Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

ANALISA KUALITAS FISIK AIR SUNGAI LEMATANG DI KABUPATEN LAHAT Rully Masriatini; Novita Sari; Zaidatul Imtinan
Jurnal Redoks Vol 4, No 1 (2019): REDOKS JANUARI - JUNI
Publisher : Universitass PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (893.461 KB) | DOI: 10.31851/redoks.v4i1.3072

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk Mengetahui sifat-sifat fisik Air Sungai Lematang di Kabupaten Lahat dan Mengetahui cara yang tepat untuk mengatasi permasalahan air sebagai upaya penetralan air dari parameter-parameter fisika yang melebihi kadar maksimum sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 492/MENKES/PER/IV/2018 tentang persyaratan kualitas air minum.  Parameter yang diuji dalam penelitian ini meliputi  pH, Daya Hantar Listrik (DHL), Total Suspended Solid (TSS)  dan Turbidity. Pengambilan sampel dilakukan di tiga titik yaitu Titik 01 yaitu Desa Pulau Pinang atau Sungai Lematang Hulu,  Titik 02 yaitu Benteng atau Sungai Lematang Tengah dan Titik 03 yaitu Merapi Barat atau Sungai Lematang Hilir.  Hasil analisa pengujian sampel Air Sungai Lematang (Sifat fisika) yang dilakukan di UPTD Laboratorium Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Lahat di titik 01 , 02 dan 03 mengindikasikan bahwa parameter-parameter yang di uji seperti pH, DHL, TSS dan Turbidity  masih   memenuhi  standar   yang   terdapat  dalam  Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia  Nomor. 492/MENKES/PER/IV/2018.Kata Kunci : Kualitas Air, Sungai  Lematang, pH, DHL, TSS, Turbidity
Analisa Kualitas Air Minum Isi Ulang dan kemasan di kelurahan Kenten Laut Kabupaten Banyuasin Rully Masriatini; Muhrinsyah Fatimura; Andika Jaya
Jurnal Redoks Vol. 6 No. 1 (2021): REDOKS JANUARI - JUNI
Publisher : Universitass PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/redoks.v6i1.5652

Abstract

Manusia dan semua mahluk hidup sangat memerlukan air.  Tubuh manusia terbentuk dari 70 persen air. Dan  tidak adanya air akan membuat manusia tidak dapat bertahan hidup. Untuk itu diperlukan air yang bersih dan sehat yang akan dapat dikonsumsi manusia. Salah satunya adalah air minum yang berkualitas yang harus sesuai standar di  dalam Peraturan Menteri Kesehatan RI No. 492/MENKES/PER/IV/2010  Pada penelitian ini  analisa yang dilakukan meliputi analisa pH, TDS, bau, rasa, warna, temperatur dan bakteri. Beberapa Depot yang dianalisa terdapat di daerah Kenten Laut dan beberapa sample air minum kemasan untuk mengetahui kualitasnya. Penelitian dilakukan dengan metode sampling dan analisis di laboratorium. Dari hasil analisa parameter fisika pada rasa sampel 1 sampai 9 memiliki rasa pahit, aaasam, kelat. Lengket, beraroma kelapa, kecuali pasa sampel 1 sampai 6 untuk parameter kimia, pada sampel 1 sampai 6 memiliki pH yang cenderung asam, dan dari beberapa depo dan air minum kemasan pada parameter fisika, kimia, sampel 1 sampai 9 masih belum sesuai  dan belum memenuhi persyaratan  Permenkes RI No. 492/Menkes/Per/IV/2010. Sedangkan untuk parameter biologi sudah memenuhi standar Permenkes RI, hanya sampel no 5 saja yang mengandung bakteri E Coli sedangkan sampel no 1,2, 3,4, 5, 6,7, 8. 9 tidak terkontaminasi bakteri E-coli.
PEMBUATAN KARBON AKTIF DARI KULIT PISANG Rully Masriatini
Jurnal Redoks Vol 2, No 1 (2017): Redoks Januari - Juni
Publisher : Universitass PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (538.851 KB) | DOI: 10.31851/redoks.v2i1.2038

Abstract

ABSTRAK Pemanfaatan limbah kulit pisang sebagai karbon aktif belum banyak dilakukan. Dalam penelitian ini dilakukan aktifasi karbon aktif dari kulit pisang dengan menggunakan aktivator KOH. Dilakukan Analisa yang meliputi Kadar Air, Kadar Abu, Luas Permukaan dan Daya Serap terhadap Iodium untuk menentukan Karakteristik Karbon Aktif dari kulit Pisang. Variasi waktu aktifasi selama 0,5, 1, 1,5, 2, dan 2,5 jam.  Kata Kunci : Kulit pisang, Karbon aktif
PENANGANAN GAS ASAM ( SOUR GAS ) YANG TERKANDUNG DALAM GAS ALAM MENJADI SWEETENING GAS Muhrinsyah Fatimura; Reno Fitriyanti; Rully Masriatini
Jurnal Redoks Vol 3, No 2 (2018): REDOKS JULI-DESEMBER
Publisher : Universitass PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1008.017 KB) | DOI: 10.31851/redoks.v3i2.2390

Abstract

Gas alam merupakan sumber energi dan bahan baku yang terdapat dialam baik itu terdapat sebagai Associated gas maupun non Associated gas. Keberadaannya dialam membuat gas alam tidak dalam keadaan murni, kandungan gas alam dari beberapa sumber berbeda-beda komposisinya tergantung dari sumber dan lokasi  pengeksplorasian  demikian  juga  impurities  yang terkandung didalamnya. Gas asam (sour gas ) merupakan salah satu kandungan impurities yang terdapat dalam gas alam seperti CO2, H2S, mercaptan. Keterikutan sour gas kedalam gas alam dalam proses selanjutnya   dapat   menyebabkan  korosif  pada   peralatan, mengurangi heating value pada gas alam , racun pada katalis serta pada proses pencairan gas alam dapat menjadi icing atau padat sehingga dapat menghambat transportasi gas alam. Kandungan sour gas dalam gas alam yang pernah di analisa berkisar antara  range terendah  >10 %  dan  tertinggi >   60 %  sehingga memerlukan penangan khusus untuk   menghilangkannya .Untuk range > 10 % proses yang digunakan yaitu dengan cara Absorpsi Kimia, Absorpsi Fisik, Absorpsi Fisik-Kimia, Adsorpsi Fisik dengan menggunakan berbagai absorben Mononethanolamine (MEA), Diglycolamine (DGA) , Diethanolamine (DEA), Diisopropanolamine (DIPA), Methyldiethanolamine (MDEA),  alternative absorben  Potasium Karbonat (K2CO3). Untuk  Sour gas yang kandungan tinggi   > 60 % penanganan Fraksinasi Cryogenic  dan Permeation (membran). Sehingga sour gas bisa terbebas dari  impurities  yang   mengikutinya menjadi  Sweetening  Gas. Kata Kunci:  Gas Alam, Sour gas , Sweetening  Gas, , Absorben 
PEMANFAATAN LIMBAH KULIT PISANG MENJADI KARBON AKTIF DENGAN VARIASI KONSENTRASI AKTIVATOR NaCl Muhrinsyah Fatimura; Rully Masriatini; Fenny Putri
Jurnal Redoks Vol 5, No 2 (2020): REDOKS JULI-DESEMBER
Publisher : Universitass PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/redoks.v5i2.4924

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi  NaCl yang digunakan sebagai aktivator dalam pembuatan karbon aktif dari kulit pisang  tanduk (Musa x paradisiaca)  dan menganalisa hasilnya untuk mengetahui karakteristik karbon aktif yang dihasilkan.  Konsentrasi NaCl yang digunakan 15%, 30%, 45% dan 60%. Hasil yang optimum didapat pada  komposisi 40gr Karbon dengan konsentrasi  NaCl  60% . Dengan hasil analisa kadar air 10,7 %,  kadar abu 9,55 %, kadar zat terbang 13,8 %, daya serap terhadap iod 1516,45 mg/gr serta kadar karbon aktif murni 76,65%.   Dan hasilnya memenuhi syarat mutu karbon aktif menurut SNI 06 ─ 3730 ─ 1995.
PENGARUH WAKTU DAN MASSA ZAT ASAM BENZOAT TERHADAP KADAR VITAMIN C DALAM PEMBUATAN SIRUP MANGGA Rully Masriatini
Jurnal Redoks Vol 1, No 2 (2016): Redoks Juli - Desember
Publisher : Universitass PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (404.079 KB) | DOI: 10.31851/redoks.v1i2.2029

Abstract

ABSTRAK Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh waktu dan massa zat asam benzoat terhadap kadar vitamin C dalam pembuatan sirup mangga. Variabel yang digunakan pada penelitian ini adalah variasi lama penyimpanan sirup mangga yaitu 5, 10, 15 dan 20 hari, dan variasi penambahan kadar asam benzoat dalam sirup mangga sebanyak 0,3, 0,4 dan 0,5 gr.  Hasil penelitian menunjukkan konsentrasi natrium benzoat memberikan pengaruh yang berbeda sangat nyata terhadap kadar vitamin C dalam sirup Mangga. Lama penyimpanan dengan menggunakan konsentrasi natrium benzoat memberikan pengaruh yang berbeda pula terhadap kadar vitamin C dalam sirup mangga.Hasil analisa menunjukkan kadar vitamin C dalam sirup mangga yang menggunakan pengawet asam benzoat mengalami penurunan  dari 3,87 mg/ml menjadi 1,45 mg/ml. Kata Kunci : sirup mangga, kadar vitamin C, natrium benzoat
PEMBUATAN SARINGAN CEPAT (RAPID FILTER) (Penggunaan Pipa PVC Dengan Sistem Pencuci Balik (Backwash) Di SMAN 1 Jejawi OKI) Muhrinsyah Fatimura; Muhammad Bakrie; Reno Fitriyanti; Aan Sefentry; Rully Masriatini; Husnah; Nurlela; Agus Wahyudi
Randang Tana - Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 2 (2022): Randang Tana - Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Unika Santu Paulus Ruteng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36928/jrt.v5i2.1070

Abstract

Air adalah kebutuhan pokok setiap makhluk hidup terutama manusia, hewan serta tumbuhan. Tanpa air, mahluk hidup tidak akan bisa hidup. Kecamatan Jejawi merupakan wilayah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) Provinsi Sumatera Selatan dengan jumlah penduduk 38.098 jiwa. Masyarakat Kecamatan Jejawi mendapatkan air untuk kebutuhan sehari-hari yang berasal dari air sungai dan air sumur. Pemanfaatan sumber air dengan kualitas yang rendah berpotensi menyebabkan penyakit diare yang merupakan penyakit endemis potensial dan merupakan Kejadian Luar Biasa (KLB) yang dapat menyebabkan kematian. Prevalensi diare pada balita di Kabupaten OKI mencapai 11, 35 % yang mana Kecamatan Jejawi menempati urutan kelima kecamatan yang memiliki kasus tertinggi, yaitu sebanyak 1.328 kasus diare. Mengingat pentingnya fungsi air tersebut maka sebagai salah satu program studi di Universitas PGRI Palembang, program studi teknik kimia berkomitmen untuk berkontribusi dalam pengelolaan lingkungan terutama di daerah Sumatera Selatan yang salah satunya tentang air. Beberapa mata kuliah yang tercantum pada kurikulum di program studi teknik kimia mempelajari tentang pengolahan air termasuk peralatan yang digunakan dalam pengelolaan air, seperti filter air atau penyaring air. Penyaring air merupakan alat yang dapat digunakan untuk menyaring serta meniadakan pengotor di dalam air dengan menggunakan penghalang atau sarana, baik secara proses kimia, fisika ataupun biologi. Filter air berguna secara meluas pada pengairan, air minum, akuarium serta kolam renang. Salah satu jenis filter yang umum digunakan yaitu filter air saringan cepat (Rapid Filter) dengan sistem pencuci balik (Back Wash). Oleh karena itu, sebagai penerapan hasil pembelajaran di prodi teknik kimia Universitas PGRI Palembang, serta membantu permasalahan yang dihadapi masyarakat Kecamatan Jejawi, khususnya civitas akademika SMAN 1 Jejawi, dalam hal pengolahan air bersih, dilakukan pelatihan pembuatan Filter air saringan cepat (Rapid Filter) dengan sistem pencuci balik (Back Wash).
PENGARUH LAJU ALIR ABSORBEN DAN WAKTU KONTAK K2CO3 TERHADAP PENYERAPAN CO2 YANG TERKANDUNG DALAM GAS ALAM Muhrinsyah Fatimura; Rully Masriatini; Reno Fitriyanti
Jurnal Inovasi Teknik Kimia Vol 6, No 2 (2021)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/inteka.v6i2.5506

Abstract

Gas CO2 atau gas asam (sour gas) merupakan salah satu kandungan dari gas alam yang sifatnya sebagai kontaminan. Adanya kandungan gas CO2 yang tinggi didalam gas alam perlu dilakukan treatment khusus dalam menghilangan kandungan gas asam (sour gas) tersebut dari gas alam dimana proses penghilangan gas asam dari gas alam disebut proses Sweetening. Proses Absorspi gas CO2 merupakan metode yang sering dilakukan. Penelitian ini bertujuan  mengetahui pengaruh laju alir absorben dan waktu kontak terhadap konsentrasi CO2 yang di serap. Metode yang dilakukan dalam penelitian ini yaitu dengan perancangan alat yang bisa menunujukan proses absorpsi CO2. Variabel penelitian yang digunakan memvariasikan  laju alir absorben 4,95 ml/s, 7,26 ml/s, 10,75 ml/s serta waktu kontak 2,4,6,8 menit dengan menggunakan absorben K2CO3 dan   Gas alam yang digunakan compress Natural Gas CNG.  Dari hasil penelitan laju alir Absorbenyang paling baik didapat pada  10,75 ml/s dengan penyerapan  CO2 sebesar  69,45 %. Waktu kontak  pada setiap waktu   tidak berpengaruh banyak  terhadap konsentarsi CO2 yang terserap .  Kata kunci: absorben, Sour gas, gas alam, laju alir  AbstractCO2 gas or acid gas (sour gas) is one of the contents of natural gas which is a contaminant. The presence of high CO2 gas content in natural gas requires special treatment to remove the sour gas content from natural gas where the process of removing acid gas from natural gas is called the Sweetening process. The CO2 gas absorption process is a method that is often used. This study aims to determine the effect of absorbent flow rate and contact time on the absorbed CO2 concentration. The method used in this research is to design a tool that can show the CO2 absorption process. The research variables used varied the absorbent flow rate of 4.95 ml/s, 7.26 ml/s, 10.75 ml/s and a contact time of 2,4,6,8 minutes using K2CO3 absorbent and natural gas used compressed Natural CNG gas. From the research results, the best absorbent flow rate was obtained at 10.75 ml/s with CO2 absorption of 69.45%. Contact time at any time did not have much effect on the concentration of CO2 absorbed. Keywords: absorbent, sour gas, natural gas, flow rate
Pirolisis Katalitik Minyak Pelumas Bekas Menjadi Bahan Bakar Cair Menggunakan Zeolit Alam Reno Fitriyanti; Muhrinsyah Fatimura; Rully Masriatini
Journal of Chemical Process Engineering Vol 7, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33536/jcpe.v7i2.973

Abstract

Minyak pelumas bekas merupakan limbah yang dihasilkan kendaraan bermotor yang  jumlah buangannya sangat besar terutama dikota besar. Apabila terpapar akan membahayakan dan menyebabkan masalah dalam lingkungan.. Berbagai metode pengolahan minyak pelumas bekas diantaranya acid-clay, Distilasi Thin Film Evaporation–Hydrofinishin dan Pirolisi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui  konversi minyak pelumas bekas  menjadi minyak  serta mengetahui karekteristik produk cair yang dihasilkan. Penelitian ini menggunakan proses pirolisis dengan memanaskan minyak pelumas sampai temperatur 2500C dengan banyak umpan 125ml dengan variasi ratio antara umpan dan zeolit alam 1:0 , 1:0.25, 1:0,5, 1:0.75 yang berupa batuan kecil yang telah dihaluskan sebesar 40 mesh.. Sebelum digunakan. Zeolit  alam terlebih dahulu di aktivasi menggunakan NaOH 10%(w/w). Cairan minyak yang dihasilkan kemudian di analisa berupa Initial Boilling Point (IBP), densitas, viskositas, flash point  dan four point, specific gravity . Hasil penelitian didapat produk cair yang dihasilkan sebanyak 43,7 ml,65 ml, 77 ml dan 108,3ml. Penggunaan ration katalis 1:0.75 memberikan hasil yang maksimal yaitu sebanyak 108,3 ml produk cair atau  87%. Dengan karakteristsik minyak yang didapat Initial Boilling Point 185oC, berat  jenis .835 kg/m3, viskositas 02.58 m 30 C ; 02.58 m 40 C, flash point 550C dan pour point. 0 oC specific gravity 0.835. Dapat disimpulkan Pirolisis katalitik  minyak pelumas bekas dengan  zeolit alam menghasilkan produk cair yang bernilai sebagai bahan bakar. Dari analisa karakteristik  minyak yang dihasilkan  mendekati minyak solar.
PERBANDINGAN HASIL MEMBRAN KERAMIK BUATAN DAN MEMBRAN KERAMIK PABRIKAN PADA PENGOLAHAN AIR LIMBAH INDUSTRI TAHU Ade Ifandi; Aan sefentry; Rully Masriatini; Lelawati Lelawati
Jurnal Redoks Vol. 7 No. 2 (2022): REDOKS JULI - DESEMBER
Publisher : Universitass PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/redoks.v7i2.5199

Abstract

Industri tahu rumahan pada proses produksinya dapat menghasilkan limbah cair dan padatan. Sedangkan teknologi yang digunakan masih sederhana, sehingga tingkat efisiensi penggunaan sumber daya (air dan bahan baku) masih sangat rendah dan tingkat produksi limbahnya sangat tinggi. Sehingga menyebabkan air menjadi kotor dan bau. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik limbah tahu dan kinerja dari membran yang di buat. Metode yang di lakukan dalam penelitian ini adalah dengan mengambil sampel limbah yang berasal dari industri tahu rumahan (Kampung Sukadamai Kelurahan kebun bunga Palembang). Selanjutnya dilakukan pengukuran sampel di Laboratorium. Parameter yang di ukur adalah TSS,COD,BOD,TDS,pH. Hasil pemeriksaan laboratorium pada penelitian ini menunjukan nilai TSS pada limbah tahu sebesar 1390mg/l setelah di filtrasi pada membran buatan 1(besi 5% dengan  sekam 20% ) terjadi penurunan sebesar 120 mg/l pada membran buatan 2 (Membran Keramik 2 (serbuk Besi 5%+ Sekam Padi 5 %) sebesar 124 mg/l,dan pada membran buatan pabrikan sebesar 67 mg/l) ,hasil laboratorium untuk COD awal limbah tahu  sebesar 5513  mg/l, hasil filtrasi pada membran 1 sebesar 1855 mg/l, di membran ke 2 sebesar 1976 mg/l dan hasil membran pabrikan sebesar 1934 mg/l), hasil laboratorium untuk BOD pada limbah tahu sebesar 4134 mg/l, hasil filtrasi membran 1 sebesar 1298 mg/l, filtrasi mem[L1] bran ke 2 sebesar 1383 mg/l dan hasil fitrasi membran pabrikan sebesar 1354 mg/l), Hasil laboratorium untuk TDS pada limbah tahu sebesar2802 mg/l, pada membran 1 sebesar 1298 mg/l, pada membran 2 sebesar 18068 mg/l dan membran pabrikan sebesar  859,8 mg/l, dan  hasil laboratorium  untuk tingkat asam basa (pH) menunjuk pada limbah tahu hasilnya 4.81, pada membran 1sebesar 5.23,pada membran 2 sebesar 5,02 dan membran pabrikan 5,28. Berdasarkan baku mutu air limbah yang di tetapkan dalam peraturan Permen KLHK No.05 tahun 2004  kandungan TSS dan TDS yang memenuhi baku mutu yang di tetapkan , sedangkan COD,BOD dan pH sudah banyak  nilai penurunan tapi masih melebihi baku mutu yang di tetapkan. Kata Kunci : Limbah Tahu, TSS,COD,BOD,TDS,pH dan bau  Â