Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Estimasi Missing Data dengan Metode Multivariate Imputation by Chained Equations (MICE) untuk Membentuk Persamaan Regresi Linier Berganda Irma Eldiyana; Elah Nurlaelah; Nar Herrhyanto
Jurnal EurekaMatika Vol 9, No 1 (2021): Jurnal Eurekamatika
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (361.358 KB) | DOI: 10.17509/jem.v8i1.25750

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan mengestimasi data yang kosong atau data yang hilang (Mising data). Missing data adalah hilangnya sebagian informasi atau sebagian data pada suatu penelitian. Metode yang digunakan untuk mengatasi missing data pada artikel ini Multivariate Imputation by Chained Equation (MICE). Penerapan MICE terdiri dari tiga langkah utama, yaitu imputasi, analisis, dan pooling. Hasil analisis terhadap data sekunder menghasilkan diperlukan lima kali imputasi untuk mengisi missing data. Langkah analisis menggunakan analisis regresi linear berganda, dengan lima model fit. Kemudian pada langkah pooling, ke-lima model fit regresi linear berganda yang dihasilkan digabungkan menjadi model pool. Selanjutnya model pool yang diperoleh dibandingkan dengan model regresi berganda data awal. Hasil perbandingan menunjukkan bahwa persamaan linear berganda dengan missing data yang diestimasi metode MICE mendekati persamaan liner berganda yang disusun dari data awal, dengan demikian estimasi missing data dengan metode MICE dapat dikatakan baik untuk digunakan. 
Strategi Pemecahan Masalah Geometri Mahasiswa Calon Guru Matematika: Antara Prediksi dan Kenyataan Al Jupri; Elah Nurlaelah; Jarnawi Afgani Dahlan
Jurnal Gantang Vol 6 No 2 (2021): Jurnal Gantang
Publisher : Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (712.406 KB) | DOI: 10.31629/jg.v6i2.3539

Abstract

Kemampuan pemecahan masalah, termasuk dalam topik geometri, merupakan kemampuan yang perlu dimiliki para mahasiswa calon guru matematika sebagai bekal karir mereka di masa depan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menginvestigasi kemampuan pemecahan masalah mahasiswa calon guru matematika dalam menyelesaikan soal-soal geometri. Untuk mencapai tujuan ini, penelitian ini menggunakan metode kualitatif, desain studi kasus, dalam bentuk tes tertulis individu melibatkan 31 mahasiswa calon guru matematika di salah satu universitas negeri di kota Bandung, Indonesia. Dalam studi ini strategi pemecahan masalah hasil prediksi yang dibuat peneliti dibandingkan dengan strategi pemecahan masalah yang digunakan mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun sebagian strategi pemecahan masalah yang digunakan mahasiswa sesuai prediksi, di mana proses dan hasil pemecahan masalah yang mereka lakukan sudah benar, namun sebagian besar mahasiswa masih kurang komprehensif dalam memberikan argumentasi terhadap langkah penyelesaian masalah yang mereka gunakan. Selain itu, beberapa kesulitan yang mahasiswa hadapi dalam proses pemecahan masalah diidentifikasi dan didiskusikan. Dapat disimpulkan bahwa terdapat kesenjangan antara strategi pemecahan masalah yang diprediksi dan strategi pemecahan masalah yang digunakan mahasiswa dalam proses pemecahan masalah.
IMPLEMENTASI STEM DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN KREATIF MATEMATIS Laili Rahmawati; Dadang Juandi; Elah Nurlaelah
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 11, No 3 (2022)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (853.043 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v11i3.5490

Abstract

Abstrak Penelitian tentang implementasi STEM dalam pembelajaran semakin banyak dilakukan, sehingga perlu adanya penelitian yang merangkum hasil – hasil temuan penelitian STEM dalam pembelajaran Matematika khususnya pada kemampuan berpikir kritis dan kemampuan berpikir kreatif matematis. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran tentang implementasi pendekatan STEM (Sains, Technology, Engineering, and Mathematics) dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan kemampuan berpikir kreatif matematis pada tingkat SD, SMP, SMA dan Perguruan Tinggi. Systematic Literature Review (SLR) digunakan untuk mensintesis studi yang relevan dengan tujuan penelitian ini. Melalui mesin mencari Google Scholar, Directory Open Access Journal (DOAJ Semantic Scholar, serta Education Resources information Center (ERIC) diperoleh 28 studi primer yang diterbitkan dari tahun 2015 sampai tahun 2022 masuk kriteria inklusi untuk dianalisis lebih lanjut. Hasil penelitian memberikan informasi bahwa pendekatan STEM memiliki pengaruh yang positif terhadap peningkatan kemampuan berpikir kreatif dan berpikir kritis matematis siswa/mahasiswa. Project Based Learning dan Problem Based Learning merupakan model pembelajaran yang secara signifikan sesuai untuk diterapkan dalam pendidikan STEM. Beberapa tinjauan karakteristik penelitian seperti ukuran sampel, tingkat pendidikan dan tahun penelitian dapat diteliti lebih lanjut untuk penelitian selanjutnya. Integrasi STEM dengan model pembelajaran dapat digunakan oleh pendidik untuk memfasilitasi siswa dengan berbagai tugas berbasis proyek dan pemecahan masalah. Hasil penelitian ini memberikan kontribusi pengetahuan bagi pendidik dan peneliti tentang bagaimana seharusnya STEM diterapkan dalam pembelajaran matematika terkait dengan peningkatan kemampuan berpikir kritis serta kemampuan berpikir kreatif matematis siswa.Kata kunci: STEM, berpikir kreatif matematis, berpikir kritis matematis Abstract Research on the implementation of STEM in learning has been carried out, but there has been no research that summarizes the findings of STEM research in mathematics learning, especially on critical thinking skills and mathematical creative thinking skills. This study aims to obtain a description of the implementation of the STEM approach (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) in improving critical thinking skills and mathematical creative thinking skills at the elementary, junior high, high school and university students. Systematic Literature Review (SLR) was used to synthesize studies relevant to the objectives of this study. Through the search engine Google Scholar, Semantic Scholar, Education Resources Information Center (ERIC) and Directory Open Access Journal (DOAJ), 28 primary studies published from 2015 to 2022 fitted the inclusion criteria for further analysis. The results of study showed that the STEM approach has a positive effect on increasing students' creative thinking skills and mathematical critical thinking skill. Project Based Learning and Problem Based Learning are learning models that are significantly suitable to be applied in STEM education. Several reviews of research characteristics such as sample size, education level and years of research can be investigated further for further research. The integration of STEM with learning models can be used by educators to facilitate students with various project-based tasks and problem solving. The results of this study contribute to knowledge for educators and researchers about how STEM should be applied in mathematics learning related to improving students' creative thinking and mathematical critical thinking skillsKeywords: STEM, creative thinking skills, mathematical critical thinking
Studi Meta-Analisis: Pengaruh Model Discovery Learning Berbantuan Geogebra Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Matematis Siswa Devita Anjarwati; Dadang Juandi; Elah Nurlaelah; Aan Hasanah
Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 6 No 3 (2022): Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika Volume 6 Nomor 3 Tahun 2022
Publisher : Mathematics Education Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cendekia.v6i3.1506

Abstract

Kemampuan berpikir kritis merupakan salah satu kemampuan yang sangat penting dalam pembelajaran matematika. Hingga saat ini ratusan kajian mengenai kemampuan berpikir kritis disajikan dengan penggunaan model Discovery Learning Learning berbantuan Geogebra. Dalam berbagai literatur terdapat banyak laporan dengan temuan yang bervariasi. Studi meta-analisis ini dilakukan untuk memeriksa efek keseluruhan penggunaan model Discovery Learning berbantuan Geogebra terhadap kemampuan berpikir kritis matematis serta mendeteksi tingkat variasi antar studi. Melalui ERIC, SAGE dan Google Cendekia penulis menemukan 103 artikel yang diperiksa untuk tujuan penelitian ini. Sesuai kriteria inklusi, 13 artikel yang memenuhi kelayakan untuk dianalisis menggunakan software Comprehensive Meta-Analysis. Hasil penelitian ditemukan ukuran efek secara keseluruhan dari penerapan Discovery Learning berbantuan Geogebra terhadap kemampuan berpikir kritis matematis siswa adalah 1.280 dengan standar error sebesar 0.216. Temuan ini mengindikasikan bahwa penerapan Discovery Learning berbantuan Geogebra di Indonesia sangat efektif karena memiliki efek positif yang tinggi dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis matematis siswa. Analisis terhadap tingkat variasi studi dilakukan dengan mempertimbangkan empat variabel moderator diantaranya jenjang pendidikan, tahun penelitian, ukuran sampel, dan sumber publikasi. Secara statistik, diperoleh bahwa penerapan Model Pembelajaran Discovery Learning berbantuan Geogebra terhadap kemampuan berpikir kritis secara signifikan dipengaruhi oleh jenjang pendidikan dan sumber publikasi.
ANALISIS HAMBATAN BELAJAR (LEARNING OBSTACLE) SISWA SMP PADA MATERI PELUANG Rizqi Dwi Maharani; Dadan Dasari; Elah Nurlaelah
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 11, No 4 (2022)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1175.925 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v11i4.6214

Abstract

Konsep peluang merupakan konsep dasar yang perlu dipahami oleh siswa karena pemahaman konsep tersebut akan terus digunakan pada jenjang selanjutnya. Namun, masih banyak siswa yang mengalami hambatan dalam mempelajari topik tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis hambatan belajar (learning obstacle) siswa pada materi konsep peluang. Metode yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi yang melibatkan 22 siswa SMP kelas IX dan 24 siswa SMA kelas X di dua sekolah di Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, Indonesia. Pengumpulan data menggunakan triangulasi dengan pemberian tes diagnostik, wawancara guru dan siswa, serta analisis buku ajar yang digunakan (analisis dokumen). Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa mengalami hambatan belajar dimana kurangnya ketertarikan siswa terhadap materi konsep peluang, ketidaksiapan siswa berkaitan dengan hal teknis yang bersifat kunci dari proses pembelajaran seperti ruang sampel dan titik sampel, dan siswa masih kesulitan dalam menguasai konsep prasyarat himpunan, yaitu kesulitan memahami dalam mendaftarkan anggota suatu himpunan (ontogenic obstacle). Hambatan lain yang dialami siswa yaitu, banyaknya miskonsepsi siswa pada penyelesaian permasalahan terkait konsep peluang (epistemological obstacle) serta alur pembelajaran yang belum sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik siswa (didactical obstacle). Hambatan-hambatan tersebut harus dipertimbangkan dalam pengembangan desain didaktik yang lebih optimal untuk mencapai tujuan pembelajaran yang diharapkan. The concept of probability is a basic concept that students need to understand because this concept will continue to be used at the next level. However, many students still have obstacles in learning this topic. This study aims to identify and analyze student learning obstacles in the concept of probability. The method used is qualitative research method with phenomenological approach involving twenty two 9th grade students and twenty four 10th grade  students in two school in Wonosobo Regency, Central Java, Indonesia. Data collection uses triangulation by giving diagnostic tests, teacher and student interviews, and analysis of the textbooks used (document analysis). The results showed that students have learning obstacle which there was a lack of student interest in the concept of probability, students' unpreparedness related to key technical matters of the learning process such as sample space and sample points, and students still have difficulty mastering the concept of sets, they have difficulty writing members of a sets (ontogenic obstacle). Another obstacle is the number of misconceptions in solving problems of probability (epistemological obstacle) and the learning trajectory that is not in accordance with the needs and characteristics of students (didactical obstacle). These learning obstacles must be considered in the development of a more optimal didactical design to achieve the expected learning objectives.
LEARNING OBSTACLE DALAM PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS SISWA PADA MATERI BANGUN RUANG SISI DATAR Raudiyah Rizki R; Didi Suryadi; Elah Nurlaelah
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 11, No 4 (2022)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (739.525 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v11i4.5900

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan gambaran mengenai learning obstacle yang dialami siswa dalam  menyelesaian pemecahan masalah berdasarkan kemampuan pemecahan masalah siswa  pada materi bangun ruang sisi datar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Penelitian ini  dilaksanakan di salah satu SMP Negeri di Bandung pada kelas VIII. Analisis kemampuan pemecahan masalah dan learning obstacle siswa dilakukan berdasarkan hasil uji instrumen, wawancara yang mendalam, dan analisis dokumen. Hasil menunjukkan bahwa siswa mengalami learning obstacle yang bersifat ontogenik, didaktis maupun epistemologis dalam menyelesaikan pemecahan masalah berdasarkan identifikasi  kemampuan pemecahan masalah. Berdasarkan hal tersebut penelitian ini telah mengidentifikasi bahwa terdapat learning obstacle siswa dalam menyelesaikan pemecahan  masalah.This research aims to produce a description of the learning obstacles experienced by students in problem solving based on students' problem solving on the flat faces three-dimensional geometrical content. The method used in this research uses a qualitative method. This research was conducted atone of Junior high school in Bandung in eighth-grade . Analysis of students' problem solving abilities and learning obstacles  is based on the results of the test, in-depth interviews, document analysis and text book analysis. The results showed that students experienced learning obstacle that were ontogenic, didactic and epistemological learning in  problem solving based on the identification of problem solving abilities. Based on this, this research has identified that there are  learning obstacles for students in problem solving.
ANALYSIS OF THE CRITICAL THINKING SKILLS OF CLASS X SMK STUDENTS IN BANDUNG CITY Raisya Silvi Abdul Karim; Elah Nurlaelah
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 12, No 1 (2023)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (710.079 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v12i1.7018

Abstract

This article aims to describe the results of analyzing the critical thinking skills of class X SMK students in Bandung city in solving problems on a system of two-variable linear equations. This type of research is descriptive qualitative. The subjects of this study were six students of class X majoring in business management at one of the SMK in Bandung. The research instrument consisted of five questions about critical thinking skills. The data analysis technique used was a data collection technique with documentation methods in the form of test results and student interviews. The results showed that students’ critical thinking skills were still low, especially in question number 5, which had indicators namely evaluating and considering reliable sources or arguments. From the analysis results, it was concluded that this was caused by 1). Students had difficulty identifying important information and 2). Students had difficulity making mathematical models, so students were unable to solve problems. Penelitian ini dilakukan karena belum ditemukannya penelitian yang menganalisis kemampuan berpikir kritis berdasarkan indikator yang diadopsi dari Joko D.P pada konteks siswa SMK. Kemampuan berpikir kritis sendiri bukanlah menyelesaikan persoalan  yang kompleks dengan berbagai macam algoritma tetapi merancang algoritma baru dari situasi yang baru. Keterampilan berpikir kritis berguna dalam kehidupan karena semakin tajam kemampuan berpikir kritis maka semakin baik kemampuan siswa dalam memecahkan masalah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan hasil analisis kemampuan berpikir kritis siswa kelas X SMK di Kota Bandung dalam menyelesaikan soal sistem persamaan linear dua variabel. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Sampel dari penelitian ini adalah 6 orang siswa kelas X di SMK Dhyana Sakti Bandung. Instrumen penelitian ini terdiri dari soal tes kemampuan berpikir kritis sebanyak 5 soal, pedoman wawancara dan dokumentasi. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu melalui tahapan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan . Hasil penelitian menunjukan bahwa kemampuan berpikir kritis siswa masih rendah khususnya pada soal nomor 5 yang memiliki indikator yakni mengevaluasi dan mempertimbangkan sumber terpercaya atau argumen . hal tersebut disebabkan oleh 1). Siswa kesulitan mengidentifikasi informasi penting dari soal cerita sistem persamaan linear dua variabel 2). Siswa kesulitan membuat model matematikanya sehingga siswa tidak mampu menyelesaikan soal.
Bahasa Inggris Bahasa Inggris Ahmad Lutfi; Elah Nurlaelah
UNION : Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika Vol 11 No 1 (2023)
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/union.v11i1.14451

Abstract

Mathematical literacy skills are important in the 21st century. Mathematical literacy skills are an indicator of being able to solve a problem in text or everyday life. This study aims to describe and illustrate the mathematical literacy skills in one of the high schools in Bandung based on mathematical ability and AKM. The researcher uses a qualitative descriptive research type. The instruments used are in the form of tests and interviews. The subjects of this research are students of class XI SMA in Bandung. Data obtained by giving students questions about mathematical literacy skills with trigonometric material.  The results of the study show that there are three groupings for mathematical literacy ability, low, medium and high mathematical literacy ability. The results of this study almost all students belong to the high group, with a percentage of 50%, 36% including the medium group and 14% in the low category.
Keterkaitan Kemampuan Literasi dan Disposisi Statistis Mahasiswa Melalui Rigorous Mathematical Thinking Frena Fardillah; Elah Nurlaelah; Jozua Sabandar
Simposium Nasional Mulitidisiplin (SinaMu) Vol 1 (2019): Simposium Nasional Multidisiplin (SinaMu)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/sinamu.v1i0.2129

Abstract

Kemampuan literasi statistis yang baik sudah seharusnya disertai disposisi statistis yang positif. Tujuan dari penelitian ini, untuk mengkaji apakah terdapat hubungan antara litrasi dan disposisi statistis melalui pembelajaran Rigorous Mathematical Thinking (RMT). Penelitian ini melibatkan dampel sebanyak 48 mahasiswa dengan matakuliah statistika II. Hasil penelitian berdasarkan uji statistik menunjukkan terdapat hubungan antara literasi dan disposisi statistis mahasiswaKata Kunci: Literasi Statistis, Disposisi Statistis, Rigorous Mathematical Thinking
Student Semiotic Representation Skills in Solving Mathematics Problems Wa Ode Dahiana; Tatang Herman; Elah Nurlaelah; Jerito Pereira
Didaktik Matematika Vol 10, No 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (370.065 KB) | DOI: 10.24815/jdm.v10i1.30770

Abstract

Representational transformation skills significantly influence students' success in problem-solving. Students who struggle with representational transformation skills are often less adept at utilizing mathematical ideas and relationships, and vice versa. Therefore, this study used a qualitative, descriptive-interpretive approach to examine students' semiotic representation skills when solving mathematical problems. The research was conducted in a Year 9 classroom in a public school in Bandung, Indonesia, with 30 participants divided into high, middle, and low-ability groups based on their level of mathematical ability. Data was collected using both test and interview techniques. The results indicated that students in the high and middle ability groups had adequate skills in algebraic treatment and conversion from algebra to geometry and verbal expression skills for constructing algebraic expressions and converting verbal statements into mathematical equations. In contrast, the low-ability group demonstrated a lack of semiotic representation skills in problem-solving. These findings highlight the importance of transformation and conversion skills in mathematical problem-solving activities and can be valuable information for teachers and observers of mathematics education.