HM Mozard B Darus
Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara

Published : 41 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS HARGA JUAL BIBIT MELALUI PENETAPAN HARGA POKOK PRODUKSI BIBIT KOL (Brassica oleracea cv. capitata) (Studi Kasus : PT. Horti Jaya Lestari Kebun SMIK Kabupaten Karo) Yosevani Manurung; HM Mozart B Darus; Sri Fajar Ayu
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 5, No 1 (2016): Volume 5 No. 1 Januari 2016
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (329.03 KB)

Abstract

  ABSTRAK Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis penetapan harga pokok produksi yang selama ini diterapkan perusahaan, untuk menganalisis perbandingan antara metode-metode penetapan harga pokok produksi (full costing dan variable costing) dengan metode perusahaan, untuk mengetahui penetapan harga pokok produksi yang tepat sebagai alternatif perusahaan, dan untuk menganalisis harga jual bibit yang dihasilkan dengan menggunakan metode-metode penetapan harga pokok produksi (full costing dan variabel costing). Penentuan daerah penelitian dilakukan secara purposive atau secara sengaja memilih PT. Horti Jaya Lestari Kebun SMIK. Metode analisis yang digunakan adalah analisis data deskriptif, analisis menggunakan metode penetapan harga pokok produksi (full costing dan variable costing), dan analisis harga jual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PT. Horti Jaya Lestari Kebun SMIK tidak memiliki metode harga pokok produksi sesuai dengan teori akuntansi yaitu dengan metode full costing dan variable costing. Harga pokok produksi per bibit yang dihasilkan dengan metode full costing memiliki nilai tertinggi dengan rata-rata sebesar Rp. 325,4 per bibit dibandingkan dengan metode perusahan sebesar Rp. 92,6 per bibit dan metode variable costing yaitu sebesar Rp. 98,8 per bibit. Metode penetapan harga pokok produksi yang tepat sebagai alternatif perusahaan adalah dengan metode variable costing. Harga jual yang didapat dengan metode full costing sebesar Rp. 439 per bibit sangat berbeda jauh dengan harga jual yang ditetapkan perusahaan sebesar Rp. 125 per bibit dan metode variable costing sebesar Rp. 133 per bibit. Harga jual yang seharusnya ditetapkan perusahaan adalah sebesar Rp. 133 per bibit yaitu dengan menggunakan harga pokok produksi metode variable costing. Kata Kunci : Harga Jual, Harga Pokok Produksi, Bibit Kol
PERANAN KELOMPOK TANI TERHADAP KEGIATAN USAHATANI PADI SAWAH Febri Al Rasyid; Hasman Hasyim; HM. Mozart B. Darus
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 5, No 3 (2016): volume 5 no. 3 Maret 2016
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Tujuan penelitian adalah untuk mengidentifikasi bagaimana peran kelompok tani terhadap kegiatan usahatani padi sawah melalui motivasi petani dalam mengikuti kegiatan kelompok tani, bagaimana respon petani dalam mengikuti kegiatan kelompok tani dan bagaimana persepsi petani tentang manfaat gotong royong antar petani dalam menjalankan kegiatan usahatani padi sawah serta untuk mengetahui masaalah-masalah yang di hadapi anggota kelompok tani dalam mengikuti kegiatan kelompok tani dan dalam berusaha tani padi sawah. Metode analisis yang digunakan adalah metode analisis skala likert, metode deskriptif dan metode skoring. Produksi usahatani padi sawah di desa Pasar Rawa relatif konsisten selama 5 tahun terakhir yaitu dari tahun 2010 samapi 2014. Motivasi petani dalam Mengikuti Kegiatan Kelompok Tani tinggi, 86 % petani menyatakan bahwa kelompok tani berperan dalam memotivasi petani untuk menjalankan kegiatan usahatani padi sawah melalui kegiatan-kegiatan kelompok tani. Respon petani dalam mengikuti kegiatan kelompok tani adalah positif, karena petani selalu bersemangat dalam mengikuti kegiatan kelompok tani, dan kegiatan kelompok tani merupakan kegiatan yang di tunggu oleh anggota kelompok tani setiap tahunnya. Dan persepsi petani tentang gotong royong antar anggota kelompok tani dalam menjalankan kegiatan usahatani padi sawah adalah negatif, karena petani beranggapan bahwa gotong royong tidak bermanfaat dalam menjalankan kegiatan usahatani padi sawah.   Kata Kunci : Peranan, Kelompok Tani, Motivasi, Respon, Persepsi
ANALISIS KELAYAKAN AGRIBISNIS UDANG Studi Kasus: Desa Sentang, Kecamatan Teluk Mengkudu, Kabupaten Serdang Bedagai Try Sanjaya; HM. Mozart B. Darus; Luhut Sihombing
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 5, No 3 (2016): volume 5 no. 3 Maret 2016
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK TRY SANJAYA (100304036/AGBRIBISNIS) dengan judul skripsi ANALISIS KELAYAKAN AGRIBISNIS UDANG” (Studi Kasus : Desa Sentang, Kecamatan Teluk Mengkudu, Kabupaten Serdang Bedagai) dibawah bimbinganHM. Mozart B. Darus, M.Sc dan Ir. Luhut Sihombing, M.P. Tujuan Penelitian adalah untuk mengetahui ketersediaan(availability) sarana input produksi di desa penelitian, untuk mengetahui kondisi keadaan sub sistem produksi agribisnis udang di desa penelitian, untuk mengetahui kondisi keadaan sub sistem post produksi(pasca panen dan pemasaran) di desa penelitian, untuk mengetahui kelayakan finansial agribisnis udang di desa penelitian, untuk mengetahui peranan pemerintah dan lembaga pendukung lainnya dalam bisnis usaha tani udang di desa penelitian, dan untuk mengetahui hambatan teknis dan hambatan lainnya dalam bisnis usaha tani udang di desa penelitian.Metode pengambilan sampel petani dengan menggunakan Metode Sensus, dengan besar populasi 24 orang. Metode analisis data adalah dengan analisis deskriptif dan analisis kelayakan finansial R/C. Hasil penelitian diperoleh : (a) ketersediaan benur tersedia selama proses produksi dengan baik meliputi benur, pakan dan alsintan, (b) budidaya udang menggunakan teknologi semi intensif dan mudah di usahakan, (c) pascapanen dengan menggunakan es dan sortasi dan pemasaran melalui pedagang pengumpul, (d) usahatani udang layak secara finansial dengan nilai R/C sebesar 1,28, (e) peranan pemerintah dan lembaga lain dalam bidang penyediaan benur dan pakan, (f) hambatan dalam usahatani udang adalah kelembagaan meliputi pernyuluhan dan permodalan.   Kata Kunci : Agribisnis, Udang, Kelayakan Finansial
PENGARUH FAKTOR SOSIAL DAN EKONOMI TERHADAP PRODUKTIVITAS TENAGA KERJA INDUSTRI KECIL TAHU (Studi Kasus: Kecamatan Medan Deli) Rizky Alfidila; HM. Mozart B. Darus; M. Jufri
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 5, No 3 (2016): volume 5 no. 3 Maret 2016
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh faktor sosial yang meliputi umur, pendidikan formal, dan pengalaman kerja, dan pengaruh faktor ekonomi yang meliputi upah dan jam kerja dan mengetahui besar produktivitas tenaga kerja. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 30 responden. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda dan perhitungan produktivitas tenaga kerja. Hasil dari penelitian ini berdasarkan analisis data dan pengujian hipotesis yang dilakukan, pada hipotesis 1 variable pengalaman kerja berpengaruh signifikan terhadap variabel produktivitas tenaga kerja dan pada hipotesis 2 upah berpengaruh signifikan terhadap variabel produktivitas tenaga kerja. Besar produktivitas tenaga kerja unit penggilingan sebesar 16,71 Kg/jam, unit pengepresan santan sebesar 25,78 Kg/jam, unit pemasakan santan sebesar 12,5 Kg/jam, unit penyaringan santan sebesar 15,14 Kg/jam, unit pencetakan tahu sebesar 15,84 kotak/jam, unit pemotongan tahu sebesar 80 potong/jam, dan unit penggorengan sebesar 14,6 Kg/jam.   Kata Kunci: Produktivitas Tenaga Kerja, Faktor Sosial, Faktor Ekonomi, Tenaga Kerja
ANALISIS EFISIENSI USAHATANI TEBU (Studi kasus : Desa Kwala Begumit, Kecamatan Stabat, Kabupaten Langkat) M. Aimi Zuandri; Thomson Sebayang; HM. Mozart B. Darus
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 5, No 5 (2016): volume 5 no. 5 Mei 2016
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis tingkat produksi, pendapatan usahatani tebu, pengaruh faktor produksi terhadap produksi usahatani tebu serta tingkat efisiensi penggunaan faktor produksi usahatani tebu. Analisis tingkat produksi dilakukan secara deskriptif, dengan membandingkan tingkat produksi tebu di lokasi penelitian dengan tingkat produksi tebu nasional dan tingkat produksi tebu berdasarkan hasil penelitian Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Pendapatan petani usahatani tebu dihitung dengan analisis pendapatan usahatani. Pengaruh faktor produksi terhadap produksi usahatani tebu dianalisis menggunakan metode regresi linier berganda model Cobb-Douglas sedangkan analisis tingkat efisiensi penggunaan faktor produksi usahatani tebu secara teknik dan harga dilakukan dengan uji efisiensi menggunakan stochastic production frontier. Efisiensi ekonomi dihitung dari perkalian nilai efisiensi teknik dengan nilai efisiensi harga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat produksi tebu di lokasi penelitian (75,5 Ton/Ha/MT) lebih tinggi dari tingkat produksi tebu nasional (70 Ton/Ha/MT), namun jika dibandingkan dengan tingkat produksi tebu hasil penelitian Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (135 Ton/Ha/MT)  tingkat produksi tebu di lokasi penelitian masih tergolong rendah. Usahatani tebu adalah usahatani yang menguntungkan dan layak untuk diusahakan. Pendapatan usahatani sebesar Rp.20.682.191/Ha/MT dengan nilai kelayakan (R/C) sebesar 2,8. Faktor produksi (luas lahan, bibit, tenaga kerja, pupuk dan pestisida) secara serempak berpengaruh nyata terhadap produksi usahatani tebu  sedangkan secara parsial hanya luas lahan, bibit dan pupuk yang berpengaruh nyata terhadap produksi usahatani tebu di lokasi penelitian. Nilai efisensi teknik penggunaan faktor produksi usahatani tebu sebesar 0,99, nilai efisiensi harga sebesar 0,12 dan nilai efisiensi ekonomi sebesar 0,12. Nilai efisiensi ini lebih kecil dari 1, menunjukkan bahwa baik secara teknik maupun secara harga dan ekonomi, penggunaan faktor produksi usahatani tebu tersebut belum efisien.   Kata Kunci: Produksi, Pendapatan, Efisiensi, Usahatani
ANALISIS DAN SIKAP PETANI TERHADAP PENGGUNAAN PESTISIDA DAN PUPUK PADA TANAMAN CABAI DI KABUPATEN KARO Mukti Amsar; Tavi Supriana; HM Mozart B Darus
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 5, No 6 (2016): volume 5 no. 6 juni 2016
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis aplikasi pestisida dan pupuk yang dilakukan petani pada tanaman cabai, untuk menganalisis sikap petani terhadap penggunaan pestisida dan pupuk pada tanaman cabai di daerah penelitian, untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi penggunaan pestisida dan pupuk terhadap tanaman cabai di daerah penelitian, untuk menganalisis upaya petani dalam menanggulangi penggunaan pestisida dan pupuk pada tanaman cabai di daerah penelitian. Daerah penelitian ditentukan secara purposive. Sampel ditentukan dengan metode proportionate stratified random sampling. Metode analisis yang digunakan adalah metode deskriptif, metode penskalaan likert dan metode regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Aplikasi pestisida yang dilakukan petani pada tanaman cabai tidak sesuai standar, (2) aplikasi pupuk yang dilakukan petani pada tanaman cabai tidak sesuai standar, (3) sikap petani terhadap penggunaan pestisida pada tanaman cabai di daerah penelitian adalah positif, (4) sikap petani terhadap penggunaan pupuk pada tanaman cabai di daerah penelitian adalah negatif, (5) faktor luas lahan, lama pendidikan, dan lama berusahatani secara serempak berpengaruh nyata terhadap penggunaan pestisida, (6) faktor luas lahan, lama pendidikan, dan lama berusahatani secara serempak berpengaruh nyata terhadap penggunaan pupuk, dan (7) petani mengganti pestisida kimia dengan jamur tricoderma dan penggunaan pupuk kimia diimbangi dengan penggunaan pupuk kompos atau pupuk kandang. Kata Kunci:    Aplikasi Pestisida, Aplikasi Pupuk, Sikap Petani
ANALISIS PENJUALAN SAYURAN DI KELURAHAN TANAH ENAM RATUS KECAMATAN MEDAN MARELAN KOTA MEDAN Rizka Hasanah; HM. Mozart B Darus
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 5, No 8 (2016): volume 5 no. 8 agustus 2016
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan sistem penjualan hasil panen sayuran yang dilakukan petani di daerah penelitian, untuk menjelaskan fluktuasi penjualan pada setiap jenis sayuran yang diusahakan di daerah penelitian, dan untuk menjelaskan peluang meningkatkan penjualan berbagai jenis sayuran oleh petani di daerah penelitian. Petani di Kelurahan Tanah Enam Ratus mayoritas menjual hasil panen kepada pedagang pengumpul yang terdapat di Pasar V Marelan yaitu sebanyak 93,33% dengan sistem pembayaran langsung dibayar di tempat oleh pedagang pengumpul. Menurut hasil penelitian di lapangan bahwa tidak terjadi fluktuasi penjualan dikarenakan tergantung luas lahan yang ditanami. Jenis sayuran yang diminta setiap hari dengan harga rendah fluktuasi rendah dan dapat disimpan lama adalah kangkung seharga Rp.2000/kg dan bayam 3000/kg. Sayuran yang rutin diminta setiap hari, harga rendah, permintaan tidak berfluktuasi dan tidak dapat disimpan lama adalah sawi seharga Rp.3000/Kg. Sayur yang tidak rutin diminta tapi harga tinggi, fluktuasi tinggi dan dapat disimpan lama adalah terong ungu seharga Rp. 6500/Kg. Sayur yang tidak rutin diminta tapi harga tinggi fluktuasi tinggi dan tidak dapat dsimpan lama adalah kacang panjang seharga Rp.4000/Kg. Kepada Petani disarankan agar mampu mengatur penanganan pascapanen yang tepat agar hasil panen tidak cepat rusak sehingga penjualan maksimal.   Kata Kunci : Analisis Penjualan, Sayuran, Karakteristik Sayuran, Fluktuasi
ANALISIS KELAYAKAN PENGOLAHAN SUSU KEDELAI DI KOTA MEDAN (Studi Kasus: Kec. Medan Amplas, Kec. Medan Denai, Kec. Medan Tembung) Zalwa Nahla Lubis; HM. Mozart B. Darus; Sinar Indera Kusuma
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 5, No 8 (2016): volume 5 no. 8 agustus 2016
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (328.131 KB)

Abstract

ABSTRAK Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi ketersediaan input dalam usaha pengolahan susu kedelai di daerah penelitian, untuk menganalisis berapa besar pendapatan usaha pengolahan susu kedelai di daerah penelitian dan untuk menganalisis pengolahan susu kedelai layak atau tidak layak untuk dikembangkan di daerah penelitian.Penentuan daerah dilakukan secara purposive atau secara sengaja yaitu di Kota Medan yakni di Kecamatan Medan Amplas, Kecamatan Medan Denai, dan Kecamatan Medan Tembung. Penentuan sampel menggunakan metode aksidental dengan jumlah sampel sebanyak 7 produsen susu kedelai. Metode yang digunakan untuk mengetahui ketersediaan input yaitu dengan metode deskriptif, untuk menganalisis pendapatan menggunakan metode analisis pendapatan, untuk menganalisis kelayakanusaha susu kedelai menggunakan analisis R/C Ratio dan  Break Event Point (BEP).Hasil penelitian menunjukkan bahwa input (kedelai, gula putih, alat dan mesin operasional, tenaga kerja serta modal) cukup tersedia di daerah penelitian. Pendapatan produsen susu kedelai di musim kemarau adalah Rp 4.191.921 per bulan, musim hujan Rp 498.514 per bulan, dan pada saat Bulan Ramadhan         Rp 210.005 per bulan. Diperoleh nilai BEP Volume Produksi < Produksi, BEP Harga < Harga Jual dan R/C Ratio> 1. Maka dapat disimpulkan bahwa usaha pengolahan susu kedelai layak untuk diusahakan di daerah penelitian.Kata Kunci : Susu Kedelai, Pengolahan, R/C Ratio dan Break Event Point(BEP)
ANALISIS PENDAPATAN USAHATANI JAGUNG DAN FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHINYA (Studi Kasus : Desa Kuala, Kecamatan Tigabinanga, Kabupaten Karo ) Andrew Pratama N; HM. Mozart B Darus; Thomson Sebayang
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 5, No 9 (2016): volume 5 no. 9 september 2016
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (524.826 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan produktifitas usahatani jagung di daerah penelitian, untuk menganalisis usahatani jagung di daerah penelitian, untuk menjelaskan besarnya kontribusi pendapatan usahatani jagung terhadap pendapatan keluarga, untuk menganalisis pengaruh dosis pemupukan, produktifitas lahan, biaya tenaga kerja, jumlah bibit terhadap pendapatan usahatani jagung. Metode penentuan daerah yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode purposive. Metode penentuan jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Slovin, sedangkan metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dan metode regresi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produktifitas usahatani jagung di daerah penelitian tergolong tinggi. Usahatani jagung di daerah penelitian adalah usahatani yang menguntungkan dan layak diusahakan. Pendapatan usahatani jagung memberikan kontribusi yang besar terhadap pendapatan keluarga. Faktor – faktor yang berpengaruh nyata terhadap pendapatan usahatani jagung adalah produktifitas lahan, bibit, dan biaya tenaga kerja. Kata Kunci : produktivitas, kontribusi pendapatan
ANALISIS EFISIENSI PENGGUNAAN INPUT PRODUKSI PADA USAHATANI CABAI MERAH (Kasus : Desa Beganding, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Karo) Hans Putra Panggabean; HM. Mozart B. Darus; Thomson Sebayang
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 5, No 11 (2016): volume 5 no. 11 November 2016
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (424.157 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana pengaruh penggunaan input produksi terhadap produksi tanaman cabai merah serta menganalisis tingkat optimasi penggunaan input produksi di Desa Beganding, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Karo. Metode penentuan daerah penelitian ditentukan secara purposive, sementara penentuan sampel dilakukan dengan metode accidental. Data dianalisis dengan analisis regresi berganda melalui fungsi Cobb-Douglas. Selanjutnya penentuan tingkat efisiensi dianalisis dengan metode Nilai Produksi Marginal (NPM) dibagi dengan harga input. Dari hasil analisis regresi diperoleh nilai signifikansi F-hitung 0,000 < 0,05 yang berarti secara bersama-sama input produksi (pupuk, pestisida, tenaga kerja dan bibit) berpengaruh nyata terhadap produksi cabai merah, sedangkan secara parsial hanya variabel pupuk dan bibit yang berpengaruh nyata terhadap produksi cabai merah. Nilai R2 sebesar 0,849 menunjukkan bahwa 84,9% variabel produksi dapat dijelaskan secara bersama-sama oleh variabel pupuk, pestisida, tenaga kerja dan bibit. Nilai efisiensi penggunaan pupuk sebesar 34,97, pestisida sebesar 3,42, tenaga kerja sebesar 5,64, dan bibit sebesar 0,09. Secara umum penggunaan input produksi di lokasi penelitian belum efisien. Kata Kunci : Produksi, Efisiensi, Usahatani Cabai Merah, Input Produksi