dengan rata-rata skor 39,00. Korelasi antara resiliensi dan tingkat kecemasan diuji menggunakan uji korelasi Spearman, dengan nilai signifikansi 0,000 (p<ɑ) dan nilai korelasi -0,520, menunjukkan hubungan yang kuat dan negatif. Ini mengindikasikan bahwa semakin tinggi tingkat resiliensi, semakin rendah tingkat kecemasan. Perawatan yang komprehensif sangat penting bagi pasien kanker payudara, terutama yang menjalani kemoterapi kurang dari satu tahun. Dukungan sosial dari keluarga dan penyedia layanan kesehatan berperan penting dalam meningkatkan resiliensi dan mengurangi kecemasan
Hubungan Pengetahuan Anemia dengan Kepatuhan Mengonsumsi Tablet Tambah Darah pada Remaja Putri sumpena, shalza billa puteri; Supriadi, Supriadi; Meilianingsih, Lia; Syanti, Dian Yuniar; Susanti, Susi
Jurnal Keperawatan Indonesia Florence Nightingale Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : UPPM. Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/jkifn.v5i1.3122

Abstract

Masa remaja cenderung muncul berbagai masalah kesehatan salah satunya anemia. Angka kejadian anemia sekitar 4,8 juta remaja diseluruh dunia mengalami anemia. Anemia kerap terjadi pada remaja putri disebabkan karena remaja putri mengalami menstruasi setiap bulan. Anemia memiliki dampak buruk bagi remaja putri seperti menurunnya kekebalan tubuh sehingga mudah sakit, sehingga pemerintah mengimplementasikan kebijakan untuk mengatasi peningkatan prevalensi anemia dengan memberikan tablet tambah darah kepada sasaran remaja putri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan tentang anemia dengan kepatuhan mengkonsumsi tablet tambah darah. Peneliti menggunakan desain penelitian cross sectional dengan teknik sampling yaitu probability sampling. Sampel yang akan diteliti sebanyak 75 orang. Alat ukur yang digunakan pada penelitian ini yakni kuisioner pengetahuan tentang anemia serta kuisioner MMAS-8 yang diuji menggunakan spearman rho. Hasil uji penelitian menunjukkan terdapat hubungan bermakna yang kuat antara pengetahuan tentang anemia dengan kepatuhan mengkonsumsi tablet tambah darah (p value = 0,00 < 0,05) serta memiliki arah hubungan positif. Peran guru dan petugas Kesehatan sangat diperlukan untuk meningkatkan pengetahuan tentang anemia sehingga kepatuhan meningkat dalam mengkonsumsi tablet tambah darah.
THE INFLUENCE OF PEER EDUCATIONS ON INCREASING THE PHYSICAL ACTIVITY OF NURSING STUDENT IN GREATER BANDUNG IN THE COVID 19 ERA Meilianingsih, Lia; Rumijati, Tjutju; Ariyanti, Metia; Fitri, Indri Nuraeni
JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES DEPKES BANDUNG, Online ISSN 2579-8103 Vol 17 No 2 (2025): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/juriskesbdg.v17i2.2919

Abstract

Data WHO pada Maret 2020 terdapat 509.164 orang terkonfirmasi COVID-19 dengan kasus baru sebanyak 46.484 orang. Penyebaran COVID-19 di Indonesia meningkat dari hari ke hari dan meluas ke-27 provinsi di Indonesia, salah satunya provinsi Jawa Barat. Pemerintah berupaya melakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB), sehingga pembelajaran mahasiswa dan anak sekolah dilakukan secara daring. Model pembelajaran ini mengharuskan penggunaan laptop atau handphone dalam jangka waktu lama, sehingga berdampak menurunnya aktivitas fisik. Tahun 2021 angka kejadian COVID 19 sudah menurun dan mahasiswa sebagian besar melaksanakan pembelajaran luring, namun masih banyak mahasiswa yang belum melakukan aktivitas fisik seperti sebelum masa pandemi COVID 19. Teman sebaya dalam upaya peningkatan kesehatan merupakan suatu strategi yang sangat efektif. Pendidikan sebaya yang dilakukan peer educator dapat  memotivasi melakukan aktivitas positif, mendidik melalui berbagi informasi dengan teman  sebayanya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan sebaya terhadap aktivitas fisik pada mahasiswa. Metode penelitian yang digunakan adalah quasy experiment, pretest - posttest control group design dan Nonequivalent control group design. Besar sampel berjumlah 57 responden untuk kelompok intervensi dan 57 responden untuk kelompok kontrol. Teknik pengambilan sampel dengan cara purposive sampling. Intervensi diberikan dalam 6 kali pertemuan. Kegiatan intervensi yang diberikan kepada sampel yaitu mahasiswa keperawatan meliputi: pemberian materi tentang COVID-19, aktivitas fisik dengan media buku panduan, melakukan aktivitas fisik di era COVID-19 dengan media video. Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh peer educator terhadap peningkatkan aktivitas fisik di era COVID-19  karena didapatkan p value 0,000 sehingga peer educator tepat diterapkan untuk memberikan pengaruh positif kepada remaja.
Sikap Ibu tentang Higiene Pangan berhubungan dengan Kejadian Diare pada Balita Alieffa Syakir, Meisya; Supriadi, Supriadi; Sugiyanto, Sugiyanto; Meilianingsih, Lia; Husni, Achmad
Jurnal Keperawatan Indonesia Florence Nightingale Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : UPPM. Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/jkifn.v5i2.3406

Abstract

Balita termasuk dalam kelompok usia yang rentan terhadap infeksi saluran pencernaan seperti diare, yang umumnya disebabkan oleh konsumsi makanan yang tidak bersih. Sikap ibu dalam menjaga kebersihan pangan, mulai dari pemilihan bahan, proses pengolahan, hingga penyajian makanan, menjadi faktor dalam upaya pencegahan diare. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara sikap ibu tentang higiene pangan dengan kejadian diare pada balita. Desain penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan cross-sectional. Sampel terdiri dari 91 ibu yang memiliki balita dan dipilih menggunakan teknik purposive. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner, kemudian dianalisis menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian sebagian besar ibu (51,6%) memiliki sikap yang mendukung, dan sebagian besar balita (58,2%) tidak mengalami diare. Hasil uji statistik menunjukkan nilai p = 0,000 (p < 0,05), yang menandakan adanya hubungan sikap ibu tentang higiene pangan dan kejadian diare pada balita. Kesimpulannya adalah sikap ibu yang mendukung terhadap higiene pangan berperan dalam mencegah diare pada balita, sehingga disarankan agar ibu mempertahankan dan meningkatkan sikap tersebut dengan aktif mencari informasi dari sumber terpercaya.